Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 44


__ADS_3

Pagi telah tiba , matahari pagi mulai memancarkan cahaya dan memberikan kehangatannya.


Bisma yang masih terlelap dengan tenang perlahan mulai membuka matanya. Bisma bangkit dari tempat tidur dan mulai beranjak keluar dari kamar.


Saat membuka pintu kamar belum ada aktifitas yang terlihat olehnya , matanya mulai berkeliling di sekitar ruangan hingga akhirnya pandangannya tertahan tak kala melihat sesuatu yang seperti kepompong besar tergeletak di atas sofa.


Perlahan namun pasti Bisma mendekati sesuatu yang mencuri perhatiannya itu . Saat Bisma membuka ujung selimut terlihatlah wajah polos Yuri yang masih tertidur lelap sembari memeluk sebuah boneka teddy bear yang cukup besar di sampingnya.


Gadis ceroboh...Kenapa dia tidur disini ?!. Gumamnya dalam hati.


Bisma memposisikan dirinya duduk di samping Yuri, matanya masih menatap Yuri dengan lekat , sesekali bibir tipisnya menampakan senyuman yang khas membuat siapa saja yang melihatnya akan tersihir dengan pesona Bisma.


Saat Bisma tengah asik menatap Yuri , mata Yuri tiba-tiba terbuka dan kaget ketika melihat Bisma yang sudah sedari tadi ada di sampingnya.


"Pak Bisma udah bangun ?!" Yuri langsung beranjak bangun dari tidurnya.


"Iya" Bisma menatap Yuri dengan sedikit tersenyum


"Apa keadaan Bapak sudah agak mendingan ?" Yuri memegang kening Bisma dengan tangan kanannya.


"Aku sudah tidak apa-apa , kamu gak usah khawatir" Ucap Bisma.


Yuri tersenyum senang melihat Bisma yang sudah terlihat lebih baik dari kemarin , begitupun juga Bisma yang masih tidak bergeming dan masih tetap menatap Yuri dengan senyuman yang selalu terlihat dari bibirnya.


***


Yuri membuatkan sarapan untuk Bisma , dia menyiapkan roti panggang dengan selai coklat dan susu jahe hangat.


Selesai membuatkan sarapan Yuri menyiapkan makanannya di atas meja makan , tak lupa Yuri menghampiri Bisma yang tengah memperhatikan sebuah foto keluarga yang terletak di ruang tv.


Saat Yuri memperhatikan Bisma ada hal yang mencuri perhatiannya , dia melihat Bisma menyeka air matanya dan sangat terlihat raut kesedihan dari wajahnya. Yuri melangkah ingin menghampiri Bisma , namun seketika langkahnya terhenti saat melihat Bisma membalikan badannya dan mata Bisma beralih menatap dirinya.


"Maaf pak saya..." Yuri berjalan mendekati Bisma dan melihat wajahnya.


"Apa sarapannya sudah siap ?" Bisma menatap Yuri dingin.


"Itu...Saya sudah siapkan sarapannya di meja makan Pak" Yuri langsung menundukkan kepalanya.


Tanpa berkata apa-apa lagi Bisma langsung berjalan melewati Yuri tanpa membalas perkataannya , Yuri yang sedari tadi memperhatikan Bisma hanya diam dan mulai berjalan mengikuti Bisma dari belakang.


Bisma langsung duduk di meja makan di ikuti Yuri yang juga duduk dengan posisi berhadapan dengan Bisma.


Selama proses menyantap sarapan , Yuri dan Bisma tidak berbicara sepatah katapun, tidak seperti biasanya pada saat sarapan atau makan malam keluarga Yuri selalu sangat terdengar ramai walau hanya dengan obrolan-obrolan kecil, berbanding terbalik dengan saat ini yang entah kenapa Yuri seperti mendapatkan sebuah tekanan karena di suguhi pemandangan pagi yang tidak biasa sehingga suasana sarapan pagi kali ini sangat sunyi dan sepi.

__ADS_1


"Kemana kedua orangtuamu ?" Bisma mulai menatap Yuri dengan tatapan yang masih dingin.


"Mereka sepertinya sudah berangkat ke toko, kenapa emang ?" Yuri memberanikan diri bertanya.


"Tidak apa-apa hanya ingin tau saja" Tatapan Bisma kembali beralih ke arah makanan yang kemudian kembali di santap nya secara perlahan.


Melihat Bisma yang tidak terlihat baik-baik saja , membuat Yuri memberanikan dirinya untuk mencoba bertanya pada Bisma.


"Pak sebelumnya saya minta maaf karena tadi tak sengaja melihatmu..." Yuri menghentikan ucapannya dan melihat Bisma sudah menatapnya dingin.


