
Sinar mentari mulai masuk menyinari pelupuk mata Yuri. Dengan perlahan matanya terbuka lalu melihat ke langit-langit kamar kemudian melihat ke sekeliling kamar.
"Dimana aku? Kenapa tempat ini sangat nyaman sekali" Kata Yuri dengan wajah masih mengantuk.
Dengan perlahan Yuri segera beranjak dari tidurnya kemudian langkahnya tertuju ke arah jendela untuk membukanya agar udara segar bisa masuk ke kamarnya.
Saat Yuri dengan santainya tengah menikmati udara pagi, Yuri merasa kepalanya sedikit sakit lalu terduduk sejenak berharap rasa sakit di kepalanya bisa mereda.
Tak lama saat Yuri tengah memijit mijit kepalanya, suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar lalu saat pintu terbuka masuklah Helena dengan wajah yang terlihat sedikit cemas.
"Yuri kamu sudah bangun? Apa kamu tidak apa-apa?!" Tanya Helena sambil mendekat dan duduk di kursi yang berada di sebelah Yuri.
Yuri menggelengkan kepala dan menatap Helena "Aku tidak apa-apa Kak, hanya saja kepalaku terasa sedikit sakit".
Helena memegang kening Yuri dengan perasaan khawatir "Sebelah mana yang sakit?".
"Ah...Kaka tidak usah khawatir, sekarang aku sudah agak mendingan kok Kak" Jelas Yuri untuk menghentikan kekhawatiran Helena.
"Hah...Syukurlah kalau begitu" Ucap Helena sambil mengusap kepala Yuri dengan lembut.
"Tapi...Kalau boleh tau ada apa denganku ya Kak? Soalnya selain kepalaku yang sakit mendadak aku tidak ingat apa-apa dan tiba-tiba aku sudah terbangun disini" Ujar Yuri bingung.
"Kamu yakin tidak ingat dengan kejadian semalam?" Sambung Helena sambil mengerutkan kedua alisnya.
Mendadak Yuri menatap Helena dengan serius karena penasaran dengan apa yang terjadi tadi malam pada dirinya "Kak apa aku melakukan suatu kesalahan tadi malam? Kalau iya cepat katakan padaku sekarang, aku benar-benar tidak bisa mengingat apapun!".
Helena tersenyum lalu mulai menceritakan apa terjadi tadi malam pada Yuri.
\=\=> Flashback
"Oh maaf sebelumnya aku menyapa mu sebelum memperkenalkan diriku, namaku Aldo Wicaksono aku teman dekat Helena" Ujar Aldo sambil mengangkat tangan kanannya untuk memperkenalkan diri.
Yuri langsung melihat ke arah tangan Aldo, lalu sesaat kemudian menyambut tangan Aldo sambil menganggukkan kepalanya "Namaku Yuri".
Aldo tersenyum dan berdiri bersebalahan dengan Yuri sambil membawa segelas minuman di tangannya "Kamu temannya Helena?"
"Iya Kak, kenapa emang?" Tanya Yuri pada Aldo.
"Tidak apa-apa hanya ingin tahu saja, ngomong-ngomong kamu datang kesini sendiri?" Sahut Aldo.
Yuri menggelengkan kepalanya pelan "Tidak, aku kesini tadi bareng sama Kak Helena Kak".
Aldo kembali tersenyum lalu melihat ke arah Yuri "Oh begitu ya, btw jangan panggil aku Kakak dong, panggil saja aku Aldo".
"Oh iya Kak...Maksudku Aldo, maaf aku masih belum terbiasa!" Jelas Yuri.
"Tidak apa-apa santai saja" Tambah Aldo.
Obrolan singkat terjadi begitu saja sampai suatu ketika ada seorang pelayan yang datang menghampiri mereka berdua untuk menawarkan sebuah minuman.
"Permisi...Apa tuan dan nona menginginkan anggur merah?".
Karena suara yang lumayan bising Yuri tidak terlalu mendengar dengan jelas apa yang pelayan itu ucapkan hingga akhirnya tanpa bertanya terlebih dahulu Yuri langsung mengambil minumannya dan langsung meminumnya sampai habis karena merasa haus.
