
Seseorang itu berjalan menghampiri Yuri yang tengah fokus melihat-lihat cover buku, namun setelah hampir sampai mendekati Yuri tiba-tiba dia menghentikan langkahnya karena ada kedua teman Yuri yang menghampirinya lalu mengajaknya ngobrol setelah itu pergi dari perpustakaan.
Yuri dan kedua temannya tiba di kelas, sambil menunggu Dosen datang mereka terlihat ngobrol dengan serius seputar persiapan ujian semester yang tinggal menghitung hari sambil sesekali di barengi tawa ringan.
Beberapa menit kemudian Bisma akhirnya datang dengan mencuri perhatian semua siswa dan siswi di kelasnya. Yuri yang melihat teman sekelasnya ribut-ribut langsung mengalihkan pandangannya pada Bisma yang ternyata juga sedang melihatnya.
Yuri yang langsung menyadarinya hanya menatap Bisma sekilas lalu mengalihkan pandangannya pada buku pelajaran dengan wajah dinginnya, menyadari Yuri tengah menghindari tatapannya Bisma hanya menghela nafas panjang kemudian membuka buku untuk melanjutkan materi pembelajaran.
"Selamat pagi semuanya, untuk hari ini kita akan sedikit membahas tentang tugas yang saya berikan kemarin" Bisma mulai membuka buku pelajarannya.
Intan mulai kepo dan menyenggol tangan Yuri yang duduk di pinggirnya "Ri...Liat deh tangannya Pak Bisma kenapa tuh? Kok di perban ya?!".
Yuri melihat ke arah tangan Bisma sekilas lalu kembali fokus dengan buku pelajarannya "Mana gw tahu, gw kan bukan body guard nya".
"Ah elah gw kan cuman mau tau, kali aja kan lo tahu" Bisik Intan.
"Kalo lo mau tahu tanyain aja ke orangnya langsung" Jawab Yuri ketus.
Intan langsung terdiam melihat sikap Yuri yang tidak seperti biasanya tak kala dirinya berbicara tentang Bisma, menyadari ada yang tak beres Hani langsung menyenggol lengan Intan lalu menyuruhnya untuk diam.
Setelah dua jam berlalu pembelajaran pun selesai, Bisma bersiap membereskan buku pelajarannya lalu tak lama salah satu siswi datang menghampiri Bisma dan bertanya tentang luka yang ada di tangannya.
"Maaf pak sebelumnya kalau boleh tahu luka di tangan Bapak itu karena apa ya?!" Tanya salah satu siswi di kelas.
Bisma melihat ke arah siswi itu lalu kembali melihat tangannya "Saya tidak apa-apa kok, ini hanya luka kecil saja karena terjatuh kemarin".
"Oh begitu, tapi Bapak sekarang baik-baik saja kan?!" Kata siswi itu seakan mencari simpatik dari Bisma.
Bisma menggelengkan kepala dan mulai beranjak dari duduknya "Iya sekarang saya baik-baik saja kok".
Yuri yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua hanya melihatnya dengan dingin kemudian berdiri dari duduknya dan langsung melangkahkan kakinya untuk segera pergi keluar kelas.
Hani dan Intan yang melihatnya hanya saling berpandangan lalu beralih memandang Bisma dan salah satu siswi yang ada di kelasnya sedang ngobrol, seperti mengerti dengan situasi yang terjadi Hani dan Intan saling mengangguk kemudian menyusul Yuri keluar dari kelas.
Tanpa sepengetahuan mereka Bisma menyadari dan mengetahui kepergian Yuri dan kedua temannya dari kelas, Bisma hanya mematung dan tidak menanggapi pertanyaan siswi yang ada di hadapannya itu dan memilih untuk permisi lalu pergi begitu saja.
Ada apa dengannya? Kenapa dia mendadak pergi keluar kelas? Pikir Bisma.
Sementara itu di halaman belakang kampus terlihat Yuri tengah terduduk dengan wajah gelisah nya sembari menyandarkan dirinya di bangku kayu lalu menutup mata untuk menenangkan dirinya sekaligus tempat pertama kali dimana Yuri dan Bisma berbincang tentang kekasihnya Mahendra.
Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku seperti tidak suka melihat Pak Bisma ngobrol dengan perempuan lain?!. Gumam Yuri dalam hati.
__ADS_1
Setelah hampir setengah jam ponsel Yuri berbunyi dan langsung membuyarkan lamunannya ketika mengetahui Hani menghubunginya.
"Iya halo Han?" Yuri mengangkat teleponnya.
"Halo Ri...Kamu dimana?!" Seru seseorang dari sebrang telepon.
"Aku lagi di halaman belakang kampus, ada apa?" Balas Yuri.
