Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 10


__ADS_3

Keesokan harinya Hanum dan Adnan memutuskan untuk berbelanja ke mall, bukan keinginan Adnan tentunya melainkan ini keinginan bunda ratu


"Mas, aku gendutan yah?" tanya Hanum sembari memandangi tubuhnya dari pantulan kaca sembari memutar mutar tubuhnya


Entah sejak kapan kata kata gemuk menjadi momok yang menakutkan bagi wanita, emangnya kalau kamu kurus kamu bakalan cantik? terus kalau gendut bakalan jelek gitu? cantik atau tidaknya seseorang tentu saja tergantung siapa yang melihat:)


"Nggak kok, biasa aja" jawab Adnan singkat kemudian langsung beranjak meninggalkan kamarnya, situasinya tidak menguntungkan dirinya jika terus berada didalam kamar. Apalagi setelah mendengar pertanyaan menjebak itu


Adnan pun memilih untuk menunggu Hanum sembari menonton acara televisi, sembari menikmati camilan yang telah tersedia. Huh....hampir 15 menit Adnan menunggu ratu tersebut turun, padahal tadi Hanum sudah selesai dan hanya tinggak berangkat saja namun entah apa yang sedang dilakukan wanita itu sehingga membuatnya lama tak kunjung turun


Tap...tap...tap...terdengar langkah kaki yang kian mendekat kearah Adnan, tanpa menengok sekalipun tentu saja ia sudah tau siapa yang datang tersebut


"Gimana mas penampilan aku?" tanya Hanum sembari memutar mutar tubuhnya


Adnan sempat terdiam sejenak memindai penampilan Hanum dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan dahi yang mengernyit heran, otaknya berpikir sangat keras kali ini. Apa yang berubah? penampilan Hanum masih sama seperti saat ia meninggalkan kamar tadi???


"Kamu cantil bangettt" hanya itu kata kata penyelamat Adnan. Untuk meyakinkan Hanum, Adnan pun langsung berdiri dengan mulut yang menganga seakan akan terpesona padahal biasa saja. Bukan Hanum tak cantik, tapi penampilan Hanum sama seperti biasanya dan sama pula kecantikannya seperti pada hari hari sebelumnya hingga Adnan sudah terbiasa melihat kecantikan tersebut


"Beneran mas?" tanya Hanum meyakinkan


"Iya" jawab Adnan sembari mencium pipi Hanumnsehingga membuat pemiliknya tersipu malu


"Berarti lipstiknya cocok dong di aku?" tanya Hanum pada sang suami


Oh...rupanya itu yang membuat Hanum lama dikamar tadi, sialan...mata laki laki memang tidak jeli jika untuk urusan mencari secuil perbedaan pada penampilan perempuan seperti ini. Adnan pikir tadi penampilan Hanum sama saja seperti biasanya, rupanya setelah ditelisik lagi warna lipstik yang dipakai Hanum memang lain dari yang biasa dipakainya


"Cocok banget sayang, kamu kelihatan makin seger deh" jawab Adnan dengan senyum yang mengambang dibibirnya, hingga memperlihatkan deretan gigi putihnya


"Makasih Mas" ucap Hanum pada sang suami


Perjalanan dari rumah menunju mall membutuhkan waktu setidaknya 30 menitan, tergantung macet atau tidaknya jalanan ibu kota mengingat hari ini hari minggu


"Mas, gimana kalau kita beli dasi buat kamu" kata Hanum memberikan pilihan


"Dasi aku masih banyak kan? masih bagus bagus juga" jawab Adnan yang merasa hal ini akan membuang buang uang untuk hal yang tak diperlukan


"Kita beli satu aja" kata Hanum membantah ucapan suaminya


"Oke, terserah kamu aja" akhirnya sang raja pun patuh pada titah sang ratu

__ADS_1


Hanum dan Adnan pun berkeliling memilih milih dasi yang sekiranya menarik perhatian Hanum, namun selama 30 menit Hanum belum menemukannya.


