
Dua hari kemudian seperti biasa kegiatan Yuri habiskan di kampus untuk berbincang-bincang dengan teman di kelas seputar persiapan ujian semester yang akan di laksanakan besok.
Karena pembelajaran selesai lebih awal, Hani dan Intan berinisiatif mengajak Yuri untuk pergi ke kantin karena belum mengisi perut mereka. Menyadari wajah kelaparan mereka berdua Yuri akhirnya menganggukkan kepalanya dan mulai mengikutinya dari belakang sambil sesekali membaca buku pelajaran yang sedang di pegang tangannya.
Saat Yuri tengah fokus membaca buku sambil berjalan, tak sengaja dia bertabrakan dengan Bisma hingga dirinya hampir saja terjatuh. Namun untung saja tangan Bisma dengan cekatan langsung menangkap pinggang dan tangan Yuri.
Hani dan Intan yang melihatnya sedikit terkejut dan hanya diam menatap mereka ketika saling melihat satu sama lain, perasaan mereka seperti ikut berdebar melihat pemandangan yang ada di hadapannya itu, tak hanya itu mereka berdua telah menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar karena melihat sosok Bisma yang cuek dan dingin bisa dengan sigap dan cepat menolong Yuri dengan tatapan yang penuh arti saat melihat Yuri, dan sudah sangat jelas membuat perempuan yang melihatnya iri karena mereka tau sangat susah sekali untuk mendapatkan perhatiannya.
Beberapa saat kemudian Yuri langsung tersadar dan membenarkan posisinya lalu mengambil buku yang tadi sempat terjatuh, setelah itu Yuri langsung pergi meninggalkan Bisma yang sedari tadi masih memandang Yuri dan hanya bisa menghela nafas tak kala melihat Yuri yang masih berperilaku dingin terhadapnya.
Ya benar tanpa terasa sudah sudah tiga hari terakhir Bisma dan Yuri tidak bertegur sapa, jangankan bertegur sapa untuk sebatas melihat Bisma saja Yuri seperti seakan menghindar dan membuat benteng pembatas agar bisa menjauh dari jangkauannya.
Di ruangannya Bisma hanya terduduk lesu tak bersemangat sambil memijat kepalanya karena sudah lelah melihat perlakuan dingin Yuri terhadapnya. Bisma pun selalu berpikir dan menyadari kalau itu bukanlah hal yang penting untuk dipikirkannya, akan tetapi entah kenapa ketika setiap kali melihat Yuri dingin kepadanya rasa resah ini kerap kali datang padanya, bahkan Bisma pun merasa malu untuk mengakui apa yang dia rasakan saat ini.
Dia bukan siapa-siapa buatku , tetapi kenapa aku merasa ingin marah dan tidak senang saat dia bersikap seperti itu padaku? Gumam Bisma.
Setelah tiba di kantin Hani dan Intan mulai memesan makanan beserta minuman dingin untuk menyegarkan suasana hati dan pikiran yang sempat menegang karena melihat perlakuan Yuri pada Bisma tadi.
Saat sedang menunggu pesanan, Hani memperhatikan Yuri yang sedari tadi melamun sambil melihat keluar jendela dengan tatapan yang sedikit sendu. Menyadari ada yang tidak beres Hani mencoba menepuk pundak Yuri untuk sedikit menenangkannya dan menyemangatinya agar tidak berlarut- larut dengan apa yang dipikirkannya.
Melihat Hani yang tengah menenangkannya, Yuri tersenyum dan mulai beranjak dari duduknya untuk pergi ke luar kantin.
"Yuri, lo mau kemana?" Tanya Intan penasaran.
Yuri tersenyum menatap Intan "Gw mau keluar dulu ada perlu sebentar" Jelas Yuri.
Hani mengangguk dan melihat ke arah Yuri "Iya silakan aja Ri, kalau ada apa-apa kontak kita aja".
Yuri membalas dengan mengangguk lalu melangkahkan kakinya untuk berjalan keluar kantin.
Intan melirik Hani yang tengah melihat Yuri keluar dari kantin dengan wajah menyiratkan kegelisahan "Han, apa sebenarnya yang terjadi sama Yuri? Gw perhatikan beberapa hari terakhir ini dia terlihat lesu seperti sedang memiliki masalah".
"Perasaan kamu aja kali Tan" Jawab Hani singkat.
