
Brak...
Anton langsung masuk kedalam kamarnya, bukannya langsung mandi tapi ia lebih memilih untuk duduk terlebih dahulu ditepi ranjang.
"Ahhhh." geram Anton frustasi seraya mengacak acak kedua rambutnya.
"Oh ****!" umpat Anton yang mengingat kembali setiap detail apa yang telah dilakukan Adnan untuknya.
"Sejak kapan dia jadi psycopat gila." geram Anton.
"Akan aku pastikan, kalau aku dan Hanum akan tetap menikah." ucap Anton penuh dengan optimis.
Tiba tiba pikirannya langsung berubah haluan menjadi memikirkan sosok Hanum, Anton pun langsung merogoh saku jasnya untuk mengambil ponselnya.
Tut..ttuutt....tttuuut....Anton masih berusaha untuk menghubungi Hanum, panggilan pertama dan kedua tak mendapat jawaban. Namun Anton tidak mau menyerah akan hal itu, ia kembali meneleponnya hingga dideringan ketiga akhirnya Hanum menjawab panggilannya.
"Hanum, hallo." panggil Anton usai Hanum mengangkat panggilannya.
"Iya Mas, ada apa yah?" jawab Hanum dari seberang sana.
"Num, aku denger kamu lagi sakit?" tanya Anton dengan perasaan was was nya.
"Gimana sekarang kondisi kamu?" tanya Anton lagi sebelum Hanum menjawab pertanyaannya terlebih dahulu.
"Aku baik baik aja kok Mas, Mas Anton nggak usah khawatir." jawab Hanum.
"Beneran?" tanya Anton memastikan.
"Beneran kok Mas." balas Hanum lagi.
"Kenapa tadi nggak bilang sama aku? aku ini calon suami kamu." tanya Anton lagi dengan perasaan menggebu gebu.
"Aku sakitnya nggak parah kok mas, jadi aku bisa nanganin diri aku sendiri." jawab Hanum diseberang sana.
"Ya udah kalau gitu besok aku akan kesana pagi pagi banget, kita periksa ke dokter ya." ucap Anton.
__ADS_1
"Nggak usah mas, aku udah mendingan kok sekarang. Jadi besar kemungkinannya kalau besok aku udah sembuh." tolak Hanum disertai dengan pengertiannya.
"Oke kalau gitu, itu tergantung kondisi kamu besok. Sekarang kamu istirahat." ucap Anton.
"Tadi juga udah istirahat Mas, kebangun gara gara Mas Anton telepon berkali kal." balas Hanum.
"Eh." terkejut Anton mendengarnya.
"Kalau gitu aku minta maaf yah, aku nggak tau tadi aku sibuk banget terua pas pulang mau ke kosan kamu eh ban mobil aku malah bocor." ucap Anton penuh penyesalan.
"Nggak papa kok Mas, sekarang lebih baik Mas Anton juga istirahat dulu biar besok pagi pagi badannya segeran." balas Hanum kemudian.
"Iya, selamat malam cepet sembuh ya calon istri aku." ucap Anton yang mencoba bersikap romantis.
"Ahihhihi." terdengar suara Hanum yang cekikikan dari seberang sana.
"Kok malah ketawa sih?" heran Anton dengan kening berkerut.
"Abisnya Mas Anton alay baget deh, kayak anak abg aja. Hihihi." balas Hanum masih tertinggal ketawanya.
"A iya iya, terserah Mas Anton aja deh." balas Hanum menyerah.
"Bilang cinta dulu dong." ucap Anton yang tak ingin mengakhirinya begitu saja.
"Hah?" terdengar suara Hanum yang tampak terkejut diseberang sana.
"Iya, kamu bilang dulu dong kalau kamu cinta sama aku. Biar romantis gitu." balas Anton lagi.
"Emmm, aku tresno sliramu mas." ucap Hanum yang terdengar lirih dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.
"Hanum, halo halo." Anton langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya dan melihat layar, ternyata Hanum telah memutuskan sambungan teleponnya begitu selesai mengatakan kata kata keramat tersebut.
"Hanum Hanum." ucap Anton menggeleng gelengkan kepalanya dengan senyum yang terus mengambang di bibirnya.