"Mana? belum dapet juga?" tanya Adnan pada Hanum yang sedang sibuk memilih milih dasi didepannya


"Belum Mas" jawab Hanum singkat


Huh....Adnan menghembuskan nafas kasar, bagi seorang laki laki itu bukan merupakan hal penting. Apalagi Hamum membandingkan dengan teliti warna, ukuran dan ...ah ...entahlan apapun itu. Padahal menurut Adnan sama sekali tak ada bedanya, lagi pula siapa yang akan mempermasalahkan dasi yang dipakainya nanti


"Ha...ini bagus Num, aku suka" kata Adnan yang langsung meraih salah satu dasi yang tengah dipegang Hanum


"Mas suka yang itu?" tanya Hanum


"Iya" balas Adnan


"Oke, kita beli yang itu saja" jawab Hanum


Kenapa tidak sedari tadi akumelakukan itu??? sesal Adnan dalam hati


"Kita mau kemana lagi?" tanya Adnan pada Hanum


"Pulang" jawab Hanum singkat


"Kok pulang?" tanya Adnan pada Hanum


"Emang mau apa lagi?" tanya Hanum pada sang suami


"Kamu nggak mau beli apa gitu? baju kek tas kek atau apa gitu?" tanya Adnan yang penasaran


"Kan dirumah masih banyak, masih bagus bagus juga" jawab Hanum santai


"Kan tadi mas juga bilang gitu waktu kamu maksa buat beli dasi" bantah Adnan, sontak Hanum pun langsung menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap Adnan


"Kan kalau aku dirumah terus mas, jarang keluar juga" jawab Hanum


"Beda sama kamu"


"Kamu kan kerja dikantor, penampilan kamu harus sempura dong" lanjut Hanum


Adnan menghembuskan nafas kasar, tak habis pikir dengan pola pikir istrinya tersebut. Biasanya wanita akan sangat bahagia ketika berbelanja, tapi kenapa istrinya berbeda???

__ADS_1


"Ikut aku" kata Adnan yang langsung meraih pergelangan tangan Hanum, dan menariknya untuk mengikuti langkah kakinya


"Kemana Mas?" tanya Hanum sembari mempercepat langkah kakinya untuk mengimbangi langkah besar kaki suaminya tersebut. Adnan hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Hanum, Hingga Adnan pada akhirnya berhenti didepan sebuah toko perhiasan


"Mas, kita mau ngapain kesini?" tanya Hanum yang sama sekali tak mengerti kenapa suaminya membawanya kesini


"Mbak, bisa tolong kasi lihat beberapa kalung" kata Adnan pada pegawai ditoko tersebut


"Bisa pak, tunggu sebentar" jawab pegawai toko tersebut, kemudian mengeluarkan beberapa jenis kalung yang dimiliki toko ini


"Mas" pekik Hanum menatap suaminya


"Ini pak, silahkan dilihat lihat" kata pegawai tersebut


Adnan pun melihat lihat berbagai kalung yang telah berada didepannya tersebut


"Kamu suka yang mana?" tanya Adnan pada Hanum namun ia sama sekali tak menoleh


"Mas, nggak usah" tolak Hanum yang masih berusaha menghentikan niat suaminya tersebut


"Oke, saya pilih yang ini mbak" kata Adnan sembari menunjuk satu kalung yang menurutnya cocok untuk Hanum


"Baik pak" kata pegawai tersebut kemudian mengambilkan kalung yang dipilih Adnan


"Ini pak" ucap pegawai tersebut sembari menyerahkan kalung yang dipilih Adnan tersebut


"Terima kasih" jawab Adnan sembari meraih kalung tersebut


Adnan kemudian mengarahkan tubuhnya pada Hanum, mengumpulkan rambut Hanum kemudian disatukannya menjadi satu dan disampirkan dibahu kiri Hanum. Hanum hanya diam saja menerima perlakuan suaminya tanpa protes lagi, tak ada gunanya


"Kamu akan semakin terlihat cantik saat memakai kalung ini" kata Adnan sembari memakaikan kalung dileher Hanum


"Aku belum pernah membelikanmu kalung selama ini, maaf kan aku" ucap Adnan penuh penyesalan, selama ini ia jarang memberikan barang barang untuk Hanum


"Kenapa minta maaf? aku kan nggak pernah minta" kata Hanum yang tak ingin suaminya merasa bersalah


"Mulai sekarang mintalah apapun kepadaku, walaupun itu tidak penting sekalipun" kata Adnan


Kini Adnan dan Hanum tengah menikmati makanan di salah satu restoran yang berada di mall tersebut

__ADS_1


"Adnan" tiba tiba ada seaeorang yang memanggil Adnan


__ADS_2