
"Van...Vanessa?" terkejut Hanum yang tak mengira Vanessa ada disini sekarang, bukankah tadi dia tampak tak enak badan?
"Vanessa? Hanum? kalian saling kenal?" tanya Anton yang tampak tak mengerti dengan situasi yang tengah terjadi saat ini.
"Kamu kenal sama Vanessa?" tanya Hanum pada Anton.
"Kamu kenal sama Hanum Ton?" tanya Vanessa yang tampak tak mengerti ternyata semuanya sudah saling mengenal. Vanessa pun langsung duduk dikursi yang masih kosong disamping Anton.
"Em jadi gini Num, aku sama Vanessa dulu pernah satu kampus." kata Anton menjelaskan pada Hanum, Hanum hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan saja ucapan Anton.
"Kalau aku sama Hanum kenal dari SMA Van." ucap Anton yang kini beralih menatap Vanessa disampingnya.
"SMA?" tanya Vanessa dengan kening yang tampak berkerut tak mengerti.
"Iya, jadi duli aku tuh sama Hanum satu SMA." ucap Anton membenarkan.
"Bukannya Hanum tinggalnya dikampung yah dulu." heran Vanessa yang merasa tak nyambung dengan penjelasan Anton.
"Lha emangnya kamu pikir aku darimana? aku tuh dulu satu sekolahan sama Hanum, tapi kita tinggal didesa yang beda tapi dekat." ucap Anton memperjelasnya, Vanessa tampak mengangguk samar sementara Hanum tampak asyik menikmati minumannya tanpa perduli lagi dengan perbincangan dua orang didepanya kini.
"Oiya, kalian saling kenal? kenal dimana?" kini gantian Anton yang melontarkah pertanyaan yang ditujukan untuk dua wanita didepan dan sampingnya kini. Spontan saja Vanessa dan Hanum langsung menatap Anton dengan rasa terkejut.
"A...aku sama Vanessa kenal di...di..." tampaklah Hanum yang membuka suara namun kesulitan memberikan jawaban membuat Anton semakin menatapnya lekat lekat tal sabar karena rasa penasarannya mengapa kebetulan sekali kita saling mengenal satu sama lain, sementara itu Vanessa yang pada awalnya terkejut dan melihat kebingungan yang dialami Hanum pun hendak membuka suara.
"Aku istrinya Adnan." sahut Vanessa cepat dengan tatapannya lurus kedepan. Sontak Hanum dan Anton langsung menoleh kearah Vanessa.
Hanum sama sekali tak menyangka jika Vanessa akan mengatakan kebenaran tersebut, bukan hanya dirinya yang akan nampak hina karena telah membiarkan suaminya menikah lagi tetapi juga Vanessa yang akan tampak buruk karena menjadi istri dari seorang laki laki yang telah beristri. Lain halnya dengan Anton yang hanya bisa melongo untuk sesaat, setahunya Istri Adnan ya Hanum lalu mengapa Vanessa mengatakan itu? bahkan ia sendiri tak tau jika Vanessa telah menikah karena Vanessa memang pulang ke Indonesia jauh lebih awal ketimbang dirinya.
"Ma...maksud kamu Ad...nan?" tanya Anton tampak terbata bata menanyakannya walau ia sendiri merasa tak yakin.
"Iya, aku Istri keduanya Adnan." balas Vanessa yang langsung menoleh kearah Anton.
"Ka kapan kamu menikah emangnya?" tanya Anton lagi.
"Beberapa minggu sebelum aku bertemu kamu." jawab Vanessa sembari menganggukkan kepalanya menyetujui.
__ADS_1
Anton bahkan merasa speechless dengan kenyataan yang baru saja diketahuinya ini, bagaimana bisa ia berteman dengan dua wanita yang ternyata sama sama Istri dari rekan kerjanya?
"Oiya, maaf aku harus permisi dulu." ucap Vanessa yang langsung berdiri dari tempat duduknya. Baik Anton atau Hanum sendiri tak ada yang menimpali ucapan Vanessa barusan, keduanya tampak hanya diam dengan pikirannya masing masing.
...........
"Emmm apa Mama mengatakan sesuatu pada Papa?" tanya Adnan pada adiknya tersebut.
"Kakak punya masalah sama Mama?" tebak Zidan karena Kakaknya menyebutkan Mamanya terlebih dahulu yang artinya besar kemungkinan jika yang bermasalah degannya adalah sang Mama.
"Iya, sedikit." ucap Adnan tertunduk lemah.
"Ada apa Mas?" tanya Zidan dengan niatan siapa tahu ia bisa membantu kakaknya.
"Mama mengancam Hanum jika dalam waktu satu tahun Hanum belum juga hamil," ucap Adnan dengan berat hati.
"Kita harus berpisah." sambung Adnan dengan lemah, Zidan hanya bisa menghela nafas panjang. Memang belakangan ini ia sering melihat Mamanya tampak lebih dekat dengan Vanessa, rupanya inilah yang menjadi alasan dibalik itu semua.
"Kakak tenang aja, aku akan coba ngomong sama Papa biar Papa bantuin bicara sama Mama." ucap Zidan mencoba menenagkan, Adnan hanya bisa mengangguk pasrah.
