Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 71


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Yuri bergegas ke kamarnya dan segera mandi untuk bersiap-siap pergi keluar rumah mencari keberadaan Mahendra dari alamat yang sudah di dapatnya dari Bisma.


Setengah jam berlalu Yuri segera berjalan ke arah pintu keluar rumah dengan sedikit terburu-buru hingga saat Bi Asih melihatnya, dia dengan cepat menghampiri Yuri untuk mengetahui akan kemana dia sepagi ini


"Non maaf, kalau boleh Non Yuri mau kemana pagi-pagi begini?" Tanya Bi Asih dengan hati-hati.


"Oh ini, saya ada urusan Bi mau keluar dulu sebentar ada yang harus cari" Jawab Yuri tanpa menjelaskan alasannya.


"Tapi Non Yuri kan belum tau daerah sini, nanti kalau nyasar bagaimana?" Ungkap Bi Asih sedikit khawatir.


Yuri tersenyum lalu memegang tangan Bi Asih "Bibi tenang saja, aku udah pesan grab kok untuk berangkat, jadi Bibi gak usah khawatir aku akan baik-baik saja kok oke?!".


Bi Asih sedikit termenung karena melihat Yuri yang begitu nekat ingin pergi sendiri keluar sana, sementara dia tidak bisa menutupi wajah khawatirnya karena takut Yuri akan kenapa-napa mengingat Surabaya adalah kota besar yang baru saja Yuri kunjungi.


"Baiklah kalau Non memaksa, tapi kalau bisa Non pulang jangan terlalu siang takutnya Tuan dan Nyonya besar nyariin Non Yuri" Pesan Bi Asih pada Yuri.


Yuri menatap Bi Asih sambil tersenyum lebar "Tentu saja Bi, aku tidak akan lama kok, pokonya sebelum makan siang aku janji sudah tiba di rumah".


Bi Asih hanya menganggukan kepalanya sambil mengikuti dan melihat Yuri berangkat dari halaman depan rumah.


"Bibi gak usah anterin aku segala, udah Bibi masuk aja ke rumah" Ucap Yuri.


"Tapi Non...".


Yuri langsung memotong perkataan Bi Asih " Udah Bibi masuk aja ke dalam yah, lihat grab nya udah ada di depan tuh".


"Yasudah Non Bibi akan masuk ke dalam sekarang, Non Yuri hati-hati di jalan ya?!" Sahut Bi Asih.


"Iya Bi...Makasih ya sebelumnya" Balas Yuri sembari berlari ke arah grab yang sudah menunggunya di depan gerbang rumah Kakaknya.


Saat sudah masuk ke dalam grab, Yuri menyempatkan dirinya untuk bertanya sambil memberikan alamat yang tertulis di dalam selembar kertas yang sempat Bisma berikan padanya.


"Pak Maaf, apa Bapak tau alamat ini?" Tanya Yuri sambil memberikan selembar kertas kecil.


Supir grab tersebut melihatnya sekilas lalu tak lama kemudian dia menganggukkan kepalanya dengan ramah "Iya saya tau alamat ini neng, neng mau pergi kesini?!".


"Syukurlah, iya pak saya mau pergi ke alamat ini" Ungkap Yuri dengan wajah sedikit lega.

__ADS_1


Beberapa lama kemudian tibalah Yuri di tempat tujuan yang selama ini ingin sekali dia datangi, tetapi pada saat dia akan turun dari mobil perasaan cemas dan tak yakin tiba-tiba menghinggapi dirinya.


Perasaanku mendadak tidak enak, ada apa ya?! Gumam Yuri dalam hati.


"Pak yakin ini tempatnya?" Ucap Yuri meyakinkan.


"Kalau di lihat dari alamatnya, memang ini tempatnya neng" Jawab Pak supir grab sambil sesekali melihat selembar kertas yang tadi di berikan oleh Yuri.


"Oh gitu ya Pak?! Yasudah deh Pak saya turun disini aja, terimakasih ya Pak sebelumnya" Sahut Yuri sembari memberikan ongkos pada supir grab tersebut.


Yuri berjalan perlahan mendekati sebuah bangunan yang dari kejauhan terlihat seperti sebuah kosan mewah dengan gerbang yang menjulang tinggi hingga penjaga yang sedang standby di dalam pos jaga yang terletak di dekat gerbang.


"Ini tempat tinggal Mahendra? tapi sepertinya ini kok kaya kosan?" Bisik Yuri sembari celingukan melihat ke arah bangunan itu.


Dengan perasaan masih cemas Yuri memberanikan diri untuk untuk berjalan ke arah bangunan mewah tersebut dan berniat untuk bertanya terlebih dahulu pada penjaga yang ada di sana.


"Permisi Pak selamat pagi" Seru Yuri dengan ramah.


"Iya selamat pagi, maaf ada yang bisa saya bantu nona?" Sahut penjaga sambil keluar dari pos nya.


