Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 32


__ADS_3

Pagi pertama dikediaman Hamum dan Adnan setelah kedatangan Vanessa, Vanessa yang sadar diri jika ia hanya menumpang disini pun bangun pagi pagi sekali untuk membuat sarapan sebagai tanda terima kasihnya. Sebenarnya ia merasa aneh dengan Hanum, bukankah suaminya orang kaya? lalu kenapa dia tidak memakai jasa pembantu?


"Masak nasi goreng aja kali yah?" gumam Vanessa


"Apa omelete?" bingung Vanessa, ia berencana untuk membuat sarapan terbaik


"Ah...omelet aja biar nggak ribet" akhirnya pilihan Vanessa pun jatuh pada omelet. Ia pun lekas membuatnya dengan perasaan senang karena makanan inilah yang nanti akan menjadi sarapan pertama yang dibuatnya untuk Adnan


..........


"Mas, ayo bangun" kata Hanum membangunkan suaminya


"Kita tiduran aja, besok kan aku udah harus masuk kerja" jawab Adnan yang masih memejamkan matanya lalu mengeratkan pelukannya pada Hanum, posisi inilah yang membuatnya selalu merasa nyaman seakan akan keduanya masih merasa sebagai pengantin baru


"Emangnya kamu nggak laper?" tanya Hanum


"Kan semalem udah nyemilin kamu" jawab Adnan


"Ihhhh" kesal Hanum sambil mencubit perut suaminya yang belum terhalang kain apapun karena kegiatannya semalam


"A...aaaa...aduh...aduh" keluh Adnan mengelus elus bekas cubitan Hanum


"Kan sakit" kata Adnan menautkan kedua alisnya


"Makanya, jangan macem macem ngomongnya" sinis Hanum


"Kenapa? malu? padahal semalem aktif banget" sindir Adnan mengingat aktivitasnya semalam


"Mas...aku cubit lagi nih" ancam Hanum dengan tatapan mata tajamnya


"A...iya iya nggak jadi deh" kata Adnan nyengir, cubitan istrinya tadi saja masih terasa pedihnya gimana rasanya kalau ditambahin lagi?


"Udah ah ayo tidur lagi aja, kalau kamu laper ada roti tuh dimeja" kata Adnan yang membuat Hanum langsung mengalihkan pandangannya pada meja, betapa terkejutnya Hanum saat melihat diatas meja sudah ada banyak makanan. Ada roti, susu, selai kacang, buah buahan dan juga air putih


"Mas kapan ambil itu semua?" tanya Hanum pada Adnan

__ADS_1


"Subuh tadi" jawab Adnan yang sembari memejamkan matanya kembali


"Niat banget" cibir Hanum yang kemudian langsung membalas pelukan suaminya, ia berniat untuk menghabiskan waktu untuk tiduran diatas ranjang bersama suaminya. Adnan yang mendengar cibiran Hanum hanya menyunggingkan senyumannya dan memeluk tubuh Hanum semakin erat


.........


"Akhirnya selesai juga" ucap Vanessa yang telah memasak omelet, Vanessa memandang masakan yang baru saja matang tersebut dengan perasaan bahagia dan penuh harap. Berharap jika nanti Adnan akan menyukai masakannya tersebut


"Kok Mas Adnan sama Hanum belum turun yah?" gumam Vanessa sembari menatap kearah tangga


"Apa mungkin mereka masih tidur? kan ini hari minggu? apa aku bangunin aja?" ucap Vanessa menimang nimang apakah ia akan membangunkan suaminya atau tidak


"Mendingan aku mandi dulu deh, siapa tau nanti mereka udah turun" gumam Vanessa memutusakan pilihannya, akhirnya ia pun memilih untuk mandi terlebih dahulu


Hampir 15 menit waktu yang digunakan Vanessa untuk mandi, waktu yang jauh lebih singkat dari biasanya. Tentu saja hal itu ia lakukan karena tak ingin membuat Adnan nanti malah menunggunya. Tak lupa Vanessa juga memoles tipis tipis wajahnya agar tampak lebih segar dan juga memakai lipstick dengan warna natural, usai memperbaiki penampilannya Vanessa buru buru kembali ke meja makan


Terkejut dan juga senanglah yang Vanessa rasakan, makanan yang dimasaknya masih terhidang utuh diatas meja. Hal ini berarti Hanum dan Adnan belum turun dari kamarnya, kenapa lama sekali?


