
“Yaaa…sayang sekali Bos kita dan Nona Ann harus terdiskualifikasi karena cedera, tidak apa-apa tetap semangat Bos!” ujarnya memberikan semangat, tangan kanannya mengepal.
“Aduh” Anaya kembali mengaduh sambil memegangi pergelangan kaki kanannya. Saga masih menemaninya, ingin memastikan jika Anaya baik-baik saja. “Aku tidak bisa berjalan” rintihnya manja. Saga membantunya berdiri, Anaya menggamit lengan Saga manja, sambil sesekali memamerkannya ke Ganis.
Alex melihat Anaya dan Saga dari jauh, tangannya mengepal. Lalu dia menghilang dari kerumunan para peserta gathering menuju kamarnya.
Saga membantunya duduk di kursi tak jauh dari tempat paramedis memberikan perawatan untuk Anaya.
“Terima kasih sayang, ternyata kamu masih perhatian” Anaya mengucap dengan manja.
Saga mengangguk perlahan, lalu meninggalkan Anaya. Dia memilih bergabung dengan para tamu yang lain dan berbincang. Anaya melihat ke arah Ganis dan tersenyum penuh arti, sedangkan Ganis diam saja, mereka beradu pandang. Ganis berjalan menuju toilet yang tidak jauh dari tempatnya dia duduk tadi. Nadia dan sekertaris Li sudah pamit untuk menikmati makan siang.
Ganis berjalan sendirian menuju toilet, para peserta gathering menikmati makan siang, mereka beristirahat karena terlalu lelah mengikuti kegiatan sejak pagi. Ganis masuk ke dalam area toilet, mencuci tangannya di kran wastafel, lalu mengelapnya dengan tisu. Saat dia hendak berjalan keluar, Anaya menyusul ke dalam area toilet. Hanya mereka berdua yang ada di sana.
Anaya melipat kedua tangannya di dada, jalannya juga biasa, tidak seperti orang yang sedang kesakitan, tidak seperti tadi saat dipapah oleh Saga.
“Nona..” Sapa Ganis sambil tersenyum, kepalanya menunduk memberikan salam.
“Kamu sudah lihat sendiri kan? Apa kamu tidak percaya dengan apa yang kamu lihat, Saga masih sangat mencintaiku dan perhatiannya masih untukku” Anaya berbicara penuh percaya diri. Ganis setuju, saat melihat Anaya jatuh, Saga dengan sigap membantu Anaya dan membopongnya, sementara saat dia terjatuh Saga seolah tidak peduli dengan keadaannya.
“Jadi, tetapkan hatimu untuk benar-benar meninggalkannya ya…Ganis” ucap Anaya, telunjuk dan jempol tangannya nya menyentuh dagu Ganis. Ganis masih terdiam mendapatkan perlakuan dari Anaya.
“Dan semua juga tahu saat di lapangan tadi, bahwa bagaimanapun juga, Saga itu cocoknya sama aku, bukan kamu, istri bohongannya dia” imbuhnya.
Ganis meremas kedua tangannya, menahan amarahnya. Ingin rasanya dia menumpahkan amarahnya, merasa sangat dipermainkan oleh Anaya. Dia yang menyuruhnya membuat Saga jatuh cinta, dan dia yang dengan seenaknya menyuruhnya pergi. Tapi Ganis sadar, satu kesalahan yang dia perbuat, yaitu, dia mulai melibatkan hatinya dalam permainan ini. Mungkin dia sudah terbiasa dan bisa dibilang jatuh hati pada Saga.
“Iya Nona” hanya itu yang keluar dari mulutnya. “Apa kaki Nona masih sakit?” Ganis melihat arah kaki Anaya yang nampak baik-baik saja. Anaya tersenyum licik sambil memainkan kakinya.
__ADS_1
“Ha..ha..ha, jangan sok perhatian, kita sekarang sudah beda” ujarnya. “Jika aku tidak memainkan peran, aku tidak akan pernah tahu jika dia masih perhatian kepadaku, jika aku tidak melakukannya tadi, maka kamu juga tidak akan percaya jika Saga masih perhatian dan mencintaiku kan?” Anaya berbangga diri.
“Bahkan semua orang bisa melihatnya kan?” imbuhnya.
“Iya Nona, aku dengan jelas melihatnya, dan memang keadaannya seperti itu” Ganis menimpali.
"Jika aku menyuruhmu datang, maka kamu datanglah kepadanya, namun kini aku menyuruhmu pergi, maka pergilah. Paham?"
Ganis mengangguk.
“Bagus” Anaya mengangkat jempol tangannya. “Dan ingat, aku akan membuat keadaan ini lebih romantis lagi, lihat saja nanti”.
Sementara itu, tanpa sengaja Saga mendengar mulut-mulut nyinyir yang sedang menghibah tentang dirinya
“Eh…masa sih dia sudah menikah? Serius?” tanya seorang wanita paruh baya kepada seorang perempuan muda yang ada di sebelahnya.
“Nah itu tadi kamu lihat kan, Tuan Saga saja dekatnya sama wanita lain, kalau memang benar dia istrinya, mestinya dia membantu istrinya yang jatuh, bukan wanita lain yang malah digendong” imbuhnya sambil menenteng piring kosong.
