Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 9


__ADS_3

"Gimana kondisi kandungan saya dok?" tanya Vanessa sembari menggerakkan tubuhnya dari posisi berbaring


"Kondisinya baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan juga" jawab dokter wanita tersebut


"Terima kasih dok" balas Vanesaa tersenyum


"Tetap makan makanan bergizi, jangan berdiet " kata Dokter tersebut


"Iya, makasih dok" jawab Vanessa


"Oh iya pak" panggil dokter tersebut pada Adnan yang tampak biasa saja dan tak terlalu perduli dengan urusan wanita didepannya ini. Adnan pun menoleh kepada sumber suara yang memanggilnya


"Sebaiknya jangan berhubungan badan terlalu sering, kondisi janinnya masih terlalu dini untuk saat ini" kata Dokter tersebut memberi tahu


Adnan pun tampak tercengang dengan wanti wanti dokter tersebut, berhubungan badan dengan Vanessa? hah...tanpa disuruh pun ia juga tidak akan menggauli wanita lain selain istrinya meskipun Vanessa juga istrinya sendiri


Tak jauh berbeda dengan reaksi Vanessa yang merasa agak canggung mendengar penuturan dokter tersebut, bagaimana mungkin laki laki itu akan sudi menyentuhnya sementara ada seorang istri yang mati matian menghalangi Adnan untuk bertemu dengannya


"Baik dok, kami tidak akan sering melakukannya" balas Vanessa kemudian setelah terjadi keheningan yang cukup lama karena Adnan sama sekali tak menjawabnya


"Baik, kalau begitu saya akan memberikan vitamin untuk ibu" kata dokter tersebut kemudian berbalik arah meninggalkan Adnan dan Vanessa


"Mama, dulu Mama setelah menikah langsung punya anak?" tanya Hanum disela sela aktivitasnya mencuci sayuran


"Iya, karena kami nggak nunda. Pengennya sama sama langsung punya anak" jawab Bu Dian yang tengah memotong tempe


"Mama beruntung banget ya bisa langsung punya anak" kata Hanum yang merasa iri pada mertuanya tersebut, pasalnya ia dan Adnan juga tidak menunda untuk memiliki momongan namun selama 3 tahun pernikahannya ia belum juga dikaruniahi anak padahal medis mengatakan jika keduanya dalam kondisi yang sama sama sehat


"Kalian harus tetap bersabar, mungkin belum waktunya kalian memiliki anak" kata Bu Dian yang mengerti akan kesedihan menantunya tersebut


"Semuanya sudah diatur sama yang diatas num, jadi kalian gak boleh sedih, semua sudah ada waktunya masing masing" kata Bu Dian menenangkan menantunya tersebut, sebagai seorang wanita tentu saja Bu Dian juga bisa merasakan kesedihan yang tengah dialami oleh Hanum saat ini


"Iya ma" jawab Hanum


"Terima kasih telah mengantarkan aku hari ini" ucap Vanessa membelah keheningan yang terjadi di dalam mobil


"Sama sama" balas Adnan tanpa menoleh kearah Vanesaa, ia hanya fokus pada jalanan yang ada didepannya tersebut


"Kapan orang tuamu akan pulang?" tanya Adnan pada Vanessa


"Aku kurang tau" jawab Vanessa yang memang sama sekali tak tau pasti kapan Mama dan Papanya akan pulang


"Seharusnya mereka menjagamu, apalagi dengan kondisimu yang seperti ini" kata Adnan yang tak habis pikir


"Aku bisa menjaga diri" balas Vanessa yang tak enak hati, ia tidak ingin jika Adnan akan merasa iba terhadapnya


"Baiklah, jaga dirimu baik baik" balas Adnan


Detik demi detik, menit demi menit pun telah berlalu. Saat ini cuaca sangat terik maklum lah saat ini tengah memasuki musim panas.