"Mungkin sebentar lagi" gumam Vanessa yang pada akhirnya lebih memilih untuk menarik kursi lalu duduk, tentu saja hal ini ia lakukan untuk menunggu sang suami datang


"Sabar....hari ini kan hari minggu, mungkin sebentar lagi" kata Vanessa pada dirinya sendiri sembari matanya terus menerus melihat kearah tangga


.............


"Mas, aku mau mandi" kata Hanum yang mencoba melepaskan diri dari pelukan suaminya, hal ini ia lakukan karena ia sudah tidak dapat melanjutkan tidurnya lagi, rasanya matanya kini sudah tak mengantuk lagi


"Mas masih ngantuk banget" gumam Adnan yang menjawab ucapan Hanum, namun ia masih setengah sadar dalam tidurnya


"Aku gerah rasanya Mas, Mas kalau mau tidur tidur aja" jawab Hanum


"Jangan kemana mana, Mas mau menghabiskan waktu berdua sama kamu" kata Adnan kemudian melepaskan pelukannya dari Hanum dan mengubah posisinya memunggungi Hanum


"Apaan, menghabiskan waktu berdua kok dikamar" cibir Hanum mengerucutkan bibirnya


"Mas denger loh" balas Adnan tanpa mengubah posisinya

__ADS_1


"Iya iya Suamiku sayang, aku mau mandi dulu yah" ucap Hanum yang kemudian mengecup pipi suaminya kemudian beranjak turun dari ranjangnya


Membutuhkan waktu sekitar 30 menitan bagi Hanum untuk menunaikan aktivitas mandinya, ia keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk kimononya. Dilihatnya Adnan yang masih tidur dalam posisi meringkuk memunggunginya, Hanum pun berjalan kearah suaminya tersebut


"Mas, Mas buruan bangun gih. Kita sarapan dulu" ucap Hanum sembari mengguncang guncangkan lengan Adnan pelan


"Hemmm" gumam Adnan


"Ayo bangun, aku udah mandi loh" kata Hanum lagi namun suaminya tak merespon sama sekali, akhirnya tercetuslah ide jahil diotaknya. Hanum menggeleng gelengkan kepalanya hingga cipratan dari rambutnya yang masih basah itu menyiprat tepat diwajah Adnan


"Hanum, janhan gitu ah" gumam Adnan yang sudah mulai merasa terganggu dengan kejahilan Hanum, tanpa menjawab lagi Hanum malah semakin gencar mengerjai suaminya tersebut hingga cipratan air keramasnya semakin banyak terjun diwajah suaminya itu


"Iya iya Mas bangun, berenti" gumam Adnan


"Bangun dulu dong" balas Hanum


"Iya iya" akhirnya dengan amat sangat malas, Adnan pun memuka matanya yang terasa masih sangat lengket tersebut dan beranjak duduk


"Nah, gitu dong bangun" kata Hanum yang kemudian berjalan menuju meja riasnya


"Buruan mandi" ucap Hanum sembari mendudukkan bokongnya pada kursi didepan meja riasnya


"Kan masih ngumpulin nyawa" balas Adnan yang masih terus menatap punggung istrinya, tampaklah dipantulan cermin hias Hanum sosok Adnan yang terus memperhatikannya


"Kenapa lihat lihat aku terus?" tanya Hanum sembari membuka tutup wadah krim wajahnya


"Emangnya kenapa? nggak boleh?" tanya Adnan


"Siapa yang bilang nggak boleh? kan aku tadi cuma nanya" balas Hanum sembari mengoleskan krim pada wajahnya


"Kamu cantik banget sih" ucap Adnan menatap pantulan wajah istrinya dengan senyum yang mengambang dibibirnya


"Makanya aku musti dijagain biar nggak diambil orang" kata Hanum


"Aku jagain banget dong" balas Adnan yang kemudian langsung beranjak turun dari ranjangnya dan berjalan menghampiri Hanum lalu mengecup puncuk kepala Hanum

__ADS_1


"Buruan mandi deh Mas" ucap Hanum yang mengingatkan suaminya lagi entah untuk kali keberapanya


__ADS_2