
Sesampainya di rumah Yuri langsung masuk ke rumah di ikuti oleh Bisma dari belakang dan langsung mendapatkan sambutan hangat dari kedua Orangtuanya Yuri.
"Selamat malam Om dan Tante!" Seru Bisma sambil menyalami kedua Orangtuanya Yuri.
"Iya selamat malam, ayo Nak Bisma masuk!" Sahut Mamah Yuri dengan hangat.
Selama berada di dalam rumah Yuri, nampak terlihat kenyamanan serta senyuman yang terus muncul dari wajah Bisma yang membuat Yuri sangat nyaman saat melihatnya hingga tak terasa waktu sudah sudah mulai larut.
"Om, Tante saya permisi pamit dulu ya" Kata Bisma yang langsung beranjak dari duduknya.
"Nak Bisma gak nginep aja di sini?!" Sahut Mamah Yuri.
Bisma menggelengkan kepalanya "Terimakasih sebelumnya Tante, tapi tak apa saya lebih baik pulang saja".
"Tapi kan ini..." Mamah Yuri menghentikan perkataannya tak kala Yuri mulai menyela nya.
"Sudah Mah mungkin kali ini lebih baik Pak Bisma pulang aja, lagipula besok kan Pak Bisma harus pagi-pagi sekali ke kampus" Jelas Yuri sambil menatap Bisma.
"Oh iya ya Mamah hampir saja lupa, yasudah kalau begitu Nak Bisma hati-hati di jalan ya?!" Lanjut Mamah Yuri sambil tersenyum.
"Iya Tante, kalau begitu saya permisi dulu Om dan Tante" Ucap Bisma yang kemudian berjalan meninggalkan ruang keluarga dan di antar oleh Yuri sampai depan.
Sesampainya di depan pintu gerbang Bisma berbalik sejenak lalu mulai mengusap kepala Yuri dengan lembut.
"Terimakasih untuk hari ini karena sudah mau menyempatkan waktu untuk jalan denganku" Ungkap Bisma dengan tatapan penuh kasih sayang pada Yuri.
Yuri tersenyum sambil tersenyum ke arah Bisma "Iya sama-sama, sebelumnya maaf ya aku belum bisa mempublikasikan hubungan kita pada teman-teman ku karena aku sangat takut akan ada kegaduhan yang bisa membuatmu tidak nyaman".
"Tidak apa aku bisa mengerti kok dengan maksudmu itu, selama hal itu tidak mengganggu hubungan kita aku akan baik-baik saja dan akan mendukung apapun yang kamu inginkan" Tegas Bisma.
"Iya...Terimakasih ya Pak, pokonya aku janji kalau waktunya sudah tepat aku pasti akan jujur pada mereka semua" Sahut Yuri dengan wajah riangnya.
__ADS_1
"Iya aku percaya padamu" Seru Bisma yang kemudian berjalan masuk ke dalam mobilnya dan tak lama pergi meninggalkan rumah Yuri.
Keesokan paginya Yuri bangun sedikit lebih pagi dari biasanya karena dia akan berangkat ke kampus menggunakan kendaraan umum setelah baru saja mengingat kalau motornya berada di rumah Bisma.
Setelah sarapan paginya selesai Yuri bergegas pergi setelah sebelumnya berpamitan terlebih dahulu pada kedua Orangtuanya. Namun pada saat Yuri akan membuka pintu, matanya langsung terbelalak kaget karena di hadapannya dia mendapati sosok Bisma yang sudah berada di halaman depan rumahnya.
"Loh Pak Bisma...Sejak kapan ada di sini?!" Tanya Yuri menghampiri Bisma.
Bisma menatap jam tangannya lalu melihat ke arah Yuri "Sekitar 10 menit yang lalu, kau akan berangkat sekarang?!".
"Iya Pak aku akan berangkat sekarang, kenapa emang?" Yuri masih terpaku menatap Bisma.
"Baguslah...Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang!" Ajak Bisma sambil menggandeng tangan Yuri.
"Tunggu dulu Pak, Bapak sengaja ke sini buat menjemput ku?" Yuri mengehentikan langkahnya sejenak.
"Iya" Jawab Bisma singkat sambil langsung memaksa Yuri masuk ke dalam mobilnya tanpa ada perlawanan sedikitpun dari Yuri.
Di dalam perjalanan menuju ke kampus raut wajah Yuri tampak terlihat khawatir dan tidak sedikitpun menatap ke arah Bisma. Bisma yang sepertinya mengetahui apa yang sekarang ada di pikiran Yuri mulai memegang tangannya untuk menenangkannya .
"Tapi kalau kita berangkat ke kampus berdua seperti ini, mereka pasti akan tahu lebih cepat kan Pak?" Sahut Yuri.
"Jadi menurutmu apa yang aku lakukan hari ini salah?!" Bisma balik bertanya pada Yuri.
"Tidak salah, hanya saja..." Yuri menatap ke arah Bisma.
"Hanya saja apa?" Bisma penasaran.
