Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 7


__ADS_3

Pada saat yuri naik ke mobil mahendra , dari kejauhan tak sengaja bisma melihat pemandangan mesra yang baru saja terjadi pada dua sejoli yang seperti di mabuk cinta itu. Entah apa yang di pikirkan bisma sekarang karena tiba tiba saja perasaan nya mulai tidak karuan.


Jauh dari sana Yuri dan mahendra terlihat sangat senang dan meluapkan rasa kangen mereka dengan obrolan hangat seputar hubungan mereka yang sudah di beri restu oleh kedua orang tua yuri , kabar itu pun di sambut bahagia oleh mahendra karena dengan izin dari orang tua yuri mereka bisa menjadi lebih tenang dalam menjalani hubungan untuk ke jenjang yang lebih serius , terlebih orang tua mahendra sudah lebih dulu memberikan restu atas hubungan mereka berdua.


"Yang nanti papa nyuruh kamu buat ke rumah , kamu bisa datang buat ketemu sama papa kan ?" Yuri bicara sambil melihat mahendra.


"Tentu saja sayang , pulang dari sini kita langsung ke rumah kamu ya ?!" Sambut mahendra sambil tersenyum.


"Oke sayangku" Senyum yuri melebar dan merangkul tangan mahendra.


"Tapi sebelum pulang kamu mau makan dulu ga ?" Tanya mahendra.


"Mau sayang , kita makan di tempat biasa aja boleh kan ?" Ucap yuri dengan manja.


Mahendra mengelus kepala yuri "Tentu saja boleh sayang".


Tak terasa waktu sudah mulai petang , mahendra dan yuri baru saja selesai makan. Namun setelahnya yuri merasa sedikit risih karena melihat mahendra sedari tadi terus memainkan ponsel nya sambil tersenyum , yuri merasa sedikit aneh melihat nya karena sebelum nya mahendra tidak pernah seperti itu dan memang bukan kebiasaan mahendra yang dia kenal. Yuri pun mencoba untuk tetap berpikir positif mungkin saja dia seperti itu karena sedang memantau cabang toko baru nya di luar kota.


"Sayang... udah dong jangan main ponsel terus , kamu ga kangen sama aku ya ?" Yuri sedikit menyindir.


"Maaf sayang , ini ada laporan dari cabang toko yang baru sayang". Mahendra mulai menyimpan ponsel nya dan langsung memegang tangan yuri.


"Iya ga apa apa sayang , kita pulang sekarang aja yu ?!" Ajak yuri.


"Ok say , tapi sebelum pulang kita beli sesuatu dulu ya buat mama sama papa kamu ?" Sambil berdiri mahendra menggandeng tangan yuri.


"Iya sayang" Sambung yuri masih manja.


Mereka berdua pun keluar dari sebuah cafe , saat mereka sedang berjalan sambil asik ngobrol dan sedikit bercanda tiba tiba ponsel mahendra berbunyi.


"... " Mahendra hanya melihat ponsel tanpa mengangkat nya.


"Siapa sayang ?" Tanya yuri.

__ADS_1


Mahendra sedikit kaget "Bukan siapa siapa sayang , ga penting juga soalnya nomor nya ga di kenal".


" Ih angkat dulu dong ynk , kali aja itu telpon penting" Yuri mengajak mahendra berhenti untuk mengangkat telepon nya.


"Yasudah sayang , tunggu sebentar ya ?!" Mahendra langsung berjalan memberi jarak dengan yuri dan mengangkat telpon nya.


Yuri tambah aneh dengan tingkah laku mahendra , tidak seperti biasa nya dia seperti itu , mahendra selalu mengangkat telpon di depan yuri dan tidak pernah memberikan jarak , yuri selalu tau apa yang hendra bicarakan karena memang mahendra selalu terbuka kepada yuri.


Tapi yuri masih tetap ingin berpikir positif karena yuri tidak ingin berpikiran aneh dan tetap percaya dengan apa pun yang mahendra lakukan semua semata mata karena kerjaan .


Hendra mulai menghampiri yuri yang masih tersenyum menatap diri nya.


"Udah ?!" Tanya yuri.