"Ini minuman apa ya? Kok aku tidak familiar dengan rasanya!!" Ucap Yuri.
__ADS_1
Aldo yang melihatnya sedikit membelalakkan matanya karena sedikit kaget dengan apa yang tengah di lihatnya saat ini.
"Kau benar-benar tidak tahu itu minuman apa?" Tanya Aldo heran.
"Iya...Aku benar-benar tidak tahu, karena tadi aku merasa sangat haus makannya aku langsung meminumnya" Jelas Yuri.
Lalu setelah menjelaskan semuanya pada Aldo, tiba-tiba Yuri merasa kepalanya sedikit pusing dan badannya terasa sedikit panas, perasaan sedih yang baru saja dia rasakan perlahan sedikit menghilang di gantikan dengan senyum yang mendadak terlihat dari bibirnya dengan pipi yang mulai memerah.
Yuri perlahan berjalan sedikit sempoyongan ke arah pelayan lalu kembali mengambil dan meminum minuman yang tengah di bawa pelayan tersebut sampai habis.
Tak sampai disitu saja, selama acara tengah berlangsung Yuri membuat keributan dengan berteriak-teriak sambil menangis dengan sesekali mengacak meja minuman hingga ada beberapa gelas yang pecah bahkan menimpa kakinya sendiri sampai berdarah.
Mendengar keributan yang tengah terjadi di dalam gedung, dengan segera Helena datang di dampingi oleh tunangannya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi serta mencari tahu siapakah orang yang sudah berani mengacaukan acaranya.
Namun betapa kagetnya Helena saat melihat pemandangan yang Sangat kacau di dalam saat ini, apalagi saat ini dia tengah melihat Yuri yang sudah mabuk berat sambil mengamuk dengan keadaan kaki yang sudah terluka
"Yuri sudah hentikan" Ucap Aldo yang sedari tadi sudah memegangi Yuri agar tidak berbuat lebih jauh lagi.
"Ah lepaskan aku, untuk apa kau menolongku? Bukankah aku ini bukanlah orang yang penting dalam hidupmu hah?!" Yuri sempoyongan berjalan ke arah Taman belakang.
Aldo mengerutkan kedua alisnya dengan tangan masih memegangi tangan Yuri "Yuri sadarlah!!".
"Yuri apa yang sebenarnya terjadi padamu?" Helena berjalan mendekati Yuri yang sudah setengah sadar.
"Hiks hiks...Kak Helena kenapa hidupku seperti ini? Apa salahku Kak?!" Ucap Yuri dengan sedikit berteriak sambil menangis sesenggukan.
Helena langsung melihat ke arah Aldo "Aldo apa yang terjadi padanya? Kenapa dia bisa sampai seperti ini?!".
"Helena sepertinya tanpa sengaja dia telah meminum alkohol, aku tadi tidak terlalu memperhatikannya" Jelas Aldo.
"Oh ****...Pantas saja dia jadi kacau seperti ini" Ungkap Helena.
"Kak biar aku bawa Yuri ke rumah, Kakak lanjutkan saja acaranya tanpa aku oke?!" Sahut Bisma yang langsung menggendong tubuh Yuri yang sudah tidak sadarkan diri.
"Apa kamu tidak apa-apa membawa Yuri dengan keadaan seperti ini?" Tanya Helena.
"Tenang saja Kak, aku akan membawa Yuri dengan selamat. Kakak percaya padaku kan?!" Ujar Bisma sambil menatap wajah Helena.
Helena menganggukkan kepalanya lalu menepuk pundak Bisma "Baiklah...Hati-hati di jalan ya, kalau ada apa-apa hubungi aku".
Bisma tidak menjawab tetapi dia menganggukkan kepalanya tanda mengerti, lalu dengan segera dia pergi meninggalkan tempat itu sambil menggendong Yuri.
.
.
Selesai Helena menjelaskan tentang semua kejadian yang terjadi semalam pada Yuri, Yuri terperanjat setengah mati karena tak percaya dengan apa yang sudah dia lakukan. Wajahnya mendadak merah dengan buliran keringat yang perlahan muncul dari wajahnya, semakin memperlihatkan ketegangan di wajahnya.