"Gapapa, aku nyusul ke sana ya?!" Lanjut Hani.
"Yasudah, kamu kesini aja" Yuri kemudian menutup teleponnya.
Lima belas menit Yuri menunggu akhirnya Hani datang dan langsung menghampiri Yuri yang sudah melambaikan tangannya dari kejauhan.
"Hah...kamu lagi ngapain disini sendirian Ri?" Tanya Hani khawatir.
Yuri tersenyum lesu "Entahlah Han, aku juga bingung".
"Kamu lagi mikirin Pak Bisma ya?!" Tebak Hani sambil mengusap punggung Yuri.
Yuri terkejut mendengar perkataan Hani dan memalingkan pandangannya ke sembarang arah "Kamu ini ngomong apa sih Han? Kenapa juga aku mikirin Pak Bisma?!".
"Ya kali aja kan, cuman kamu yang tau alasannya apa!" Sahut Hani.
"Kalau kamu belum siap cerita, gapapa kok kamu tenang aja. Kapanpun kamu butuh tempat untuk curhat aku akan selalu ada buat kamu" Jelas Hani sambil tersenyum.
Yuri melihat Hani dengan mata yang mulai berkaca-kaca, tangannya memegang tangan Hani dengan erat lalu tersenyum "Terimakasih ya Han, kamu selalu bisa ngerti perasaan aku".
"Iya sama-sama Yuri, kamu jangan sungkan-sungkan lagi sama aku oke?!" Ucap Hani sambil tetap tersenyum.
Yuri hanya mengangguk dan memeluk Hani, karena merasa sangat senang dan bersyukur bisa memiliki sahabat seperti Hani.
Di satu sisi lain Bisma yang sedari tadi sedang memperhatikan Yuri dari kejauhan hanya bisa menghela nafas lalu pergi menjauh dari tempat itu dengan wajah penuh penyesalan.
Maafkan aku Yuri!!. Gumam Bisma.
***
Pukul tiga sore perkuliahan selesai, Yuri dan kedua temannya baru keluar dari kelas lalu berjalan ke arah gerbang kampus untuk pulang.
"Gak kerasa ya lusa kita udah ujian aja" Seru Yuri sambil merangkul Hani dan Intan.
__ADS_1
"Iya, gw udah deg degan aja nih" Lanjut Intan.
Yuri tersenyum lalu mengusap kepala Intan "Jangan lupa belajar ya nyil?!" Sambung Yuri.
"Pastinya dong" Jawab Intan dengan tawa khasnya.
"Btw gimana kabarnya Sena sama Seli ya? Kalo di pikir-pikir kita jadi jarang banget ketemu sama mereka berdua ya?" Ujar Hani.
"Iya ya, karena kita beda kelas jadwal pun jadi berbeda otomatis kita jarang ketemu Han sama mereka" Sambung Yuri sambil mengangguk.
"Coba aja kalau mereka mau kaya gw pindah ke kelas A, kita kan pasti bisa sering ketemu" Celetuk Intan sambil mengerucutkan bibirnya.
Yuri dan Hani saling melihat lalu tertawa sambil sedikit mengacak rambut panjang Intan "Syukurlah mereka berdua pikirannya gak kaya lo".
"Lah emang pikiran gw kenapa?!" Tanya Intan bingung.
Yuri tertawa ringan "Lo kan niatnya pindah ke kelas kita karena melihat Wali Dosen nya ganteng aja kan?!".
"Tau tuh...Alasan aja pengen barengan kita" Jelas Hani.
"Hehe...Itu kan penunjangnya biar gw lebih semangat belajar sama..." Intan menghentikan ucapannya.
"Sama apa?!" Tanya Yuri dan Hani bersamaan.
"Sama...Biar gw gampang nyontek hehehe" Ucap Intan cengengesan.
"Dasar bocah satu ini" Teriak Yuri dan Hani.
Saat mereka berjalan sambil asik ngobrol dari arah belakang terdengar suara klakson mobil yang membuat mereka kaget, menyadari mereka bertiga menghalangi jalan, mereka langsung melipir ke pinggir dan mempersilahkan mobil untuk maju terlebih dahulu.
Saat Mereka berdiri di pinggiran jalan, mereka bertiga melihat ke arah belakang dan baru menyadari kalau mobil yang akan lewat adalah mobil Bisma. Yuri yang seketika itu langsung bertatapan dengan Bisma kembali memalingkan pandangannya ke depan kemudian kembali berjalan tanpa menghiraukan Bisma.
Menyadari Yuri yang masih mengacuhkannya, Bisma tidak berkata apa-apa dan langsung menginjak pedal gas mobilnya untuk segera pergi melewati Yuri.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
__ADS_1
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.