
Saat melihat Shiren meninggalkan dirinya dengan wajah juteknya itu Yuri hanya menggelengkan kepalanya sembari menatap Shiren sekilas.
Ada apa dengan perempuan satu ini? Kenapa dia seperti tidak suka padaku ya?! Gumam Yuri.
Tak lama kemudian Yuri bersama Bisa dan juga Shiren yang terus saja nempel padanya berjalan ke arah pintu keluar mall, Bisma yang sedari tadi merasa risih dengan sikap Shiren menatap sesekali pada Yuri yang berjalan di belakangnya dengan perasaan sedikit tidak enak karena sudah mengacuhkannya.
Namun berbeda dengan Yuri, dia seperti tidak memperdulikan Bisma dan juga Shiren yang berjalan di depannya dan hanya fokus pada HP dan juga minuman yang sedang di pegang nya.
"Shiren tunggu dulu sebentar!" Ucap Bisma tiba-tiba yang langsung menghentikan langkah Shiren dan juga Yuri.
"Ada apa Bis?" Tanya Shiren kebingungan.
"Sebelum kita pulang ada baiknya kalau kita makan siang dulu, kamu dari tadi pagi belum sempat makan kan?" Ujar Bisma pada Shiren sambil sesekali menatap Yuri.
"Wah..Kamu perhatian sekali Bisma. Aku jadi terharu" Balas Shiren sambil tersenyum menatap Bisma.
"Sudahlah jangan lebay begitu, untuk mempersingkat waktu ayo kita cari tempat makan terlebih dahulu" Sambung Bisma.
"Iya ayo" Seru Shiren dengan wajah sumringah.
Yuri yang mendengar percakapan Bisma dan Shiren hanya menatap mereka berdua dengan perasaan yang mulai kesal, lalu memalingkan wajahnya ke sembarang tempat untuk menyembunyikan wajah kesalnya.
Ah benar-benar mereka ini pasangan yang tidak peka sekali, lagian kenapa juga aku harus ikut dengan mereka berdua sih? Bikin mood ku jadi buruk saja. Gumam Yuri kesal.
Setelah berjalan hampir sepuluh menit, akhirnya mereka bertiga sampai di salah satu restoran yang cukup ramai namun dengan konsep yang kekinian ala anak-anak muda.
Setelah mendapatkan meja kosong, pelayan restoran dengan sigap langsung mendatangi meja mereka sembari memberikan buku menu pada mereka masing-masing.
Saat tengah melihat-lihat buku menu, tatapan Bisma sesekali beralih ke arah Yuri yang sedari tadi masih fokus melihat buku menunya sembari sesekali bertanya kepada pelayan tentang menu yang terlihat asing baginya. Hingga akhirnya pesanan Yuri jatuh pada sebuah menu ceker pedas yang di lumuri keju mozarella beserta minuman coklat dingin favoritnya, sementara Bisma dan Shiren memesan makanan yang sama yaitu pasta carbonara dengan minuman soda.
Setelah mereka bertiga beres memesan makan, pelayan pun mencatatnya kemudian tak lama kemudian pergi meninggalkan meja mereka.
Selepas pelayan pergi, tak lama Shiren pun izin terlebih dahulu pada Bisma untuk pergi ke toilet dan tanpa disadarinya telah meninggalkan Bisma beserta Yuri berduaan.
__ADS_1
Saat Yuri dan Bisma duduk berdua di meja tak ada obrolan sedikitpun yang terjadi di antara mereka berdua, akan tetapi walaupun Yuri mengacuhkan Bisma dan terus saja fokus dengan HP nya, Bisma masih saja menatap lekat Yuri yang berjarak duduk tak jauh darinya, hingga akhirnya karena merasa di acuhkan Bisma pun mulai membuka obrolan untuk memecahkan kesunyian di antara mereka berdua.
"Hey kau, habis ini mau kemana lagi?" Tanya Bisma dengan nada ketusnya.
Yuri melihat ke arah Bisma sekilas kemudian kembali fokus pada HP nya "Aku mau ke suatu tempat".
"Suatu tempat? Tempat apa?!" Ucap Bisma penasaran.
"Bukan urusan Bapak!" Tegas Yuri.
Bisma sedikit memicingkan matanya tak mendengar perkataan Yuri barusan "Ya jelas sudah jadi urusanku, kau kan nanti pulang bersamaku!".
"Tapi kan aku tidak minta Bapak untuk pulang bersamaku, justru Bapak sendiri kan yang memaksa menawarkan diri untuk mengajakku pulang bersama?" Jelas Yuri yang kemudian menatap Bisma dengan tatapan serius.
