
Setelah kejadian yang sangat drama kemarin malam, Yuri melakukan aktifitas seperti biasanya di kampus dengan lebih semangat. Hari-hari nya lebih berwarna tak kala dirinya mendapatkan restu untuk menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius. Iya serius!.
Namun pada saat dirinya mengingat kata serius di kepalanya langkah Yuri seketika terhenti karena baru menyadari kalau dirinya lupa akan sesuatu yang seharusnya dia katakan tadi malam pada kedua orangtuanya.
"Astaga kenapa aku bisa lupa bilang sama Mamah dan Papah kalau Pak Bisma berencana akan datang ke rumah untuk melamar ku akhir minggu ini?!! Ah bodohnya aku" Gumam Yuri sambil memukul pelan kepalanya.
"Ada apa Ri? Kenapa kamu bengong disini?!" Sapa Hani sambil menepuk tangan Yuri.
Yuri kaget dan langsung menggandeng tangan Hani untuk berjalan ke arah kelas "Ah aku tidak apa-apa kok Han, hanya saja ada suatu hal penting yang harusnya aku ceritakan pada orangtuaku tadi malam dan aku lupa untuk mengatakannya".
" Oh gitu...Memang ada hal penting apa sih Ri?" Hani tampak penasaran.
Yuri mendadak tegang dan langsung mengalihkan topik pembicaraan "Eh Han ayo cepetan kita ke kelas, sebentar lagi pelajaran Pak Bisma akan segera di mulai".
" Emang kamu yakin Pak Bisma bakal hadir hari ini? Kemarin-kemarin dia kan tidak bisa masuk" Balas Hani Heran melihat tingkah aneh Yuri.
"Udah percaya deh sama aku Han, hari ini Pak Bisma pasti datang kok" Ucap Yuri sambil tersenyum lebar.
Hani tersenyum sambil mengerutkan kedua alisnya "Oh kalian udah baikan ya? Makanya kamu bisa tahu kalau dia bakalan masuk hari ini".
" Eum ya gitu deh hehe" Jawab Yuri cengengesan.
"Hah syukurlah kalau begitu Ri, aku turut senang mendengarnya" Sambung Hani.
"Hehe makasih ya Hani ku sayang, kau emang sahabat aku yang paling baik dan luar biasa" Yuri mencubit pipi Hani.
"Duh Ri sakit ih , pake nyubit pipi segala" Hani mengernyitkan alisnya karena sakit.
"Ehehehe iya iya maaf , habisnya aku gemes banget sih sama kamu Han" Balas Yuri sambil tersenyum lebar.
Setibanya di kelas semua murid merasa harap-harap cemas menunggu Bisma masuk ke kelas untuk memberikan materi perkuliahan karena tidak biasanya dalam beberapa hari ke belakang dia tidak masuk kelas tanpa ada kabar atau informasi apapun darinya. Khususnya untuk para siswi perempuan yang sudah kelihatan gundah dan rindu akan sosok Bisma yang tampan dengan pembawaan kaleum namun juga dingin dan membuat siapa saja yang melihat akan langsung jatuh hati padanya.
Hampir satu jam mereka menunggu, akhirnya sang ketua kelas tampak menunjukan wajah senang tak kala melihat Bisma dari kejauhan sedang berjalan mendekat ke arah kelas mereka dengan beberapa buku yang di pegang oleh tangannya.
"Hey lihat Pak Bisma akhirnya datang!!!" Teriak sang ketua kelas dengan hebohnya.
Mendengar teriakan ketua kelas tentang kedatangan Bisma, sontak saja mendapat balasan teriakan dari para siswi perempuan yang langsung berteriak histeris bahkan ada yang sempat-sempatnya berdandan terlebih dahulu agar mendapatkan perhatian dari Bisma.
Yuri dan Hani yang melihat tingkah heboh para teman-teman di kelasnya hanya bisa senyum mesem sambil menggelengkan kepalanya karena saking aneh nya melihat tingkah mereka yang hanya ingin mendapatkan perhatian dari Bisma sang Dosen tampan, atau mungkin bahkan paling tampan di kampusnya.
"Ri kamu gak cemburu sama mereka? Mereka lagi berlomba buat dapat perhatian dari pacarmu loh" Bisik Hani pada Yuri.
Yuri menggelengkan kepalanya sambil tersenyum "Tidak kok Han justru aku melihatnya lucu aja melihat kegigihan mereka, aku aja yang udah jadi pacarnya gak bisa kaya gitu loh".
" Ah dasar kamu ini" Hani ikut tersenyum melihat tanggapan Yuri.
Saat Bisma mulai memasuki kelas, Bisma langsung di sambut oleh riuh gemuruh teriakan para muridnya yang begitu excited karena kedatangannya yang sudah lama mereka rindukan. Bisma tampak linglung dan heran melihat tingkah mereka semua yang menurutnya berlebihan hingga mengundang perhatian dari orang-orang di luar kelasnya.
