
Brakkkk....
Tiba tiba saja tubuh Adnan langsung jatuh tepat dipelukan Vanessa, untung saja Vanessa dengan sigap langsung menangkap tubuh Adnan.
"Mas, Mas Adnan." panggil Vanessa sembari mencoba menyadarkan Adnan kembali, namun usahanya tampak sia sia karena Adnan sama sekali tidak meresponsnya. Akhirnya Vanessa membantu memapah tubuh Adnan karena dirasa akan terlalu sulit jika membawa Adnan naik ke lantai atas tempat kamar Adnan berada, Vanessa pun membawa tubuh Vanessa kedalam kamarnya yang memang terletak dilantai bawah. Tak ada yang salah dengan yang dilakukannya bukan? Tentu. saja tidak, ia juga istri Adnan dan artinya memiliki hak yang sama dengan Hanum.
Dengan tertatih tatih akhirnya Vanessa berhasil membaringkan tubuh Adnan, saat ia hendak melangkahkan kakinya untuk mengambil handuk basah tiba tiba saja Adnan mencekal pergelangan tangannya membuat Vanessa langsung menghentikan langkahnya.
"Mau kemana?" rancau Adnan dengan menyipitkan matanya.
"A...aku mau ambil handuk basah Mas." jawab Vanessa yang sedikit kikuk.
"Auhh." pekik Vanessa yang tanpa aba aba sebelumnya dengan sekali tarikan Adnan menarik tangan Vanessa hingga terjerembap jatuh diranjang disamping Adnan.
"Mas Adnan." pekik Vanessa yang terkejut dengan apa yang dilakukan Adnan barusan.
Tanpa menjawab lagi Adnan langsung membalikkan tubuhnya menjadi posisinya kini berada diatas tubuh Vanessa, tanpa aba aba lagi Adnan langsung menempelkan bibirnya pada bibir Vanessa. Vanessa yang pada awalnya terkejut hingga membelalakkan matanya pun perlahan lahan mulai menerimanya karena memang ia sudah lama tidak melakukan ini, tentu saja bagi wanita dewasa **** merupakan kebutuhan untuknya yang kini sudah lama tidak didapatkannya.
Perlahan lahan ciuman Adnan bun berubah menjadi semakin dalam hingga pemanasannya dirasa sudah semakin cukup Adnan pun melepaskan pakaian yang melekat ditubuh Vanessa dengan cepat, tatapan mata Adnan langsung tertuju pada perut Vanessa yang kini sudah mulai membuncit itu. Adnan mengusap dengan perlahan penuh dengan kelembutan, ada senyum yang terbit dibibir Adnan.
Vanessa yang melihat itu pun perlahan lahan menarik tangan Adnan, Adnan yang mengerti pun langsung mendongak menatap Vanessa.
Malam ini pun pada akhirnya menjadi malam panjang yang menghiasi pasangan ini, Adnan melakukannya dengan penuh kehati hatian karena tak ingin menyakiti kandungan Vanessa. Usai mendapatkan kepuasan masing masing, Adnan pun berniat untuk langsung kembali ke kamar Hanum meninggalkan Vanessa yang kini sudah tertidur karena kelelahan.
__ADS_1
Adnan yang kini terduduk ditepi ranjang dan tengah menatap Vanessa hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar, entah mengapa kali ini ia sudah tak terlalu merasa bersalah pada Hanum. Entah itu karena ia yang menyadari jika ini bukanlah kali pertamanya ia melakukan kesalahan atau kah karena ia kembali terperangkap kedalam pesona Vanessa.
........
Adnan membuka pintu dengan perlahan karena tidak ingin menimbulkan suara yang dapat mengganggu tidur Hanum, benar saja sesuai dugaannya wanita itu kini sudah tidur dengan lelapnya.
Dengan langkah yang amat pelan berusaha untuk tidak menimbulkan suara, Adnan pun bergegas untuk membersihkan dirinya. Ia tidak ingin jika masih ada bau alkohol yang masih menempel ditubuhnya yang tentunya akan membuat Hanum marah nantinya.
Hampir 30 menit waktu yang diperlukan Adnan untuk membersihkan dirinya karena Adnan bahkan membasuh tubuhnya dengan sabun hingga berkali kali, rupanya Hanum masih tidur terlelap dengan posisinya yang kini telah berubah dari posisinya semula. Adnan perlahan lahan naik keatas ranjang, dikecupnya kening Hanum dengan lama sebelum pada akhirnya ia menyusul istrinya kealam mimpi dengan posisinya yang kini memeluk erat tubuh Hanum.
