
Kini Hanum dan Anton duduk saling berhadap hadapan di salah satu restoran sembari menyantap makanan yang sudah dipesannya
Singkat cerita Anton adalah kakak kelas Hanum, Anton dibesarkan oleh kakek dan neneknya disebuah kampung yang tak terlalu jauh dengan kampung Hanum
Dulu Anton dan Hanum sering bertemu karena mereka satu sekolahan dan kebetulan keduanya sama sama pengurus osis pada saat itu
"Gimana kabar kamu num?" tanya Anton membuka obrolan
"Baik kak, kakak sendiri gimana? balik tanya Hanum
"Seperti yang kamu lihat" kata Anton memperlihat pada Hanum jika dirinya hidup dengan baik
"Kakak disini kerja apa kuliah?" kini Hanum lah yang berbalik tanya
"Aku disini kerja" jawab Anton
"Kalau kamu sendiri? kok bisa jauh sampe kesini?" tanya Anton
"Oh, aku itu..ikut suami aku kak" jawab Hanum
"Lha??? kamu udah menikah?" kaget Anton, pasalnya ia sama sekali tak mengetahui jika Hanum telah menikah dan kini tinggal di Jakarta bersama suaminya rupanya
"Iya mas udah, 3 tahun yang lalu malah" jawab Hanum disertai dengan senyumannya
"Ohhh, cepet banget ya...padahal dulu kamu anaknya nggak yang cinta cintaan gitu. Hahaha" ucap Anton yang tiba tiba mengingat Hanum saat masih sekolah dulu
"Dijodohin Mas" ucap Hanum memberi tahu
"Ohh dijodohin ternyata, pantesan aku kok ragu gitu kamu bisa sat set sat set wat wet wat wet" jawab Anton menimpali disertai dengan gaya tengilnya mempraktekkan gaya tikung menikung menggunakan tangannya
"Iya dong kita itu harus cepet, takutnya nanti keburu kehabisan perjaka lagi. Hahahaha" jawab Hanum membalas keusilan Anton
"Mana ada gituan? produksinya juga berjalan terus kali" kilah Anton geleng geleng kepala mendengar ucapan nyeleneh Hanum barusan
"Kalau kakak kapan nyusulnya?" tanya Hanum disertai dengan senyum mengejek
"Aku mah orangnya santuy banget" jawab Anton dengan gaya coolnya
"Masa??? nggak laku ya?" tebak Hanum
"Sembarangannn" pekik Anton tak terima
"Bukannya nggak laku, tapi kita musti pinter pinter menyeleksi" ucap Anton membenarkan ucapan Hanum
"Hahaha, terserah deh terserah" akhirnya Hanum memilih mengakhiri ucapan ngawur ini
.....................
__ADS_1
"Kakak dari mana aja sih? kok lama banget" begitu pulang kerumah Hanum langsung disambut dengan omelan adik iparnya yang telah menunggunya diteras
"Habis belanja, nih..." jawab Hanum sembari menunjukkan barang barang belanjaannya yang ia tenteng dengan kedua tangannya
"Haisssttt" disis Zidan, tentu saja ia juga seudah melihat jika Kakak iparnya baru pulang dari sesi belanja, tadi kan ia hanya sedang berbasa basi saja
"Kenapa disini? tumben tumben banget?" tanya Hanum sembari berjalan mendahului Zidan dan kemudian membuka pintu menggunakan kunci yang dibawanya
"Disuruh Mama nganterin kue" jawab Zidan singkat
Ceklekkkk....
"Masuk dulu, kakak buatin salad buah" kata Hanum memepersilahkan ZIdan agar mampir terlebih dahulu
"Wuiiihhhh, boleh juga tuh kak" ucap Zidan yang langsung bersemangat
"Kamu tunggu aja sambil nonton tv" ucap Hanum yang kemudian langsung membelokkan langkah kakinya menuju dapur
"Oke sister" jawab Zidan yang kemudian langsung berjalan menuju ruang keluarga
..........
