Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 11


__ADS_3

Sontak Adnan dan Hanum pun langsung menoleh kearah sumber suara


Deg...dia adalah Vanessa dan Mamanya, Bu Mala. Mereka datang dengan menenteng beberapa papper bag di kedua tangannya, dapat dipastikan jika keduanya baru saja berbelanja seperti yang dilakukan Hanum dan Adnan


"Kamu abis belanja nan?" tanya Vanessa sembari berjalan kearah kami diikuti oleh Mamanya


"Kami ikutan gabung ya" timpal Bu Mala yang kemudian langsung mengambil posisi duduk disebelah Hanum yang berarti Vanessa mengambil posisi duduk disamping Adnan


"Jarang jarang lo kita bisa ketemu begini, padahal kita kan keluarga" lanjut Bu Mala yang terus menerus mengoceh


"Hai num, gimana kabar kamu?" tanya Vanessa dengan wajah bahagianya karena ia pada akhirnya bisa bertemu dengan suaminya disini


"Baik, gimana kamu?" jawab Hanum yang dilanjutkan dengan sebuah pertanyaan


"Baik juga kok" jawab Vanessa


"Oh iya, kita mau pesen makanan juga dong" sahut Bu Mala yang kemudian mengangkat tangannya


"Mbak" panggil Bu Mala pada salah satu pelayan restoran,tak berselang lama pelayan tersebut pun datang menghampiri Bu Mala


"Iya bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai tersebut


"Saya mau pesen makanan mbak" jawab Bu Mala


"Baik bu, ini silahkan dipilih" kata pegawai tersebut sembari menyodorkan sebuah buku menu pada Bu Mala


"Saya pesen spaghetti sama minumnya lemon tea aja mbak" kata Bu Mala yang kemudian menyodorkan buku menu tersebut pada Vanessa


"Baik bu" ucap pegawai tersebut sembari mencatat pesanan Bu Mala


"Kamu van?" tanya Bu Mala


"Sama in aja mbak" ucap Vanessa menoleh pada sang pelayan


"Baik mbak, silahkan ditunggu" kata pegawai tersebut yang kemudian berlalu meninggalkan meja tersebut


"Kalian udah dari tadi disini?" tanya Vanesaa


"Belum" jawab Adnan singkat


"Oh, bagus dong kita bisa makan bareng bareng kayak gini" ucap Vanessa

__ADS_1


"O iya, gimana kabar Mama sama Papa kamu nan?" tanya Vanessa menoleh pada Adnan


"Baik" jawab Adnan seadanya


"Aku denger Zidan pulang ya?" tanya Vanessa lagi


"Iya" jawab Adnan


"Mas, ayo dong dihabisin makanannya keburu dingin loh nanti" ucap Hanum memotong pembicaraan antara Suaminya dan Madunya tersebut


"Oh, iya. Maaf maaf" jawab Adnan yang langsung tersenyum saat berbicara dengan Hanum, berbeda saat ia berbicara dengan Vanessa tadi


"Permisi" ucap seorang pelayan yang tadi kini datang dengan membawa pesanan


"Oh, silahkan mbak" kata Vanessa mempersilahkan pelayang tersebut menata makanannya diatas meja


"Selamat menikmati" ucap pelayan tersebut kemudian pergi meninggalkan meja ini


"Kamu bantuin makannya ya, biar cepat habis" kata Adnan yang kemudian langsung menyendokkan makanannya dan hendak menyuapi Hanum


"Ih Mas" ucap Hanum dengan pipi yang merona, merasa malu dengan tindakan yang dilakukan suaminya tersebut


"Ayo dong sayang, nanti keburu dingin" kata Adnan sembari mendekatkan makanan yang telah disendoknya pada bibir Hanum, Akhirnya mau tak mau Hanum pun membuka mulutnya menerima makanan yang disodorkan Adnan


Detik berikutnya Vanessa dan Bu Mala pun menikmati makanan yang tersaji dalam diam, sementara itu Adnan dan Hanum masih bercanda ria dengan saling suap menyuapi tanpa merasa risih dengan kehadiran dua orang didepannya ini


"Ma, aku ketoilet sebentar" ucap Vanessa yang kemudian langsung berdiri dan berjalan menuju toilet


