
Suasana makam malam di rumah Yuri membuat Yuri terasa kesal karena ada Bisma yang sedari sudah merusak suasana hatinya. Tatapan Yuri dan Bisma sama-sama tajam hingga mereka berdua sama sekali tidak bertegur sapa selama makan malam berlangsung.
"Nak Bisma, gimana rendang buatan tante enak tidak?" Suara Mama Yuri sedikit memecahkan ketegangan antara Bisma dan Yuri.
Bisma menganggukkan kepala dan melihat ke arah Mama Yuri "Ini sangat enak sekali tante".
"Hah...Ya sudah pasti enak lah, orang gratis juga" Sela Yuri saat Bisma sedang berbicara pada Mamanya.
"Yuri... Kamu gak boleh bicara seperti itu!" Ucap Mama Yuri kesal sambil menyenggol kaki Yuri di bawah meja makan.
Bisma tidak membalas dan hanya tersenyum sambil melihat ke arah Yuri dengan wajah dinginnya.
"Tidak apa-apa tante, saya sudah biasa di perlakukan seperti itu oleh Yuri" Ledek Bisma pada Yuri.
"Apa kamu bilang?" Ujar Yuri kesal.
"Yuri yang sopan kalau bicara sama orang dewasa!" Tegas Papa Yuri.
Bisma kembali mengulum senyum tak kala melihat wajah kesal Yuri karena mendapat teguran dari kedua orangtuanya.
Yuri hanya terdiam sambil berdecak kesal tak kala dirinya mendapat teguran dari Papa nya, apalagi ketika melihat Bisma yang seakan tersenyum ketika dirinya merasa sedang dalam posisi tersudutkan, membuat Yuri semakin tak nyaman dan segera menyelesaikan makannya agar bisa segera pergi dari meja makan untuk menghindari Bisma.
Tak lama setelah Yuri menyelesaikan makan malamnya, dengan terburu-buru Yuri langsung beranjak dari duduknya lalu pergi dari meja makan.
"Ma, Pa Yuri udah selesai makan , Yuri pergi ke depan dulu ya?!" Ujar Yuri sambil melihat sinis pada Bisma.
"Loh Nak, kamu mau kemana?" Tanya Mama Yuri heran.
"Cuma ke depan aja Ma, ada yang mau Yuri beli sebentar aja kok" Sahutnya sambil melangkah pergi.
Mama dan Papa Yuri hanya saling memandang lalu melihat Bisma yang terdiam dengan wajah dinginnya.
"Em... Nak Bisma maafkan anak Om ya kalau udah gak sopan sama Nak Bisma" Ucap Papa Yuri.
__ADS_1
Bisma mengangkat kepalanya dan melihat wajah kedua orang tua Yuri sambil tersenyum ramah " Iya gapapa Om".
***
Sementara itu setelah Yuri pulang dari minimarket yang tak jauh dari rumahnya untuk membeli beberapa ice cream , mendadak Yuri menghentikan langkahnya tepat di depan pintu rumahnya karena kebetulan melihat Bisma yang sudah berdiri tegap sambil melipatkan tangannya dengan wajah dinginnya yang khas.
"Hah...Awas aku mau masuk, jangan berdiri di tengah jalan dong" Ujar Yuri ketus.
Bisma melangkah perlahan mendekati Yuri dan menundukkan kepalanya sambil memegang keningnya yang membuat Yuri terpana dengan ice cream yang masih berada di tepi bibirnya.
"Hari ini kau terlihat aneh sekali, apa kau salah minum obat?" Celetuk Bisma yang kembali berdiri tegap.
Apa katanya? Salah minum obat? Gumam Yuri dalam hati.
"Sudah jangan banyak tanya, lagian apa peduli mu sih?" Yuri masih menjawab ketus.
Bisma menghela nafas panjang dengan masih melihat Yuri yang sedari tadi memasang wajah jutek nya "Baiklah kalau begitu, memang benar yang kau katakan tidak penting juga aku harus peduli pada orang yang keras kepala dan ceroboh sepertimu, sungguh buang-buang waktu saja!!".
Mendengar apa yang baru saja di ucapkan Bisma, Yuri mengepalkan tangannya dan berbalik ke arah Bisma yang sudah melangkah pergi meninggalkan Yuri yang hanya tertunduk tanpa membalas perkataannya.
Saat mendengar perkataan Yuri, seketika langkah Bisma terhenti dan mulai terlihat raut kekecewaan dari wajahnya.
