
Saat Yuri berjalan keluar kampus bersama Intan dan Hani , pikirannya masih saja terfokus dengan apa yang sudah Bisma lakukan padanya , perasaan kesal ingin memarahi Bisma seakan sudah berkecamuk di dalam dirinya seakan ingin segera di lampiaskan pada Bisma.
Dia...Dia sudah dua kali melakukan itu padaku , berani sekali dosen gil* itu , memangnya siapa dia ?!. Gerutu Yuri dalam hatinya.
Intan dan Hani yang sedari tadi menatap ekspresi kekesalan dari wajah Yuri hanya saling pandang dan berbisik pelan.
"Han lo ga ngerasa ada yang aneh sama bocah satu ini ?" Bisik Intan pelan.
"Iya Tan aku juga aneh liat Yuri hari ini , tadi waktu di perpus dia bengong , waktu di kantin sikapnya juga berubah-ubah gitu , sekarang dia kaya keliatan kesal" Pikir Hani.
"Apa jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi sama Yuri dan Pak Bisma ya ?!" Ujar Intan.
"Eh jangan suudzon mulu napa sih" Tegas Hani.
"Bukannya gitu , lo nyadar gak dia seperti itu semenjak bertemu dengan Pak Bisma di perpus , ya kali aja mereka...." Intan mendadak menghentikan obrolannya ketika Hani menyenggol tangannya Intan.
"Duh ada apa sih Han , gw kan belum beres ngomong" gerutu Intan kesal.
"Diam dulu deh , liat tuh Yuri kok tiba-tiba diem lagi" Sahut Hani yang melihat Yuri menghentikan langkahnya.
Karena Hani dan Intan penasaran , mereka berdua kemudian menghampiri Yuri yang hanya beberapa langkah dari jarak mereka. Saat mereka berdua menghampiri Yuri yang terlihat fokus menatap ke arah seorang perempuan cantik yang tengah berdiri sambil menyenderkan dirinya di sebuah mobil yang terlihat mewah dan tersenyum sembari melambaikan tangan ke arah Yuri, seketika rasa takjub singgah di pikiran Hani dan Intan.
"Buset dah , si Yuri punya kenalan cewek tajir dimana ya ? lihat deh setelannya keliatan berkelas banget kan ?!" Seru Intan terpana melihat perempuan yang ada di hadapannya.
Hani tak kalah takjub membenarkan apa yang di katakan Intan "Iya Tan , aku juga jadi penasaran banget loh sama perempuan ini".
Yuri masih terdiam tanpa mengeluarkan ekspresi apapun ,akan tetapi karena merasa tidak enak akhirnya dia mencoba ramah dan memaksakan dirinya untuk mengeluarkan senyuman dari bibirnya.
Aduh ada apa lagi denganku hari ini , kenapa tiba-tiba orang ini ada di depan kampus coba ?!. Gumam Yuri.
"Halo apa kabar Yuri ?!" Sapa perempuan yang menghampiri Yuri dengan ramah , dan mengembangkan senyum ke arah Hani dan Intan.
"Ha...Halo kak Helena, kabarku baik-baik saja , gimana kabar kakak ?" Tanya Yuri.
"Helena ?" Ucap Hani dan Intan bersamaan , lalu dengan reflek tangan mereka menutup mulutnya masing-masing.
Helena kembali tersenyum "Syukurlah , aku juga baik-baik saja , oh iya mereka berdua temanmu ?".
Yuri melihat ke arah Hani dan Intan "Oh iya kak maaf aku belum memperkenalkan mereka , ini kenalkan namanya dia Hani dan yang ini namanya Intan".
"Halo...Namaku Helena , kalian bisa panggil aku Helen aja oke ?!" Ucap Helena dengan ramah.
"Iya...Halo Helena , eh bukan maksud saya kak Helena" Jawab Intan kikuk.
Helena tertawa pelan "Tidak apa-apa jangan jadi canggung gitu dong".
__ADS_1
"Maafkan kami kak , kami hanya merasa gugup karena baru pertama kali ini bertemu dengan kakak" Sambung Hani ramah.
"Iya kak aki juga minta maaf" Tambah Intan.
"Hahaha...Iya gapapa , btw kalian lucu ya bikin aku jadi gemas saja" Helena tertawa melihat tingkah laku mereka.
Hani dan Intan saling memandang dengan pipi masing-masing yang mulai memerah karena mendapatkan pujian dari Helena , melihat mereka berdua tersipu malu Yuri hanya bisa menggelengkan kepala pelan lalu memegang keningnya.
Ah...Aku malu sekali , ada apa dengan mereka ini, apa mereka tersipu malu Karena dapat pujian dari kak Helena ?!. Gumam Yuri tak nyaman.
"Ah iya kak , ada apa kakak datang kemari ?!" Tanya Yuri penasaran.
"Tidak ada apa-apa , aku hanya lagi gabut aja , btw hari ini kamu sibuk gak ?!" Helena balik bertanya.
"Tidak kak , kenapa emang ?" Balas Yuri.
Helena kembali tersenyum "Baguslah , kamu ikut aku ya ?".
"Kita mau kemana kak ?" Yuri mengerutkan alisnya.
"Ayo kita ke mall" Seru Helena sembari langsung menarik tangan Yuri dan membawanya untuk segera masuk ke dalam mobil.
