Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 84


__ADS_3

Pada malam harinya Yuri merasa sedang tidak bernafsu untuk makan malam dan lebih memilih untuk berdiam diri di kamar sambil melihat langit malam yang bertabur bintang di balik jendela.


Tak lama setelah itu dari arah pintu kamar Yuri tiba-tiba terdengar sebuah ketukan yang langsung membuyarkan lamunan Yuri kemudian dia beranjak dari duduknya untuk membuka pintu kamarnya.


"Loh Kinan...Ada perlu apa sayang?" Tanya Yuri sambil berjongkok dan menepuk kepala Kinan.


"Tante Yuri sakit ya?" Balas Kinan dengan suara lembutnya sambil memegang kening Yuri.


"Tante gapapa sayang, kenapa Kinan nanya seperti itu sama tante?" Ujarnya.


"Habisnya tante gak ikut makan malam, aku pikir tante sakit" Seru Kinan


"Hehe maaf ya kalau tante udah bikin kamu khawatir" Ungkap Yuri merasa bersalah.


"Iya gapapa tante, yasudah kalau begitu Kinan ke kamar dulu ya?! Selamat malam tante" Ucap Kinan sambil berjalan meninggalkan Yuri.


"Iya selamat malam Kinan" Balas Yuri singkat.


Keesokan paginya Yuri terbangun sedikit lebih siang dari biasanya dan langsung terduduk di kursi dekat Kinan.


"Yuri tumben kamu bangun agak siang?" Tanya Fredi penasaran.


"Selesai sholat subuh tadi Yuri tidur lagi Kak karena semalam aku kurang tidur" Jelasnya.


"Kurang tidur? Kenapa?" Sambung Fredi.


"Lagi datang insomnia aja Kak kayanya" Jawab Yuri sambil mengaduk makanan di atas piring.


Fredi dan Nilam saling menatap lalu kembali fokus dengan makanan mereka masing-masing.


Saat selesai sarapan pagi kedua Kakaknya bersama Kinan berangkat menjalankan aktifitasnya masing, dan meninggalkan Yuri yang tengah terduduk sambil menonton TV.


Saat Yuri sedang fokus dengan salah satu acara TV favoritnya, tiba-tiba HP nya berbunyi selama beberapa kali kemudian saat Yuri melihat nama pemanggil yang masuk ke HP nya, terlihat mata Yuri menyipit lalu mengabaikannya tanpa mengangkatnya terlebih dahulu.


Sementara itu dari arah si penelepon, dia hanya bisa berdecak kesal lalu membantingkan HP nya ke sembarang tempat.


"Berani sekali dia tidak mengangkat teleponku!!" Gerutu Mahendra kesal sambil mengacak rambutnya.


Tak berselang lama datanglah Siska sang calon istri menghampiri Mahendra "Pagi sayang...Ada apa denganmu? Pagi-pagi gini udah cemberut aja!".

__ADS_1


"Hah...Aku tidak apa-apa sayang, btw ada apa kamu datang kesini?" Tanya Mahendra dengan raut wajah masih kesal.


"Oh ini sayang, hari ini kita punya jadwal buat fitting baju pengantin, kamu harus segera bergegas ganti baju nanti keburu kesiangan" Kata Siska sambil bermain dengan HP nya.


Mahendra menatap Siska sekilas kemudian pergi begitu saja ke kamar mandi.


***


"Hah...Aku Bosan sekali hari ini. Apa aku coba jalan-jalan saja di mall sekitaran sini ya buat ngilangin rasa bosan?!" Ucapnya sambil melihat ke arah luar rumah.


Lama Yuri berfikir akhirnya dia beranjak dari duduknya lalu bergegas pergi kamar untuk mempersiapkan dirinya pergi jalan ke luar rumah. Setelah semuanya siap Yuri pun keluar dari kamarnya sambil membawa tas punggung kecilnya dan tak lupa meminta izin terlebih dahulu pada kedua Kakaknya.


Setelah mendapatkan izin Yuri langsung berangkat dengan grab yang sudah dia pesan terlebih dahulu kemudian menentukan tujuan untuk pergi ke salah satu mall yang lumayan dekat dari jarak rumah Kakaknya.