Vanessa berjalan menuju toilet dengan keadaan marah, marah karena mereka berdua seakan akan dengan sengaja tak menghargai kehadiran dirinya dan juga sang Mama. Bukankah ia juga istri sah dari Adnan terlepas dari apapun hal yang mendasari pernikahan mereka


"Kamu jangan diem aja don van" tiba tiba saja Bu Mala datang menyusul Vanessa dengan raut wajah yang nampak sangat kesal dan tak jauh berbeda dari Vanessa


"Aku harus apa ma?" jawab Vanessa dengan wajah putus asanya


"Ya kamu lakuin apa kek, jangan biarin mereka seenaknya nginjek nginjek harga diri kamu dong" balas Bu Mala sewot


"Aku harus sadar diri ma" kata Vanessa sembari menatap pantulan dirinya dari cermin besar


"Kamu sama Hanum itu kedudukannya sama, artinya Adnan juga harus bersikap adil dong sama kalian semua" sewot Bu Mala


"Udah lah ma, jangan buat masalah" jawab Vanessa yang kemudian langsung berjalan meninggalkan Mamanya sendirian

__ADS_1


"Ih, tu anak dibilangin kok" kesal Bu Mala


"Awas aja kalian" sinis Bu Mala


Vanessa dan Bu Mala pun kembali, tampaklah Adnan dan Hanum tampaknya sudah bersiap siap untuk pergi


"Kalian udah selesai?" tanya Vanessa yang terkejut melihat Adnan dan Vanessa berkemas kemas membawa papper bag


"Iya, kami udah selesai kok" bukan Adnan yang menjawabnya melainkan Hanum


"Kami pulang dulu ya tan, van" ucap Hanum disertai dengan senyumannya sementara Adnan tampak diam tak bersuara dengan wajah datarnya


"Iya, kalian hati hati ya" jawab Vanessa ditambah dengan senyumannya juga


"Hati hati ya, makasih juga buat kamu nan udah nolong Vanessa kemarin" kata Bu Mala tiba tiba


Sontak Adnan dan Hanum pun langsung menoleh kearah Bu Mala, begitu juga dengan Vanessa yang sama sekali tak menyangka jika Mamanya akan mengatakan hal ini terlebih lagi didepan Hanum


"Nolongin apa Mas?" tanya Hanum memandang Bu Mala dan Adnan bergantian


"Nanti aku jelasin" ucap Adnan yang kemudian langsung menarik tangan Hanum dan membawanya pergi dari hadapan dua wanita tersebut


Vanessa dan Bu Mala memandang kepergian Adnan dan Hanum tersebut dengan perasaan masing masing


"Ma, Mama apaan sih. Kenapa Mama ngomong gitu" tanya Vanessa dengan kesal merasa tak enak hati dengan Adnan dan Hanum


"Ngomong apa?, emang benerkan kemari kamu dianterin Adnan? kamu sendiri yang cerita sama Mama" kilah Bu Mala


"Iya emang bener, tapi kenapa Mama ngomong didepan Hanum sih" kesal Vanessa


"Emang kenapa?" tanya Bu Mala dengan wajah santainya seakan akan tak merasakan ada hal yang salah dengan tindakannya barusan


"Ma, Adnan pasti bakalan marah banget sama aku ma"


"Gimana kedepannya? aku masih butuh Adnan ma" kesal Vanessa


"Mama tau, Mama bakalan cari cara biar Adnan bisa jadi milik kamu sepenuhnya" ucap Bu Mala


"Mama nggak usah ngawur deh, Adnan itu cinta banget sama Hanum. Aku aja dapet lihat kalau cintanya Adnan ke Hanum itu beda dari cintanya Adnan ke aku waktu dulu" tekan Vanessa menjelaskan


"Kamu cukup ikuti kata kata Mama, maka lamu akan bahagia sayang" ucap Bu Mala yang kemudian langsung pergi meninggalkan Vanessa yang masih diam mematung mencerna semua yang diucapkan Mamanya barusan

__ADS_1


"Ayo masuk dulu, aku bakalan jelasin kekamu" kata Adnan sembari membukakan pintu untuk Hanum agar wanita itu segera masuk kedalam mobil


"Jangan mencerna mentah mentah dong ucapan mereka" lanjut Adnan, akhirnya Hanum pun masuk kedalam mobil tersebut


__ADS_2