"Ah maaf Pak saya menganggu waktunya, kalau boleh saya tahu ini kosan bukan ya?!" Yuri masih penasaran dan ingin meyakinkan kekeliruannya.


"Tidak Pak, saya kesini ingin menanyakan seseorang yang bernama Mahendra, apa Bapak tau?" Tanya Yuri.


"Mahendra mana ya Nona? Di sini yang namanya Mahendra ada dua, Nona nyari nya yang mana?!" Ujar Penjaga Kosan sambil mengerutkan kedua alisnya.


"Hah ada dua?" Yuri sedikit terperanjat.


"Iya Nona, yang satu masih mahasiswa yang satu lagi katanya seorang pengusaha tapi...".


Mendengar kata tapi dari mulut penjaga kosan, Yuri langsung membelalakkan matanya dan langsung memotong pembicaraan penjaga itu.


"Tapi apa Pak?" Sela Yuri.


"Kalau Mahendra yang satu lagi dia yang selalu membawa seorang perempuan kesini untuk menginap di kamarnya Nona, katanya sih dia calon istrinya gitu Non" Jelas Penjaga pada Yuri.


Mendengar kata perempuan dan calon istri yang terlontar dari penjelasan Penjaga itu, membuat mata dan tangan Yuri sedikit bergetar karena merasa terkejut luar biasa.

__ADS_1


"Maaf Pak kalau boleh tau sekarang dia sedang ada di kamarnya tidak?" Kembali Yuri bertanya sembari menenangkan hatinya.


"Kebetulan sekali, kalau Nona sedang mencari Mahendra yang pengusaha itu, dia sekarang lagi ada di kamarnya bersama.... ".


Yuri langsung memotong perkataan Penjaga " No berapa kamarnya Pak?".


"Ah itu...Dia ada di lantai dua kamarnya ada di paling pojok no dua puluh" Ujar Penjaga sembari menatap ke arah Yuri yang langsung pergi meninggalkannya tak kala sudah memberi no kamar Mahendra.


Langkah Yuri sedikit berat kala akan mendatangi kamar Mahendra yang masih belum yakin apakah benar dia kekasihnya atau bukan sedang bersama dengan perempuan lain di kamarnya, walaupun sebenarnya dia berharap besar Mahendra yang tadi Penjaga maksud bukanlah sosok Mahendra kekasihnya.


Setelah berjalan dengan langkah yang begitu berat, akhirnya sampailah Yuri di depan kamar no dua puluh, namun sebelum tangannya akan terangkat untuk membuka gagang pintu, Yuri tiba-tiba mendengar sebuah keributan dari dalam kamar seperti sedang terjadi sesuatu.


Tangan Yuri kembali di turunkan dari gagang pintu tak kala suara ribut-ribut di dalam yang baru saja di dengarnya semakin terdengar lebih jelas oleh telinganya sendiri, bahkan setelah Yuri telaah semakin dekat suara ribut yang baru saja di dengarnya mendadak berubah menjadi sebuah suara d*s*h*n seorang wanita dan pria yang tidak asing di telinganya.


Yuri langsung memundurkan langkahnya sambil menutup mulutnya karena merasa syok dan tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan, tetapi tak sampai dua langkah kaki Yuri mundur dari posisinya tadi, dari arah belakang seseorang datang menarik tangan dan langsung menutup matanya kemudian menyandarkan dirinya ke tembok seraya menghalangi Yuri yang bertepatan dengan suara pintu terbuka dari arah kamar Mahendra.


"Ah...Apa yang sedang kalian lakukan di sini? kalau mau mesum di dalam kamar sanah, jangan di pojokan sini" Ujar. seorang wanita yang baru saja keluar dari kamar sambil membenarkan kancing kemejanya.


Tak lama setelah itu sosok sang pria pun keluar dengan celana yang baru saja dia rapihkan sambil membenarkan rambut wanita yang ada di hadapannya.


"Sudahlah sayang jangan ribut-ribut di sini, biarkan saja mereka melakukan apa pun yang diinginkannya asalkan tidak mengganggu kita" Tegas pria itu dengan lantang.


"Yasudah sayang, ayo kita cari makan sekarang aku sudah kelaparan banget nih karena tadi sudah begitu banyak menguras tenaga bersamamu" Ucap wanita itu dengan beraninya.


"Iya ayo sayang, tadi kamu sangat lincah sekali ya, sampai-sampai aku kewalahan melayani mu" Balas pria itu sambil merangkul tangan wanitanya dan berjalan menjauhi Yuri yang sedari tadi sudah diam terpaku.


Setelah melihat pria dan wanita itu menjauh, sosok orang yang tadi menarik tangan dan menutup mata Yuri yang tak lain adalah Bisma mulai melonggarkan pegangannya pada pada Yuri kemudian memberikan jarak agar Yuri bisa sedikit nyaman.


Namun bukannya kenyamanan yang terlihat dari wajah Yuri oleh Bisma, melainkan wajah syok dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.

__ADS_1


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.


__ADS_2