Anton pun langsung memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, karena badannya sudah terasa sangat lelah ditambah aroma tubuhnya yang sudah tak wangi lagi.
__ADS_1
.........
Hah...hah...hah...hah... Hanum merasakan nafasnya yang menggebu gebu usai ia mengatakan hal tersebut pada Anton, benar saja ia sudah bukan Hanum yang dulu lagi yang selalu semangat dan ceria ketika mengatakan cinta dengan pasangannya. Sayang, dulu ia mengatakan dan memberikan sifat penuh cinta itu kepada Adnan. Yah kepada Andan sebelum laki laki itu membawa uler keket masuk kedalam rumah tangganya.
"Aku harap semoga kamu bisa menjadi imam yang baik buat aku nanti Mas." doa Hanum tulus dari dalam hatinya.
Hanum meraba dahinya dan mengambil kain yang sedari tadi bertengger dijidatnya tersebut, Hanum mengukur suhu tubuhnya.
"Udah nggak panas lagi." ucap Hanum.
Entah mengapa tiba tiba ingatan Hanum malah langsung tertuju pada pembicaraan sensitif Retha tadi dan ia juga sangat menyesali kebodohannya yang gagal memberi pengertian untuk Retha supaya tidak mimikirkan hal tersebut, jujur ia tak mau memberikan harapan kosong pada anak kecil itu.
"Aku akan segera mengatakannya." ucap Hanum dengan penuh keyakinan.
Hanum pun kembali berbaring, namun bukannya terlelap tidur. Mata Hanum malahan sangat strong seakan akan tak ingin dipejamkan lagi. Akhirnya Hanum memutuskan untuk memainkan ponselnya, ia berselancar didunia maya.
Jari jarinya terasa gatal karena ingin mengintip media sosial milik mantan suaminya tersebut, ia hanya ingin mengetahui keadaan laki laki yang pernah mengisi hari hari dalam hidupnya tersebut. Sekedar untuk memastikan jika mantan suaminya itu telah bahagia dengan pilihannya sehingga ia bisa memantapkan hatinya untuk melangkah maju bersama Anton tanpa memikirkan bayang bayang ucapan yang pernah dikatakannya teraebut.
Pertama tama jari Hanum berselancar di facebook, tak ada sesuatu yang menarik didalamnya karena terakhir hanya ada postingan Adnan dengan dirinya. Mungkin Adnan sudah lama sekali tidak memainkan facebook sehingga foto kenangan bersama dirinya belum dihapus. Kedua, Hanum langsung berselancar di Instagram.
Deggg...jantung Hanum terasa seperti berhenti berdetak karena untuk yang kedua kalinya ia harus menelan salivanya susah payah melihat foto foto dirinya masih bertengger dengan baik disana.
"Apa apaan ini, kenapa fotoku belum dihapus dari sana? apa dia sudah gila?" geram Hanum, ia tampak berfikir keras apakah ia akan menghubungi mantan suaminya tersebut dan memintanya untuk segera menghapus foto foto dirinya di media sosial?
Setalh berfikir cukup lama akhirnya Hanum membiarkan saja, lagi pula jika ia menghubingi dan meminta Mas Adnan untuk menghapus foto fotonya maka sudah jelas Mas Adnan akan berfikir jika ia belum bisa melupakannya karena buktinya ia masih stalking akun media soaialnya.
Menantapkan hatinya untuk terakhir kali, Hanum pun berselancar di sosmed milik Vanessa dan.
Deg...baru ia membuka akun wanita itu dan sudah terpampang dengan sangat jelas foto Vanessa dan Adnan yang tengah duduk dibangku taman dengan Adnan yang tampak memegang perut Vanessa dan Vanessa yang tersenyum lebar kearah kamera.
"Bringsik, untung saja tadi aku tidak jadi menghubunginya. Memang laki laki tidak bisa dipercaya ucapannya." geram Hanum yang langsung mematikan ponselnya.
Bisa tidak bisa, mau tidak mau Hanum harus memejamkan matanya rapat rapat berharap jika ia akan kembali berselancar didunia mimpi.
~Hanya karena orang lain berbuat tidak baik kepada kita, bukan berarti kita harus membalasnya dengan cara yang sama~
__ADS_1