Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 36


__ADS_3

Hari hari telah berganti dan pada akhirnya Adnan menemukan jadwal kosong yang bisa ia gunakan untuk pulang kampung kerumah Hanum, Adnan pulang dari kantor dengan perasaan berbunga bunga karena Hanum pasti sangat senang mendengar kabar baik darinya ini


"Hanummm, sayang kamu dimana?" teriak Adnan sembari masuk kedalam rumah


"Hanum" teriaknya lagi karena tak kunjung mendapat jawaban dari tadi


"Iya Mas" jawab Hanum yang juga ikut berteriak sembari berlari menuruni anak tangga


"Sayang Mas punya kabar gembira buat kita" jawab Adnan sembari merentangkan kedua tangannya lebar lebar sebagai kode jika ia ingin Hanum berlari kepelukannya


"Kabar baik apa Mas?" tanya Hanum yang sudah membenamkan wajahnya didada bidang sang suami


Vanessa yang baru datang dari arah samping rumah terkejut melihat dua orang tengah berpelukan dengan tertawa tawa dihadapannya, untung saja ia memegang gelas yang berisi jus ditangannya itu dengan erat kalau tidak sudah bisa dipastikan ia akan menjatuhkan gelas tersebut karena saking terkejutnya. Tak ingin memperdalam sakit hatinya, akhirnya Vanessa lebih memilih untuk berbalik arah kembali keteras samping rumah


"Kok malah ketawa, emangnya ada apa Mas?" tanya Hanum yang semakin penasaran


"Besok kita bisa pulang kerumah kamu" jawab Adnan dengan penuh semangat


"Besok?" tanya Hanum mengerutkan keningnya


"Iya besok" jawab Adnan


"Kamu serius Mas?" tanya Hanum lagi kini dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan


"Beneran" jawab Adnan disertai dengan senyumannya, mendengar jawaban dari sang Suami Hanum pun kembali memeluk tubuh Adnan dan memeluknya erat erat


"Makasih Mas" kata Hanum yang kini merasa sangat bahagia


"Sama sama sayang" balas Adnan sembari mengecup puncuk kepala Hanum


..............


"Sayang, Mas tunggu dibawah ya" teriak Adnan pada Istrinya yang masih membersihkan diri didalam kamar mandi


"Iya" jawab Hanum yang juga ikutan berteriak

__ADS_1


"Oke, aku bawa kopernya juga" ucap Adnan lagi kemudian berjalan kearah kopernya diletakkan dan menyeretnya keluar dari kamar


Saat ia sedang berjalan didepan kamar Vanessa, tak sengaja ia mendengar suara seperti orang yang tengah muntah muntah. Tanpa pikir panjang Adnan pun langsung masuk kedalam kamar Vanessa tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu


Ceklekkk


"Vanessa" kaget Adnan yang melihat Vanessa tengah berdiri dengan berpegangan pada lemari dengan kondisi yang terlihat sangat lemas


"Mas Adnan" lirih Vanessa saat baru menyadari ada orang lain didalam kamarnya, kondisi tubunya yang lemah membuatnya tak bisa terkejut seperti biasanya


"Kamu kenapa?" tanya Adnan yang langsung berjalan menghampiri Vanessa, namun ada hal yang membuatnya harus menelan ludah dengan kasar. Bagaimana tidak? saat ini Vanessa tengah mengenakan pakaian tidur yang terbilang sangat seksi dengan model tali spaghetti dengan belahan dada rendah dan juga potongan bajunya yang hanya setengah pada dengan kain yang jatuh hingga membuat lekukan tubuhnya tampak nyata terlihat


"Tiba tiba aja kepalaku pusing Mas" jawab Vanessa lirih, Adnan pun langsung membopong tubuh Vanessa dan berjalan menuju ranjangnya


"Kamu sering pusing kayak gini?" tanya Adnan lagi setelah mendudukkan Vanessa ditepi ranjang


"Beberapa hari ini aku udah nggak mual Mas, tapi nggak tau kenapa pagi ini aku mual lagi ditambah pusing juga" jawab Vanessa menjelaskan


"Yaudah aku beliin kamu obat dulu" kata Adnan yang tampak tak tega melihat kondisi Vanessa, ia pun langsung beranjak dadi duduknya


"Aku nggak papa kok Mas" kata Vanessa yang tau jika Adnan hendak menanyakan lebih lanjut lagi alasan penolakannya