"Memang kau pikir aku menganggap mu apa?" Sahut Bisma yang langsung membalikan badannya ke arah Yuri.
"Jangan salah paham, selama ini aku tidak menganggap mu siapa-siapa selain hanya MU RID KU saja" Sambung Bisma dengan penuh penekanan.
Bisma kembali melangkahkan kakinya dan pergi dari kediaman Yuri tanpa melihat ke arah Yuri yang sedari tadi diam mematung dan hanya memunggungi Bisma tanpa sedikitpun mengeluarkan kata-katanya.
Saat Bisma hendak membuka pintu untuk masuk ke mobilnya, kakinya mendadak terhenti kembali dan hanya berdiri di depan mobilnya untuk beberapa lama.
"Mengenai hari ini...Kau tidak usah khawatir, ini adalah kedatanganku ke sini untuk yang terakhir kalinya, sampaikan terimakasih ku pada kedua orangtuamu atas semua kebaikan mereka selama ini" Ucap Bisma yang kemudian masuk ke dalam mobilnya lalu pergi secepat mungkin.
Mendengar mobil Bisma yang sudah pergi dari depan rumahnya, Yuri langsung berbalik ke arah jalanan dan tanpa sadar sudut matanya sudah menggenang bulir-bulir air mata yang sebentar lagi akan turun ketika Yuri mengedipkan matanya.
__ADS_1
Kenapa hatiku sakit saat melihat dia pergi? Apa aku sudah sangat keterlaluan padanya?. Gumam Yuri dalam hatinya.
Sementara itu di sepanjang jalan Bisma hanya diam tak mengucapkan apapun dengan tatapan kesal sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi sambil sesekali memukul setir mobil karena tidak mengerti akan sikap Yuri padanya hari ini yang menurutnya sudah keterlaluan.
.
.
Keesokan paginya adalah hari terakhir ujian semester yang akan di laksanakan oleh Yuri, pagi sekali Yuri sudah bersiap untuk sarapan nasi goreng yang sudah di siapkan oleh Mama nya.
Selesai sarapan Yuri kemudian pamit kepada kedua Orangtuanya untuk segera pergi ke kampus dengan gojeg yang sudah menunggu di depannya rumahnya.
Selama perjalanan ke kampus pikiran Yuri mendadak teringat dengan kejadian semalam yang membuatnya tidak bisa tertidur karena memikirkan perlakuannya yang sudah keterlaluan pada Bisma
Bahkan setelah di pikirkan kembali dengan kepala dinginnya, Bisma tidaklah melakukan kesalahan yang membuat Yuri harus semarah itu padanya. Yuri sesekali menepuk kepalanya karena menyesal dengan perbuatan kurang a**r nya pada Bisma dan tak seharusnya juga Bisma mendapat perlakuan seperti itu karena alasan tidak jelas yang Yuri pun sulit terjemahkan.
Karena terlalu sibuk dengan pikirannya, tanpa terasa Yuri baru menyadari kalau dirinya sudah sampai di depan kampus. Saat hendak melangkahkan kakinya untuk masuk ke kampus perasaan malas tiba-tiba hinggap di hati Yuri, kalau saja hari ini bukanlah ujian semester mungkin dirinya akan pergi untuk membolos kuliah dan lebih memilih pergi ke mall agar bisa merefresh pikirannya.
Namun dengan segera Yuri buru-buru membuang pikiran jeleknya lalu melangkahkan kakinya sambil menghela nafas panjang, tetapi tak sampai 5 langkah kaki Yuri berjalan, dirinya berpapasan dengan Bisma yang tengah membawa beberapa buku di tangannya.
Tatapan mereka saling beradu dengan jarak beberapa langkah saja, namun tak ada sedikitpun kata yang keluar dari mulut mereka selain hanya pandangan yang sama-sama saling memperhatikan satu sama lain.
Bibir Yuri seperti kaku dan berat untuk mengucapkan sesuatu bahkan hanya untuk memberi sapaan Selamat pagi.
Akan tetapi sesaat kemudian dengan wajah dinginnya bahkan tak tampak sedikitpun senyuman keluar dari bibirnya, dengan segera Bisma terlebih dahulu melangkahkan kakinya melewati Yuri begitu saja yang masih terpaku menatap ke arah dirinya tanpa sedikitpun menyapanya layaknya orang asing.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
__ADS_1
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.