
Tak terasa jam perkuliahan telah selesai , Yuri , Hani, Intan berjalan bersama menuju gerbang kampus dan mulai berpisah di jalan arah pulang.
"Yuri yakin lo gak mau ikut ?" Tanya Intan.
"Iya kali ini gw ga ikut dulu" Jawab Yuri.
"Ah gak asik , padahal di sana Sena sama Seli udah nunggu loh" Tambah Hani.
"Maaf banget yah girls , salam aja ya buat yang lainnya" Ucap Yuri.
"Yasudah kalo gitu , kita duluan yah gapapa kan ?" Kata Intan.
"Iya gapapa , kalian berdua hati-hati di jalan ya" Yuri tersenyum sambil melambaikan tangan dan di balas kembali lambaian tangan oleh Intan dan Hani.
Yuri pun mulai mengecek ponselnya untuk memesan Gojek , namun mendadak ponselnya mati karena Yuri lupa tidak mencharge ponselnya saat akan berangkat ke kampus.
Yuri menggelengkan kepalanya dan meratapi kebodohannya sambil berjalan dengan sedikit lesu karena harus berjalan kaki sendiri sampai mendapatkan kendaraan umum di Jalan Raya.
Tak lama saat Yuri mulai sedikit menjauhi kampus dari arah belakang Yuri mendengar suara motor yang mulai mendekat dan kemudian menyalakan klaksonnya.
Yuri langsung menoleh ke belakang dan melihat motor Ninja warna putih yang sudah terparkir di pinggir jalan dengan sosok lelaki yang langsung membuka helm nya dan mulai menghampirinya.
"Pak Bisma ?!" Gumam Yuri.
"Kamu mau pulang ?" Bisma langsung bertanya sambil menatap Yuri.
"Iya pak , saya mau pulang" Jawab Yuri.
"Kenapa jalan kaki ? motor kamu kemana ?" Lanjut Bisma bertanya.
"Motor saya lagi di bengkel pak" Yuri menjawab singkat.
"Yasudah kalau begitu saya antar kamu pulang" Ajak Bisma.
"Ti.. tidak usah pak , saya bisa naik kendaraan umum kok" Yuri melambaikan kedua tangannya.
"Jangan menolak , kamu gak liat sebentar lagi mau hujan , kalau kamu jalan nanti bisa kehujanan apalagi jarak ke Jalan Raya itu lumayan jauh" Jelas Bisma.
"Tapi pak , rumah saya jauh nanti malah bapak yang kehujanan" Kata Yuri.
"Tidak apa-apa , saya bawa jas hujan kok" Ucap Bisma.
Lama Yuri berpikir hingga membuat Bisma kesal menunggu jawaban darinya , Bisma pun langsung memegang tangan Yuri dan sedikit menyeretnya untuk segera naik ke motornya.
Yuri kaget karena Bisma memegang tangannya , dan tanpa berucap sepatah katapun Bisma langsung memakaikan helm untuk Yuri dengan perlahan kemudian dengan segera menyuruh Yuri untuk menaiki motornya.
"Sudah enak duduknya ?" Tanya Bisma melihat sedikit ke belakang untuk melihat Yuri.
"Iya sudah pak" Jawab Yuri singkat.
"Jangan lupa pegangan biar gak jatuh" Jelas Bisma sambil mengambil tangan Yuri dan menyimpannya di pinggang Bisma.
__ADS_1
Wajah Yuri seketika memerah melihat Bisma kembali memegang tangannya dan menyimpannya di pinggang Bisma .
Perlahan Bisma pun menghidupkan motornya dan menjalankan motornya dengan kecepatan sedang agar Yuri bisa nyaman duduk di belakang.
Di perjalanan tak satupun dari mereka mengeluarkan suaranya , Sesekali Bisma melihat Yuri dari kaca spion motornya dengan sesekali senyuman kecil muncul dari sudut bibir tipisnya.
Namun tak lama kemudian hujan pun turun dengan cukup deras dan mulai membasahi tubuh mereka berdua. Bisma pun segera menepikan motornya di pinggir jalan untuk berteduh sejenak sambil menunggu hujan reda.
Melihat baju Yuri basah , Bisma berinisiatif untuk memberikan jaket yang di pakainya untuk Yuri agar dia tidak kedinginan , Yuri yang melihat Bisma memakaikan jaket untuknya langsung melihat ke arah Bisma kemudian sedikit menjauhkan dirinya dari Bisma.
"Terimakasih" Ucap Yuri sambil menunduk malu.
Bisma hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan langsung melihat ke arah jalan yang sedang di guyur hujan lumayan lebat.
Tak terasa sudah satu jam Yuri dan Bisma berteduh di pinggir jalan , Bisma langsung melihat ke arah Yuri yang terlihat mulai menggigil kedinginan , karena tak tega Bisma pun berencana untuk membawa Yuri ke rumahnya terlebih dahulu untuk berteduh.
"Kamu kedinginan ?" Bisma mencoba bertanya ke Yuri.
"Iya pak , tangan saya mulai menggigil" Jawab Yuri.
"Yasudah gimana kalau sekarang kita berteduh di rumah saya saja , kebetulan rumah saya sudah dekat kalau dari sini" Ucap Bisma.
"Tapi pak , saya tidak mau merepotkan" Sambung Yuri.
"Kamu akan merepotkan saya kalau tetap berdiri disini , lihat kamu mulai kedinginan kalau kamu pingsan disini gimana ?" Jelas Bisma yang membuat Yuri sedikit kesal dengan ocehannya.
"Hah... Baiklah pak" Jawab Yuri yang langsung berjalan ke arah motor meninggalkan Bisma.
Dasar gadis keras kepala ! Ucap Bisma dalam hati.