“Mama jangan menggosip ah” nampaknya anaknya tidak ingin membahas hal tersebut.
“Gimana nggak curiga, dengan manjanya wanita itu kepada Tuan Saga. Pasti Tuan Saga
menikahinya dengan terpaksa, atau jangan-jangan tanpa cinta karena sesuatu hal, ehm...aku pernah mendengarnya dari gosip di lambe-lambean. Mungkin dia istri mainan. ” imbuhnya nyerocos sambil tertawa tanpa dosa.
“Mama apaan sih Ma”
“Bisa jadi lho, dan kalau boleh jujur, Tuan Saga memang cocoknya sama yang tadi, ehm…siapa itu namanya” belum sempat perempuan itu melanjutkan pembicaraannya.
__ADS_1
Saga menggelengkan kepalannya dan berlalu.
“Ma…!” pekik perempuan muda itu saat menyadari yang baru saja lewat adalah Tuan Saga. Perempuan itu menepuk dahinya. Dia tersadar, mungkin nyawa pekerjaannya di Arjuna sudah bisa diprediksi. Sedangkan Mamanya hanya bengong melihat Saga berlalu.
Saga berniat menuju toilet pria yang letaknya berdekatan dengan toilet wanita. Dia menghentikan langkahnya sesaat setelah mendengar percakapan yang terjadi di dalam, dia seakan tahu suara itu, suara Anaya. Saga mendekatkan tubuhnya ke arah tembok agar bisa mendengar percakapan dengan jelas, dia pura-pura sedang
mengangkat telepon agar tidak dicurigai sedang mengintip atau berbuat hal-hal yang aneh di sana. Dia mendengarkan percakapan dengan jelas.
Terdengar langkah kaki hendak keluar dari dalam area toilet, Saga dengan cepat menghindar dan bersembunyi di balik pot besar yang ada di sana. Anaya keluar terlebih dahulu, kakinya berjalan tanpa cela, tidak pincang seperti tadi, berarti Anaya baik-baik saja. Tak lama kemudian, Ganis keluar dari toilet, nampak wajahnya murung. Saga mengamati dari balik tanaman tempat dia bersembunyi.
Anaya berjalan menuju aula tempat para peserta makan siang, langkahnya dibuat kembali pincang. Begitu juga Ganis, dia keluar dari toilet menuju aula. Saga mengekor di belakang Ganis tanpa disadari. Suasana aula masih ramai oleh peserta gathering yang makan ataupun sekedar karaoke.
Saga menatap langkah Ganis yang pelan, di siku kanan gadis itu nampak plester luka menempel. Saga mempercepat langkahnya, meraih lengan kiri Ganis dan memutar badan gadis itu tepat dipelukannya, dia menundukkan wajahnya dan mendaratkan bibirnya ke arah bibir Ganis tanpa komando, tanpa perencanaan, dan terjadi begitu saja.
Ganis terkejut saat ada orang yang dengan tiba-tiba meraih lengan kirinya, dia memutar tubuhnya refleks, melihat siapa yang menarik lengannya. Belum sempat dia mengucapkan kalimat, tubuhnya dipeluk erat dan bibirnya tidak bisa protes karena bibir Saga tepat mendarat di sana.
Degup jantung keduanya sama-sama berdetak kencang, Ganis menyadari jika laki-laki yang seenaknya mencuri ciuman pertamanya adalah Saga, dan dilakukan di depan umum. Saga mengeratkan pelukannya, Ganis tidak bisa berbuat apa-apa.
Tentu saja, orang-orang yang ada di aula heboh dengan kejadian tersebut, tak terkecuali Anaya. Dia memutar tubuhnya dan menyaksikan pemandangan yang benar-benar membuat panas hatinya. Kedua tangannya mengepal keras, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Tak sedikit orang yang mengambil momen tersebut dengan kamera HP mereka, Anaya masih menatap kejadian tersebut dengan nanar hingga Alex datang mendekati dan merangkulnya, mengajaknya keluar dari aula. Matanya nampak berkaca-kaca.
Ganis melepaskan dirinya dari cengkraman Saga, Saga melepaskan tubuh Ganis. Ganis menunduk, tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah kejadian ciuman mendadak itu. Saga nampak menguasai keadaan, dia menggandeng lengan Ganis dan mengajaknya ke tempat makan VIP. Saat mereka berjalan melewati orang-orang yang ada di aula, hampir semua mata tertuju pada mereka berdua, seolah tidak terjadi apa-apa, Saga berjalan dengan percaya diri menggandeng gadis yang ada di sebelahnya, namun berbeda dengan Ganis, dia nampak tidak percaya diri dan masih merasa ini adalah mimpi.
Kenapa Author hanya update 1 episode sehari? hehe..maafkan Author, karena ada kerjaan juga di real life..huhu maafkan. Terima Kasih yang sudah setia menunggu dan membaca. Happy Reading ^^
jangan lupa like dan vote, bisa kali ya 40 like. hehe
__ADS_1