"Hanya saja kalau bisa selama kita berada di lingkungan kampus kita harus bisa jaga jarak, bahkan kalau bisa kau jangan menjemput ku ke rumah!" Jelas Yuri.
Senyum Bisma yang tadi terlihat dari wajah Bisma mendadak menghilang di gantikan oleh wajah dingin Bisma yang kembali fokus menyetir mobilnya tanpa membalas ataupun membahas perkataan Yuri tentang kekhawatirannya.
__ADS_1
Yuri yang merasa bingung dengan perubahan sikap Bisma langsung terdiam dan terus menatap ke arah Bisma tanpa berani menanyakan alasannya lebih lanjut.
"Apa yang aku katakan barusan padanya sudah berlebihan ya? Kok mendadak wajahnya jadi jutek gitu padaku?" Gumam Yuri dalam hati.
Cukup lama mereka terdiam, akhirnya mereka berdua sampai di pinggiran jalan yang jaraknya hanya beberapa meter dari gerbang utama kampusnya.
"Kita hampir sampai di gerbang kampus, apa kau ingin berhenti di sini?!" Tanya Bisma dengan nada sedikit kesal.
Yuri celingak celinguk melihat ke arah sekitar lalu menganggukkan kepalanya ke arah Bisma "Iya aku turun di sini saja, kau duluan saja ke kampus!".
"Baiklah...Kau hati-hati di jalan" Sambung Bisma.
Yuri kemudian turun dari mobil Bisma dan segera berjalan kaki seakan mengabaikan Bisma yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Yuri sambil memegang kepala nya dan tak lama setelah itu kembali menyalakan mobilnya untuk segera sampai di kampus.
Pembelajaran hari ini di kelas berjalan seperti biasanya, karena Bisma tak menunjukan hal mencurigakan seperti yang Yuri inginkan dan hanya memperlakukan Yuri seperti muridnya saja, begitupun sebaliknya dengan yang Yuri lakukan pada Bisma tanpa menunjukan kalau Bisma itu adalah orang spesial bagi Yuri.
Saat jam perkuliahan pertama selesai ada jeda waktu menuju mata perkuliahan selanjutnya yang langsung di manfaatkan oleh Yuri dan kedua sahabatnya untuk pergi ke kantin agar bisa menghilangkan rasa bosannya. Akan tetapi pada saat Yuri beserta kedua sahabatnya akan pergi menuju ke arah kantin yang tak lain akan melewati ruangan Bisma, Yuri melihat ada seorang Siswi dari kelas lain yang memberikan sebuah kotak makanan pada Bisma.
"Wah..Dosen kita satu ini ternyata banyak fans nya juga ya? Lihatlah kemarin dia dapat bingkisan dari teman sekelas kita, sekarang dia dapat lagi kotak makanan dari Siswi yang lainnya" Ujar Intan sambil menatap sekilas ke arah Bisma yang terlihat sedang ngobrol ringan dengan Siswi di depannya.
"Yah mau bagaimana lagi kan, Pak Bisma itu sangat rupawan jadi pantas saja banyak para hawa yang mengidamkan nya!" Jelas Hani mengangkat bahunya.
Yuri tidak merespon apa yang baru saja di katakan Hani dan Intan, karena sedari tadi tatapannya terus saja terpaku pada pemandangan yang ada di hadapannya sambil mengepalkan kedua tangannya karena sangat kesal.
"Sudahlah, ayo kita pergi saja ke kantin sekarang!" Tegas Yuri yang begitu saja berjalan tanpa melihat kembali ke arah Bisma.
T**ahan Yuri...Tahan, kau harus percaya kalau Pak Bisma tidak akan tergoda oleh perempuan lain! Gumam Yuri sembari menahan emosinya.
Sementara itu di dalam ruangan, Bisma yang tampak kelelahan karena terus menyambut Siswi-siswi yang mendadak berani datang ke ruangannya hanya terduduk sambil menghela nafas lalu menyimpan kotak makanan yang baru saja di terimanya tanpa sedikitpun melihat isi yang ada di dalamnya.
"Hah...Andai saja mereka tahu kalau Yuri itu adalah pacarku mungkin mereka semua tidak akan berani terang terangan mendekatiku!" Bisik Bisma yang kemudian mencari ponselnya lalu menekan telepon pada kontak yang bernama Yuri.
__ADS_1
Lama Bisma tak mendapat jawaban dari Yuri, akhirnya dia memutuskan untuk kembali meneleponnya nanti lalu tak lama dia beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangannya untuk membeli sesuatu di kantin.
Sembari berjalan Bisma terus sesekali menelepon Yuri berharap dia akan mengangkatnya karena ada sesuatu yang ingin dia sampaikan pada Yuri sebelum perkuliahan selesai, tetapi apa yang dia harapkan kali ini sepertinya tidak berjalan sesuai dengan rencananya karena pada saat Bisma hampir sampai di depan pintu kantin dia melihat Yuri tengah ngobrol berdua dengan salah satu Siswa yang entah dari jurusan apa sambil sesekali tersenyum lepas seolah tak menganggap Bisma tengah ada berdiri di depannya.