"Halo Pak selamat datang"
"Bapak apa kabar , kemana saja beberapa hari ini?!".
__ADS_1
" Ah Bapak baru beberapa hari tidak datang tapi tingkat ketampanan Bapak malah makin bertambah saja!!!" Teriak salah satu siswi di kelasnya.
Bisma menyentuk bibirnya dengan satu jari untuk mengisyaratkan agar semuanya bisa lebih tenang "Bisakah kalian diam sedikit? Tak sadarkah kalian kelas kita sedari tadi telah jadi pusat perhatian siswa lain?".
" Tapi Pak, kita semua kangen sama Bapak".
Bisma mengangguk-anggukkan kepalanya lalu berjalan sedikit mendekat ke arah tempat duduk siswa "Iya saya mengerti terimakasih sebelumnya karena kalian sudah teramat peduli pada saya".
" Pak sebetulnya kemarin Bapak kenapa sih? Kok tidak kasih kabar apapun sama kita?!" Ungkap salah satu siswa di kelas.
Bisma melihat ke arah Yuri kemudian tersenyum sambil memasukan salah satu tangan ke dalam saku celananya "Kalian begitu penasaran sekali ya dengan kehidupan saya sampai-sampai banyak sekali pertanyaan yang kalian ajukan?".
"Maaf Pak kalau kami lancang, kami hanya takut saja terjadi sesuatu sama Bapak" Suara ketua kelas seperti mewakili isi hati para siswa dan siswi di kelasnya.
"Iya saya mengerti, sekali lagi terimakasih ya atas perhatian kalian semua. Namun, kalian tidak usah khawatir karena tidak ada yang terjadi pada saya, bisa kalian lihat saya pun baik-baik saja" Imbuh Bisma.
"Terus Bapak kemarin kenapa dong? Pertanyaan ini belum di jawab loh dari tadi sama Bapak" Tegas salah satu siswa.
Bisma kembali tersenyum sambil melihat Yuri "Kemarin....Saya tengah sibuk mempersiapkan sebuah acara penting".
Semua siswa dan siswi di kelas semakin penasaran dengan perkataan Bisma " Acara? Acara apa Pak?!".
"Acara pernikahan saya" Ucap Bisma dengan lantang.
Begitu mendengar kata pernikahan sejenak semua seisi kelas mendadak hening dan terdiam mematung karena merasa syok dengan perkataan Bisma yang begitu mengejutkan seisi kelas termasuk Yuri.
"Ah orang ini bicara apa sih!!" Gumam Yuri dengan wajah yang perlahan pucat.
Seolah mengerti dengan maksud dari perkataan Bisma, Hani langsung melirik ke arah Yuri dan mulai berbisik dengan hati-hati.
Yuri terhenyak kaget dan menatap ke arah Hani "Itu...Aku...Bisa jelaskan nanti Han".
" Aku tunggu penjelasan dari kamu secepatnya ya?" Hani menggoda Yuri.
Melihat wajah Yuri yang perlahan pucat, senyum Bisma terus terukir di bibir tipisnya hingga dia jadi semakin ingin menggoda Yuri dan terus berkata seolah pernikahannya akan di laksanakan dalam waktu terdekat, hingga menyebutkan kalau calon istrinya itu bukanlah orang asing bagi mereka semua.
"Wah asli patah hati nih gue" Bisik salah satu siswi yang duduk tepat di depan Yuri.
"Ah gila betapa beruntungnya wanita itu bisa bersanding dengan Pak Bisma".
" Bener banget, tapi aku penasaran sekali siapa sih calon istri nya itu".
Yuri semakin di buat tak nyaman olehnya, kemudian menatap ke arah Bisma sambil menggerutu kesal dan membuat Bisma mengerutkan alisnya karena hanya bisa melihat gumaman Yuri dari kejauhan tanpa tahu apa yang tengah dia gumamkan padanya.
Perkuliahan pun selesai waktunya Yuri dan teman-temannya pergi ke kantin untuk istirahat dan makan makanan ringan agar perut terisi dan bisa mengikuti mata kuliah selanjutnya dengan konsentrasi. Tetapi pada saat Yuri hendak memasukan sesendok makanan ke mulutnya, tiba-tiba dia melihat Bisma masuk ke dalam kantin bersama dengan Dosen lainnya hingga akhirnya Yuri sampai tersedak karena melihat Bisma juga menatap ke arahnya.
Uhuk... Uhuk...Uhuk
Yuri memukul-mukul dadanya saking kagetnya.
Dengan cepat Hani dan Intan pun langsung membantu Yuri dengan memberikan minum dan juga sapu tangan.