.........
Kini Hanum yang sudah merasa membaik pun melakukan aktivitasnya seperti biasa di pagi hari yaitu membuat sarapan.
"Iya Mas." sahut Hanum yang saat ini tengah menata menu sarapan paginya diatas meja dengan rapi. Mendengar sahutan dari istrinya yang Adnan tau betul dari mana sumber suara tersebut pun langsung melangkahkan kakinya menuju dapur.
"Kamu udah sehat Sayang? aku bangun kok kamu udah nggak ada dikamar?" tanya Adnan sembari mencium kening Istrinya tersebut.
"Alhamdulillah udah sehat kok Mas aku." jawab Hanum dengan senyum lebar dibibirnya.
"Oh iya Mas, kamu pulang jam berapa semalam?" tanya Hanum sembari menuangkan air putih kedalam gelas. Adnan pun langsung merebut teko yang dipegang Istrinya dan meletakkannya diatas meja, ia pun meraih kedua pundak Hanum dan mengarahkannya untuk menatap kearahnya.
"Sayang, maafin aku yah. Aku nggak bermaksud buat ngebentak kamu kemarin." ucap Adnan yang langsung teringat dengan kesalahannya kemarin, Hanum pun tersenyum mendengar permintaan maaf yang terucap dari bibir suaminya tersebut.
__ADS_1
"Iya Mas, aku udah maafin kamu kok. Aku ngerti kamu seperti itu karena kesalahan aku juga." jawab Hanum yang kini berusaha melupakan kejadian buruk yang menimpanya kemarin. Adnan yang lega pun dengan sekali gerakan langsung menarik tubuh Hanum dan membawanya kedalam pelukannya.
"Makasih sayang, Makasih karena kamu udah mau ngertiin aku." ucap Adnan sembari mencium puncak kepala Hanum, Hanum pun hanya memejamkan matanya merasakan ketulusan dan kehangatan tubuh Suaminya tersebut.
"Ehhh," kaget Vanessa yang baru datang dan tiba tiba melihat Hanum dan Adnan yang tengah berpelukan disamping meja makan. Mendengar ada orang lain selain mereka berdua, dengan spontan Hanum pun langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Suaminya.
"Eh Vanessa, kamu udah bangun." Hanum berbasa basi untuk mengatasi kecanggungan yang tercipta.
"Eh, i...iya. Maaf yah aku udah ganggu kalian, aku nggak tau tadi kalau kalian..." balas Vanessa yang canggung sembari menggaruk garuk bagian belakang kepalanya.
"Ya udah nggak papa, serang kamu duduk terus makan karena aku udah siapin semuanya. Kasihan sama bayi yang ada di kandungan kamu kalau kamu makannya telat." ucap Hanum yang langsung menarik kursi diseberangnya untuk Vanessa. Vanessa dan Adnan sedikit bingung dengan tingkah Hanum yang tampak lain dari biasanya, pasalnya biasanya Hanum akan membiarkan Vanessa melakukan apapun yang diinginkannya sendiri tanpa susah payah melayaninya seperti ini.
Vanessa pun langsung duduk dikursi yang telah disiapkan Hanum untuk dirinya begitupun Hanum dan Adnan yang langsung duduk dikursinya masing masing.
"Mas mau makan sama apa?" tanya Hanum pada suaminya, Adnan pun menunjukkan menu makanan yang ingin dimakannya. Dengan cekatan Hanum pun langsung mengambilkan makanan yang ditunjuk suaminya. Kemudian Hanum dan Vanessa bergantian mengambil makanan untuk dirinya masing masing.
"O iya, mobil Mas kemana? tadi pagi kok aku nggak lihat?" tanya Hanum membuka percakapan.
"Itu...oh...emmm...mobil aku ada dibengkel, kemarin mogok dan kebetulan nggak ada bengkel dideket situ jadi aku telepon teman dan sekalian minta dianterin pulang juga." jawab Adnan yang pada awalnya tampak bingung namun di akhirnya ia menjawab dengan lancar. Hanum tampak mangut mangut mengiyakan jawaban Suaminya tersebut.
"Temen kamu yang mana Mas?" tanya Hanum.
Uhukkk......
__ADS_1