"Apa ini yang menjadi penyebab Mama dan Papa bertengkar semalam?" batin Zidan
"Menurut saran aku ya Mas, Mas sebaiknya cari siapa laki laki yang udah ngehamilin Mbak Vanessa," ucap Zidan memberi masukan.
"Dengan begitu Kakak bisa menyuruh laki laki itu biar tanggung jawab, nanti rumah tamgga Mas bisa utuh lagi kayak duli sama Mbak Hanum." lanjut Zidan menyampaikan ide cemerlangnya. Sementara Adnan hanya diam entah apa yang dipikirkannya kini apakah ia menerima masukan dari adiknya tersebut ataukah tengah memikirkan hal lain.
"Kalau soal momongan itu pasti ada jalan keluarnya kok Mas, aku yakin itu asalkan Mas sama Mbak Hanum bisa sama sama aja melewati ini semua. Toh...itu semua kam juga pemberian dari tuhan." sambung Zidan yang melihat wajah murung Kakaknya tersebit.
"Oke, aku minta bantuan sama kamu buat bujuk Mama." ucap Adnan yang langsung berdiri dan menepuk pundak adiknya beberapa kali.
"Pasti Mas." jawab Zidan dengan penuh keyakinannya.
Selepas itu Adnan pun langsung pergi dari Cafe menuju mobilnya, padahal hujan rintik rintik masih turun membasahi bumi ini.
.......
__ADS_1
"Kenapa kamu biarin Suami kamu menikah lagi?" tanya Anton dengan tatapan tajamnya, walaupun keduanya sama sama temannya namun Anton lebih respect terhadap Hanum dan sepintas ia menyalahkan Vanessa karena membiarkan dirinya menikahi laki laki yang sudah sah menjadi milik orang lain.
Sementara Hanum tampak bingung harus mengatakannya atau tidak, ia tahu jika tak seharusnya membicarakan aib rumah tangganya sendiri pada orang lain. Namun dilain sisi sepertinya ia juga membutuhkan sosok Anton, karena selama ini ia hanya mendengarkan dan mempercayai hal yang dikatakan Suaminya dengan alasan yang dimiliki Suaminya itu sendiri. Seharusnya dengan membicarakan semuanya ke Anton bisa membuat Hanum setidaknya melihat pendapat Anton yang sama sama laki laki dan pastinya lebih memahami maksud Suaminya tersebut.
"Jadi Vanessa itu mantan pacarnya Mas Adnan." ucap Hanum memulai percakapan.
"Terus apa hubungannya? mereka cuma mantan, CLBK kah? kenapa kamu malah mengizinkan si brengsek itu balikan sama mantannya?" tanpa jeda Anton langsung memberondong Hanum dengan segala pertanyaan yang ada dibenaknya, Hanum hanya bisa menghela nafas memaklumi sikap Anton yang pastinya langsung mengungkapkan segala uneg unegnya.
"Jadi gini dengerin penjelasan aku dulu!" ucap Hanum memberikan peringatan tegas. Membuat Anton jadi salah tingkah.
"Oke oke, maaf" balas Anton tampak keki.
"Jadi Vanessa sempat mau bunuh diri," kata Hanum.
"Whatt?" pekik Anton yang langsung terkejut setengah mati, Hanum hanya menatapnya tajam.
"Oke oke, lanjut." ucap Anton mempersilahkan Hanum melanjutkan kembali ceritanya.
"Jadi kebetulan Mas Adnan lewat dan spontan dia langsung nolongin Vanessa, " sambung Hanum.
"Jadi singkat ceritanya lagi Mas Adnan harus menikahi Vanessa karena suatu hal." lanjut Hanum lagi.
"Eits tunggu dulu, kenapa mereka malah nikah? kan Adnan udah nolongin Vanessa?" tanya Anton yang mulai tak mengerti dengan apa yang dibicarakan Hanum.
"Dan kenapa kamu malah menyetujui Adnan nikah lagi?" tanya Anton lagi.
"Awalnya mereka nikah diam diam." jawab Hanum lirih menundukkan kepalanya.
"Apa??" pekik Anton yang terkejut karena merasa perbuatan Adnan kelewatan.
"Terus hal apa yang membuat mereka malah nikah?" tanya Anton yang sudah mulai menurunkan kadar volume suaranya.
Tiba tiba saja Hanum langsung berpikir jika ada kemungkinan besar Anton akan tau siapa laki laki yang telah menghamili Vanessa apa lagi keduanya pernah kuliah di satu tempat yang sama, jadi besar kemungkinannya Anton akan tau siapa laki laki yang sebelumnya dekat dengan Vanessa bukan? pasti salah satunya adalah laki laki yang telah menghamili Vanessa.
"Ja..jadi di...dia..."
__ADS_1
Note : Buat yang udah memfavoritkan mohon jangan di Unfavorit dong, setidaknya kasi apresiasi lah buat menghargai orang yang udah bikin cerita yang kalian baca ini.
Kami para author author yang lainnya butuh banget banyak dukungan dari kalian, so jangan pelit pelit yah☺