__ADS_1
"Ri lo gapapa?" Intan langsung mengusap punggung Yuri.
"Duh Ri makannya kalau makan tuh hati-hati" Sambung Hani sambil memberikan minum.
Yuri langsung minum dan mengusap dada nya pelan "Ah maaf aku telah membuat kalian berdua khawatir, aku pergi ke toilet dulu sebentar yah".
" Yasudah, mau kita antar gak?" Seru Intan.
Yuri menggelengkan kepalanya "Tidak usah Tan, kalian lanjutkan saja makannya aku bisa pergi sendiri kok".
Melihat Yuri pergi keluar kantin tanpa ada yang menemani, tanpa basa basi Bisma akhirnya ikut keluar mengikuti Yuri tanpa sepengetahuan teman-teman lainnya karena merasa khawatir melihatnya.
"Hah...Lega rasanya kalau sudah bersih-bersih kaya gini, lagian Pak Bisma itu apa-apaan sih pake bilang nyiapin pernikahan segala bikin aku jadi canggung saja" Gerutu Yuri sembari mencuci tangan di wastafel toilet.
Beberapa saat kemudian Yuri keluar dari dalam toilet, dia kembali di kejutkan oleh keberadaan Bisma yang sedari tadi tengah menunggunya di dekat pintu keluar toilet "Astagfirulah...Kau sedang apa disini?".
" Aku menunggu mu" Jawab Bisma dengan polosnya.
Yuri melihat ke arah sekitar sembari menarik tangan Bisma untuk membawanya pergi ke taman belakang kampus tempat dirinya menyendiri agar tidak ada yang bisa melihat mereka berdua.
"Kau kenapa membawaku kesini?" Tanya Bisma.
"Hah...Kau tidak mengerti juga ya? Ini kan di kampus, nanti kalau ada yang melihat kita lagi ngobrol dan berduaan kaya gini gimana coba?" Ucap Yuri tidak tenang.
Bisma mengusap kepala Yuri "Kalau mereka tahu memangnya kenapa? Bukannya lebih cepat mereka tahu akan lebih baik kan?!".
" Baik gimana? Aku justru takut mereka tidak bisa menerima hubungan kita Pak" Gerutu Yuri.
Bisma mengerutkan kedua alisnya "Kenapa kau peduli sekali dengan apa yang orang lain pikirkan sih? Ini adalah tentang kita Yuri, hubungan kita, perasaan kita berdua, yang jalanin juga kita loh bukan mereka kenapa kita mesti repot-repot menyembunyikan semuanya dari semua orang?! Lama-lama aku gak tahan kalau harus terus sembunyi kaya gini"
"Itu...Maksudku bukan begitu Pak, tapi..." Yuri merasa tidak enak pada Bisma.
"Tapi apa?" Bisma mulai merajuk.
Melihat wajah Bisma yang perlahan kelihatan kesal, Yuri berusaha memegang tangan Bisma untuk menenangkannya "Maafkan aku Pak, aku tidak bermaksud untuk menyakiti perasaanmu. Hanya saja, aku merasa masih belum siap untuk mempublikasikan hubungan kita apalagi mengingat banyaknya orang-orang yang menyukaimu Pak aku takut mereka benci padaku".
" Yuri dengarkan aku baik-baik, apapun yang mereka ketahui tentang hubungan kita aku yakin mereka tidak akan membencimu, kita saling mencintai dan mereka tidak punya hak untuk melarang kita menjalin sebuah hubungan, apalagi hubungan kita sekarang semakin serius" Jelas Bisma sambil memegang kedua tangan Yuri.
Yuri terdiam sejenak kemudian memandang Bisma dalam-dalam "Pak apa kau serius ingin menikah denganku?".
" Sudah berapa kali aku katakan padamu? Aku serius, sungguh-sungguh serius ingin menikahi mu" Tegas Bisma.
"Terimakasih Pak atas semuanya...Aku... Aku..... " Mendadak Yuri terdiam.
Bisma memeluk Yuri dengan erat "Sssttt diam...Sini aku dari tadi ingin sekali memelukmu".
"Pak lepas malu nanti di lihat orang!" Yuri kaget dan mencoba melepaskan pelukan Bisma.
"Jangan bergerak, aku tidak peduli dengan orang lain!" Bisma semakin mengeratkan pelukannya pada Yuri.
Melihat Bisma begitu erat memeluk dirinya, Yuri merasa terharu dan semakin yakin kalau Bisma sangat serius dengan semua ucapannya. Apalagi dengan gigihnya usahanya kemarin untuk meyakinkan Ayahnya kemarin yang bahkan dengan lantang berani melamarnya, membuat perasaan Yuri semakin besar dan tak ingin melepaskannya.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Pak, sangat mencintaimu" Bisik Yuri pada Bisma.
"Aku juga mencintaimu Yuri".