"Kau melihat apa ?" Tegas Bisma.


"Saya...Saya..." Yuri mendadak kikuk ketika ingin menjelaskannya pada Bisma.


"Hah...Bisakah kamu berhenti bicara formal padaku ?" Bisma mengentikan aktifitas makannya dan dengan intens menatap Yuri.


"Itu...Maaf Pak saya...Maksudnya aku belum terbiasa" Ujar Yuri.


"Makannya coba biasakan dari sekarang !!" Bisma beralih memainkan ponselnya.


"Sekarang apa yang ingin kamu katakan ?" Sambung Bisma.


Yuri memberanikan diri menatap Bisma "Apa yang sebenarnya terjadi dengan Bapak ?!".


"Aku hanya penasaran saja , kenapa kamu bisa tinggal sendiri dan dimana sebenarnya keluargamu ?" Ucap Yuri tanpa basa basi.


"Kenapa kamu ingin tau urusan pribadiku ?" Bisma bicara dengan nada sedikit meninggi.


"Itu...Aku hanya khawatir saja , saat keadaanmu seperti ini siapa yang akan merawat mu ?" Sambung Yuri.


Bisma menghela nafas panjang "Kamu tidak perlu khawatir aku akan baik-baik saja !".


"Tapi aku melihatmu tidak baik-baik saja" Tegas Yuri.


Bisma sedikit terkejut dengan perkataan Yuri, dia lalu kembali mengalihkan pandangannya ke ponselnya.


"Sudahlah , tidak perlu membahas tentang diriku ataupun keluargaku, lagian apa untungnya buatmu ?!" Kata Bisma sinis.


"Untungnya buatku ? apa tidak boleh aku tau bagaimana dan siapa dirimu ?" Jelas Yuri.


"Kalau sudah tau kamu mau apa ?! Bisma tak kalah tegas dengan Yuri.


Yuri terdiam mendengar perkataan Bisma dan hanya bisa menatap Bisma dengan perasaan khawatir sekaligus kecewa.

__ADS_1


" Yasudah kalau tidak mau bicara jangan di lanjutkan , aku akan pergi ke kamar, jangan lupa makan obatmu !!" Yuri meninggalkan Bisma dengan perasaan dongkol.


Bisma yang hanya bisa melihat Yuri meninggalkannya langsung terdiam dan tidak bereaksi apapun , terlihat dari wajahnya yang kesal dan menyesal karena sudah bertindak sedikit berlebihan pada Yuri.


.


.


.


Setelah pertengkaran kecil yang terjadi tadi pagi antara Bisma dan Yuri , terdengar suara pintu kamar Yuri yang terbuka dan memperlihatkan Yuri yang sudah segar dengan baju santainya dan rambut basah yang tergerai indah.


Bisma yang juga baru saja keluar dari kamar Tomi langsung memandang kagum Yuri yang sudah terlihat sangat cantik , Yuri yang begitu juga melihat Bisma hanya berdecak kesal dan langsung pergi menghiraukan Bisma yang masih menatapnya kagum.


Bisma yang mengetahui raut wajah Yuri yang masih kesal padanya hanya menggelengkan kepalanya dan mencoba berjalan ke dapur dengan tangan kanan memegang botol infusan.


Terlihat jelas Bisma sangat kesusahan saat akan mencoba mengambil air minum , bibirnya seakan kaku untuk meminta pertolongan Yuri yang sedari tadi ada di rumah untuk menjaga dirinya.


Yuri yang dari tadi memperhatikan Bisma hanya bisa menghela nafas panjang dengan perasaan yang masih kesal, kemudian berjalan ke arah Bisma untuk membantunya mengambilkan air minum.


Dasar Dosen killer , udah tau keadaan masih lemah tapi masih saja mikirin gengsi !. Pikir Yuri.


Melihat Yuri yang datang untuk membantunya membuat perasaan Bisma lega dan senang karena Yuri masih peduli padanya.


"Mau apa lagi ? biar sekalian aku ambilkan" Tegas Yuri sedikit ketus.


"Tidak ada aku hanya butuh air minum" Ucap Bisma sedikit bersalah.


"Yasudah aku ke kamar dulu" Sambung Yuri.


Yuri menoleh sekilas ke arah Bisma dengan menggelengkan kepalanya, kemudian dia segera berjalan melewati Bisma untuk pergi ke kamarnya.


Namun tak sampai dua langkah tiba-tiba Bisma berbalik dan memegang tangan Yuri , langkah Yuri langsung terhenti dan berbalik menatap Bisma.


"Terimakasih" Kata Bisma singkat.


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote , dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.

__ADS_1


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.


__ADS_2