Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 84


__ADS_3

Vanessa tampak sedang menyiapkan makan malam untuk suaminya yang dibantu dengan Mbok War pembantu baru mereka, semenjak Adnan dengan Hanum Vanessa meminta agar rumah ini ada pembantu mengingat dirinya yang tengah hamil.


Adnanpun hanya mengiyakan karena tak ingin terlalu ambil pusing dalam hal seperti ini.


"Mana piringnya mas, biar aku yang ambilin." ucap Vanessa yang baru duduk setelah meletakkan lauk terakhir yang dibuatnya diatas meja.


"Nggak usah." jawab Adnan seperti biasa yang lagi lagi dan lagi membuat Vanessa hanya bisa tersenyum kecut.


"Mas....Mas...." panggil seseorang membuat Adnan menghentikan gerakan tangannya yang baru saja hendak menyendok.


"Biar aku aja mas." ucap Vanessa yang hendak berdiri.


"Nggak perlu." tolak Adnan yang kemudian langsung beranjak berdiri dari posisi duduknya.


"Mas Adn..." gerakan mulut Zidan langsung terhenti tat kala melihat orang yang dicarinya.


"Kenapa kesini?" tanya Adnan pada adiknya dengan tatapan terkejut sekaligus tak suka, sejak kepergian Hanum dari rumah ini Adnan merasa tak suka bila ada tamu yang berkunjung dirimahnya. Tak seperti saat ia masih bersama dengan Hanum yang akan dengan senang hati menerima tamu yang datang kerumah ini.


"Ada yang mau aku omongin mas." jawab Zidan sembari melirik kearah Kakak iparnya yang sama sekali tak pernah dipanggilnya lagi.


"Ikut Mas." ucap Adnan yang kemudian berjalan mendahului Zidan, Adnan tahu jika Zidan tak nyaman memberitahunya karena masih ada sosok Vanessa disampingnya tadi. Lantas Zidan pun langsung berbalik dan mengikuti kemana kaki kakaknya tersebut melangkah.


"Kenapa sih? kok malah pergi?" batin Vanessa yang menatap sebal dua punggung yang berlahan kian menjauh tersebut.


Karena memang penasaran, Vanessa mengendap endap mengikuti mereka dari belakang.


"****! mereka malah masuk ruang kerja Mas Adnan segala, tuh ruangan pake acara kedap suara segala lagi." sewot Vanessa melihat Zidan yang masuk kedalam ruangan tersebut setelah suaminya.


Brak.....


"Ada apa?" tanya Adnan langsung setelah Zidan baru saja menutup lalu mengunci pintunya.


"Mbak Hanum mau menikah Mas." jawab Zidan jujur apa adanya.


"Apa? Brakkk...." terkejut Adnan yang langsung menggebrak meja secara bersamaan.


"Tau dari mana kamu?" tanya Adnan yang langsung berjalan mendekat kearah Zidan.


"Aku ketemu sama mbak Hanum tadi dan ternyata bener."


"Sebelumnya aku tahu dari Mbak Maya waktu nganter Anggia pulang." jawab Zidan dengan jelasnya.

__ADS_1


Terlihatlah dengan jelas Adnan yang sedang menahan emosinya, mulai dari mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya.


"Hanum nggak akan menikah dengan laki laki itu." geram Adnan dengan mata melotot tajamnya.


"Maksud Mas?" tanya Zidan yang tak mengerti.


"Laki laki itu brengsekkk! aku akan menyelamatkan dan melindungi Hanumku." jawab Adnan yang kemudian langsung pergi keluar dari ruangan ini meninggalkan Zidan sendirian dengan sejuta tanda tanya dipikirannya.


.............


"Aku sedang dalam perjalanan ke kosmu." kata Anton pada Hanum melalui sambungan teleponnya.


"Apa??" pekik Hanum yang terkejut dan langsung terbangun dari posisi rebahannya.


"Ayo jalan jalan." tawar Anton.


"Tapi aku baru keluar jalan jalan." jawab Hanum yang memang baru keluar dan pulang sore tadi.


"Kemana? sama siapa?" tanya Anton langsung.


"Disekitaran sini doang kok, terus aku perginya juga sendiri." jawab Hanum membuat Anton diseberang sana tersenyum lega.


"Kalau gitu cepat siap siap, sebentar lagi aku sampai." kata Anton yang kemudian langsung memutuskan sambungan teleponnya.


"Udah dimatiin." kesal Hanum menatap layar ponselnya.


