
"Eumm itu aku semalam dianterin sama Toni, kebetulan banget dia lewat." jawab Adnan dengan berusaha meyakinkan Hanum, Hanum sendiri tampak mengangguk angguk mengiyakan saja. Toh....dia sendiri juga tak tau apa yang dialami suaminya semalam. Sementara Vanessa sendiri mencoba untuk tidak ikut campur hingga lebih memilih untuk fokus pada sarapannya.
"Em Mas Adnan mulai kerja kapan?" tanya Hanum pada Suaminya.
"Emmm kayaknya besok aku udah harus kerja deh" jawab Adnan sembari mengunyah nasi yang masuk kedalam mulutnya.
"Oiya Mas, aku nanti mau keluar sebentar yah." ucap Hanum yang meminta izin.
"Kemana?" tanya Adnan yang tampak heran kemana Istrinya tersebut akan pergi, pasalnya Hanum bukanlah wanita yang senang kelayapan seperti banyak wanita pada umumnya.
"Aku mau beli make up Mas, ada beberapa make up aku yang udah habis." jawab Hanum santai sembari menyendokkan nasi dan memasukkannya kedalam mulutnya.
"Gimana Van? enak nggak?" tanya Hanum meminta pendapat dari madunya tersebut.
"Enak kok." jawab Vanessa menyunggingkan senyumannya.
"Kalau gitu biar nanti aku yang anterin kamu." sahut Adnan yang membuat Hanum perlahan lahan mengarahkan pandangannya padanya.
"Bukannya mobil kamu ada dibengkel Mas? kan besok kamu juga udah mulai kerja lagi, jadi emangnya mau diambil kapan?" ucap Hanum melontarkan pertanyaannya dengan kenung berkerut karena merasa heran.
"Oh iya, ka...kamu benar. Mas hampir lupa." jawab Adnan kikuk yang langsung meraih gelas yang masih terisi penuh air putih tersebut dan meminumnya hingga tandas.
Hueeekkk, hueekkk tiba tiba saja Vanessa yang tadinya tampak menikmati makanannya tersebut kini mendadak mual.
"Maaf, huekkk." kata Vanessa yang langsung beranjak berdiri dan berjalan menuju washtafle, Adnan yang tadi tampak terkejut pun langsung menyusul Vanessa dan membantu memijit mijit tengkuk Vanessa.
"Kamu nggak papa?" tanya Adnan sembari memijit mijit tengkuk Vanessa.
"Aku nggak...nggak papa kok Mas." jawab Vanessa yang masih terdengar lemas, Hanum yang tadi ikut menyusulnya pun hanya bisa menatap keduanya dengan perasaan aneh namun harus ia tepis dengan kata maklum saja.
Lambat laun keadaan Vanessa sudah mulai membaik dan terdengar sudah tidak mual lagi.
"Sekarang aku bantuin kamu ke kamar, oke" ucap Adnan membantu memapah Vanessa, sementara Vanessa hanya bisa mengangguk dan menurutinya saja.
"Sayang, ayo kamu bantu aku juga." ucap Adnan meminta bantuan pada istrinya juga, Hanum pun dengan sigap ikut membantu memapah Vanessa dari sisi sebelahnya lagi. Hanum dan Adnan pun perlahan lahan membantu memapah tubuh Vanessa hingga ke kamarnya.
__ADS_1
Ceklekkkk.....betapa terkejutnya Hanum saat melihat kamar Vanessa yang tampak berantakan dengan spray, bantal dan guling yang kini telah berceceran kemana mana. Tak jauh berbeda dengan Adnan yang juga tampak terkejut melihat kamar Vanessa yang berantakan seperti ini karena aktivitas semalam, ia sama sejali tak menyangka jika Vanessa belum membereskan kamarnya sendiri padahal tadi ia bangun paling lambat. Sementara itu Vanessa hanya membelalakkan matanya dan meruntuki kebodohannya sendiri, bagaimana bisa ia melupakan hal ini dan membiarkan Hanum melihat semuanya?
"Van kamu...?" ucap Hanum yang hendak bertanya sembari mengarahkan pandangannya pada Vanessa.
"Hanum, ayo kuta bawa Vanessa. Kasihan kalau kelamaan berdiri." potong Adnan dengan wajah yang sudah tak bisa dibedakan lagi antara panik dan takut.
"Oh iya iya, maaf" ucap Hanum yang menyadari kesalahannya, akhirnya Hanum daj Adnan pun berhasil membaringkan Vanessa keatas tempat tidurnya.
"Van, biar aku bantuin kamu bersih bersih." ucap Hanum yang kemudian hendak melangkahkan kakinya.