__ADS_1
"Eh lo jujur deh sama gw, Yuri ada masalah apa sebenarnya? " Desak Intan ingin tahu.
Hani menghela nafas lalu menatap Intan "Kalau mau tahu kamu bisa tanyain aja ke orangnya langsung!!".
"Ah elah kalau gw nanya langsung sama juga bohong" Keluh Intan sembari meminum minuman yang tadi dia pesan.
"Ko sama juga bohong?" Hani mengerutkan alisnya.
"Ya kali dia mau jujur sama gw, kalau gw tanya aja dia selalu bilang gak ada apa-apa Han" Jelas Intan.
Hani tersenyum ke arah Intan "Kalau gitu berarti dia memang gak punya masalah Tan, atau mungkin dia memang belum bisa cerita aja sama kita".
Intan membelalakkan matanya "Jadi lo juga belum tahu dengan apa yang terjadi sama Yuri?".
Hani menganggukkan kepalanya dan kembali menatap ke arah luar jendela " Buat aku gapapa kalau dia gak bisa cerita sama kita, Itu berarti dia mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Tugas kita hanya perlu mendukung dan mempercayainya saja!!".
"Hah...Mudah-mudahan saja dia bisa melalui semuanya dengan baik ya?!" Sambung Intan yang kemudian di balas senyuman oleh Hani.
Melihat ponselnya sudah berhenti bergetar, Yuri terlihat sedikit lebih lega lalu kembali melangkahkan kakinya untuk segera pergi ke halaman belakang. Namun tak di sangka saat Yuri hendak akan melangkahkan kakinya tiba-tiba dari arah belakang seseorang memegang tangan Yuri dengan erat, hingga akhirnya dengan reflek Yuri langsung memalingkan pandangannya ke arah belakang yang kemudian tengah mendapati Bisma sudah berdiri tegap melihatnya dengan tangannya yang masih memegang tangan Yuri.
"Kenapa kau tak menjawab teleponku?" Ucap Bisma sinis dengan mata yang sedikit memerah.
Yuri yang melihat Bisma tidak seperti biasanya merasa ketakutan dan mencoba berontak untuk melepaskan tangannya dari pegangan Bisma.
Tatapan mata ini...Aku pernah melihatnya saat dulu dia hendak menyakitiku, apa kali ini dia akan melakukannya lagi padaku? Gumam Yuri mulai panik.
"Le...Lepaskan aku!!" Kata Yuri sedikit berteriak.
Bisma memicingkan matanya sambil sedikit menarik tangan Yuri "Ikut aku!".
Yuri terpaksa melangkahkan kakinya mengikuti Bisma karena tangannya di seret sedikit kuat oleh Bisma.
"Hei lepaskan aku atau aku akan berteriak!" Ancam Yuri.
__ADS_1
Bisma hanya melihat ke depan tanpa menghiraukan ancaman yang di keluarkan oleh Yuri. Langkah kakinya terus melebar dan menyeret paksa Yuri untuk segera masuk ke ruangannya lalu menguncinya dari dalam.
Melihat Yuri yang masih meronta-ronta ingin melepaskan diri, Bisma langsung menjatuhkan Yuri ke sofa hingga tersungkur dengan posisi terlentang.
"Kau...Apa yang sebenarnya kau lakukan!!" Teriak Yuri sambil menggerakkan tubuhnya ke belakang menjauhi Bisma.
Bisma tidak menjawab dan hanya menatap tajam ke arah Yuri "Apa yang ingin aku lakukan? Kau benar-benar ingin tahu apa yang akan aku lakukan?!".
Yuri terdiam dengan tubuh yang mulai bergetar "Kau jangan macam-macam ya, atau aku akan teriak!!".
"Silakan saja kau teriak, disini sudah tidak ada siapa-siapa" Ucap Bisma sedikit mengejek.
Bisma melangkah semakin mendekati Yuri hingga membuat Yuri ketakutan, Yuri terus berjalan mundur menjauhi Bisma sampai akhirnya langkahnya terhenti karena tubuhnya sudah menyentuh tembok dan dengan cepat Bisma mengunci Yuri agar tidak bisa kabur lagi darinya.
"Hey...Kau jangan coba-coba melakukan tindakan kurang a**r ya, kalau sampai kau berani melakukan itu aku akan....."
.
.
.
Eits...Penasaran ya?! Tunggu kelanjutannya di episode selanjutnya ya bye👋✌
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.
__ADS_1