
"Vanessa?" kaget Hanum
"Orang yang Mama maksud Vanessa?" tanya Hanum menatap Bu Dian dan Vanessa yang tengah berjalan kearahnya secara bergantian
"Iya num, Vanessa orangnya" jawab Bu Dian sembari tersenyum kearah Vanessa
"Halo Ma" sapa Vanessa yang sudah berada didekat Bu Dian, tak lupa Vanessa juga mencium pipi Bu Dian bergantian
"Halo sayang, kok lama banget?" tanya Bu Dian pada Vanessa
"Maaf ma, tadi macet kan jamnya pulang kantor" jawab Vanessa
"Eh hay num" sapa Vanessa pada Hanum
"Hai juga" jawab Hanum tersenyum canggung
"Kita ngobrol ngobrol dulu bentar yuk, kan Vanessa nya juga baru dateng" ucap Bu Dian sembari menarik tangan Vanessa supaya duduk terlebih dahulu, baik Vanessa maupun Hanum pun mau tak mau akhirnya mengikuti keinginan Bu Dian
"Vanessa mau pesen apa?" tanya Bu Dian penuh perhatian
"Eh nggak usah tante, aku juga udah makan kok tadi sebelum kesini" jawab Vanessa menolak secara halus
"Beneran?" tanya Bu Dian memastikan
"Iya ma" jawab Vanessa menganggukkan kepalanya yakin
Disini Hanum lah yang dibuat terheran heran dengan keakraban keduanya, memangnya sejak kapan Mama Mertuanya tersebut akrab dengan Vanessa?
"Mama sengaja ngajak Vanessa gabung sama kita?" tanya Hanum langsung pada intinya membuat Bu Dian dan Vanessa langsung menoleh kearahnya
"Maaf num, kamu ngerasa nggak nyaman ya?" tanya Vanessa yang merasa tak enak hati karena kehadirannya membuat orang lain terganggu
"Eh bukan gitu maksud aku, aku cuma penasaran aja karena Mama juga nggak bilang sama aku" jawab Hanum cepat, walaupun memang sejujurnya ia merasa terganggu
"Jadi tuh gini num" ucap Bu Dian menengahi
*Flashback On*
"Jadi totalnya berapa Mbak?" tanya Bu Dian pada pegawai disalah satu toko kue
"Semuanya jadi 500 ribu buk" jawab pegawai tersebut dengan sopannya
"Oh, bentar Mbak" jawab Bu Dian yang kemudian merogoh uang didalam tasnya
"Nah, ini Mbak" ucap Bu Dian sembari menyodorkan uangnya
"Terima kasih Buk" jawab pegawai tersebut setelah menerima uang yang disodorkan Bu Dian
"Sama sama" jawab Bu Dian kemudian berjalan menuju tempat mobilnya diparkir
__ADS_1
Brak....
"Langsung pulang pak" ucap Bu Dian kepada sopirnya
"Baik buk" jawab sopir tersebut
Mobil melaju dalam kecepatan sedang dengan diiringi oelh alunan musik sebagai penghiburnya. Cuaca hari ini cukup panas membuat orang orang pasti akan merasa malas untuk sekedar keluar dari rumah
Bu Dian menyendetkan kepalanya pada senderan mobil dengan mata yang berkeliling menyaksikan gedung gedung yang berdiri kokoh menjulang tingga, hingga tak sengaja ia melihat ada seseorang yang tengah berdiri dipinggir jalan
"Itukan Vanessa" ucap Bu Dian sembari melihat terus wanita itu untuk meyakinkan bahwa penglihatannya tak salah
"Bener kok itu kan Vanessa" gumam Bu Dian yang sudah merasa yakin jika yang dilihatnya tersebut benar benar Vanessa
"Pak Pak, samperin wanita itu " ucap Bu Dian pada supirnya sembari menunjuk kearah Vanesaa
"Baik Buk" jawab supir tersebut kemudian menepikan mobilnya tepat didepan Vanessa sedang berdiri
"Vanessa" panggil Bu Dian sembari menurunkan kaca mobilnya
"Mama" kaget Vanessa kemudian membungkukkan badannya
"Sebentar" ucap Bu Dian yang kemudian turun dari mobilnya
"Mama, kok ada disini" kaget Vanessa
"Mama tadi lewat, terus nggak sengaja lihat kamu disini" jawab Bu Dian
"Eh aku abis konsultasi soal kandungan aku ma, terus aku kekafe bentar lah ini aku mau pulang lagi nungguin taksi" jawab Vanessa
"Lah emangnya mobil kamu kemana?" tanya Bu Dian prihatin
"Em mobil aku lagi dibengkel ma" jawab Vanessa
"Yaudah kalau gitu, ayo masuk. Mama anterin kamu" ucap Bu Dian
"Eh nggah usah ma, aku nggak papa kok pulang sendiri" tolak Vanessa yang tak ingin merepotkan
"Udah jangan sungkan gitu, kamu lagi hamil nggak baik kalau kelamaan berdiri" ucap Bu Dian yang tak ingin ada penolakan, Bu Dian pun langsung memegang tangan Vanesaa dan menyeretnya menuju mobilnya
.................