Daun daun kering berserakan dihalaman rumah, daun tersebut lepas dengan mudahnya dari rantingnya tat kala angin berhembus dan membuat daun daun bergoyang sebelum pada akhirnya berjatuhan diatas tanah


"Zidan sampenya jam berapa sih ma?" tanya Hanum yang tengah menyusun berbagai jenis makanan yang telah dimasaknya keatas meja makan


"Katanya sih siang num, nggak tau pastinya juga jam berapa" jawab Bu Dian


"Ohhh" kata Hanum mangut mangut


"Papa mana ma?" tanya Hanum lagi, karena ia belum melihat wajah Papa mertuanya lagi semenjak ia menyibukkan dirinya didapur


"Pasti lagi tidur siang deh" jawab Bu Dian


Tutttt.....tuttt....tuuuttt...tiba tiba saja terdengar suara deringan dari ponsel Hanum, Hanum pun bergegas mengambilnya


"Mas Adnan?" gumam Hanum saat melihat nama yang tertera pada panggilannya, tanpa menunggu lama lagi Hanum pun menggeser tombol berwarna hijau tersebut


"Halo, Assalmualaikum mas" sapa Hanum setelah menggeser tombol hijau tersebut


"Halo num, kamu dirumah kan? mau dibawain apa?" tanya Adnan beruntun bahkan sampai lupa untuk menjawab salam dari Hanum


"Waalaikumsalam sayang" sindir Hanum pada suaminya tersebut


"Eh maaf aku lupa" kata Adnan yang sesikit terkejut karena rupanya ia belum menjawab salam yang diucapkan Hanum


"Waalaikumsalam Hanum" ucap Adnan kemudian


"Nah gitu dong, hihihi" balas Hanum dengan tawa cekikikannya

__ADS_1


"Eh emangnya nggak basi apa kalau mas beli sekarang, padahal aku kan pengennya makan seblak mie" kata Hanum yang seketika mengingat penawaran suaminya barusan


"Mas nggak jadi ke Surabaya" jawab Adnan


"Kok nggak jadi Mas?" tanya Hanum yang penasaran dengan perkataan suaminya barusan


"Iya, sekretaris mas salah dalam penjadwalan" kata Adnan


"Harusnya minggu depan, karena partner kita orang yang sangat sibuk. Jadi musti buat janji jauh jauh hari" balas Adnan


Bukan tanpa alasan Adnan mengatakan hal tersebut, pasalnya hal itu memang benar jika dinas ke Surabayanya seharusnya dilakukan minggu depan bukan hari ini


"Oh gitu mas, ya udah aku minta dibeliin seblak mie yah" kata Hanum mengingatkan suaminya


"Oke, kamu tunggu dirumah yah" balas Adnan


"Eh mas mas, aku sampai lupa"


"Aku ada dirumah Mama hari ini" kata Hanum memberi tahu


"Kerumah Mama?" tanya Adnan mengulang ucapan Hanum dengan dahi yang mengernyit heran, untuk apa Hanum kerumah Mamanya pikirnya


"Ngapain?" tanya Adnan penanyakan rasa penasarannya, biasanya Hanum akan memberitahunya jika ingin bepergian


"Oiya aku lupa mas belum ngasi tau Mas, soalnya tadi Mama tiba tiba telpon"


"Zidan kan pulang hari ini Mas, emang Mas nggak tau?" tanya Hanum


"Zidan pulang?" tanya Adnan meyakinkan jika pendengarannya tadi tidak salah


"Iya Mas, katanya siang ini sampainya" jawab Hanum


"Wihhh" girang Adnan, Adiknya akhirnya pulang juga. Sudah lama ia tidak bertemu dengan adiknya tersebut karena Zidan sedang kuliah diluar negeri


"Iya, makanya cepetan pulang" kata Hanum


"Oke oke, aku cepet pulang kok" jawab Adnan


"Sampai jumpa dirumah Mama, Assalamualaikum" salam Adnan dari seberang sana


"Waalaikumsalam, hati hati" balas Hanum, kemudian panggilan pun berakhir


"Kenapa tidak langsung masuk?" tanya Adnan yang sebenarnya tau jika Vanessa tadi berdiri diluar pintu saat dirinya tengah bertelepon


