Pernikahan Sandiwara

Pernikahan Sandiwara
PS 115 : To Carolina


__ADS_3

Nyonya Rima sudah tiba di kediaman Budhe Sarah, dia langsung masuk ke kamar Budhe Sarah untuk berbincang. Sementara Saga memilih untuk duduk di luar, tepatnya di taman samping rumah Carolina sambil memainkan HP.


Ganis berada di kamar Carolina, tengah menemani Carolina.


"Kamu bisa merias kan?" tanya Carolina pada Ganis yang tengah berdiri mematung di dekat gorden jendela Carolina, di sana dia bisa melihat Saga yang tengah duduk di sebuah kursi taman.


Ganis menaikkan kedua alisnya, dia bisa sedikit berdandan, tapi tidak mahir.


"Aku juga ingin tampil cantik di hari yang seharusnya membahagiakan ini" ujar Carolina dengan senyum hambar, ya...harusnya jika normal, jika dilakukan atas dasar kesepakatan bahagia kedua keluarga, maka acara pertemuan dua keluarga atau yang disebut lamaran akan menjadi hari yang sangat membahagiakan. Namun dia menyadari jika hal ini berbeda.


Ganis berjalan mendekat ke arah Carolina yang saat ini duduk di depan cermin rias, berbagai alat make up mahal ada di meja rias.


"Tidak mahir, aku takut dan ragu jika polesan riasan dari tanganku akan membuat wajahmu menjadi aneh" Ganis terkekeh, dia meragukan kemampuannya.


"Ayolah Nis...kamu bisa" Carolina memaksa. "Aku juga ingin tampil cantik meskipun ini serba dadakan" serunya. Ganis kembali mengangkat kedua alisnya.


"Aku coba ya, tapi kumohon jangan salahkan aku jika riasanku tidak profesional" Ganis meminta Carolina tak menyalahkannya jika tidak sesuai ekspektasi.


Carolina tersenyum kembali, dia yakin Ganis bisa melakukannya. Tidak ada persiapan khusus di hari ini, yang terpenting adalah Andrew dan keluarganya mau datang untuk bertanggung jawab terhadap dirinya. Masih di detik ini pun dia tidak yakin jika Mamanya, akan memberikan restunya.


Ganis mulai memoleskan make up di wajah Carolina yang mulus.


"Bagaimana rasanya saat kita dilamar orang dalam keadaan yang "normal"?" tanya Carolina, dalam keadaan normal yang dimaksud adalah dalam keadaan yang sama-sama diinginkan oleh pasangan calon pengantin dan dua keluarga besar.


Ganis terdiam, tangannya dengan cekatan mengoleskan foundation ke wajah Carolina. Tidak ada jawaban yang keluar dari bibirnya.


Carolina membuka mata, lalu melihat ke arah Ganis dengan wajah heran.


"Oh..." akhirnya Carolina menyadari. Lalu dia tertawa kecil.


"Aku sendiri tidak pernah merasakannya" ucap Ganis sejurus kemudian, lalu mereka tertawa berdua. Meskipun kini pernikahannya dengan Saga sangat bahagia dan saling mencintai, tapi memang pernikahan mereka tidak terduga, sehingga tidak ada acara lamaran istimewa atau hal romantis yang terjadi.


"Ternyata, kita sama-sama tidak mendapatkannya" ujar Carolina disambut anggukan kepala Ganis. Mereka lalu kembali tertawa.


"Semoga hidupmu bahagia bersama saudaraku" sambung Carolina.


"Amin" sahut Ganis. "Dan aku juga berharap, kamu dan Andrew serta anak kamu juga akan bahagia nantinya"

__ADS_1


"Terima kasih, Ganis..kamu memang baik, aku sudah salah dari awal tentang kamu, bahkan dulu aku menjadi pendukung Anaya garis keras, tapi....aku tahu aku salah, dan aku salut pada keluarga tante Rima dan Om Candra yang bisa menerima kamu dan mempertahankan kamu, bahwa mereka tidak salah, sama sekali" puji Carolina.


Ganis masih memoles bedak di wajah Carolina, mendengar pujian tersebut Ganis tersenyum, tidak biasanya Carolina berbicara mengalir seperti ini, dan ini sangat menyenangkan.


"Kamu terlalu berlebihan, aku tidak seperti itu, aku hanya sangat beruntung berada di keluarga yang sangat baik padaku" ucapnya.


Percakapan keduanya mengalir hingga proses make up usai, Carolina nampak kagum dengan hasilnya, nampak sangat bagus.


"Keren sih, belajar make up dari mana?"


"Nggak dari mana-mana, suka aja jadi poles-poles wajah sendiri" Ganis membereskan make up yang sudah dipakai ke tempat semula, baginya melihat Carolina senang sudah cukup.


"Beneran loh ini keren" puji Carolina sambil melihat pantulan wajahnya di cermin, dia puas dengan apa yang dilakukan Ganis. Carolina berdiri dan meninggalkan meja rias, dia membuka lemarinya dan mencari baju yang akan dia kenakan, sebuah dress lengan pendek dengan panjang di bawah lutut. Dia sengaja tidak mengenakan pakaian yang resmi semacam kebaya yang biasanya dikenakan oleh pasangan yang akan melakukan proses lamaran.