"Udah sayang , ayo kita pulang sekarang " Ajak mahendra , yuri membalas dengan sekali anggukan.


Dalam perjalanan pulang suasana di dalam mobil mendadak menjadi sunyi , entah apa yang ada di pikiran yuri yang tadi nya sangat manja , rame , dan tersenyum , kini menjadi pendiam dan hanya menjawab pertanyaan mahendra seperlunya.


Mahendra pun memperhatikan perubahan sikap yuri , dia pun mulai memegang tangan yuri dan mulai membuka pembicaraan baru.


"Tidak apa apa , aku hanya sedikit kecapean" Jawab yuri sambil melihat ke luar jendela.


"Oh gitu... tadi jadwal kuliah nya padat ya ?" Mahendra bicara sambil menyetir mobil nya.


"Iya " Jawab yuri singkat.


"Yasudah... kamu tiduran aja , nanti kalo udah nyampe rumah aku bangunin" Bujuk hendra sambil mengusap kepala yuri , dan kembali hanya di jawab anggukan singkat oleh yuri.


Sesampai nya di rumah yuri , mahendra turun dari mobil terlebih dahulu dan langsung membuka kan pintu mobil sebelah kiri untuk yuri.


Yuri membalas dengan senyum dan mulai mengajak mahendra masuk ke rumah nya , saat tiba di depan rumah yuri langsung membuka pintu dan kedua orang tua yuri sudah ada untuk menyambut kepulangan mereka berdua.


"Assalamualaikum om.. tante" Mahendra mengucapkan salam sambil mencium kedua tangan orang tua yuri.

__ADS_1


"Waalaikumsalam " Jawab mereka berdua kompak "Silakan masuk nak hendra" Sambung papa yuri.


"Iya om terimakasih" Mahendra menjawab dengan hati hati.


"Maaf om.. tante yuri pulang a gak telat , tadi hendra ajak yuri makan dulu di luar" Mahendra bicara dengan sopan.


"Iya tidak apa apa , tadi yuri udah kasih tau kok" Jawab mama yuri.


Yuri masih terdiam dan tidak bicara apa apa , entah apa lagi yang ada di pikiran nya , tapi saat ini hati nya sedang gelisah dan tidak ingin banyak bicara.


"Nak hendra kapan pulang dari Bandung ?" Lanjut papa yuri.


"Tadi sore om , setelah saya sampai jakarta saya langsung jemput yuri" Mahendra mulai gugup.


Di sela sela obrolan orang tua nya dengan mahendra , tiba tiba yuri mulai mengeluarkan suara nya.


"Ma.. pa yuri ke kamar dulu ya sebentar " Yuri ijin permisi pada orang tua nya namun tidak pada mahendra , apa yang sebenar nya terjadi ?


"Nak hendra... ada sesuatu yang ingin om dan tante bicarakan tentang hubungan kamu dan yuri" Pembicaraan mulai sedikit serius.


"Iya silakan om " Jawab mahendra dengan sedikit jantung berdebar.


"Apa kamu serius menjalin hubungan sama anak om ?" Tanya papa yuri serius.


"Iya om .. tante saya serius sama yuri , saya benar benar sayang sama yuri om" Mahendra menatap ke arah papa yuri.


"Tidak akan menyakiti nya ?" Sambung papa yuri.


"Iya... saya tidak akan menyakiti yuri om , saya akan menjaga yuri sebisa dan semampu saya" Tegas mahendra.


Tanpa mereka bertiga ketahui yuri menguping pembicaraan mereka dan tanpa terasa air mata nya jatuh ke pipi nya , bibirnya mulai menyunggingkan senyuman tanda bahagia , karena ternyata usaha nya kali ini untuk meyakinkan orang tua nya tentang mahendra tidak sia sia.


Seketika hatinya mulai menghangat dan melupakan kekesalan yang tadi dia rasakan kepada mahendra.

__ADS_1


\=> hai... semuanya🖐


jangan lupa untuk tinggalkan komen , like, dan vote sebanyak banyak nya ya untuk bantu novel ini menjadi no 1😁🥰 Terima kasih🙏


__ADS_2