Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 25


__ADS_3

Saat intan dan hani heboh mengintrogasi yuri , tak sengaja bisma mendengar erangan yuri kemudian melihat ke arah mereka bertiga yang sedang ngobrol , dan bisma pun menutup teleponnya kemudian berjalan ke arah mereka bertiga berada.


"Sedang apa kalian disini ?" Tanya bisma dengan sedikit menatap yuri.


"Kami tidak sedang apa-apa pak , cuman kebetulan lewat saja" Jawab hani sambil mencolek intan.


"Iya pak kami hanya kebetulan lewat , terus. lihat bapak ada disini juga jadi.... " Pembicaraan intan mendadak terhenti karena kakinya di injak oleh yuri.


"Aw" Seketika intan mengerang kesakitan yang membuat hani kaget.


"Jadi apa ?" Bisma mengerutkan alisnya sambil menatap intan yang meringis kesakitan.


"Jadi kami mau pergi dulu pak , permisi pak" Yuri langsung memotong omongan bisma dan segera pergi sambil menggandeng hani dan intan dengan terburu-buru.


Ada apa dengan anak itu ?! pikir bisma yang masih melihat yuri dan kawan-kawannya dari kejauhan.


Di kantin intan langsung memarahi yuri karena telah menginjak kakinya dengan cukup keras dan hanya di jawab dengan cengengesan oleh yuri.


"Yuri lo apa-apaan sih ?, kenapa juga harus injak kaki gw segala ?!" Intan bertanya dengan sangat kesal.


"Maaf tan gw ga sengaja hehe" Jawab yuri.


"Emang kenapa harus kaya gitu segala sih ri ?" Ucap hani.


"Tadi aku reflek han, abisnya si unyil suka nyeplos terus sih" Yuri membuat alasan agar bisa di mengerti oleh hani.


"Ya tapi ga gitu juga kali ri , kaki gw kan jadi sakit nih" Keluh intan yang masih kesal pada yuri.


"Iya makannya aku bilang maaf kan barusan" Jelas yuri.


Intan masih sedikit marah pada yuri , namun karena memang mereka bersahabat dengan sangat dekat hal kecil seperti ini tidak akan menjadi pembahasan yang panjang , hingga jarang sekali mereka bertengkar karena sudah bisa membaca karakter masing-masing.


Sebelum mereka kembali ke kelas , obrolan kecil pun mulai di bicarakan yuri untuk sedikit menghibur intan agar tidak kesal berkepanjangan.


"Tan , sepulang dari kampus lo ada acara gak ?" Tanya yuri sambil menatap ke arah intan.


"Enggak ada sih , kenapa emang ?" Jawab intan singkat.


"Nanti anterin gw beli masker wajah bisa gak ?" Yuri kembali bertanya.


Melihat situasi saat ini hani sudah mengerti maksud dan tujuan yuri kepada intan , hani hanya tersenyum melihat. tingkah laku dua sahabatnya ini.

__ADS_1


"Bisa dong , tapi gw boleh minta satu ya ?!" Mendadak intan sangat bersemangat.


"Gampang lah kalo itu" Ucap yuri sambil tersenyum dan dengan perasaan lega.


Kadang merayu anak ini gampang juga ya ? pikir yuri.


"Han kamu mau ikut gak ?" Yuri mengalihkan pandangannya ke hani.


"Enggak ah , gw mau rebahan aja di kosan" Jawab hani singkat.


"Ah ga asik banget nih si hani" Celetuk intan.


"Tau tuh" Sambung yuri sedikit kesal.


"Ih kalian tau kan , gw paling anti kalo harus belanja kaya gituan" Jelas hani.


"Yasudah kalo ga mau ikut , mau nitip gak ? biar nanti sekalian di beliin" sambung yuri sambil meminum jus buah mangga kesukaannya.


"Aku cuman mau nitip maskara aja deh boleh ?".


" Boleh... Nanti kita beliin sekalian" Jawab yuri.