Tak lama kemudian sampailah mereka di kediaman Bisma , Yuri yang melihat rumah Bisma hanya melongo tak percaya dengan rumahnya yang begitu mewah dengan konsep rumah minimalis modern.
Bisma yang melihat Yuri melongo langsung menyuruhnya untuk masuk ke rumah dan menyuruhnya untuk segera mengeringkan dirinya di dalam.
Saat Yuri hendak mengeringkan dirinya , tak lupa Bisma memberikan handuk dan juga kaos untuk di pakai sementara oleh Yuri sambil menunggu baju nya kering.
"Ini pakailah dulu bajuku , kamu bisa ganti baju di kamar tamu sebelah sana" Jelas Bisma sambil menunjuk salah satu kamar di sudut ruangan rumahnya.
"Baiklah , terimakasih" Sambung Yuri.
Yuri pun bergegas ke kemar mandi , di susul Bisma yang langsung pergi ke kamarnya sendiri.
Setelah Bisma sudah terlebih dahulu mengganti pakaiannya , Bisma langsung pergi ke dapur untuk membuat sesuatu yang bisa menghangatkan mereka berdua.
Tak lama Yuri pun keluar dari kamar dengan hanya menggunakan kaos ukuran big size dengan panjang yang hanya menutupi sampai lutut saja.
Bisma yang baru saja keluar dari dapur langsung menatap Yuri dari atas ke bawah dengan pipi yang sedikit memerah , Bisma kemudian memalingkan pandangannya dari Yuri dan segera menyuruh Yuri untuk duduk di kursi ruang Tv.
"Ini minumlah , lumayan untuk menghangatkan tubuh" Bisma bicara sambil memberikan segelas coklat panas.
"Terimakasih" Ucap Yuri.
__ADS_1
"Saya sudah menelepon mamah dan papah kamu kalau kamu saat ini sedang berteduh di rumah saya , agar mereka tidak khawatir" Jelas Bisma tanpa melihat ke arah Yuri.
"Syukurlah kalau begitu" Sambung Yuri.
Yuri melihat ke sekitar rumah Bisma , namun tak seorangpun yang dia lihat di rumah besar itu. Yuri pun menyimpan minumannya di meja dan mulai memberanikan diri untuk bertanya kepada Bisma.
"Maaf pak , kalau saya boleh tau bapak disini tinggal sendiri ?" Tanya Yuri
"Aku tinggal sendiri" Jawab Bisma tegas sambil melihat ke arah Yuri.
"Benarkah ? Di rumah sebesar ini ?" Yuri terkejut dan melihat ke arah Bisma.
"Memangnya kenapa kalau saya tinggal sendiri ?" Bisma sedikit menyunggingkan bibirnya.
"Tidak apa-apa sih pak , cuman apa bapak tidak kesepian ?" Tanya Yuri.
Bisma pun menundukkan kepalanya dan beranjak dari duduknya sambil melihat jendela ke arah luar " Dari dulu hidupku selalu sendiri seperti ini , aku sudah terbiasa hidup dengan kesepian".
Yuri mengerutkan alisnya " Maaf pak kalau saya lancang menanyakan itu ke bapak".
"Tidak apa-apa , aku dapat memakluminya" Bisma berbalik dan melihat ke arah Yuri.
Yuri melihat wajah Bisma yang sendu seakan sedih dan terlihat membutuhkan seseorang untuk menemaninya. Yuri mencoba memikirkan sesuatu untuk sedikit mencairkan suasana dan tak sengaja matanya melihat DVD serta ada beberapa Kaset Horor yang tersimpan di dekat Tv, setelah lama berpikir Ide pun muncul dari benaknya dan mulai berjalan mendekati Bisma.
"Pak mau nonton film Horor sama saya gak ?" Ajak Yuri yang langsung membuyarkan lamunan Bisma.
"Yakin kamu bisa nonton film Horor ?" Bisma meledek Yuri.
"Siapa takut" Jawab Yuri yang langsung menghidupkan DVD dan memasukan kaset Horor di dalamnya.
"Sini pak duduk di samping saya" Sambung Yuri sambil menepuk kursi sofa.
Bisma hanya tersenyum dan langsung berjalan untuk duduk di dekat Yuri.
Setengah jam berlalu mereka berdua fokus menonton tiap adegan yang masih terlihat nyaman untuk di lihat , hingga beberapa menit kemudian adegan pun berubah sedikit menegangkan hingga membuat Yuri menutup mata dengan kedua tangannya.
Bisma yang melihat Yuri mulai ketakutan hanya tersenyum dan membuatnya menjadi fokus melihat Yuri dan sesekali memalingkan pandangannya jika Yuri melihat ke arahnya.
Saat Adegan penampakan menyeramkan mulai muncul , Yuri mulai berkeringat dingin jantungnya berdebar hingga akhirnya karena sudah tidak kuat, Yuri terkejut dan akhirnya menutup mata dengan tangannya di barengi dengan teriakan yang membuat Bisma kaget dan langsung melihat ke arah Yuri.
Bisma yang melihatnya sedikit kesal mulai mendekatinya dan mencoba untuk melepaskan kedua tangan Yuri yang sudah menutup kedua matanya.
"Bukalah matamu , penampakannya sudah berakhir" Ucap Bisma dengan sedikit senyum jahilnya.
"Benarkah ?" Jawab Yuri yang perlahan mulai melepaskan kedua tangannya.
"Sekarang buka matamu" Lanjut Bisma.
Perlahan mata Yuri mulai terbuka sedikit demi sedikit , hingga akhirnya dia bisa melihat sosok Bisma dari jarak yang sangat dekat sedang tersenyum ke arahnya.
\=\=\=> Hai teman teman... jangan lupa untuk like , vote ,
__ADS_1
komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.