Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 70


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama hampir 9 jam, Yuri akhirnya sampai di stasiun kereta api surabaya pada pukul 6 sore. Dengan segera Yuri membuka ponselnya untuk menghubungi Kaka pertamanya dengan meneleponnya.


Hampir setengah jam menunggu akhirnya Kakak Yuri yaitu Fredi Wicaksana bersama dengan seorang wanita yang terlihat seumuran dengan Kakaknya datang menghampiri Yuri lalu menyambutnya sambil memeluknya dengan erat.


"Ya alloh...Adik Kakak yang cantik ini gak kerasa udah gede aja sekarang!!" Sambut wanita yang tak lain adalah Kakak iparnya.


"Ah Kak Nilam bisa aja, apa kabar kalian semua?!" Balas Yuri senang.


"Alhamdulillah baik, Mama sama Papa gimana di Jakarta baik-baik aja kan?" Ujar Fredi.


"Alhamdulillah...Mama sama Papa baik Kak, ini malah Mama kasih oleh-oleh dari Jakarta buat kalian" Sambung Yuri sambil memberikan sesuatu di dalam tas kepada Nilam dan Fredi.


"Yasudah...Ayo kita pulang sekarang" Sahut Nilam sambil menggandeng Tangan Yuri.


Sepanjang perjalanan di dalam mobil, mereka terlihat sangat menikmati setiap obrolan yang mereka obrolkan termasuk perihal keseharian Yuri di kampus kecuali tentang percintaannya dengan Mahendra yang sampai saat ini belum mendapatkan kejelasan.


Mereka akhirnya tiba di rumah Fredi yang terlihat sangat asri walaupun lokasinya berada di tengah kota yang lumayan padat karena rumahnya di penuhi oleh berbagai tanaman yang cukup di sukai oleh Yuri.


Sesampainya di rumah, mereka bertiga di sambut oleh seorang anak perempuan berambut panjang dengan wajah sedikit terlihat seperti orang arab yang tak lain mirip seperti ibunya.


"Halo Tante Yuri" Ucap anak perempuan itu dengan imutnya.


Yuri membelalakkan matanya lalu tak lama kemudian dia memeluk anak perempuan di hadapannya dengan excited "Astaga Kinan....Ponakan Tante ini apa kabar? Lama banget ya kita gak ketemu?!".


"Iya Tante kemana aja sih baru dateng ke rumah Kinan?!" Ujar Kinan sambil memeluk erat Yuri.


"Tante kan sibuk kuliah sayang, jadi dia baru sempet datang ke rumah kita" Sambung Fredi.


"Yasudah kita terusinnya di dalam aja ya Kinan, sekalian panggilkan Bibi kesini ya?! Suruh bantu ambil barang bawaannya Tante Yuri ke dalam" Tambah Nilam sambil merangkul Yuri untuk segera masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah, Yuri menghabiskan waktu untuk ngobrol dengan keponakan perempuannya serta Kakak laki-lakinya sambil menonton TV, sementara Nilam istri Fredi sedang menyiapkan makan malam untuk mereka semua di bantu oleh pembantu rumah mereka.


Setelah makan malam siap saji, Nilam berjalan ke area ruang TV untuk mempersilahkan mereka bertiga makan malam "Yuri , Mas makanan sudah siap di meja makan, ayo kita makan malam sekarang!!".


Yuri beranjak dari duduknya sambil menggandeng Kinan yang sedari tadi tidak mau jauh darinya "Duh maaf aku jadi merepotkan kalian".


"Tidak apa Yuri, lagian kami sudah menunggu kamu jauh-jauh hari loh buat datang kesini, yah walaupun kami berharap Mama sama Papa tadinya ikut sama kamu kesini" Sahut Nilam.


"Maaf Kak, Mama sama Papa masih sedikit sibuk sama tokonya soalnya ada pegawainya yang lagi cuti pulang kampung Kak jadi kesibukan mereka bertambah" Balas Yuri merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, mungkin lain waktu kalau pekerjaan sudah bisa di handel sama pegawai, mereka berdua pasti bakalan nyempetin kok buat datang kesini. Kamu sabar aja ya sayang!" Ungkap Fredi pada istrinya sambil mengusap ujung kepalanya dengan penuh kasih sayang.


Nilam menganggukkan kepalanya sambil tersenyum "Iya mas, ayo sekarang kita makan".

__ADS_1


"Tante Ayah sama Bunda so sweet banget yah?!" Ceplos Kinan pada Yuri sambil tersenyum.


mendengar seorang anak perempuan yang baru sekolah kelas 1 SD di hadapannya ini mengatakan itu, Yuri hanya menganggukkan kepalanya sambil sesekali ingin ketawa ngakak karena melihat tingkahnya yang menurutnya lucu untuk anak seusia Kinan.


Saat mereka tengah menyantap makan malam, Fredi mendadak menghentikan makannya lalu bertanya pada Yuri.


"Yuri kamu libur kuliah berapa lama?" Tanya Fredi.


"Kurang lebih sekitar dua minggu Kak, kenapa emang?" Jawab Yuri.


"Tidak Kakak cuman pengen tau aja, selama disini ada tempat yang mau kamu kunjungi gak?" Lanjut Fredi.


Yuri sedikit terperanjat dan melihat ke arah Fredi karena merasa terkejut dengan feeling Fredi yang seperti mengetahui maksud tujuan Yuri datang ke Surabaya.


"Itu... Biar nanti saja Yuri pikirkan Kak, sekarang Yuri cuman pengen liburan aja di rumah Kakak. Soal Yuri mau kemana nanti Yuri pasti kasih tau Kakak" Sahut Yuri sedikit ragu karena tidak bicara sejujurnya pada Fredi.


