Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 87


__ADS_3

Keesokan harinya karena kebetulan hari itu adalah hari minggu, Yuri berinisiatif untuk ikut pergi bersama Nilam dan Kinan ke supermarket untuk membeli kebutuhan mingguan rumahnya.


Di dalam perjalanan wajah Yuri nampak sekali murung dan selalu banyak diam dari pada biasanya, sesaat ketika Nilam sesekali tengah memperhatikan Yuri, dia selalu saja melihat Hp nya sembari mengetik sesuatu yang entah apa dan juga untuk siapa.


Tak terasa akhirnya mereka sampailah ke salah satu supermarket besar langganan Nilam, saat sampai di sana seperti biasa Yuri berjalan di belakang Nilam sambil menggandeng tangan Kinan dengan sesekali di selangi candaan yang membuat Nilam sedikit lega ketika melihat Yuri bisa kembali tersenyum dan bersemangat dalam menjalani kegiatan hari ini.


Saat tiba di dalam supermarket Nilam dan juga Yuri berpisah di pertengahan rak tempat penyimpanan buah-buahan untuk mencari kebutuhan lainnya yang ada di di dalam list agar bisa mempersingkat waktu mereka dengan belanjaan yang lumayan banyak.


Ketika Yuri tengah sibuk memilih bumbu-bumbu dapur dan juga sayuran yang akan di beli untuk kebutuhan rumah, tanpa sepengetahuan nya tiba-tiba Kinan pergi begitu saja entah kemana tanpa bilang terlebih dahulu pada Yuri, dan Yuri juga baru menyadari Kinan tidak ada ketika dia sudah selesai dengan urusan belanja nya.


"Loh kemana Kinan?" Ucap Yuri dengan wajah khawatir sambil bergegas berjalan cepat mencarinya.


Hampir setengah jam Yuri berkeliling, akhirnya dia melihat sosok Kinan dari kejauhan sedang bersama seseorang perempuan yang di kenalnya lalu dengan cepat dia langsung menghampirinya dengan setengah berlari.


"Kinan!!" Teriak Yuri dari jarak yang tidak jauh dengan Kinan.


"Tante?!" Teriak Kinan sambil langsung memeluk Yuri dengan erat.


"Duh sayang kamu kemana aja sih? Dari tadi tante nyariin kamu loh!" Ujar Yuri sambil mengusap kepala Kinan.


Kinan melihat ke arah Yuri "Tante yang kemana aja, tadi Kinan jelan sebentar buat ngambil susu kesukaan Kinan tapi pas Kinan kembali ke tempat tante tadi berada, tante nya udah gak ada".


"Ya alloh sayang...Maafin tante yah, tante gak tau kamu tadi kembali ke sana, karena saking gugup tante tadi langsung pergi berkeliling nyariin kamu" Ucap Yuri sambil mengusap pipi Kinan dengan lembut.


"Kejadian ini...Mirip sekali dengan kejadian kamu kemarin ya Kinan?!" Sahut seseorang yang tadi terlihat bersama Kinan.


Mendengar perkataan barusan Yuri langsung mendongak melihat ke arahnya kemudian beralih melihatnya.


"Apa maksudmu Shiren?" Balas Yuri.


"Aku tak punya maksud apa-apa, hanya saja saat kau pergi begitu saja kemarin Kekhawatiran Mu saat ini sama persis dengan yang aku lihat dari Bisma" Ungkap Shiren.


"Aku..." Yuri menghentikan perkataannya tak kala matanya melihat sosok Bisma berjalan dari arah belakang Shiren.


"Shiren apa belanjaan mu sudah selesai?!" Seru Bisma yang kemudian langsung terdiam beberapa detik kemudian saat matanya melihat Yuri dan juga Kinan.


Saat mata Bisma dan juga Yuri saling bertatapan, kembali Yuri merasakan debaran yang sangat luar biasa dia rasakan di dadanya. Namun entah apa yang di rasakan oleh Bisma saat ini hanya saja tatapannya terlihat sangat dingin seolah kehangatan yang di rasakan oleh Yuri belakangan ini menghilang begitu saja dalam sekejap.


