Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 18


__ADS_3

Emmmm....Adnan berdehem untuk menetralkan suasana


"Num" panggil Adnan setelah menyelesaikan makannya, Hanum pun menoleh kearah Adnan tanpa menjawab panggilan Adnan


"Menurut kamu perkataan Mama tadi gimana?" tanya Adnan pada Hanum


"Maksud Mas?" tanya Hanum penuh selidik, ia mulai tak suka melihat suaminya yang memperdulikan orang lain


"Aku nggak akan maksa kamu buat ngikutin saran Mama tadi num ..tapi" ucapan Adnan terjeda,


"Bener kata Mama, dia lagi hamil num" sambung Adnan, Hanum hanya menatap suaminya terheran heran


"Lalu? itu urusan dia bukan urusan kita" tegas Hanum


"Bantuan yang kita berikan selama ini sudah lebih dari cukup" tekan Hanum penuh keyakinan


"Baiklah, sesuai janjiku aku tidak akan memaksakannya padamu" jawab Adnan


Ting....tong.....ttting.....ttonggg tiba tiba terdengar suara bell rumahnya, siapa yang bertamu sore sore begini?


"Biar Mas aja yang bukain, kamu lanjutin makan kamu aja" ucap Adnan pada Hanum, kemudian Adnan langsung beranjak berdiri untuk melihat siapa tamunya


Hanum hanya memandang kepergian suaminya dengan perasaan bingung. Sebagai sesama wanita ia juga merasa kasian dengan Vanessa namun ia juga tak ingin memberikan celah bagi wanita itu untuk masuk lebih dalam lagi diantara dirinya dan Adnan, mau minta tolong ke mama juga tak mungkin rasanya mana bisa ia melibatkan pihak luar seperti itu


"Siapa masss?" teriak Hanum menyusul suaminya


"Zidannnn" teriak Adnan membalas pertanyaan Hanum


"Ngapain Zidan kesini?" gumam Hanum, ia pun mempercepat langkahnya kedepan


"Eh Zidan? kok kesini sore sore, ada apa?" tanya Hanum pada adik iparnya tersebut


"Ini mbak disuruh Mama buat nganterin makanan, takutnya Mbak kecapean jadi nggak masak" jawab Zidan sembari menunjukkan tas yang dibawanya


"Kok ngerepotin banget, padahal Mbak udah masak lo, udah makan malah ya kan mas?" ucap Hanum meminta persetujuan suaminya, sementara tangannya meraih tas yang dispdorkan Zidan

__ADS_1


"Wihhh istri idaman banget nih mbak, beruntung banget brotherku ini" ucap Zidan cengingisan sembari mengedipkan matanya sebelah pada Adnan


"Udah, kamu mau makan dulu nggak disini?" tanya Adnan mengalihkan pembicaraan pada adiknya tersebut


"Emmm boleh deh, aku nggak makan tapi soalnya tadi udah makan" kata Zidan sembari menerobos masuk melewati kakaknya begitu saja


"Aku cuma mau mampir aja" lanjutnya lagi


"Terserrah" jawab Zidan malas


..................


"Mbak, Mas aku pulang dulu ya" teriak Zidan mengganggu Adnan dan Hanum yang sedang menonton televisi berdua


"Iyaaa" teriak Adnan menimpali


"Hati hati dijalan" sahut Hanum, tak terdengar jawaban dari Zidan namun tak berselang lama kemudian terdengar suara deru mesin mobil yang merupakan milik Zidan


"Adek kamu mas mas" ucap Hanum geleng geleng kepala mengingat kelakuan Zidan barusan


"Jadi waktu Zidan lahir, aku yang sering jagain dia"


"Ngajak dia main, waktu mulai agak besaran dia mas juga mandiin dia" sambung Adnan lagi


Hanum hanya menyimak cerita suaminya yang tampak menyenangkan tersebut, entah disadarinya atau tidak tangannya ternyata tengah mengelus elus perutnya. Adnan yang tak sengaja meliha Hanum mengelus elus perutnya langsung menghentikan ceritanya dan menarik kedua tangan Hanum


"Aku harap kita bakalan sama sama terus sampai kita punya anak cucu" ucap Adnan penuh ketulusan, Hanum pun tersenyum mendengarnya dan mengangguk anggukkan kepalanya