Sesampainya di mall mata Yuri terbelalak karena ternyata mall yang dia tuju lumayan besar dan sedang ramai pengunjung karena Yuri berangkat pada hari sabtu yang kebetulan banyak sekali pasangan-pasangan yang sedang berjalan-jalan saat itu.


Hah pemandangan tidak mengenakan, apakah ada hari ini yang kesini sendirian ya selain aku?! Gumam Yuri sambil berjalan lalu menggelengkan kepalanya.


Yuri berjalan-jalan sendiri dengan di temani minuman dingin di tangannya sambil sesekali masuk ke salah satu toko pakaian dan kecantikan yang ada di sana tanpa ada yang di belinya satupun.


Namun pada saat Yuri akan memasuki salah satu toko dengan nama brand favoritnya, dari kejauhan Yuri melihat dua sosok orang yang sangat di kenalnya tengah asik melihat-lihat pakaian dengan posisi perempuan di sampingnya menggandeng tangan lelaki di sebelahnya.


Namun naas saat Yuri bari melangkahkan kakinya, mendadak dari belakang terdengar samar-samar suara laki-laki memanggil namanya.


"Yuri!!"


"Ah sial...Kenapa harus ketahuan sih?!" Gerutu Yuri sambil membalikan badannya.


"Kau mau kemana?" Terlihat Sosok sang lelaki yang tak lain adalah Bisma berjalan mendekat ke arah Yuri.


"Oh ternyata Bapak , saya mau pergi ke toko lain Pak" Balas Yuri polos.


"Sendirian kesini?" Kembali Bisma bertanya.


Yuri menganggukkan kepalanya "Iya... Kenapa emang?".


"Aku hanya bertanya saja, kalau kau kesini sendirian nanti pulangnya biar aku antar sampai rumah karena kebetulan jalan pulang kita searah" Jelas Bisma.


"Oh itu...Tidak usah Pak saya bisa pulang sendiri kok" Balas Yuri.

__ADS_1


"Jangan menolak, aku hanya ingin melihat kau pulang ke rumah dengan keadaan tidak nyasar saja" Celetuk Bisma ketus.


"Ck..Aku tidak akan nyasar Bapak gak usah khawatir" Tegas Yuri sambil berdecak kesal.


"Jangan banyak membantah perkataan Dosen mu, kau tahu kan aku paling tidak suka dengan orang yang keras kepala?!" Ungkap Bisma sambil melipat tangannya di dada.


Yang keras kepala itu dia atau aku sih? Dasar Dosen Killer! Gumam Yuri kesal.


"Baiklah terserah saja" Sambung Yuri.


"Oke kau tunggu disini sebentar aku akan segera kembali!" Ucap Bisma sambil berjalan meninggalkan Yuri.


Tak lama Yuri menunggu, akhirnya Bisma dan Shiren datang dengan barang belanjaan yang cukup banyak hingga membuat Yuri sedikit kaget tak kala melihatnya.


"Oh ternyata ada murid mu di sini?" Seru Shiren dengan wajah juteknya.


Yuri hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dengan penuh keterpaksaan "Iya...Hai ternyata kita bertemu lagi ya?!"..


"Hai juga...Kamu kenapa Bisa berada di sini?" Sahut Shiren penasaran


"Aku barusan tidak sengaja bertemu dengan Pak Bisma, lalu setelah ngobrol-ngobrol dikit Pak Bisma menawarkan ku untuk pulang bareng bersamanya" Jelas Yuri.


"Pulang bareng? Memang kau kesini sendirian?" Tanya Shiren.


Dengan polosnya Yuri menjawab "Iya aku sendiri, kenapa emang?".


"Oh begitu ya? Pantas saja!" Balas Shiren dengan raut wajah mulai kesal.


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.


Aku berdoa untuk kalian semua khususnya buat teman-teman pembaca setia "Pak Dosen I love You" agar terus di berikan kesehatan dan juga di berikan kemudahan dalam menggapai semua yang kalian inginkan aamiin🤲


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku sampai detik ini dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you👋

__ADS_1


__ADS_2