"Om tampan?!" Teriak Kinan yang langsung memecahkan kesunyian diantara ketiga orang dewasa yang tengah berada di hadapannya saat ini.


Bisma sedikit terperanjat kemudian beralih menatap Kinan kemudian memeluknya dengan hangat "Halo Putri Kecilnya Om".


"Om tampan kemana aja kok gak main-main lagi ke rumah Kinan sih?!" Ungkap Kinan sambil terus memeluk Bisma.


"Maafin Om ya Putri Kecil, kemarin-kemarin Om lagi sibuk jadi belum sempat main ke rumah" Jelas Bisma sambil mengusap lembut kepala Kinan.


"Kalau begitu karena hari ini Om ketemu sama Kinan, bagaimana kalau sekarang saja Om ke rumah?!" Ajak Kinan dengan sedikit memelas.


"Kinan jangan kaya gitu dong" Sahut Yuri.


"Kenapa tante? Kinan kan cuman pengen main aja sama Om tampan ini" Lanjut Kinan.


"Tapi kan..." Yuri menghentikan perkataanya.


Bisma tidak menjawab ajakan Kinan dan hanya tersenyum satir sambil sesekali menatap Yuri yang sedang berdiri kaku di sampingnya.


"Kinan...Maafin Om ya, hari ini om juga gak bisa main ke rumah kamu" Sambung Bisma menyela obrolan kecil yang terjadi antara Yuri dan Kinan.


"Kenapa Om?!" Jawab Kinan sambil menatap ke arah Bisma.


"Hari ini Om masih sibuk sayang" Balas Bisma singkat.


"Hah...Kenapa Om sibuk terus sih?" Tanya Kinan dengan raut wajah kecewa.


Bisma kembali tersenyum dan terduduk di hadapan Kinan "Maafin Om ya sayang, lain waktu Om pasti bakalan main ke rumah kamu".

__ADS_1


"Om gak bohong kan?" Bisik Kinan.


"Iya Om gak bakalan bohong sama kamu" Tegas Bisma sambil menunjukan jari kelingkingnya.


Tak lama setelah Bisma menunjukan jari kelingkingnya, Kinan pun perlahan menatap ke arahnya lalu menyematkan jari kelingkingnya pada kelingking Bisma "Kinan pegang janji Om ya?!".


"Iya Putri Kecil ku!" Balas Bisma sambil menganggukkan kepalanya.


Di rasa semuanya telah selesai Bisma pun kembali melihat Shiren dengan mengabaikan keberadaan Yuri, kemudian tak lama dia mengajaknya untuk pergi dari sana "Kau sudah selesai kan? Ayo kita pergi sekarang".


Shiren menatap ke arah Yuri sekilas lalu menganggukkan kepalanya sambil mengikuti Bisma yang sudah berjalan terlebih dahulu dari belakang.


Melihat Bisma dan Shiren pergi, Yuri hanya bisa menatapnya dari kejauhan tanpa bereaksi apapun dengan raut wajah kesedihan yang perlahan mulai terlihat dari wajahnya.


Di saat perjalanan pulang ke rumah Kakaknya, di dalam mobil Yuri beberapa kali terlihat menyeka air matanya tanpa sepengetahuan Nilam yang sedari tadi fokus menatap ke depan sambil menyetir mobilnya. Dalam benaknya saat ini Yuri tak sampai pikir dengan perkataan nya kemarin yang sudah sangat menyakiti Bisma hingga membuat dia hari ini di abaikan bahkan mungkin tidak di anggap ada oleh Bisma.


Begitupun dengan Bisma yang saat ini sedang terdiam membisu di dalam mobilnya yang tengah di kendarai oleh Shiren sambil sesekali menatap ke arah luar jendela.


"Bis...Kamu baik-baik saja?!" Tanya Shiren yang khawatir melihat Bisma.


"Entahlah..." Balas Bisma singkat.


"Bis...Kamu suka sama dia?!" Ucap Shiren yang langsung membuat Bisma berbalik menatapnya.


"Apa maksudmu?" Sambung Bisma.


"Kamu tak perlu menyembunyikan apapun lagi dariku, aku sudah tau semuanya kok termasuk perasaanmu pada murid mu itu!" Jelas Shiren.