Yuri bersiap memakai helm dan mulai menyalakan motornya, saat yuri mulai bersiap untuk menjalankan motornya dia merasa heran melihat tingkah laku intan yang seperti khawatir akan seseorang.


"Intan lo kenapa sih ?" Tanya yuri heran.


"Bentar nanti tunggu mereka jalan duluan ri" Jawab intan yang sama sekali tidak di mengerti oleh yuri.


"Maksud lo mereka siapa ?" Sambung yuri.


"Ya...Mereka yang pada mau pulang ri" Intan terlihat gugup saat menjawab pertanyaan yuri.


"Lah terus apa hubungannya sama kita coba ?" Yuri menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Udah jangan banyak ngomong , diem aja bentar nunggu sepi dulu" Intan duduk di dekat motor yuri.


Yuri merasa aneh dengan tingkah laku intan, posisi di parkiran memang sedang ramai karena memang jadwal pulang kuliah yang hampir berbarengan dengan jurusan lain.


Lama yuri menunggu , hingga tanpa sadar dia tertidur dengan posisi kepala di tekuk ke lutut.


"Yuri lo tidur ?" Intan menyenggol tangan yuri , dan langsung membuat yuri terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Mau sampai kapan kita di sini sih tan ?" Tanya yuri kesal sambil menggosok matanya karena belum sepenuhnya terbangun.


"He he he ayo kita berangkat sekarang" Ajak intan yang kembali bersemangat.


"Ah elah , ayo cepetan naik" Yuri mulai menghidupkan motornya.


"Yuri.. " Intan kembali diam tanpa naik ke motor yuri.


"Aduh apaan lagi sih tan ?" Yuri bertanya dengan kesal dan muka yang sudah terlihat bete.


"Gw ga bisa naiknya ri" Jawan intan yang membuat yuri menoleh ke belakang.


"Maksudnya ga bisa naik gimana ?" Sambung yuri dengan alis yang sudah mengerut ke bawah.


"Motor lo ketinggian ri , gw susah buat naiknya" Tambah intan yang mulai menggebu-gebu.


Mendadak yuri diam hingga beberapa detik kemudian dia mulai mengerti apa yang intan maksud dan kemudian tertawa lepas.


"Ha ha ha jadi dari tadi lo lama naik motor, karena motor gw ketinggian buat lo ?!" Celetuk yuri yang masih belum bisa menghentikan tawanya.


"Seneng lo ya liat gw menderita hah ?!" Intan mencubit pinggang yuri agar menghentikan tawanya.


"He he he yasudah gw minta maaf tan , terus sekarang lo mau gimana ?" Yuri kembali bertanya.


"Ya udah gw mau naik , cuman motor lo di miringin dikit" Celetuk intan pelan.


"Lo gak mau nyari tembok yang agak tinggi aja biar cepet naiknya tan" Senyum tipis masih terlihat dari wajah yuri yang merasa tingkah laku intan sangat lucu.


"Udah lo mau terus-terusan ngeledek gw ?!" Intan mulai melipatkan tangannya.


"He he jangan marah dong , yasudah dengan senang hati gw miringkan nih motor gw biar lo gampang naiknya" Yuri mulai memiringkan motornya aga intan bisa naik motor yuri dengan mudah.


Beberapa menit kemudian mereka sudah siap dan langsung berangkat ke tempat toko kecantikan langganan intan.


Saat tah sengaja motor yuri melewati mobil bisma untuk ke luar parkiran kampus , ada sesuatu yang jatuh dari tas yuri tanpa di sadari oleh yuri da intan.


Dan secara kebetulan saat bisma akan pulang dan berjalan ke arah mobilnya dia melihat sesuatu di dekat mobilnya , bisma mempercepat langkahnya lalu mengambil benda itu yang ternyata adalah sebuah remote untuk menghidupkan motor dengan gantungan kunci atas nama yuri.


\=\=\=> Hai teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku... jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗

__ADS_1


__ADS_2