"Hanum, tunggu." dengan sigap Vanessa langsung menghentikan langkah kaki Hanum karena kode dari Adnan yang Vanessa yakin jika Adnan memberinya kode agar tidak membiarkan Hanum melakukannya.
"Kenapa?" tanya Hanum yang heran.
"Emmm, aku tidak apa apa. Tadi aku kehilangan sesuatu dan mengacak acak kamarku hingga seperti ini dan membuatku keluar terlambat." jawab Vanessa memutar otak untuk menjawab agar tidak menimbulkan kecurigaan terlebih dahulu.
"Baik, aku akan membantumu menemukan barangmu yang hilang." balas Hanum menawarkan diri.
"Ahhh tidak tidak, kamu tidak perlu melakukan ini." potong Vanessa cepat.
"Aku bisa pergi nanti siang kok Mas." jawab Hanum dengan senyumannya.
"Jangan," tolak Adnan cepat karena tak menyetujui ide dari Hanum.
"Kenapa jangan?" tanya Hanum dengan kening berkerut dan tak mengerti maksud dari ucapan suaminya tersebut.
"Emm sekarang lagi musim hujan, takutnya nanti siang malah hujan. Jadi sebaiknya kamu pergi sekarang saja." jawab Adnan dengan sekali tarikan nafas saja.
"Benar, benar kata Adnan num takutnya nanti malah keburu hujan." sahut Vanessa yang ikut menimpali.
"Oke kalau begitu." jawab Hanum yang pada akhirnya menyetujuinya.
................
Mobil yang dikendarai Hanum perlahan lahan mulai menjauh meninggalkan rumahnya, Adnan yang tadi sudah memesan taksi Online pun kini juga telah bersiap siap untuk pergi. Sebelum pergi Adnan terlebih dahulu mampir ke kamar Vanessa untuk melihat kondisi wanita itu.
__ADS_1
"Van aku pergi." ucap Adnan singkat padat dan jelas.
"Pergilah." jawab Vanessa.
"Oke." balas Adnan yang kemudian langsung keluar dari kamar Vanessa begitu saja membuat Vanessa hanya bisa mengepalkan tangannya menahan kekesalan.
Adnan dengan taksi yang dikendarainya pun bergegas untuk menuju klub malam untuk mengambil mobil yang Adnan yakini pasti ada disana.
........
Akhirnya kini sampailah Hanum di sebuah mall yang menjadi tempatnya menjatuhkan pilihan untuk membeli beberapa jenis make up nya yang telah habis dan mulai menipis, membutuhkan waktu hampir satu jam bagi Hanum untuk membelinya karena ia juga mencoba membeli make up baru yang belum pernah ia pakai sebelumnya.
"Hanum?" tiba tiba saja terdengar suara seseorang di belakangnya yang baru saja memanggil namanya, Hanum yang merasa dipanggil pun langsung menoleh ke belakang.
"Maya??" pekik Hanum yang sama sekali tak menyangka bis bertemu dengan temannya disini.
"Kamu ngapain disini?" tanya Hanum sembari berjalan mendekat.
"Aku beli baju, mumpung ada diskon." jawab Maya, obrolan mereka berdua pun pada akhirnya harus berlanjut hingga membuat keduanya harus memesan makanan sebagai pendampingnya disalah satu restoran.
"Gimana kabar kamu?" tanya Maya pada Hanum.
"Aku baik baik aja, kalau kamu sendiri gimana?" balik tanya Hanum.
"Aku juga baik baik aja kok." jawab Maya dengan menunjukkan seluruh tubuhnya seakan akan memperlihatkan jika semuanya baik baik saja.
"Oh iya num, kamu tau nggak?" tanya Maya dengan pertanyaan ambigu.
"Tau apa? kamu jangan setengah setengah gini dong." kesal Hanum karena perempuan didepanya ini mengajukan pertanyaan aneh namun berhasil membuatnya penasaran.
"Itu, kayaknya adik ipar kamu suka deh sama Anggia." jawab Maya dengan wajah seriusnya.
"Ohhh ya udah biarin aja, Zidan juga baik kok anaknya." balas Hanum dengan santainya.
"Yah kalau aku sih nggak perduli perduli amat sama hubungan mereka berdua, aku kan tadi cuma mau ngasih tau kamu doang." ucap Maya dengan sewotnya, Hanum hanya mengangguk anggukkan kepala mengiyakan.
__ADS_1
"Hanum".....terdengar suara orang yang memanggil namanya dari arah belakangnya membuat Hanum pun langsung berbalik badan dan terkejut melihat siapa yang baru saja memanggilnya tersebut.