Mendengar perkataan Shiren yang panjang lebar barusan Bisma tak lekas langsung menjawabnya, dia lebih memilih memalingkan pandangannya ke arah lain dengan sesekali memijat kepalanya.


"Bis...Aku tahu kamu dari kita masih kecil, apapun yang kamu rasakan dan kamu sembunyikan aku pasti akan tahu, maka dari itu katakanlah padanya dengan sungguh-sungguh sebelum dia berpaling darimu" Sambung Shiren sambil menatap ke arah Bisma.


"Tapi dia sama sekali tidak memiliki perasaan apapun padaku" Keluh Bisma.


"Kata siapa?" Lanjut Shiren.


"Memang kau sudah memastikan tentang perasaan Yuri padamu?!" Sambung Shiren.


"Bagaimana aku bisa memastikannya sementara dia saja seolah menolak keberadaan ku saat ini" Sahut Bisma serius.


"Hehe kau ini polos atau bagaimana sih? Yuri itu jelas-jelas juga menyukaimu Bisma!" Tegas Shiren sambil sedikit tertawa.


"Apa kau bilang?" Bisma membelalakkan matanya.


Shiren melihat sambil tersenyum ke arah Bisma tanpa menjawab pertanyaannya terlebih dahulu dan kembali fokus mengendarai mobil Bisma dengan kecepatan sedang.


Hah benar-benar anak ini polos sekali, dari kecil sampai sekarang tak ada yang berubah padanya, Gumam Shiren.


Malam harinya setelah selesai makan malam, Yuri dengan cepat kembali ke kamarnya lalu merebahkan dirinya di atas tempat tidur dengan wajah yang terlihat lelah. Ketika Yuri akan mencoba menutup matanya tiba-tiba HP nya berbunyi hingga Yuri terperanjat dan dengan cepat dia langsung mengangkat teleponnya tanpa melihat dari siapa penelepon tersebut.


"Halo?" Jawab Yuri.


"Apa kau sedang ada di rumah?"


Mendengar suara perempuan yang terdengar dari telepon, Yuri sekilas melihat nomornya yang ternyata itu adalah nomor baru yang tidak di kenalnya.


"Maaf ini dengan siapa ya?" Lanjut Yuri.


"Kalau kau ingin tahu siapa aku, keluarlah sekarang juga karena aku sudah berada di depan rumah kakak mu" Sahut seseorang dari sebrang telepon yang kemudian menutup teleponnya secara sepihak.


Yuri sedikit terlihat kesal dan juga penasaran ingin mengetahui siapa yang menelponnya barusan lalu dengan segera dia berlari ke arah luar rumahnya.


Setelah sampai di luar halaman rumah Kakak nya, dari kejauhan Yuri melihat sosok perempuan yang tidak begitu jelas wajahnya sambil menyandarkan dirinya di mobil berwarna merah yang terlihat lumayan mewah. Namun begitu Yuri terus saja berjalan dan melihat wajah perempuan itu dengan cukup jelas, tiba-tiba Yuri menghentikan langkahnya lalu mengerutkan alisnya.


Shiren?!! Gumam Yuri.

__ADS_1


Tak lama setelah mereka saling bertatapan dan mendapatkan sambutan kecil dari Yuri, Shiren pun akhirnya di persilahkan masuk ke dalam rumah yang kebetulan sekali kedua Kakaknya sedang tidak berada di rumah, hingga akhirnya pembicaraan yang serius pun mulai Shiren lontarkan dari mulutnya.


"Yuri aku tidak ingin basa basi padamu, aku sengaja datang kesini karena ingin membicarakan sesuatu terkait dengan Bisma" Ucap Shiren dengan nada serius.


"Tunggu...Memangnya ada apa dengan Pak Bisma?!" Sahut Yuri yang sedikit terkejut dengan perkataan Shiren.


"Tidak ada apa-apa dengan dia, hanya saja bisakah kau tidak terlalu menyiksa Bisma dengan perasaan semu mu itu?" Tanya Shiren sambil menatap Yuri dengan tatapan serius.


"Menyiksa Pak Bisma dan perasaan semu apa maksudmu?" Yuri seperti kebingungan dengan perkataan Shiren.