"Oh iya Van, ini buat kamu" ucap Bu Dian sembari menyodorkan salah satu kue yang dibelinya tadi
"Eh nggak usah ma, buat Mama aja. Aku kok ngerepotin banget yah" tolak Vanessa yang merasa sungkan
"Udah nggak papa" ucap Bu Dian bersikekeuh
"Kasian banget kamu Van" kata Bu Dian prihatin
__ADS_1
"Kasian kenapa mah? aku nggak papa kok" jawab Vanessa bingung
"Kamu masih muda, tapi kamu harus mengalami semua ini" ucap Bu Dian memandang sendu Vanessa
"Kamu harus jaga kandungan kamu baik baik, cuma anak ini yang kamu punya sekarang" kata Bu Dian lagi
"Iya Ma" jawab Vanessa menundukkan kepalanya
"Gimana kalau kamu tinggal sama Adnan?" ucap Bu Dian memberikan saran yang membuat Vanessa langsung mendongakkan kepalanya
"Nggak usah ma, aku nggak mau ngerepotin Mas Adnan lagi. Aku udah banyak banget nyusahin dia" tolak Vanessa cepat
"Dengarin Mama" kata Bu Dian sembari meraih tangan Vanessa
"Mengandung itu nggak mudah, apalagi kamu nggak punya siapa siapa" ucap Bu Dian yang membuat Vanessa langsung menundukkan kepalanya kembali, ia tak bisa memungkiri kata kata Bu Dian barusan
Semuanya memang benar, hari ini saja ia sudah merasa sulit dan entah bagaimana lagi kedepannya. Lagi pula hanya anak inilah satu satunya keluarga yang ia miliki, ia tak bisa berharap banyak tentang Adnan
"Bagaimana jika Mas Adnan dan Hanum nggak setuju Ma?" tanya Vanessa lirih
"Mama akan coba bicara sama mereka, kamu tenang aja. Kamu cukup jaga kesehatan kamu sama kandungan kamu aja" ucap Bu Dian menenangkan
"Bu kita sudah sampai" ucap sopirnya
"Eh iya pak" jawab Bu Dian
"Sekarang kamu buruan masuk" ucap Bu Dian pada Vanessa
"Mama nggak mampir dulu?" tanya Vanessa
"Mama langsung aja, takut Zidan nyariin" tolak Bu Dian
"Yaudah kalau gitu, makasih ma. Maaf, aku udah ngerepotin" jawab Vanessa
"Udah, kamu buruan masuk gih" ucap Bu Dian yang sudah tak ingin mendengar kata kata permintaan maaf Vanessa lagi
*Flashback Off*
.............
"Jadi gimana pendapat kamu kalau Vanessa ikut tinggal sama kamu?" tanya Bu Dian menatap lekat lekat Hanum
Hanum malah dibuat terkejut dengan pertanyaan yang baru saja dilontarkan Mertuanya tersebut, bagaimana bisa ia menyuruhnya untuk tinggal bersama madunya. Dari cerita yang dikatakan Bu Dian barusan, Hanum dapat menyimpulkan jika Mertuanya melakukan ini karena kasihan melihat Vanessa yang tengah mengandung tinggal sendirian. Apalagi ini? apakah seluruh anggota keluarga suaminya begitu diberikan kemurahan hati hingga tak tega melihat penderitaan orang lain?
"Ma?" ucap Hanum tak percaya
"Kamu nggak kasihan sama Vanessa?" tanya Bu Dian
"A...aku" kata Hanum yang bingung harus bicara apa
__ADS_1
Tutt....tttuttt.....tttutt....tiba tiba ponsel Hanum berdering, ia melihat nama yang tertera dilayar ponselnya
"Mas Adnan?" gumam Hanum