Etah karena terbawa suasana atau apa Adnan secara sadar memajukan wajahnya hingga bibirnya bertemu dengan bibir milik Hanum, ia mengecupnya dan memberi ciuman lembut namun lama kelamaan semuanya berubah menjadi ciuman yang menuntut


Hawa napsu mulai menyerang keduanya, secara nalurinya Hanum langsung mengalungkan tangannya pada leher suaminya. Sementara bibir Adnan kini telah bergerilya menelusuri daerah daerah yang lain yang dapat dijangkaunya, tak lupa tangannya pun ikut berjelajah mencari cari tempat persinggahan favoritnya


Uhhhm.....lenguh Hanum yang terdengar sangat merdu ditelinga Adnan, suaranya terdengar bagaikan seperti cambukan yang akan memacu semangatnya


Adnan pun secara berlahan merebahkan tubuh Hanum pada sofa yang masih didudukinya diikuti dengan condongnya tubuhnya diatas tubuh Hanum, rupanya bibirnya masih belum puas untuk menjelajah setiap inci tubuh Hanum yang masih tertutup pakaian

__ADS_1


Setelah puas dengan bagian atas, Adnan pun menanggalkan seluruh pakaian yang masih menempel pada tubuh Hanum. Sampai pada akhirnya nampaklah surga dunianya, Adnan pun kembali menyerang tubuh Hanum hingga ia pada akhirnya merasa puas dengan tubuh atas istrinya trsebut


Pelan pelan Adnan mengukur gunung kembar milik Hanum dengan kepalan tangannya hingga Hanum mengeluarkan suara seksi membuat Adnan semakin bersemangat untuk menggarap lahan didepannya tersebut


Bagaikan orang yang tak pernah minum, Adnan dengan rakusnya menguasai dua gunung kembar milik Hanum dan menyesapnya kuat kuat padahal tak ada apapun yang keluar dari dalamnya


Hingga sampailah ia pada hidangn utamanya, ia mengarahkan apa yang menjadi kebanggaanya selama ini kepada markasnya yang dijaga dengan baik oleh Hanum


Aaahhhh.....lenguh Hanum bersamaan dengan terbenamnya pusat Adnan didalam gua milik Hanum, perlahan lahan Adnan pun menggerak gerakkan pinggulnya secara teratur namun lama kelamaan gerakannya semakin cepat tak beraturan


Hanya terdengar suara suara kenikmatan setelahnya, dua pasangan yang sembrono ini melakukannya disofa ruang keluarga tanpa mengunci pintu terlebih dahulu. Untung saja setelah kepulangan Zidan tak ada orang lain yang datang kerumah Adnan


Adnan benar benar memuaskan Hanum, sementara Hanum memberikan apapun yang dimilikinya kepada Adnan dengan suka rela dan ia pun sangat menikmati apapun yang diberikan Adnan kepadanya


Hampir 3 jam keduanya bertarung dalam hal ini, hingga keduanya sama sama mencapai puncaknya secara bersamaan. Tubuh Adnan pun langsung ambruk diatas tubuh Hanum, nafas keduanya pun masih terengah engah seakan akan habis lari marathon saja


"Terima kasih" ucap Adnan sembari mengecup dahi berkeringat Hanum, Hanum pun menerimanya dengan memejamkan mata


Setelah mengecup kening Hanum, Adnan pun langsung beranjak dari atas tubuh Hanum


"Mas" panggil Hanum sembari menarik tangan Adnan, Adnan pun langsung menoleh kearah Hanum


"Gendong" pinta Hanum dengan nada manjanya, Adnan pun ikut tersenyum geli melihat kelakuan istrinya tersebut


"Okay Babby" jawab Adnan sembari mengerlingkan sebelah matanya


Sesuai permintaan tuan putri, Adnan pun menggendong tubuh Hanum ala brydal style menuju ke kamar dengan keadaan sama sama polos tanpa sehelai benang pun


"Kamu mau mandi bareng nggak?" tanya Adnan pada Hanum


"Nggak ah malah lama lagi nanti urusannya" tolak Hanum yang tak ingin memperpanjang urusan seperti ini, tubuhnya sudah cukup lelah setelah adegan panjang tadi


"Kamu telah membuat Mas mu ini kecewa" ucap Adnan dengan menunjukkan wajah kesalnya. Hanum hanya tersenyum cengingisan mendengar ucapan Adnan barusan


Adnan pun merebahkan tubuh Hanum dengan amat pelan pelan didalam bath up, kemudian mengisikannya air hangat

__ADS_1


__ADS_2