
Tak terasa Yuri bersama keluarga Kakak tercintanya dan juga Bisma sampai di tempat tujuan dimana perusahaan Fredi akan mengadakan acaranya. Di sana sudah banyak sekali rekan kerja Fredi yang menyambut dengan hangat, bahkan setibanya di lokasi keluarga Fredi menjadi pusat perhatian karena keberadaan Yuri dan Bisma.
"Wah lihat laki-laki itu tampan ya?".
"Iya...Tapi lihatlah perempuan di sebelahnya itu, apakah dia kekasihnya?".
"Lihat siapa mereka berdua? Apakah mereka keluarganya Pak Fredi?".
Dan masih banyak lagi bisikan-bisikan yang bisa di dengar oleh keluarga Fredi khususnya Yuri.
Hah...Bisakah mereka semua mengabaikan kami saja? Kenapa mereka bisa sampai kepo begitu sih?!!. Gumam Yuri.
Bisma sesekali melihat wajah tak nyaman Yuri yang membuatnya merasa penasaran dengan apa yang Yuri pikirkan saat ini.
Setibanya di tempat yang sedikit teduh, Yuri dan juga Nilam langsung membukakan karpet lipat di atas hamparan rumput hijau yang terpampang di sekitar area tempat wisata sambil menghadap sebuah danau yang sangat indah.
"Wah...Danau nya cantik sekali ya Kak?!" Ujar Yuri dengan mata yang berbinar.
"Iya dong, Kakak loh yang rekomendasiin ini untuk di jadikan tempat liburan ke perusahaan" Seru Fredi dengan bangga.
"Benarkah? Kenapa bisa kepikiran tempat ini?" Tanya Yuri penasaran.
Senyum malu terpancar dari wajah Fredi dan juga Nilam sehingga membuat Yuri dan Bisma cukup kebingungan melihat ekspresi mereka berdua.
"Ada apa dengan kalian?" Ceplos Yuri.
"Ah kami tidak apa-apa kok" Jawab Nilam yang langsung mengalihkan pandangannya ke kotak bekal yang mereka bawa dari rumah.
Melihat ekspresi kedua Kakak Yuri, beberapa saat kemudian Bisma baru mengerti dengan alasan Fredi memilih tempat ini untuk di jadikan acara family gathering perusahaannya. Senyum Bisma mendadak terlihat dari ujung bibirnya, kemudian dia sedikit menundukkan kepalanya agar tidak ada yang melihat wajah sedang senyumnya saat ini.
Namun belum sempat Bisma hendak menundukkan kepalanya, Yuri tanpa sengaja sudah melihat wajah Bisma yang sedang tersenyum dengan wajah yang terlihat sedikit berbeda.
Ada apa dengan dia? Kenapa mendadak dia jadi cengengesan seperti itu?! Gumam Yuri penasaran.
Menyadari kalau dirinya menjadi pusat perhatian Yuri, dengan segera Bisma memalingkan wajahnya ke arah danau dengan wajah yang kembali terlihat dingin tanpa adanya senyuman sedikit pun dari bibir tipisnya.
Di tengah-tengah acara yang sedang berlangsung. Bisma meminta izin untuk berjalan-jalan sebentar sembari menikmati pemandangan indah yang sedang di lihatnya saat ini.
Melihat Yuri yang sedari tadi memperhatikan Bisma mulai berjalan sedikit menjauh dari tempat mereka duduk saat ini, dengan segera Nilam mendekat dan menyenggol tangan Yuri seperti sedang mengerti dengan apa yang Yuri pikirkan.
"Samperin dia sanah kalau kamu pengen tahu kemana dia pergi" Ujar Nilam sambil tertawa seraya menggoda Yuri.
"Ih Kak Nilam ini ngomong apaan sih? Lagian siapa juga yang mau tahu dia akan pergi kemana?" Sahut Yuri sedikit ketus.
Fredi dan Nilam saling menatap dan menggelengkan kepalanya tak kala mendengar penjelasan Yuri yang tidak sinkron dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sangat penasaran selepas kepergian Bisma beberapa saat yang lalu.
"Lihat adik kesayanganmu itu, udah keliatan dari wajahnya sedang penasaran tapi masih saja bisa ngelak" Bisik Nilam pada Fredi.
__ADS_1
"Biasa...Cewek kan suka begitu sok jual mahal!" Bisik Fredi.
"Eh gak semua cewek kaya gitu ya?!" Bisik Nilam.
"Emang aku bilang semua cewek? Engga kan?" Ucap Fredi masih sambil berbisik.
"Eh tapi itu barusan kamu bilang cewek" Nilam mulai emosi.
"Ih sayang...Aku bilang cewek kan gak berati aku bilang semua nya, yang aku maksud cewek itu adikku sayang".