Bisma mendekat ke arah Yuri sambil memasang wajah dinginnya "Kenapa bicara mu itu panjang lebar sekali? Aku kan hanya bertanya tempat apa?!".
Yuri membelalakkan matanya lalu sedikit menunduk karena merasa kesal dengan tingkah yang kekanakan barusan.
"Ah maaf Pak, itu...Aku cuman mau pergi ke tempat rental komik saja" Sambung Yuri.
Mendengar jawaban Yuri yang mendadak sedikit melunak. Bisma pun tersenyum sekilas lalu menyandarkan dirinya di kursi "Baiklah akan aku antar sepulang dari sini".
"Tidak usah Pak, aku tidak mau merepotkan" Sahut Yuri.
"Kalau tidak mau merepotkan, cukup turuti saja apa yang aku katakan dan jangan banyak membantahnya mengerti?!" Ucap Bisma dengan tegas.
Melihat wajah Bisma yang terlihat sangat dingin menatap ke arahnya, Yuri hanya diam saja tanpa membalas perkataan Bisma dan lebih memilih untuk kembali fokus pada HP nya dengan wajah yang sudah memerah karena kesal.
Beberapa saat kemudian Shiren dan juga makanan yang mereka pesan datang secara bersamaan, lalu dengan cepat Yuri segera memakan makanan pesanannya tanpa memikirkan Bisma dan Shiren yang sedari tadi tengah memperhatikannya.
Ada apa dengan anak ini? Kenapa makannya terburu-buru seperti itu? Gumam Bisma sambil melongo melihat Yuri.
Sementara itu Shiren melihat Yuri dengan tatapan penuh kengerian sekaligus merasa takjub saat melihatnya. Wah bocah satu ini ternyata hebat juga bisa makan cepat begitu, apakah selain siswi dia juga adalah atlit?".
__ADS_1
Setelah Yuri selesai dengan makanannya, dia meminta izin pada Bisma dan Shiren untuk pergi ke toilet sambil membawa tas punggung kecilnya kemudian pergi setengah berlari meninggalkan mereka berdua yang masih terpaku menatap dirinya.
Sekitar hampir setengah jam Bisma mulai merasa cemas karena menunggu Yuri yang tak juga kembali sambil sesekali mencoba menghubungi nomornya beberapa kali walaupun tidak juga di angkat oleh Yuri.
Anak satu ini kemana sih? Masa iya dia ke sasar gak tau arah jalan kembali ke sini?! Gumam Bisma sambil terus menghubungi Nomor HP Yuri.
Melihat Bisma yang sudah cemas tak karuan, Shiren mencoba menenangkan Bisma dengan menepuk lembut punggungnya "Bis, duduk dulu di sini deh, tenangkan dulu pikiranmu aku akan pergi mencari Yuri ke toilet".
"Aku ikut!" Sahut Bisma sembari menatap Shiren.
"Buat apa kamu ikut? Aku kan mau mencarinya ke toilet khusus wanita kamu gak bisa ikut!" Tegas Shiren.
"Sudah kamu tunggu saja di sini, kalau ada apa-apa nanti aku akan menghubungi mu" Sambung Shiren masih menenangkan Bisma.
Hah bocah satu ini bikin repot saja, lagian kamu pergi kemana sih?! Gumam Shiren sambil berjalan ke arah toilet.
Melihat Shiren yang begitu pengertian padanya, Bisma langsung menurut dan kembali duduk di kursi sambil sesekali melihat HP nya dan kembali mencoba menghubungi Yuri yang tak kunjung menjawab teleponnya.
Setelah sampai di depan toilet, dengan segera Shiren masuk dan memeriksa setiap ruangan satu persatu tanpa ada yang terlewatkan, bahkan sampai menanyai salah seorang pengunjung mall dan juga petugas kebersihan yang sedang bertugas di sekitaran toilet wanita dengan hasil yang masih nihil.
"Hah...Dia sebenarnya pergi kemana sih? Masa dia di...Ah apa yang aku pikirkan!" Shiren sedikit membelalakkan matanya, kemudian dia bergegas pergi berlari menuju ke lokasi Bisma saat ini.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Aku berdoa untuk kalian semua khususnya buat teman-teman pembaca setia "Pak Dosen I love You" agar terus di berikan kesehatan dan juga di berikan kemudahan dalam menggapai semua yang kalian inginkan aamiin🤲
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku sampai detik ini dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you👋
__ADS_1