"Bisa tolong ambilin aku minyak angin?" tanya Vanessa pada Adnan


"Dimana?" tanya Adnan langsung merespon cepat


"Dimeja rias aku Mas" jawab Vanessa, tanpa membuang buang waktu lagi Adnan pun langsung berjalan kearah meja rias Vanessa dan mencari keberadaan minyak angin yang diminta Vanessa, begitu mendapatkannya Adnan langsung bergegas menuju Vanessa


"Biar aku bantu kamu" kata Adnan yang langsung duduk disamping Vanessa, Vanessa pun hanya diam mempersilahkan Adnan untuk membantunya


Perlahan lahan Adnan mengoleskan minyak angin pada tengkuk Vanessa, meskipun agak canggung namun Adnan terus melakukannya berharap jika setelah ini kondisi Vanessa lekas membaik


"Pelipis aku juga Mas, biar cepet ilang pusingnya" kata Vanessa lemah


"Oke" jawab Adnan mengangguk anggukkan kepalanya samar, Vanessa pun langsung mengubah posisinya menjadi mengahadap Adnan. Perlahan lahan Adnan pun juga mengoleskan minyak angin pada pelipis Vanesaa

__ADS_1


Ahhh....kaget Vanessa langsung menarik lengan Adnan hingga keduanya terjatuh diatas ranjang dengan posisi yang terbilang intim, Vanessa berada dibawah sementara Adnan berada diatas tubuh Vanessa. Keduanya saling terpaku dengan posisi ini, Vanessa dan Adnan saling bertatap tatapan dalam waktu yang cukup lama. Tiba tiba saja Vanessa menggigit bibirnya, mungkin benar kata orang jika wanita menggigit bibirnya didepan laki laki itu demage nya nggak ngotak


Godaan perlahan lahan mulai merasuki Adnan, ia memajukan wajahnya semakin dekat dengan Vanessa sementara itu Vanessa yang sudah siap dengan apa yang terjadi


Perlahan namun pasti, kini bibir Adnan telah bertemu dengan bibir tipis milik Vanessa. Bergerak dan ********** perlahan lahan hingga berubah menjadi *******, keduanya benar benar sangat menikmati hal ini


"Masss" tiba tiba saja terdengar suara panggilan dari Hanum, sontak Adnan pun langsung melepaskan tautan bibirnya


"Maaf" kata Adnan yang tampak canggung sembari merapikan bajunya yang mulai kusut


"Maafin aku juga" kata Vanessa sembari membenarkan bajunya yang sudah acak acakan, sementara Adnan langsung berdiri


"Jaga kesehatan kamu" kata Adnan kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar Vanessa


.......


"Mas dari mana aja?" tanya Hanum saat Adnan telah berjalan beberapa langkah menjauh dari kamar Vanessa


"Em, Mas tadi baru nemuin Vanessa. Bilang kalau kita mau pergi kerumah kamu" jawab Adnan menormalkan detak jantungnya yang mulai tak karuan


"Kamu abis kekamarnya Vanessa Mas?" tanya Hanum mengerutkan keningnya heran


"Iya, soalnya tadi aku cari cari dia nggak ada. Ternyata dia lagi dikamar, nggak enak juga kan kalau kita pergi tapi nggak ngasi tau dia" ucap Adnan memeberikan penjelasan


"Kalau gitu aku mau pamitan juga sama Vanessa" kata Hanum yang hendak melangkah


"Eh nggak usah" ucap Adnan mencekal tangan Hanum membuat Hanum mengerutkan keningnya bingung


"Tadi aku juga udah pamitin kamu, tadi waktu aku mau pergi dia katanya mau istirahat juga" kata Adnan berbohong


"Oh yaudah kalau gitu" balas Hanum mengangguk anggukkan kepalanya


"Ayo kita berangkat sekarang, biar nggak kemaleman juga sampainya" ajak Adnan menarik tangan Hanum


Tanpa mereka sadari sedari tadi ada Vanessa yang menguping pembicaraan mereka, ada rasa senang dihati Vanessa karena aktingnya tadi sewaktu pura pura terkejut dan menarik Adnan kedalam pelukannya membuahkan hasil juga. Anggap saja ini sebagai permulaan darinya, diam diam menghanyutkan!!!

__ADS_1


__ADS_2