Ferdi hanya mengangguk tanda mengerti kemudian dia kembali melanjutkan makannya "Baiklah kalau begitu".


Setelah makan malam selesai, Yuri segera pergi ke kamar yang sudah di siapkan oleh Nilam untuk beristirahat sejenak karena merasa lelah sehabis perjalanan yang cukup lama. Namun saat Yuri akan menutup matanya, tiba-tiba dia teringat dengan sebuah kertas yang di berikan oleh Bisma padanya beberapa bulan yang lalu.


"Ini adalah alamat Mahendra saat ini yang Pak Bisma berikan padaku, setelah di ingat-ingat sebelumnya dia bilang akan membantuku dan menemaniku untuk pergi ke Surabaya kan? Yah walaupun ternyata ujung-ujungnya aku sendirian datang kesini" Ucap Yuri yang kemudian melihat melihat ponselnya lalu mencari kontak Dosen Killer itu.


Setelah matanya melihat sebuah kontak Dosen Killer di ponselnya, mendadak Yuri mengerutkan alisnya lalu beranjak dari tempat tidur kemudian menyandarkan dirinya di tepian tiang kayu untuk menahan tirai tempat tidur.


***


Pagi harinya Yuri di bangunkan oleh keponakannya untuk segera beranjak dari tidurnya dan bergegas untuk segera sarapan pagi.


Mendengar namanya serta tangan mungil yang terus menggoyangkan tubuhnya, mata Yuri akhirnya terbuka lalu menggeliatkan tubuhnya karena merasa belum puas mengistirahatkan tubuhnya yang masih terasa kelelahan.


"Ih Tante cepat bangun, ini udah jam 6 pagi loh Papa sama Mama juga udah nungguin di bawah" Sahut Kinan yang masih menggoyangkan tubuh Yuri.


"Duh...Kinan Tante Yuri masih ngantuk nih, kalian sarapan aja duluan nanti Tante nyusul yah?!" Balas Yuri yang kemudian membalikan badannya sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Hah...Ya udah deh kalau gitu" Gerutu Kinan dengan imutnya.


Satu jam kemudian Yuri terbangun dan langsung bangkit dari tidurnya sambil sesekali menguap lalu dengan segera beranjak dari tempat tidurnya menuju ke meja makan.


Setelah tiba di meja makan Yuri mulai celingak celinguk melihat seisi rumah yang terlihat sangat sepi dan sunyi seperti tidak berpenghuni, perlahan Yuri menuruni tangga lalu berjalan menuju meja makan dengan sarapan yang sudah di siapkan oleh Nilam.


Kemana mereka semua ya? kok di sini sepi sekali? Gumam Yuri.


Namun saat Yuri akan duduk di kursi meja makan, tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara seorang perempuan yang menyambut sembari memanggil namanya hingga membuat Yuri terperanjat dan berteriak karena ketakutan.

__ADS_1


"Ah...Siapa itu?!!" Teriak Yuri dengan mata setengah terpejam.


"Non...Ini Bibi Non" Ujar Bi Asih nama pembantu yang bekerja di rumah Kakaknya.


"Astaga Bibi bikin kaget saja!!" Jelas Yuri dengan jantung yang hampir mau copot.


"Maafkan Bibi Non, tadi Bibi abis beresin taman belakang pas masuk ke dalam rumah Bibi liat Non Yuri seperti lagi kebingungan, makanya Bibi samperin Non" Ucap Bi Asih dengan wajah sedikit tidak enak karena sudah mengagetkan Yuri.


Yuri kembali terduduk lalu melihat ke arah Bi Asih "Iya tidak apa-apa Bi, maafin aku juga barusan sempet teriak ke arah Bibi".


"Iya sama-sama Non, oh iya tadi pagi Nyonya udah siapin sarapan ini buat Non Yuri, mau di angetin lagi gak?" Sahut Ni Asih.


Yuri menggelengkan kepalanya "Tidak usah repot-repot Bi, begini aja juga gapapa kok".


"Baiklah kalau begitu Bibi permisi mau ke dapur dulu ya Non" Balas Bi Asih sambil menundukkan kepalanya lalu berjalan ke arah dapur.


"Bi tunggu!" Sahut Yuri yang langsung menghentikan langkah Bi Asih.


Bi Asih langsung berbalik ke arah Yuri "Iya kenapa Non?".


"Ngomong-ngomong Kak Fredi sama Kak Nilam kemana ya? Dari tadi kok aku gak melihat mereka?!" Tanya Yuri pada Bi Asih.


"Oh itu...Tuan sama Nyonya kalau jam segini biasanya keluar Non" Jawab Bi Asih singkat.


"Keluar kemana Bi sepagi ini?" Lanjut Yuri.


"Kalau Tuan Fredi jam segini pergi ke kantor, kalau Nyonya pergi nganterin Non Kinan ke sekolah paling nanti siang pulangnya Non!" Jelas Bi Asih sambil tersenyum.


Yuri menganggukkan kepalanya sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya "Oh gitu ya Bi...Yasudah makasih ya Bi?!".


"Iya sama-sama Non" Balas Bi Asih sambil berbalik meninggalkan Yuri yang tengah melahap sarapan yang ada di hadapannya.


Kesempatan bagus, aku harus cepat-cepat pergi menemui Mahendra ke alamat yang di berikan oleh Pak Bisma sebelum Kak Nilam datang. Gumam Yuri dalam hati sambil dengan cepat menghabiskan makanan yang ada di atas piring.


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.

__ADS_1


__ADS_2