Tuuutttt.....ttttuuuuttttt.....tttuuuutttt tiba tiba saja pinsel Hanum berdering memmbuat Hanum terpaksa harus menjeda kegiatannya yang sedang memotong buah buahan
Diambilnya ponselnya dan membaca nama yang tertera dilayar
"Mas Adnan" gumam Hanum yang disertai dengannsenyumannya ketika membaca siapa orang yang meneleponnya tersebut, Hanum pun langsung menggeser icon berwarna hijau tersebut
"Waalaikunsalam num" jawab Adnan dari seberang sana
"Kamu jadi belanja num?" tanya Adnan langsung pada intinya
"Jadi kok mas, tapi sekarang aku udah pulang" jawab Hanum
"Oh gitu" Adnan pun mengangguk mengerti
"Oh iya, Zidan ada disini lo mas disurih Mama buat nganterin kue tadi. Terus sekarang aku mau buatin salad buah juga, biar nanti bisa dibawa pulang buat Mama sama Papa juga" ucap Hanum memberi tahu Adnan
"Ehhh, Zidan disitu?" kaget Adnan
"Iya mas" jawab Hanum
"Yaudah kalau gitu kamu hati hati ya bikinnya, Mas masih ada banyak kerjaan ini" ucap Adnan memberi tahu
"Yaudah mas, Mas juga hati hati" jawab Hanum
....................
__ADS_1
"Nih, dicoba. Mbak juga udah buatin buat Mama, nanti dibawa ya..." kata Hanum sembari meletakkan salad buah yang sudah sedikit membeku diatas meja dihadapan Zidan
"Wohhh, makasih mbak" ucap Zidan yang langsung mengambil sekotak salad buah tersebut dan langsung menyendoknya
"Wuihhh enak banget mbak" girang Zidan saat merasakan kenikmatan begitu salad buah tersebut masuk kedalam mulutnya
"Habisin aja" ucap Hanum disertai dengan sebuah lengkungan dibibirnya
"Mbak, ini udah menjelang makan siang loh" ucap Zidan mengingatkan
"Iya iya, nanti mbak masakin kamu" kata Hanum yang seakan akan mengetahui apa yang tengah dipikirkan Zidan
"Kalau itu sih wajib dong kak" kata Zidan cepat
"Emang Kakak nggak kekantor apa? buat nganterin makan siang Mas Adnan?" tanya Zidan penuh selidik
"Emmm...mbak nggak pernah kekantor Mas Andan buat ngirim makan siang" jawab Hanum yang jujur disertai dengan wajah kebingungannya, bukannya suaminya punya jabatan tinggi disana? jadi, pasti ada yang memberinya makan bukan? pikir Hanum
"Ishh mbak" kesal Zidan saat kakak iparnya rupanya tak pernah memberi bekal makan siang untuk kakanya
"Meskipun kakak menikah karena dijodohkan, tapi kakak musti memastikan jika suami kakak itu makan makanan bergizi dong" ucap Zidan memberi tahu
"Mas Adnan nggak pernah minta aku buat nganterin makan siang kekantor kok" bantah Hanum
"Ya elah, baru dikasi tahu gitu doang" kesal Zidan
"Mendingan mbak buruan masak deh, nanti kita ke kantor Mas Adnan buat nganterin makan siang" ucap Zidan memberikan sebuah ide yang menurutnya sangat bagus
"Harus banget ya?" tanya Hanum dengan wajah polosnya
"Banget" jawab Zidan dengan tegas
........
Akhirnya Hanum pun mengikuti saran Zidan, kali ini ia memasak sayur asem dengan lauk tempe goreng. Meskipun suaminya adalah orang kaya, namun Mas Adnan selalu makan makanan sederhana yang sering dimasaknya
Begitu selesai dengan kegiatan memasaknya, Hanum oun bergegas naik keatas untuk sekedar mandi karena ia merasa tubuhnya sangat berkeringat
Hanum keluar dari kamar dengan menggunakan dress selutut dengan rambut yang diikal kuda, tak lupa juga Hanum memberikan sedikit polesan pada wajah cantiknya
Hanum pun bergegas kembali kedapur untuk menyiapkan apa saja yang akan dibawanya, tak lupa Hanum juga menyertakan salad buah yang baru dibuatnya tadi, untuk cuaca yang panas seperti ini tentu saja salad buah sangat cocok untuk dijadikan camilan
"Ayo" kata Hanum yang tiba tiba dan sontak membuat Zidan terkejut
"Ehhh" kaget Zidan yang langsung menoleh kearah sumber suara
"Mbakkkk?" kaget Zidan seraya memindai penampilan kakak iparnya tersebut dari atas sampai bawah
__ADS_1
"Mbak cantik banget" ucap Zidan
"Efek kelamaan nge jomblo ya kayak gini" sindir Hanum