Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 80


__ADS_3

"Gimana enak nggak?" tanya Hanum pada Anton.


"Enak ternyata." jawab Anton mengangguk angguk sembari menyendok kuah baksonya lagi membuat Hanum mengulum senyuman melihat laki laki didepannya ini.


"Kapan kapan kita kesini lagi yah." ucap Anton kemudian setelah menelan kuah bakso yang tadi disendoknya.


"He eum." jawab Hanum menganggukkan kepalanya.


"Oh iya, besok kita makan siang bareng yuk." tawar Anton yang mengingat jika besok agendanya luang hingga bisa makan diluar cukup lama.


"Nggak bisa." jawab Hanum menjeda minumnya.


"Kenapa?" tanya Anton yang tampak heran dengan kening berkerut. Hanum belum menjawabnya karena masih minum es teh miliknya.


"Aku udah janji sama Retha." jawab Hanum jujur apa adanya.


"Janji apa?" tanya Anton lagi dengan tatapan tak sukanya.


"Bikinin kue buat dia, tadi siang nggak sengaja kita ketemu lagi. Dia beli kue, terus aku tanya tanya ternyata dia suka banget sama kue Red Velvet. Jadi besok aku mau bikinin buat dia, ngelihat dia aku malah inget sama masa kecil aku sendiri nggak tau kenap." entah kenapa tiba tiba Hanum memutuskan untuk bercerita mengenai Retha pada Anton, mengingat anak itu membuatnya merasa kasihan saat melihatnya ditarik Mamanya.


"Ketemu anaknya apa Papanya?" tiba tiba pertanyaan yang dilontarkan Anton sampai di telingan Hanum namum dengan nada yang terdengar menyebalkan untuknya.


"Maksud kamu apa?" tanya Hanum yang menatap Anton dengan tatapan herannya.


"Kali aja pengen ketemu sama Papanya tapi alasannya ya ketemu sama anaknya." Anton memperjelas maksud dari ucapannya tadi sembari melepaskan sendok dan garpu yang tadinya berada ditangannya.


"Ngaco." sinis Hanum.


"Ya...kali aja kan sambil menyelam minum air." balas Anton lagi membuat Hanum menatapnya dengan tatapan terheran heran, tak percaya dan tak mengerti kenapa Anton berbicara seperti itu kepadanya.


"Terserah kamu mau mikir kayak gimanapun terserah kamu, karena aku nggak merasa aku seperti yang kamu omongin barusan." jawab Hanum kemudian.


Keduanya kini tengah berada didalam mobil menuju kos kosan Hanum, tak ada pembicaraan lagi yang menemani keduanya selepas adu mulut tadi hingga keduanya telah sampai ditempat tujuan.


"Jangan tidur malam malam." kata Anton saat Hanum hendak turun.


"Iya, kamu juga jangan tidur malem malem terus jangan sering ngerokok juga." balas Hanum yang pada akhirnya mengurungkan niatnya untuk turun, Anton hanya mengangguk mengiyakan apa yang baru saja dikatakan oleh Hanum.

__ADS_1


"Maaf." ucap Anton tiba tiba, membuat Hanum langsung menoleh kearahnya.


"Maaf buat yang tadi." ucap Anton lagi.


"Nggak papa." balas Hanum yang mengerti kenapa Anton berkata seperti itu tadi. Tapi memang benar apa yang ia katakan, ia sendiri yang terlanjur telah membuat janji dengan Retha dan itu hanya Retha bukan papanya meskipun pada akhirnya Papanya juga ikut hadir nantinya. Tapi kembali lagi pada niat awalnya kan?


"Kalau gitu lain kali kita pergi makan bareng." kata Anton lagi.


"Oke." balas Hanum.


............


"Gimana kalau besok?" ucap Vanessa pada seseorang diseberang sana.


"...."


"Kamu yakin? aku nggak mau kita menyesal nantinya." balas Vanessa.


"....."


"Sayang." panggil Adnan yang masuk kekamarnya yang sontak langsung membuat Vanessa mengakhiri panggilannya.


"Lagi teleponan sama siapa?" tanya Adnan melihat Vanessa yang seperti gelagapan dan seperti hendak berniat menyembunyikan ponselnya.


"O..oh, tadi temen aku. Biasanya mas ngajak shopping shooping gitu." jawab Vanessa dengan wajah tenangnya sembari berjalan mendekat kearah suaminya.


