Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 16


__ADS_3

"Itu bukannya mas Anton ya?" gumam Hanum sembari terus menajamkan penglihatannya. Benar itu memang Mas Anton


"Mas Anton" panggil Hanum, namun sayangnya yang dipanggil tidak mendengarnya mungkin karena banyaknya kendaraan yang berlalu lalang


"Aku samperin aja kali ya? jarang jarang banget ketemu" kata Hanum pada dirinya sendiri


Saat hendak melangkah tiba tiba ia melihat ada seorang wanita yang datang dan menghampiri Anton, namun sayangnya posisi wanita itu berdiri membelakanginya sehingga ia tak bisa melihat wajah wanita itu. Namun Hanum seperti merasa jika wanita itu bukanlah orang yang asing untuknya, namun siapa nya orang itu Hanum tak mengetahui dengan jelas


"Nggak papa kali ya, toh aku juga nggak tau itu siapa" ucap Hanum pada dirinya sendiri, menurutnya tak apalah jika ia menghampiri Anton sekedar untuk menyapa tanpa memperdulikan wanita yang ada disampingnya tersebut


"Mbak, ini udah jadi" tiba tiba penjual telur gulung tersebut datang dengan membawa satu kantung plastik berisi telur gulung pesanan Hanum


"Eh, udah jadi ya mas" kaget Hanum yang sontak langsung berbalik kearah penjual tersebut


"Tunggu sebentar mas" ucap Hanum yang kemudian langsung mengambil uang didalam tasnya dan kemudian menyodorkannya pada penjual tersebut


"Makasih mas" ucap Hanum


"Sama sama mbak" jawab penjual tersebut


Saat Hanum berbalik ia sudah tak menemukan sosok Anton lagi, entah kemana perginya laki laki itu


"Kok udah nggak ada?" gumam Hanum sembari matanya terus mencari sosok Anton disekelilingnya, namun sayangnya ia tak menemukannya lagi


"Yaudah, mungkin besok kalau ketemu lagi aja" ucap Hanum yang kemudian langsung berjalan menuju taksinya


"Mas, kita lanjut lagi yah" ucap Hanum kepada aupir taksi tersebut


.............


Beberapa hari kemudian Hanum dan Adnan tengah menikmati sebuah acara televisi yang menyuguhkan acara kompetisi dangdunt dengan ditemani oleh bakso aci sebagai camilannya


Tut....tttuuuttt....ttuuuttt....suara getaran ponsel Adnan yang terletak diatas meja, sontak Hanum dan Adnan pun langsung terdiam seketika menjeda acara makannya


"Siapa mas?" tanya Hanum pada Adnan, Adnan pun langsung meraih ponsel tersebut tanpa menjawab pertanyaan dari Hanum terlebih dahulu


"Vanessa?" gumam Adnan sembari menunjukkan ponsel tersebut pada Hanum agar Hanum melihat sendiri nama yang tertera dilayar ponselnya


"Ngapain dia telepon kamu?" tanya Hanum dengan wajah mendelik tak suka


"Nggak tau juga" jawab Adnan yang memang benar benar tak tahu


"Yaudah angkat aja" ucap Hanum yang kemudian langsung menyendokkan kembali bakso aci dari wadah mangkuknya

__ADS_1


.


Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya, Adnan pun akhirnya menggeser icon berwarna hijau tersebut


"Halo" sapa Adnan pertama kali setelah mengangkat teleponnya


"Halo mas, mas kamu cepetan kesini mas" ucap Vanessa dari seberang sana, didengar dari suaranya tampaknya Vanessa saat ini tengah dalam kondisi yang panik


"Halo, kamu kenapa? bicara yang jelas" kata Adnan yang merasa tak paham dengan apa yang dikatakan oleh Vanesaa, kesini? emangnya kesini itu kemana?


"Mas, Mama Papa aku kecelakaan mas" jawab Vanessa dengan cepat dari seberang sana


"Apa???" Adnan pun langsung terkejut mendengar ucapan Vanessa barusan


"Kenapa mas?" tanya Hanum yang langsung ikutan panik mendengar suaminya yang tampak kaget


"Oke oke, aku akan kesana sekarang" jawab Adnan membalas ucapan Vanessa, kemudian Adnan langsung mematikan sambungan teleponnya


"Mas, kamu kenapa mas?" tanya Hanum lagi karena suaminya belum menjawab pertanyaanya


"Orang tua Vanessa num" jawab Adnan yang juga ikutan panik, Sementara Adnan langsung beranjak berdiri dari posisi duduknya tersebut