"Aku tak ingin mengganggumu" kata Vanessa


"Lagi pula jika aku masuk dia bisa curiga" lanjutnya lagi


"Oh, Terima kasih" kata Adnan yang mengerti akan niat baik dari Vanessa


"Tak perlu berterima kasih, kau juga telah membantuku hari ini" ucap Vanessa, Adnan hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa menjawab ucapan Vanessa kemudian melajukan mobilnya kembali


Hampir 30 menit perjalanan yang harus ditempuh Adnan untuk sampai dirumah Vanessa dan selama itu pula tidak ada percakapan yang ada didalam mobil dalam waktu selama itu


"Terima kasih" ucap Vanessa saat mobil yang dikemudikan Adnan akhirnya samapi juga dikediamannya. Adnan hanya menganggukkan kepalanya samar untuk menjawab ucapan Vanessa barusan


Vanessa pun turun dari mobil Adnan, begitu Vanessa telah keluar dari mobilnya Adnan pun langsung menancap gass pedal mobilnya. Rasanya tak sabar untuk cepat sampai dirumah Mamanya untuk bertemu dengan istrinya dan juga keluarganya yang lain


Ditengah tengah perjalanan untung saja Adnan ingat dengan pesanan Hanum yang ingin dibelikan seblak mie, yah...akhir akhir ini kaum wanita sangat menggilai makanan pedas yang salah satunya seblak tersebut. Adnan pun mampir disalah satu pedagang kaki lima yang menjual seblak tersebut, tentu saja dengan kadar kepedasan yang tinggi karena Hanum adalah salah satu member penggila makanan pedas


Usai membelikan seblak, Adnan juga mampir kesebuah toko roti sebagai buah tangannya untuk berkunjung dirumah Mamanya nanti. Lagi pula adiknya tersebut juga menyukai makanan manis ini


"Halo" sapa Adnan pada seseorang diseberang sana


"Assalamualaikum" Hanum pun membenarkan dari seberang sana


"Waalaikumsalam" jawab Adnan dengan senyumnya karena lagi lagi ia lupa untuk mengucapkan salam terlebih dahulu


"Ada apa?" tanya Hanum dari seberang sana


"Kayaknya aku agak terlambat deh, soalnya aku mau pulang dulu ganti baju"


"Masak kesana pakai baju ginian sih" kata Adnan yang merasa tak cocok jika kerumah Mamanya dengan menggunakan setelan jas seperti yang sedang dipakainya saat ini


"Yaudah gih buruan, jangan lama lama" kata Hanum mewanti wanti


"Oke, see you" kata Adnan yang kemudian langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak

__ADS_1


"Huh...lupa lagi" kesal Hanum dari seberang sana


Dengan kecepatan penuh Adnan pun akhirnya sampai juga dirumahnya, ia buru buru mengganti pakaiannya dengan pakaian santai berupa celana chinos panjang dengan kaos hitam sebagai atasannya


Akhirnya sampai juga Adnan dirumah Mamanya, ia pun langsung bergegas masuk kedalam rumah begitu keluar dari mobilnya, bahkan langkah kakinya seperti setengah berlari


"Assalamualaikum" teriak Adnan sembari melangkahkan kakinya memasuki rumah, bahkan teriakannya sangat kencang seakan akan ingin memberi pengumuman kepada pemilik rumah jika ia telah datang


"Disini woyyy" teriak Zidan yang saat ini tengah berada dimeja makan bersama Mama dan Papanya juga Hanum kakak iparnya


Mendengar jawaban dari arah ruang makan, Adnan pun langsung membelokkan kakinya menuju ruangan tersebut. Tampaklah semua anggota keluarganya tengah berkumpul disini dengan menikmati berbagai jenis makanan yang telah disajikan


"Woyyy Brother" teriak Adnan, sontak Zidan pun langsung berdiri dan berpelukan dengan kakaknya ini


"Masih hidup ternyata lo" kata Adnan sembari memeluk tubuh tinggi besar adiknya yang setara dengannya


"Sialan lo" maki Zidan yang langsung melepaskan pelukannya dan memberi hadiah Kakaknya dengan pukulan didada bidang Adnan


"Hahaha, abisnya lo nggak pulang pulang sih. Kayak bang toyib aja" kata Adnan yang kemudian langsung berjalan dan menarik kursi disamping Hanum