"Kau suka kan sama Bisma?" Ceplos Shiren yang sontak membuat Yuri membelalakkan matanya.


Yuri tidak langsung menjawab perkataan Shiren dan hanya lebih memilih untuk diam sambil menundukkan kepalanya.


"Kenapa kau diam saja? Apa perkataan ku barusan itu salah?!" Ujar Shiren sedikit menekan Yuri.


"Apa urusanmu menanyakan ini padaku?" Sahut Yuri sedikit bergetar.


"Apa urusanku? Kau benar-benar ingin tahu apa urusanku?!" Tanya Shiren ketus.


Yuri kembali mengangkat kepalanya dan beralih menatap Shiren dengan dalam seraya menunggu kelanjutan dari perkataan Shiren.


"Karena aku juga menyukai Bisma!!" Tegas Shiren singkat.


Yuri membelalakkan matanya menatap Shiren dengan perasaan yang sudah tak karuan "Apa?!".


"Tidak usah kaget seperti itu, wajar saja aku menyukainya karena memang dari dulu kami ini sudah sangat dekat, bahkan sebelum dia mengenal dan juga...Menyukaimu!" Lanjut Shiren.


"Apa? Menyukaiku?!" Seru Yuri.


"Ya dia menyukaimu, mungkin sangat menyukaimu!" Jelas Shiren.


"Tapi bagaimana bisa dia menyukaiku? Bukankah kalian ini punya hubungan?" Tanya Yuri penasaran.


"Kami tidak punya hubungan apa-apa, walaupun sejujurnya aku ingin sekali memiliki hubungan yang lebih dari sebatas sahabat dengan Bisma" Tegas Shiren dengan nada bicara sedikit bergetar.


Yuri menatap ke arah Shiren dan kembali mengajukan pertanyaan padanya "Kalau kamu menyukainya, kenapa kau harus repot-repot datang kesini untuk mengetahui perasaanku pada Bisma?".


"Karena aku ingin melihat Bisma bahagia dengan perempuan yang benar-benar dia cintai" Tegas Shiren.


Sesaat Yuri terdiam sejenak dan tak bisa menjawab perkataan Shiren yang begitu mendadak padanya, di tambah lagi Yuri seakan belum yakin dengan perasaannya sendiri pada Bisma. Namun tidak dapat di pungkiri ada perasaan senang yang dia rasakan saat ini tak kala mendengar dan mengetahui bahwa Bisma menyukainya.


"Aku tidak meminta jawabanmu sekarang, jika memang kau benar-benar menyukai Bisma datanglah ke rumahnya besok sebelum dia pergi lebih jauh darimu!" Lanjut Shiren sambil bersiap untuk pergi dari rumah Yuri.


Mendengar kata "Pergi lebih jauh" Yuri yang melihat Shiren hendak berdiri akan pergi dari kediaman Kakaknya langsung mencegatnya dengan wajah yang terlihat gelisah sekaligus kaget "Tunggu dulu..Apa maksudmu dengan pergi jauh?".


Shiren tersenyum sinis menatap Yuri " Iya dia akan pergi ke tempat yang sangat jauh, bahkan mungkin dia tidak akan kembali lagi ke Indonesia".


"Kau tidak serius kan dengan ucapan mu barusan?" Ucap Yuri sedikit menegang.


Shiren menghela nafas panjang dan kembali menatap Yuri "Kalau kau tidak percaya besok pagi-pagi sekali datang saja ke rumahnya, dan jangan lupa katakan sejujurnya tentang perasaanmu padanya atau....".


"Atau apa?" Sambung Yuri.


Shiren mendekat ke arah Yuri lalu berbisik ke telinganya "Atau aku akan mengambil Bisma, dan akan ku pastikan kau tidak akan pernah mendapatkan kesempatan kedua untuk mendekatinya".


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.


Aku berdoa untuk kalian semua khususnya buat teman-teman pembaca setia "Pak Dosen I love You" agar terus di berikan kesehatan dan juga di berikan kemudahan dalam menggapai semua yang kalian inginkan aamiin🤲

__ADS_1


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku sampai detik ini dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you👋


__ADS_2