"Kenapa mas? orang tua Vanesaa kenapa?" tanya Hanum sembari mengikuti langkah kaki suaminya dari belakang


"Apa???" kaget Hanum yang hampir tak percaya, sontak ia pun langsung menghentikan langkah kakinya dengan mata yang membulat sempurna ditambah lagi dengan mulut yang menganga lebar


"Kita harus kesana, cepat" perintah Adnan sembari meraih kunci mobilnya yang terletak diatas nakas


"Oke mas, sebentar aku ganti baju dulu" ucap Hanum yang langsung berjalan kearah lemari, walaupun dalam kondisi panik namun Hanum tak mungkin keluar hanya dengan menggunakan hot pans yang saat ini tengah dipakainya


"Cepetan" ucap Adnan yang kemudian langsung duduk ditepi ranjang


"Oke" jawab Hanum sembari menutup lemari setelah mendapatkan apa yang tengah dicarinya


"Jangan lupa kamu hubungin Mama sama Papa juga" ucap Hanum mengingatkan sebelum tubuhnya menghilang dibalik pintu kamar mandi


"Oh iya" kaget Adnan yang tak kepikiran sama sekali untuk menghubungi orang tuanya dahulu. Adnan pun langsung mengotak atik ponselnya sesaat untuk mencari kontak Mamanya


"Halo ma" ucap Adnan


"Ada apa nan kok malem malem gini nelpon?" tanya Bu Dian dari seberang sana


"Orang tua Vanessa kecelakaan ma" jawab Adnan cepat

__ADS_1


"Apa??" kaget Bu Dian dari seberang sana


"Aku sama Hanum mau kesana" kata Adnan


"Oke oke, Mama sama Papa juga akan kesana" ucap Bu Dian dari seberang sana


"Oke ma" jawab Adnan yang kemudian langsung memutuskan sambungan telepon tersebut


"Ayo mas" ucap Hanum yang baru keluar dari kamar mandi, rupanya Hanum memilih untuk memakai celana jeans panjang dengan kaos yang dilapisi dengan cardigan


"Ayo" jawab Adnan yang kemudian langsung berjalan keluar dari kamar disusul oleh Hanum


.......


Sesampinya dirumah sakit, Adnan pun langsung mencari keberadaan Vanessa. Sesampainya di ruangan yang ditujunya nampaklah sosok Vanessa yang bersimpuh menangis


"Van" panggil Adnan sembari mendekati Vanessa, sementara itu matanya melihat dua tubuh yang telah ditutupi selimut sampai keatas kepalanya. Tentu saja Adnan langsung mengerti apa yang tengah terjadi


"Adnan" kaget Vanessa saat mendengar seorang memanggil namanya, saat ia mendongak ternyata suaminya kini telah berada dihadapannya


"Nan" Vanessa langsung menghambur kepelukan Adnan membuat tubuh Adnan langsung menegang seketika mendapat perlakuan seperti ini dari Vanesaa. Mata Adnan melirik lirik kearah Hanum seolah olah tangah meminta pendapat, Hanum yang melihat pun langsung menganggukkan kepalanya seolah olah memberi kode jika ia mengizikan suaminya untuk membalas pelukan Vanessa


"Kamu yang sabar van" ucap Adnan sembari menepuk nepuk pelan punggung Vanessa


Sebenarnya Hanum tak suka melihat Vanessa memeluk suaminya, namun ia harus sadar diri akan situasi yang tengah terjadi saat ini. Ia tidak bisa mengedepankan egonya ataupun menarik tubuh wanita itu dengan paksa agar tak menempel pada tubuh suaminya


"Hanum" tiba tiba ada suara yang memanggil Hanum, saat Hanum menoleh ternyata yang datang adalah Mama mertuanya


"Mama" Hanum pun langsung memeluk Mama mertuanya tersebut


"Maaf Mama telat" ucap Bu Dian


"Mama" Adnan pun sedikit terkejut dengan kedatangan Mamanya


"Vanessa" panggil Bu Dian setelah melepaskan pelukannya dari tubuh Hanum, Bu Dian pun langsung berjalan menghampiri Vanessa


"Papa yang akan mengurus semuanya" ucap Pak Basuki yang tiba tiba muncul dari balik pintu


"Iya pa" jawab Adnan cepat


"Kamu yang sabar ya sayang..." ucap Bu Dian menengkan Vanessa


"Mama...hik...hiks...hikss" tangis Vanessa pun kembali pecah didalam pelukan Bu Dian

__ADS_1


__ADS_2