"Terus mau pergi?" tanya Adnan pada Vanessa.


"Nggak Mas, kata Mama kamu kalau lagi hamil kayak gini nggak boleh terlalu cape padahal kan aku kalau belanja lama banget." jawab Vanessa sembari mengalungkan tangannya pada leher Adnan seakan akan memberi kode untuk melakukan yang lebih.


"Aduh, aku musti ngerjain banyak banget berkas berkas yang aku bawa tadi. Aku kesana bentar yah, kamu jangan lupa istirahat." ucap Adnan yang mengerti jika Vanessa menginginkan hal yang lebih darinya.


"Kok kamu nolak aku terus sih mas?" kesal Vanessa, pasalnya semenjak Hanum pergi Adnan malah semakin banyak bekerja bahkan dihari libur sekalipun. Entah apa lah alasanya, mulai dari ada proyek baru, tender beru, klien baru hingga ada masalah yang dialami perusahaannya.


"Kok kamu gitu sih ngomongnya?" tanya Adnan membelai rambut Vanessa.


"Ya habisnya kamu sama sekali nggak pernah nyentuh aku lagi loh Mas, kamu kerja kerja kerja terus sepanjang waktu setiap detik sekalipun mas." jawab Vanessa bersungut sungut.

__ADS_1


"Kamu pernah denger nggak? berakit rakit kehuli berenang renang ketepian? nah sekarang mas lagi banyak banyak cari uang buat masa depan kita, kan kamu lagi hamil juga banyak kebutuahannya kan otomatis?" tanya Adnan.


"Ya tapi nggak sampai kayak gini juga dong mas, akunya malah dianggurin kayak gini nggak ada bedanya sama janda mas." balas Vanessa.


"Kamu ngertiin mas dong, mas kerja keras buat kamu buat keluarga mas juga." timpal Adnan.


"Apa jangan jangan karena Hanum mas? karena Hanum udah pergi jadi kamu sama sekali nggak mau nyentuh aku lagi?" tuduh Vanessa dengan yakinnya, bahkan tatapan matanya kini seakan akan menelisik dalam dalam mata Adnan untuk membuktikan jika perkataannya benar adanya.


"Maksud kamu apa sih?" bentak Adnan yang akhirnya tersulut emosi.


"Harusnya kamu ngertiin aku, aku kerja buat kamu buat semuanya, buat anak yang ada dikandungan kamu sekalipun walaupun itu bukan anak aku!!" bentak Adnan yang kemudian berjalan keluar dari kamarnya, bukan kamarnya sebenarnya tapi kamar Vanessa kamar pertamanya menginjakkan kakinya dirumah ini.


Vanessa tampak terkejut dengan lontaran kata kata yang diucapkan Adnan dengan lantang, ini kedua kalinya ia melihat suaminya marah seperti ini setelah saat pertengkarannya dengan Hanum saat itu.


"Mas, mas maafin aku mas." ucap Vanessa yang kemudian berlari dari kamarnya untuk mengejar Adnan, ia sadar jika yang dikatakan Adnan barusan memang benar adanya.


"Mas maafin aku mas." ucap Vanessa sembari menarik tangan Adnan hingga berbalik menatapnya.


"Mas, maksud aku bukannya kayak gitu mas. Aku minta maaf mas, aku salah." ucap Vanessa memohon lagi dengan berderai air mata, berharap Adnan akan segera luluh dengan apa yang dilakukannya.


"Aku mau kerja dulu, masih banyak yang harus aku kerjakan." ucap Adnan dengan datarnya kemudian berjalan meninggalkan Vanessa yang masih menangis begitu saja.


...........


"Cepat tidur, jangan mikirin aku terus." Hanum membaca pesan yang dikirim Anton barusan.


"Salah server bos, lagi pake skincare nih nggak lagi mikirin apa apa." balas Hanum.


"Jangan cantik cantik, nanti banyak yang suka. Aku nggak mau kamu jadi rebutan banyak orang."


"Biarin aja, biar kalau ditinggalin masih banyak cadangannya.


"Lagian muka segitu sok sokan mau jadi fakboi😂." balas Hanum.


"😠😠😠" tak berselang lama balasan dari Anton terkirim juga.


~Jika langkah dalam hidupmu ditentukan oleh orang lain, maka kamu hanya alat~

__ADS_1


__ADS_2