"Astaga...Apa yang sudah aku lakukan?!" Yuri menutup wajah dengan kedua tangannya karena merasa malu dan bersalah pada Helena.
"Yuri kamu kenapa lagi?!" Tanya Helena.
"Aku sangat malu Kak, karena aku acara kaka semalam jadi hancur berantakan" Jawab Yuri.
Helena mengusap punggung Yuri agar bisa sedikit menangkannya "Iya tidak apa-apa, jangan terlalu di pikirkan".
__ADS_1
"Maafkan aku Kak!" Yuri memeluk Helena dengan air mata yang sudah menyembul dari matanya.
"Sudahlah jangan menangis, sekarang kamu bersih-bersih dulu ya, setelah ini kita sarapan bersama oke?!" Ucap Helena dengan senyum khasnya.
Yuri kembali menganggukkan kepalanya lalu dengan segera beranjak dari duduknya untuk pergi ke kamar mandi.
Sementara itu di dapur Bisma sedang sibuk menyiapkan nasi goreng serta susu hangat untuk menu sarapan hari ini. Saat sedang menata meja makan Helena datang menghampiri Bisma lalu membantunya untuk menyiapkan sarapan pagi.
"Kau buat ini sendiri?" Tanya Helena merasa kaget.
"Iya, kenapa? Tidak suka?!" Jawab Bisma ketus.
"Ck...Sopan dikit napa sih kalau di tanya sama Kakak sendiri?!" Sahut Helena sambil berdecak kesal.
Bisma memposisikan badannya lalu melihat ke arah Helena "Dia sudah bangun?".
"Sudah" Jawab Helena singkat.
"Syukurlah" Balas Bisma tak kalah singkat.
Tak lama mereka menunggu, akhirnya Yuri datang dengan sedikit perasaan canggung dan tak mampu menatap ke arah Bisma dan Helena saking merasa malunya.
"Gimana udah agak mendingan kan? kalau gitu kamu duduk disini dekat Bisma" Ujar Helena
Mendengar nama Bisma di sebutkan oleh Helena, Yuri langsung mengangkat kepalanya dengan pandangan langsung tertuju ke arah Bisma yang sedari tadi sudah menatapnya dengan tatapan dingin.
Tanpa banyak bicara Bisma langsung duduk dan langsung memakan makanan yang sudah tersaji di atas piring sambil mengabaikan keberadaan Yuri.
Melihat sikap Bisma pada Yuri yang membuatnya pusing, Helena langsung mendekat ke arah Bisma lalu menjitak kepalanya hingga membuat Bisma tersedak.
"Uhuk uhuk...Kakak ini apa apaan sih? Gak lihat aku sedang makan?!" Bisma marah dan langsung beranjak dari duduknya.
Mendengar Bisma marah kepada Helena, Yuri langsung terperanjat dan melihat ke arah dua Kakak beradik yang sedang saling menatap tajam.
"Yang sopan kamu kalau ada tamu!" Tegas Helena.
Bisma langsung melihat ke arah Yuri lalu kembali terduduk di kursi tanpa membalas perkataan Helena dan memilih melanjutkan memakan sarapannya.
"Yuri kenapa bengong, cepat kesini kita sarapan bareng" Ucap Helena yang langsung membuyarkan pikiran Yuri.
Yuri berjalan ke arah meja makan lalu duduk di dekat Bisma, kemudian mulai memakan makanan yang ada di hadapannya dengan suasana yang sangat sunyi tanpa ada obrolan ringan yang keluar di antara mereka.
"Aku sudah selesai makan nih, kalian berdua lanjutkan saja makannya ya aku mau pergi kerja dulu" Sahut Helena yang seketika memecahkan kesunyian di meja makan.
"Baiklah...Hati-hati di jalan" Jawab Bisma singkat.
Mendengar Helena akan pergi, Yuri membelalakkan matanya menatap ke arah Helena "Tu...Tunggu Kak, aku...Aku bagaimana?".
"Bisakah kau diam? Lanjutkan saja makan mu agar aku bisa segera mengantarmu pulang" Tegas Bisma tanpa melihat ke arah Yuri dan langsung membuat Yuri terdiam.
.
.
.
__ADS_1
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.