Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 30


__ADS_3

"A...apa Mas?" tanya Hanum dengan tatapan nanar, jawaban yang keluar dari mulut suaminya barusan bagaikan sebuah bom waktu. Seharusnya dari awal Hanum sudah menyiapkan mental, bagaimana pun asal mula pernikahan suaminya dengan Vanessa, dimata hukum dan agama keduanya telah sah menjadi pasangan halal dan berhak melakukan apapun nantinya


"Maafkan Mas num. Kemarin Mas pulang awal dan Mas nggak sengaja lihat Vanessa dipinggir jalan sementara hujan akan turun" kata Adnan menghiba, kini kedua kakinya telah duduk bersimpuh dihadapan Hanum. Walaupun demikian, Hanum sama sekali tak memperdulikannya


"M...Mas sudah tidur de...ngan..nya?" Hanum mengucapkan kalimat itu dengan sangat susah payah, bahkan rasanya kerongkongannya seperti tercekat saat mengatakan kalimat itu


Adnan memejamkan matanya kuat kuat mendengar pertanyaan yang sebenarnya sama sekali tak ingin dia dengar. Hanya ada dua pilihan ditangannya, pertama mengatakan kebohongan supaya meminimalisir pertengkaran ini atau ia harus jujur agar tak terlalu dalam lagi membohongi Hanum karena ia takut kebohongan ini nantinya akan malah menjadi kebohongan beruntun


1 detik....2 detik.....3 detik....belum nampak adanya tanda tanda Adnan akan menjawab


"Tidak kami tidak melakukan apa apa" jawab Adnan kemudian, Hanum yang mendengar jawaban suaminya langsung menatapnya


"Apakah menurut Mas aku percaya?" kata Hanum


"Kamu sudah tidak mempercayai Mas?" balik tanya Adnan seakan akan ingin memanipulasi pikiran Hanum


"Lalu apa yang dilakukan 2 orang berlawanan jenis dengan waktu yang panjang? Hah?" tanya Hanum dengan suara yang mulai meninggi


"Vanessa hanya bercerita tentang hidupnya, nggak lebih" jawab Adnan tegas, karena sikapanya yang dulunya dingin membuat ia lebih mudah mendalami peran ini walaupun jujur ia terpaksa melakukan ini karena telah tersesak oleh keadaan


"Lalu? kenapa aku menemukan rambut Vanessa dikemeja Mas? apa dia bercerita sambil memelukmu?" tanya Hanum lagi, rasa rasanya ia ingin terus menyerang suaminya


"Vanessa terpeleset, dan saat itu aku menangkapnya. Mungkin karena itulah rambutnya menempel dibajuku" kilah Adnan, untung saja otaknya berfikir begitu cepat dalam mencari jalan keluar


"Mas mohon, ini untuk kali terakhirnya. Setelah ini Mama nggak akan medesak kita pagi" kata Adnan menghiba


"Apa kamu bisa menjaminnya? bagaimana jika Mama malah menyayangi anak Vanessa. Lihatlah Mama begitu menyayanginya bahkan saat anak itu masih didalam kandungan" kata Hanum yang berterus terang menyampaikan kekhawatirannya


"Aku tidak perduli, aku akan menceraikan Vanessa setelah melahirkan sesuai kesepakatan awal. Disini akulah yang memulainya dan berarti aku harus mengakhirinya juga" jawab Adnan tegas


"Bagaimana kalau Mama nggak setuju?" tanya Hanum lagi


"Berhenti membicarakan Mama!!!" teriak Adnan yang sudah muak membuat Hanum terlonjak kaget mendengarnya


"Ini rumah tangga kita, dan aku sudah bilang jika ini adalah kali terakhirnya Mama ikut campur urusan kita" kata Adnan yang sudah berdiri tegak didepan Hanum, sementara Hanum tak dapat berbicara apa apa. Disini ketegasan suaminya barusan membuatnya kembali yakin jika suaminya akan menyelesaikan semua ini dengan baik nantinya


Dalam sekali gerakan Adnan langsung menarik tubuh Hanum hingga tubuh mungil itu terjerembab didadanya, Adnan pun langsung mendekapnya erat erat

__ADS_1


"Percayalah padaku, semua akan kembali seperti semula" lirih Adnan dengan air mata yang sudah menetes. Ia sangat berharap jika ucapannya barusan akan menjadi doa yang dikabulkan oleh tuhan


"A...aku akan mempercayaimu" jawab Hanum yang langsung membalas pelukan suaminya


"Terima kasih, Hanumku" ucap Adnan yang langsung mencium puncuk kepala istrinya, Hanum hanya memejamkan matanya menikmati suasana ini


.............