"Ah jangan bohong kamu".
"Ih sayang kita kan lagi ngomongin adikku kok jadi kamu yang sewot?!".
"Ya itu habisnya barusan kamu ngomong nya kaya gitu, apa maksudnya coba?!" Nilam mulai cemberut.
Fredi tersenyum sambil mengerutkan kedua alisnya karena merasa lucu melihat kemarahan istrinya yang tanpa alasan "Udah dong sayang jangan baperan gitu dong, kita kan ke sini buat liburan sayang bukan buat marah marahan".
Nilam melihat Fredi sekilas kemudian mengerucutkan bibirnya "Habis aku sebel sih sama kamu, ngomong kok suka seenaknya gitu".
Fredi menggelengkan kepalanya " Ya sudah-sudah aku minta maaf deh, kamu mau maafin aku kan?!".
"Iya...Aku udah maafin kamu kok" Wajah Nilam mendadak berseri kembali.
Ah memang wanita itu dasarnya suka serba salah!! Gumam Fredi.
"Kalian berdua sedang apa sih? Dari tadi bisik-bisik terus kaya dukun lagi baca mantra" Tanya Yuri.
"Ah bukan apa-apa kok, jangan di pikirkan" Sahut Fredi sambil melambaikan tangannya.
"Tapi..." Mendadak Yuri menghentikan ucapannya.
"Sudah...Sekarang kamu cari Bisma sana, makanan udah di siapin nih kasian dia tadi pagi gak sempet sarapan di rumah" Tegas Nilam.
"Duh Kak...Kenapa harus aku sih?!" Ujar Yuri.
"Ya kan kamu temannya, masa iya harus Kakak yang cari dia?" Tambah Nilam.
Mendengar perkataan Nilam yang memang ada benarnya, dengan perasaan sedikit malas Yuri beranjak dari duduknya kemudian langsung pergi untuk mencari keberadaan Bisma.
.
.
Sementara itu saat Bisma sedang berjalan santai sembari menikmati keindahan pemandangan di tepi danau, tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara seseorang yang terus saja memanggilnya dengan sebutan "Hey" yang tak lama kemudian terdengar semakin mendekat ke arahnya.
Karena merasa penasaran, dengan perlahan Bisma membalikan badannya ke arah panggilan suara yang terdengar sangat dekat dengannya.
__ADS_1
"Halo Mas" Sapa seseorang yang nampak tak asing bagi Bisma.
Bisma menatap wajah wanita di hadapannya sambil mengerutkan alisnya, lalu tak kemudian Bisma nampak membelalakkan matanya tak kala dirinya mulai mengingat sosok wanita yang sedang berdiri di hadapannya saat ini.
"Kamu?!!" Sahut Bisma.
"Iya ini aku, Mas masih ingat sama saya kan?" Seru wanita di hadapannya.
Bisma menganggukkan kepalanya "Tentu saja aku ingat, tapi kenapa kamu bisa ada di sini?".
"Hehe...Harusnya aku yang tanya kamu, kenapa kamu bisa berada di acara perusahaan ayahku? Apa kamu juga karyawan di sini?" Ucap wanita itu penasaran.
"Apa?? Perusahaan Ayahmu?!!" Kata Bisma terkejut.
"Iya...Kenapa emangnya?" Balas sang wanita.
Bisma sedikit terkejut dengan penjelasan wanita yang ada di hadapannya ini, lalu beberapa saat kemudian dia tersadar dan langsung menatap dingin wajah wanita di hadapannya.
"Tidak kenapa-napa, aku hanya sedikit terkejut saja" Ucap Bisma.
"Mas kamu belum jawab pertanyaan ku loh" Tegas Wanita itu.
"Pertanyaan??" Sambung Bisma.
"Iya...Tentang kenapa kamu bisa ada di sini?!" Lanjutnya.
"Oh iya maaf, aku kesini bersama..." Mendadak Bisma menghentikan ucapannya dan melihat ke arah belakang sang wanita karena melihat Yuri yang baru saja datang lalu memperhatikannya.
"Bersama siapa?".
Bisma tersenyum dan melihat ke arah wanita yang tengah berdiri di hadapannya.
"Bersama Calon Istriku!!"
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Mohon maaf kemarin tidak bisa update di karenakan kondisi kesehatan yang sedikit menurun😣😣, minta doanya ya buat teman-teman pembaca semua agar aku selalu di berikan kesehatan sehingga bisa terus melanjutkan novelku ini dengan lebih baik☺.
Aku juga berdoa untuk kalian semua khususnya buat teman-teman pembaca setia "Pak Dosen I love You" agar terus di berikan kesehatan dan juga di berikan kemudahan dalam menggapai semua yang kalian inginkan aamiin🤲
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku sampai detik ini dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.
__ADS_1