"Bang toyib apaan, bini aja belum punya" kata Zidan dengan raut wajah yang dibuat buat seolah olah sedih


"Muka kayak gini nggak laku disana?" ejek Adnan, rasanya belum puas untuk menggoda adiknya tersebut


"Kayaknya gue musti belajar dari lo bang, biar bisa dapet bini dua" ucap Zidan dengan santainya


Tiba tiba saja seluruh wajah langsung terdiam begitu Zidan mengatakan hal tersebut, sangat jelas terlihat jika semuanya tak ingin membahas hal tersebut


"Ehhh" kaget Zidan yang melihat raut perubahan wajah semuanya


"Maaf, aku nggak maksud begitu" kata Zidan yang telah menyadari kesalahannya


"Sans aja" jawab Adnan dengan memberikan senyum kakunya


"Oiya bik, dimobil ada roti sama seblak. Tolong ambilin yah" Adnan pun menyuruh salah satu pembantunya untuk mengambil roti yang telah tertinggal dimobilnya karena tadi ia langsung buru buru masuk kedalam


"Iya den" jawab pembantu tersebut dengan sopan kemudian berlalu pergi


"Kamu beli seblak nan?" tanya Bu Dian


"Iya ma, soalnya Hanum yang minta" jawab Adnan, Bu Dian pun langsung mengalihkan pandangannya pada Hanum


"Hehe iya ma, aku tiba tiba pengen makan seblak" jawab Hanum cengingisan


"Ya Allah Mas" teriak Hanum yang mengagetkan semuanya terlebih lagi Adnan, pasalnya Hanum berteriak sembari memukul lengan Adnan hingga Adnan pun sangat terkejut


"Ada apa Num? ngagetin Mama aja" kesal Bu Dian, untung saja ia tidak punya riwayat penyakit jantung


"Kamu ini ngagetin aja num" sahut Papa Adnan sembari mengelus elus dadanya


"Kenapa emang?" tanya Adnan dengan wajah khawatirnya


"Mie nya ngembang dong Mas" jawab Hanum dengan raut wajah sedihnya mengingat Seblak yang dipesannya pasti sudah mengembang mie nya karena terlalu lama


"Huh...Mas kira kenapa" kesal Adnan karena ia pikir ada apa hingga Hanum terkejut seperti itu, rupa rupanya hanya karena seblak mie nya yang mengambang


"Nanti kita bisa beli aja lagi" kata Adnan kemudian


Semuanya pun memakan makanan yang tersaji dengan diringi tawa tawa karena percakapan percakapan yang mengandung unsur humor


"Kamu balik lagi kapan Dan?" tanya Hanum disela sela aktivitas makannya


"Nggak balik kak, aku mau kuliah disini aja" jawab Zidan


"Kenapa? kan tinggal bentar lagi kuliahnya, kenapa nggak dilanjutin aja disana?" tanya Hanum yang tiba tiba mendadak penasaran


"Nggak Mbak, enakan juga disini" jawab Zidan


"Halah, palingan disana lagi putus cinta. Makanya kabur kesini" sahut Adnan menimpali


"Gue putus cinta?" tanya Zidan menunjuk dirinya sendiri


"Yang ada banyak cewek cewek yang patah hati bang disana karena gue tolak" jawab Zidan dengan bangganya


Huuuuuu....Adnan langsung melempar kepingan kerupuk kearah Zidan dan tepatnya mendarat mulus dijidatnya


"Sialan lo bang" kesal Zidan sembari mengelus elus jidatnya untuk menghilangkan sisa sisa minyak yang menempel

__ADS_1


Hari ini mereka semua berkumpul dan menghabiskan waktu bersama dengan berbagai aktivitas. Mulai dari bercerita, bermain game, hingga membuat rujak sehingga tak terasa hari sudah mulai gelap. Hanum dan Adnan pun langsung berpamitan untuk pulang kerumah, tadinya Bu Dian meminta keduanya untuk meginap namun Hanum menolaknya karena masih ada pekerjaan yang belum beres dirumah


__ADS_2