Hani dan Yuri hanya melongo tanpa bisa berkata apapun ketika melihat Yuri langsung di bawa oleh Helena masuk ke dalam mobilnya layaknya anak kecil yang di paksa oleh ibunya untuk segera pulang.
"Kak , tunggu dulu teman-temanku gimana ?!" Yuri sedikit berontak lalu melihat ke arah Hani dan Intan.
"Ah aku minta maaf ya udah gak sopan sama kalian berdua , untuk hari ini gapapa kan kalo Yuri pulang denganku ?" Sambung Helena.
Intan dan Hani hanya mengangguk tanda menyetujui keinginan perempuan yang ada di hadapannya ini , tak lama kemudian Helena kembali masuk ke dalam mobil dan langsung tancap gas untuk segera pergi dari sana.
"Tan , kok aku merasa gak asing ya sama kak Helena ?" Ucap Intan dengan wajah bingungnya.
Hani mengangguk dan memikirkan hal sama seperti Intan "Iya , aku juga merasa gak asing sama dia , kaya pernah lihat dimana gitu".
.
.
Sementara itu Yuri dan Helena akhirnya tiba di suatu Salon yang lumayan megah dengan pengunjung yang sudah di pastikan bukanlah orang-orang biasa.
Saat Yuri menginjakan kakinya ke dalam Salon untuk mengikuti Helena , matanya kembali di buat takjub dengan fasilitas luar biasa yang belum pernah dia lihat di Salon manapun termasuk salon langganannya.
Helena kembali di sambut dengan ramah layaknya Ratu dan langsung di persilahkan untuk duduk di ruangan VIP.
Yuri yang melihat perlakuan istimewa tersebut terlihat takjub dan membuatnya semakin segan ketika sedang bersama dengan Helena.
__ADS_1
Helena yang melihat Yuri tengah memperhatikannya kembali tersenyum dan menepuk pundaknya pelan "Tidak usah khawatir , pelayanan seperti ini sudah biasa di lakukan oleh staf pegawai di salon ini jadi kamu gak usah bengong begitu ya".
"Iya kak" Jawab Yuri singkat.
"Yasudah...Sekarang kamu mau pilih perawatan apa ?" Helena memberikan sebuah list perawatan rambut.
"Tidak usah kak , rambutku baik-baik saja kok" Yuri menggelengkan kepalanya karena merasa tidak enak.
Helena menatap ke arah Yuri dengan tatapan dingin "Kamu mau menolak tawaranku ?"
"Itu... Bukan maksudku menolak kak hanya saja..." Yuri langsung menghentikan ucapannya karena terpotong oleh ucapan Helena.
"Kalau begitu , cepat kamu pilih mau perawatan apa ?" Sambung Helena.
Yuri mengerutkan alisnya sembari melihat list perawatan rambut yang ada di salon itu sembari sesekali melihat ke arah Helena.
Sikap perempuan ini mengingatkanku pada seseorang , tapi siapa ya ?!. Gumamnya dalam hati.
Saat perawatan tengah berlangsung , obrolan-obrolan kecil serta di iringi tawa selalu terlontar dari dari kedua gadis ini. Perlahan namun pasti Yuri yang tadinya terlihat segan menjadi sedikit membuka dirinya karena kepribadian Helena yang humble dan sedikit heboh, sehingga tanpa di sadari Yuri bisa menjadi sedikit nyaman ketika bersama Helena.
Tak terasa waktu cepat berlalu , jam pun sudah menunjukan pukul delapan malam , setelah melewati hari yang panjang dari mulai perawatan kecantikan , jalan ke Mall , hingga makan malam , Yuri akhirnya diantarkan pulang oleh Helena sampai ke rumahnya.
"Hari ini seru sekali ya ?!" Ujar Helena.
"Iya kak , terimakasih ya atas traktirannya" Sambung Yuri.
"Iya sama-sama , lain kali kita jadwalkan lagi buat perawatan kecantikan ya ?!" Ucap Helena semangat.
Yuri hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Helena tanda mengerti , lalu Helena pamit untuk pulang .
Sesampainya di rumah Yuri langsung merebahkan dirinya di tempat tidur , merasa hari ini banyak sekali hal yang sudah terjadi padanya seakan membuat enggan Yuri untuk beraktifitas bahkan hanya untuk mencuci muka.
Saat Yuri mencoba untuk menutup matanya tiba-tiba Yuri merasa gelisah , badannya yang sedari tadi terasa berat karena lelah mendadak menjadi terasa ringan , membuat Yuri bangkit dari posisi tidurannya.
Yuri pun beranjak dari tempat tidur kemudian berjalan keluar kamar menuju kamar mandi untuk mencuci wajah dan menggosok gigi . Namun pada saat Yuri melihat ke cermin sambil menggosok gigi , mendadak Yuri teringat sesuatu yang membuat jantungnya berdegup kencang.
"Anggaplah ini adalah hukuman dariku karena kau sudah melanggar aturan yang sudah kita sepakati" Bisik Bisma pelan ke telinga Yuri.
"Ah dasar dosen gil* , kenapa kau senang sekali mempermainkan aku ?!" Teriak Yuri kesal.
.
.
.
__ADS_1
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.