Carolina masuk ke kamar mandi dan berganti pakaian, sementara Ganis keluar dari kamar Carolina dan menyusul Saga yang masih duduk di bangku samping taman.


"Apakah Carolina sudah siap?" tanya Saga. Ganis mengangguk. Saga menepuk kursi yang kosong di sampingnya, meminta Ganis duduk di sampingnya.


Ganis duduk di samping Saga lalu mengangguk.


"Sudah, tadi langsung ke kamar Budhe Sarah" jawab Saga.


"Oh...sampai sekarang belum keluar juga?" Ganis penasaran.


Saga menggeleng, dia berharap Budhe Sarah tidak melakukan hal-hal yang bisa membuat acara ini berantakan nantinya.


***


Budhe Sarah duduk di sebuah kursi di dalam kamarnya, Nyonya Rima juga duduk di dekat Budhe Sarah. Dua wanita itu berbicang dari hati ke hati tentang buah hati mereka.


Budhe Sarah menatap luar kamar dari balik jendela dengan nanar, ingatannya kembali ke masa kecil Carolina yang menggemaskan. Di mana gadis kecilnya selalu memberikan kebahagiaan untuk hidupnya.


"Mbakyu...aku tahu ini berat, sangat berat, di saat harapan besar tertumpu padanya, tapi ternyata harapan itu tidak seperti apa yang kita harapkan, tapi....ingat Mbak, bagaimanapun juga anak tetaplah anak"


Budhe Sarah masih menatap nanar, tak ada ekspresi di wajahnya.


"Seberapa besar kesalahannya, kita tidak bisa membiarkan dia dalam masalah selalu, kita sebagai orang tua harus membantunya dan membimbingnya"

__ADS_1


"Ini salahku dek, ini salahku...yang tidak bisa mendidik anakku satu-satunya, andai Papanya masih ada, ini mungkin tak akan terjadi, aku terlalu memanjakan dia" Budhe Sarah menyalahkan dirinya.


Nyonya Rima berdiri dan berjalan mendekati Budhe Sarah, dia memegang pundak Budhe Sarah.


"Mbakyu...tidak ada yang salah, semua sudah terjadi, maka yang bisa kita lakukan adalah bagaimana jangan sampai berada di masalah selalu, akan tetapi belajar dari kesalahan tersebut" Nyonya Rima mencoba memberikan pandangannya.


"Iya dek..." Budeh Sarah menghembuskan nafas, membuang beban perasaan yang mengendap. "Terima kasih dek, dan Saga serta istrinya, tanpa kalian aku tidak tahu harus bagaimana"


Nyonya Rima memeluk Budhe Sarah, setidaknya dia lega, dia tahu jika Budhe Sarah bisa menerima keadaan Carolina sekarang. Dia sangat khawatir jika Carolina akan nekat minggat atau bunuh diri dan sebagainya jika sampai Budhe Sarah murka tiada henti.


"Ayo Mbakyu segeralah ganti baju, sebentar lagi tamu datang" Nyonya Rima mengingatkan, Budhe Sarah mengangguk. Setelahnya Nyonya Rima keluar dari kamar Budhe Sarah, dia mengecek segala kesiapan yang dilakukan oleh asisten rumah tangganya yang akan menyambut kedatangan keluarga Andrew sebentar lagi.


Carolina juga masih berada di kamar, dia menenangkan hatinya. Budhe Sarah tengah bersiap, meskipun masih setengah hati, tapi ini yang terbaik untuk menyelamatkan Carolina. Sementara Ganis dan Saga tengah bercanda di taman samping rumah Carolina.


Di mana Ganis menceritakan bagaimana saat dia ditanya oleh Carolina saat acara lamaran. Ganis tergelak, Saga melihat istrinya itu dengan tatapan merasa bersalah karena Ganis tidak mendapatkan apa yang seharusnya menjadi impian banyak wanita, yaitu lamaran yang indah dan sakral.


"Apakah kita perlu reka ulang acara lamaran?" tanya Saga sambil menatap Ganis.


"Apaan sih Mas?" Ganis terkekeh.


"Serius yang" jawab Saga.


Ganis menggeleng, "Bagiku bukan masa lalu, yang penting sekarang aku bahagia dan kamu mencintaiku"


"Apakah hanya aku yang mencintaimu? kamu tidak mencintaiku?" goda Saga.


Ganis mencubit pelan pinggang Saga, lalu mereka tertawa berdua.


 


 


 


Maafkan Author yang seminggu ini nggak sempat up lanjutannya dikarenakan kesibukan yang tidak terelakkan, semoga kalian para readers masih menunggu. Dan lagi laptop Author akhirnya sembuh, jadi bisa Up tanpa harus berada di ruang kerja. ehehehe.....


Masih mengharapkan like dan vote kalian, salam sayang dari Author....^^

__ADS_1


__ADS_2