Dengan langkah malas Hanum beranjak turun dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi, sekedar untuk membasuh wajahnya.


Hanum pun mengganti pakaiannya dengan celana jeans berwarna navy dengan dipadu padankan hoodie oversize berwarna nude sebagai pelengkapnya, tak lupa juga Hanum memoles tipis tipis wajahnya agar tampak lebih segar.


Ttuuuttttt......ttttuuuttt....tiba tiba saja ponsel Hanum berdering, Hanum yang selesai membereskan make upnya pun langsung mengambil ponselnya.


"Mas Anton?" gumam Hanum membaca nama yang tertera, sejurus kemudian senyuman pun melengkung dari bibirnya. Hanum pun langsung menggeser icon berwarna hijau tersebut.


"Halo." sapa Hanum.


"Aku sudah ada didepan." jawab Anton langsung pada intinya dari seberang sana.


"Oke, aku juga udah siap." balas Hanum yang langsung mengakhiri panggilan tersebut dan mengambil parfum miliknya lalu menyemprotkannya dibeberapa bagian tubuhnya.


Hanum pun berjalan tergesa gesa menuju kearea luar kos kosannya.

__ADS_1


"Mas Anton." panggil Hanum pada Anton yang tampak berdiri disamping mobilnya ditepi jalan sembari memainkan ponselnya.


Ternyata Mas Anton tak mendengar panggilannya, membuat Hanum langsung berjalan mendekatinya.


"Mas Anton!." panggil Hanum tepat disamping Anton yang masih tampak asyik memainkan ponselnya tersebut.


"Astaga,,," pekik Anton yang terkejut dengan panggilan Hanum dan otomatis tangannya mengelus dadanya.


Ahahahaahaha....tawa Hanum malah pecah melihat reaksi terkejut calon suaminya tersebut.


"Abisnya aku panggil nggak denger sih tadi." ucap Hanum setelah berhenti tertawa, Anton yang tak bersuara hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Hanum yang seperti anak kecil ini.


"Udah selesaikan ketawanya?" tanya Anton yang dijawabi dengan aggukan kepala oleh Hanum yang tampak jelas masih berusaha untuk menahan tawanya dengan mengulum senyuman tersebut.


"Kalau gitu kita sekarang aja perginya." ucap Anton yang langsung berjalan melewati Hanum dan langsung membukakan pintu untuk Hanum.


"Makasih." ucap Hanum dengan senyumannya sebelum masuk kedalam mobil Anton.


Anton pun lekas berjalan menuju pintu kemudi setelah menutup pintu untuk Hanum.


"Kita mau kemana Mas?" tanya Hanum saat Anton baru saja masuk kedalam mobil dan tengah memakai sabuk pengamannya.


"Mas mau makan malam sama kamu malam ini." jawab Anton sembari menyalakan mesin mobilnya.


"Dimana?" tanya Hanum yang tampak sudah sangat penasaran tersebut.


"Jangan banyak tanya deh, nanti juga tau sendiri." jawab Anton dengan tenangnya sembari fokus pada jalanan didepannya ini membuat Hanum tersenyum sinis sembari melirik calon suaminya.


Dalam perjalanan hanya ada pembicaraan sesekali tanpa ada pembicaraan yang serius membuat Hanum lebih banyak menghabiskan waktu dengan memainkan ponselnya dan membiarkan Anton fokus dengan jalanan yang ada didepannya tersebut.


Setelah cukup lama akhirnya Hanum merasakan mobilnya berhenti hingga membuatnya mengalihkan pandangannya yang tadinya hanya fokus pada ponselnya kini menatap ke luar.


"Wuahhhh." mata Hanum langsung berbinar melihat restoran mewah yang ada didepannya kini, pasalnya cukup sulit untuk makan malam direatoran ini karena saking banyaknya peminat sedangkan restoran ini tidak cukup luas untuk menampung banyak pelanggan.


"Ayo." ucap Anton yang kemudian langsung turun dari mobilnya. Begitupun dengan Hanum yang kemudian juba langsung turun dari mobilnya hingga kemudian ia menyadari sesuatu.


"Kenapa?" tanya Anton yang melihat Hanum tampak menunduk lesu.


"Aku salah outfit dong Mas." kata Hanum sembari mendongak menatapnya dan menatap bagian bawah dirinya sendiri dengan wajah manyun.


Astagahhh

__ADS_1


~Ketika rasa keinginanmu untuk sukses jauh lebih besar daripada rasa ketakutanmu untuk gagal, kamu tidak akan terkalahkan~


__ADS_2