Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 58


__ADS_3

"Mas Anton?" kaget Hanum yang melihat sosok yang memanggilnya barusan adalah Anton, Anton pun mendekat kearah Hanum dan juga Maya.


"Kamu ngapain disini?" tanya Anton yang berbasa basi padah Hanum.


"Oh aku tadi beli beberapa kosmetik, kalau Mas Anton sendiri ngapain disini? kok nggak kerja?" Hanum pembalas pertanyaan Anton dengan pertanyaan yang lebih panjang.


"Aku hari ini libur karena ada kepentingan pribadi dan aku kesini karena ada beberapa barang yang harus aku beli." jawab Anton dan kini tatapan matanya beralih pada sosok yang duduk diseberang Hanum.


"Oh gitu, o iya Mas kenalin ini teman aku namanya Maya." ucap Hanum memperkenalkan Anton pada Maya.


"Anton." ucap Anton sembari menjabat tangan Maya.


"Maya." balas Maya disertai dengan senyumannya.


"Oh iya num, maaf aku ada janji. Aku minta maaf banget aku harus buru buru pulang sekarang." ucap Maya yang menepuk jidatnya karena baru teringat jika dirinya sudah lama berada di mall dan harus pulang cepat.


"Kenapa? kok buru buru banget?" tanya Hanum dengan wajah bingungnya.


"Iya maaf banget aku harus pulang duluan, permisi Mas." ucap Maya yang meminta jalan pada Anton, Anton yang menyadari jika ia menghalangi jalan Maya pun langsung menyingkir dari tempatnya saat ini berdiri.


Selepas kepergian Maya, Anton pun langsung mendudukkan bokongnya dikursi tempat Maya tadi. Anton memandang Hanum dengan tatapan penuh selidik.


"Mas ...Mas Anton kenapa lihatin akunya gitu banget?" tanya Hanum yang merasa risi karena ditatap seperti ini.


"Kamu ada masalah ya?" tanya Anton langsung pada intinya tanpa berbasa basi membuat Hanum langsung membelalakkan matanya mendengar pertanyaan Anton yang tidak sopan menurutnya.


"Maksud Mas Anton apa?" tanya Hanum dengan tatapan tak suka.


"Emmm, kemarin aku kayak ngelihat tatapan mata kamu tuh kayak sedih banget." balas Anton dengan santainya.


"Oh iya aku lupa, aku ngucapin banyak banyak terima kasih karena kemarin Mas Anton udah nolongin aku. Aku nggak tau bakalan gimana jadinya kalau kemarin nggak ada Mas Anton." ucap Hanum panjang lebar yang langsung teringat akan hutang terima kasihnya.


"No problem." jawab Anton singkat sembari mengangguk anggukkan kepalanya.


.............

__ADS_1


Adnan yang saat ini sudah berada di mobil hanya berdiam diri dengan tatapan kosong, pikirannya melayang menyesapi kepelikan hidupnya sendiri. Kenapa sekarang perasaannya mulai berubah? kenapa ia bisa mulai merasakan pesona Vanessa lagi yang sudah ia kubur hidup hidup. Cinta pertama memang akan selalu tersimpan didalam hati, entah itu terkubur hidup hidup ataukah tumbuh bersemi didalam-Nya.


Ingatannya kembali pada saat ia melihat dengan langsung perut Vanessa yang sudah mulai membuncit, saat ia mengusap dengan lembut perut tersebut. Sesuatu yang belum pernah ia rasakan dan kini malah ia mendapatkannya bukan dari wanita yang yang ia impi impikan.


Tok...tok...tok...tiba tiba saja ada seseorang yang mengetuk kaca mobilnya, dengan malas Adnan pun membuka kaca mobilnya tersebut.


"Ada apa ya Pak?" tanya Adnan pada sosok laki laki yang tengah membawa beberapa jenis minuman dinampannya.


"Bapak mau beli ini? silahkan dipilih Pak." pedagang tersebut dengan bahagianya memamerkan barang dagangannya, tak ingin lebih lama lagi Adnan pun langsung mengeluarkan selembar uang 50 ribu dan mengambil sebotol minuman untuknya.


"Kembaliannya, sebentar Pak." pedagang asongan tersebut pun langsung merogoh uang dari saku celananya, namun saat mengeluarkannya uang yang ia miliki tak cukup untuk membayar kembalian uangnya. Adnan yang melihatnya pun langsung mengerti apa yang tengah terjadi.


"Kembaliannya buat bapak saja, maaf pak saya harus pergi." ucap Adnan yang kemudian langsung menyalakan mesin mobilnya dan mulai melajukannya.


