
Sinar mentari pagi perlahan mulai terlihat dari balik jendela menyinari wajah Yuri yang masih tertidur lelap.
Perlahan namun pasti Yuri mulai menggeliat di atas kasur sembari sesekali menggesek gesek matanya yang seolah tidak ingin terbuka.
"Duh jam berapa ini? " Gumam Yuri sambil meraba-raba mencari ponselnya.
Melihat jam sudah menunjukan pukul delapan pagi, Yuri terperanjat dan langsung turun dari atas tempat tidur lalu berlari ke menuju ke arah dapur.
Saat Yuri hampir saja sampai ke dapur, Yuri di kejutkan dengan adanya keberadaan Bisma yang tengah mempersiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.
"Kau sudah bangun ternyata, sini kita sarapan bareng" Bisma menyambut Yuri dengan senyuman.
Merasa tidak enak Yuri pun mengikuti instruksi yang Bisma ucapkan " I i iya Pak".
"Kau mau sarapan nasi goreng atau roti? " Tanya Bisma memastikan.
"Apa saja deh Pak , aku bisa makan apa saja kok" Sahut Yuri dengan perasaan merasa bersalah.
Bisma mengangguk sambil tersenyum "Oh begitu ya?! Yasudah kalau begitu kita sarapan nasi goreng , aku sudah buatkan nasi goreng spesial untuk istriku tercinta".
" Terimakasih ya Pak sebelumnya , maaf hari ini jadi kau yang menyiapkan semua sarapan padahal seharusnya kau bangunkan saja aku biar aku yang menyiapkan semuanya" Ungkap Yuri dengan perasaan semakin bersalah.
"Tidak apa-apa ini semua bukan hal yang besar kok. Lagian tadi aku tidak tega kalau harus membangunkan mu karena aku lihat dari semalam kau sangat kelelahan" Jelas Bisma.
Yuri menatap ke arah Bisma " Tapi kan aku jadi tidak enak Pak, seharusnya tugas semua ini aku yang melakukannya karena aku sekarang adalah istrimu ! ".
" Iya aku tau tapi walaupun kau adalah istriku aku juga sebagai suamimu berkewajiban untuk membantu mu kan di saat kau sedang lelah atau bahkan tidak sempat mengerjakan pekerjaan rumah?" Ucap Bisma menenangkan Yuri dengan memegang tangannya.
Yuri menatap kagum suaminya dengan perasaan yang amat senang karena merasa beruntung mendapatkan suami sebaik dan perhatian seperti Bisma "Terimakasih ya Pak atas semua perhatian dan kebaikanmu selama ini. Mulai besok aku berjanji akan bangun lebih awal lagi dan menyiapkan sarapan pagi khusus untukmu".
" Iya sama sama sayang , aku jadi tidak sabar untuk menantikan hari esok. Yasudah ayo sekarang kita sarapan kamu pasti sudah lapar kan? " Sambung Bisma sembari menuangkan nasi goreng untuk Yuri.
Setelah selesai sarapan dan membereskan pekerjaan rumah dengan sigap dan cepat Yuri langsung pergi ke kamar untuk menyiapkan pakaian Bisma berikut perlengkapan lainnya untuk kerja hari ini dengan sangat telaten. Namun, pada saat Yuri sibuk mencari blezer yang pas untuk Bisma di dalam lemari tanpa di ketahui nya Bisma keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi setengah bagian badannya saja.
Yuri yang melihatnya sontak berbalik dan menutup wajahnya karena malu dengan jantung yang perlahan semakin berdebar kencang "Ah maaf Pak aku kira bapak belum pergi untuk mandi".
__ADS_1
Bisma tersenyum dan perlahan berjalan ke arah Yuri berdiri saat ini " Kenapa kau mesti berbalik dan menutup matamu? Aku kan tidak telanjang".
"Itu... Aku tetap saja aku belum terbiasa melihat Bapak seperti itu" Jawab Yuri segan.
Bisma terkekeh tertawa kecil lalu membalikan badan Yuri ke hadapannya " Sayang aku ini adalah suamimu, aku tidak merasa keberatan kok kalau kau melihatku seperti ini, dan satu hal lagi mulai sekarang kau harus bisa terbiasa dengan pemandangan seperti ini".
"Hah apa... Apa maksudmu? " Yuri semakin terpojok.
" Yakin kau tidak tau dengan maksudku? " Bisma terus menggoda Yuri.
Perasaan Yuri semakin tidak karuan dan mencoba mengalihkan pembicaraan " Eh Pak kau ada jam mengajar jam 10 kan? Ini sudah hampir jam 10 lebih baik kau cepat-cepat untuk segera berangkat".
"Aku bisa mengalihkan jadwal ku ke jam lain atau mungkin lebih baik hari ini aku di rumah saja untuk mengerjakan tugasku yang lain? " Bisma perlahan berjalan mendorong Yuri menuju ke tempat tidur.