"Mas, bangun" Hanum membangunkan suaminya dengan mengguncang guncang tubuhnya


"Bangun katanya minggu lalu kamu mau ke Surabaya" ucap Hanum lagi sembari terus mengguncang tubuh suaminya


"Gagal" jawab Adnan singkat dan langsung menarik selimut sampai menutupi kepalanya


"Kok malah tidur lagi sih" kesal Hanum melihat kelakuan suaminya


"Ini kan weekend, ayo tidur sampai siang" jawab Adnan yang langsung menarik tubuh Hanum hingga terjatuh diatas dadanya


Auhhh....rintih Hanum saat kepalanya terbentur dengan keras didada suaminya


"Mana yang sakit?" panik Adnan yang langsung merubah posisinya menjadi duduk seperti Hanum


"Nggak ada...wleee" balas Hanum menjulurkan lidahnya mengejek Adnan


"Kamuuuu" geram Adnan karena dipermainkan oleh Hanum


Adnan pun langsung menyerang tubuh Hanum dengan jurus gelitikannya, ia menggelitik tubuh Hanum tanpa henti


"Ahahahahaha...ampun Mas ampun" mohon Hanum karena sudah tak tahan lagi digelitiki Adnan


"Rasain, makanya jangan iseng" balas Adna yang langsung menghentikan aksinya


"Tapi sakit tau tadi" balas Hanum sembari beranjak ingin turun dari ranjangnya


"Eitsss mau kemana?" tanya Adnan langsung mencekal tangan istrinya


"Mau cuci baju" jawab Hanum

__ADS_1


"Nggak boleh, kita tiduran aja sampe siang" balas Adnan langsung menarik lagi tangan Hanum hingga terbaring diranjang dan Adnan pun langsung memeluk tubuh Hanum dari samping agar tak melarikan diri darinya


Sesuai rencana Adnan, keduanya hanya berbaring diatas ranjang mengeluarkan segala uneg unegnya hingga bahkan tertidur kembali hingga siang


Adnan yang akhirnya bangun terlebih dahulu pun membenarkan selimut Hanum yang sudah berserakan kemana mana akibat pergantian posisinya lalu mengecup lama kening Hanum. Selepas itu Adnan langsung menuju kamar mandi untuk mandi


Sekitar 20 menit kemudian Adnan pun akhirnya selesai dengan aktivitas mandinya, ia mengambil baju ganti dengan asal kemudian beranjak turun dari kamarnya dengan tujuan dapur


Karena ia tak pandai dalam hal memasak, akhirnya Adnan membuat menu makan siang yang amat mudah yaitu mie instan. Agar tak terlihat terlalu sederhana dalam masakannya, Adnan pun menambah sayuran dan sosis sebagai pelengkap mie instan nya


Tuttt....tuttt....tttuuuttt....tiba tiba ponselnya berdering dengan menampilkan nama Mamanya dilayar. Akhirnya dengan malas Adnan pun menjawab telepon tersebut


"Adnan" panggil Bu Dian dari seberang sana


"Hm" jawab Adnan


"Kok hm doang sih jawabnya" kesal Bu Dian


"Kalau nggak ada apa apa Adnan matiin dulu" ucap Adnan tanpa basa basi


"Eh...eh jangan dulu dong" panik Bu Dian disana


"Ada apa?" tanya Adnan


"Kamu jam berapa jemput Vanessanya? kamu jadi kan izinin dia buat tinggal dirumah kamu?" tanya Bu Dian dari seberang sana


"Kapan aku bilang mau jemput dia?" tanya Adnan


"Ya...kamu emang nggak bilang sih, tapi kan kasihan Vanessa karena musti bawa banyak barang" jawab Bu Dian sembari menjelaskan


"Kenapa dia bawa barang banyak banyak? emangnya mau berapa lama dia disini?" ketus Adnan


"Ya...bukannya gitu nan, akan kebutuhan perempuan emang banyak" jawab Bu Dian


"Terserah" balas Adnan


"Aku nggak akan jemput dia, kalaupun dia nggak jadi kesini aku malah seneng kok" ucap Adnan lagi kemudian langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa berkata kata apa apa lagi pada Mamanya

__ADS_1


__ADS_2