Tut.....tttuuuttt...tttuuttt....tiba tiba saja ponsel milik Zidan berdering, ia yang tengah rebahan pun dengan malasnya meraba raba disampingnya untuk mencari keberadaan ponselnya.


"Halo Mas?" ucap Zidan dengan malasnya menjawab panggilan dari Kakaknya tersebut.


"Halo, kamu dimana?" tanya Adnan dari seberang sana.


"Dirumah." jawab Zidan singkat.


"Aku cuti Mas hari ini." jawab Zidan pura pura tenang padahal dalam hatinya sudah ketar ketir karena biasanya Kakaknya itu tak akan pernah tinggal diam jika ia membolos kuliah.


"Oke, sekarang temui Mas di Cafe dekat kampus kamu." balas Adnan kemudian.


"Mau ngapain Mas?" tanya Zidan yang hendak melayangkan protes.


"Temuin atau Mas bakalan minta Papa biar kamu kembali kuliah diluar negeri lagi." ancam Adnan yang sudah tau betul jika adiknya tersebut pasti akan segera datang menemuinya karena takut dengan ancamannya.


"Iya iya, aku kesana." kesal Zidan yang kemudian langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak begitu saja, dengan malas ia mulai beranjak turun dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi drngan perasaan dongkol ditambah mulutnya yang komat kamit membacakan sumpah serapahnya yang ia tujukan untuk sang Kakak.


........


Tik...tik...tikkk satu persatu air turun dari langit bersama pasukannya membasahi bumi, tak ada yang salah dengan kehadirannya hanya saja ini terlalu awal untuk turun sementara jam masih menunjukkan pukul 10 pagi.

__ADS_1


Adnan yang sudah sampai di Cafe yang dijanjikannya pun langsung mencari tempat duduk yang masih terlihat kosong yang terletak dipinggir jendela dengan berhadapan langsung dengan jalanan yang masih padat pengendara.


"Mbak." panggil Adnan pada salah seorang pelayan wanita yang memang sudah hendak datang menghampirinya.


"Silahkan Mas, mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut sembari menyodorkan buku menu yang dibawanya, Adnan pun menerimanya dan perlahan lahan mulai membuka isi bukunya memilih milih menu yang dirasanya cocok dengan suasana hari ini.


"Saya mau ramen, minumnya lemon tea dan juga sosis bakar juga." ucap Adnan yang kemudian langsung menutup bukunya dan menyodorkannya kembali kepada pelayan tersebut.


"Baik Mas, silahkan ditunggu." balas pelayan tersebut dengan ramahnya kemudian pamit undur diri dari hadapan Adnan.


Adnan membuka ponselnya, begitu ia menekan tombol Power langsung tampaklah foto pernikahannya dengan Hanum yang selama 3 tahun ini dipajangnya menjadi wallpapper di ponselnya. Senyum Adnan langsung mengambang begitu saja melihat wajah Hanum yang tampak sangat cantik dengan senyum yang merekah yang menghiasi bibirnya sembari merangkul tangannya dengan bangga, tak jauh berbeda dengan gambar dirinya yang juga tampak gagal dengan senyumannya dengan tangan kiri yang bertengger diatas tangan Hanum yang tengah merangkul tangannya.


"Udah lama Mas?" tiba tiba saja lamunan indah Adnan harus terhenti begitu mendengar suara yang ia hafal betul itu suara Zidan.


"Hmm." balas Adnan, Zidan pun langsung duduk berhadapan langsung dengan kursi kakaknya tersebut.


"Maaf Mas tadi hujannya agak lebat." ucap Zidan berbasa basi.


"Hhhmmm." jawab Adnan dengan malas.


"huh....kanebo kering ini kalau dibiarin terus lama lama kurang ajar juga." batin Zidan dengan senyum yang menghiasi bibirnya.


........


"Gimana merut kamu pasta disini?" tanya Anton pada Hanum yang tengah menyantap pasta pesanannya.


"Enak." jawab Hanum sembari mengangguk anggukkan kepalanya.


"Menurut aku rasanya lebih enak ditempat yang aku ketahui." balas Anton lagi.


"Dimana?" tanya Hanum yang langsung mendongakkan kepalanya dengan cepat karena merasa penasaran.


"Lain kali aku akan mengajakmu kesana." ucap Anton dengan senyuman tipisnya.


"Anton? Hanum?".........

__ADS_1


Suara siapakah itu?


Mohon tinggalkan jejak dan berikan dukungan sebanyak banyaknya ya teman teman, Otor butuh banget dukungannya biar nggak down kayak gini terus😞


__ADS_2