Mulut Yuri tercekat seolah kehabisan kata kata dan tidak bisa mengelak lagi dari Bisma yang seakan ingin mencengkram nya "Eh Pak tugas apa yang kau maksud? ".
" Tugas untuk melakukan sesuatu yang sudah menjadi kewajiban ku sebagai suamimu, begitupun sebaliknya" Ucap Bisma dengan b*b*r yang semakin mendekat ke wajah Yuri.
Yuri sudah tak bisa berbuat apa apa lagi dan hanya bisa pasrah dengan apa yang akan Bisma lakukan selanjutnya.
Bibir Bisma semakin l*ar dan l*n*ah menggerayangi bagian s*nsi**f Yuri. Tangan Bisma mulai membuka kancing bagian atas dari baju tidur Yuri, seolah menikmati Yuri menggeliat sembari berpegangan pada tangan Bisma dan merespon kec*pan yang Bisma berikan pada b*b*r mungilnya.
"Kau sudah siap? " Bisma bertanya dengan nada lirih seolah tak sanggup lagi menahan h*s*at yang terpendam.
Dengan gugup dan wajah yang mulai memerah Yuri mengangguk pelan "Iya".
Bisma tersenyum dan mulai membuka handuk yang sedari tadi menutupi bagian dari tubuhnya " Aku akan memulainya sekarang maaf kalau rasanya akan sedikit kurang ny*man".
"Ah... Sa sakit" Keluh Yuri ketika ada sesuatu yang mulai memasuki area vi*alnya.
Bisma menatap wajah Yuri dengan intens "Tahan ya.. Aku akan melakukan dengan pelan".
Pergulatan pertama Bisma dan Yuri sebagai suami istri pun berlangsung dengan hangat dan santai. Aura percintaan pun kian terlihat di kedua wajah mereka masing masing hingga membuat hubungan percintaan mereka di atas ranjang semakin menggairahkan.
...****************...
__ADS_1
Keesokan paginya Yuri bangun lebih awal dan langsung menyiapkan sarapan pagi untuk suami tercintanya sebelum hendak pergi ke kampus.
Pada saat Yuri sedang membuatkan teh manis hangat untuk Bisma, dari arah belakang Bisma datang dan langsung memeluk Yuri dengan hangat seolah enggan untuk melepaskannya.
"Eh kau sudah bangun? " Tanya Yuri kaget.
Bisma tersenyum "Iya... Kau sedang membuat apa? ".
" Aku membuatkan teh manis hangat untukmu , kau mau mencobanya? " Tanya Yuri sembari membalikan badannya pada Bisma.
Namun pada saat Yuri membalikan badannya ke arah Bisma, wajah Yuri mendadak memerah saat tahu Bisma ternyata hanya memakai celana panjang saja tanpa mengenakan baju untuk menutupi tubuh sixpack nya "Ih kenapa kau tak pakai baju".
" Loh kenapa emangnya? Gak boleh ya kalau aku begini? " Bisma balik bertanya.
"Bukan seperti itu... Aku malu tau melihat kamu kaya gini" Jawab Yuri sembari memalingkan wajahnya.
Bisma tersenyum lalu memegang pinggang Yuri "Kenapa mesti malu? Kemarin dan tadi malam kau sudah melihatku seperti ini kan bahkan ada lebihnya".
Wajah Yuri semakin memerah jika teringat kembali apa yang terjadi dengannya dan Bisma kemarin " Ah sudah cepat sana sarapan nanti kau telat berangkat ke kampus loh".
"Hehe hari ini aku malas ke kampus ah, aku mau terus begini saja denganmu" Bisma terus menggoda Yuri.
Mata Yuri terbelalak kaget "Hey jangan macam macam ya , baru juga kemaren masa udah mau minta lagi sih?".
" Emang aku minta sesuatu apa? Aku kan hanya bilang ingin begini saja denganmu, kenapa kau jadi mikir aneh? " Ucap Bisma sambil tersenyum.
"Tapi i itu kau bilang i ingin begini saja , kalau bukan ke situ terus apa maksudnya kau bicara begitu? " Yuri bertanya dengan gelagapan.
Melihat Yuri yang sudah mulai kikuk Bisma sudah tak bisa lagi menahan tawa dan langsung memeluk Yuri dengan hangat "Maaf sayangku aku hanya bercanda jangan di anggap serius dong".
" Hah habisnya kau bicara seperti mengarah ke situ sih , aku kan jadi panik di mendengarnya" Gerutu Yuri.
"Iya maaf sayang...Ayo kita sarapan sekarang perutku sudah lapar banget" Ujar Bisma mengalihkan pembicaraan untuk mencairkan suasana.
Yuri mengangguk sebagai balasan dan langsung mengambilkan sarapan untuk Bisma.
__ADS_1