Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 28


__ADS_3

"Kamu dimana sayang? kok nggak ada dirumah sih?" tanya Adnan dari seberang sana


"Mas udah pulang?" balik tanya Hanum sekedar hanya untuk basa basi


"Sekarang jam berapa?" tanya Adnan dari seberang sana, Hanum pun melihat jam pada ponselnya dan memang benar jika ini sudah saatnya suaminya berada dirumah


"Aku ini lagi sama Mama Mas, kalau gitu aku pulang sekarang juga" jawab Hanum


"Hati hati, Mas tunggu" balas Adnan, Hanum pun langsung mematikan sambungan teleponnya


"Ma, ayo kita pulang. Mas Adnan udah nyariin aku" jawab Hanum sembari memasukkan ponselnya kedalam tasnya


"Yaudah kalau gitu, Vanessa kamu ikutin kita dari belakang yah. Kamu bawa mobil kan?" rentetan pertanyaan keluar dari mulut Bu Dian kepada menantu keduanya tersebut


"Iya, aku bawa mobil kok ma" jawab Vanessa yang kemudian langsung berdiri


"Ma, ngapain Vanessa ikut?" heran Hanum dengan raut wajah tak senang


"Ada sesuatu yang harus mereka omongin, yaudah ayuk pulang kasihan Adnan udah nungguin kamu" potong Bu Dian yang sudah tidak ingin mendengar rentetan pertanyaan yang keluar dari bibir Hanum lagi nantinya


Tanpa berkata kata apa apa lagi, Hanum pun lekas berjalan menyusul Mama Mertuanya dengan diikuti oleh Vanessa dibelakangnya


..............


Didalam mobil yang diisi oleh Hanum dan Bu Dian hanya ada keheningan sejak keduanya masuk kedalam mobil tadi, tidak ada yang memulai pembicaraan. Bu Dian yang sudah dapat menebak jika ia menyampaikan keinginannya pada Hanum saat ini, tentu saja akan ada penolakan dan berakhir dengan pertengkaran didalam mobil nantinya dan Bu Dian tidak mau itu terjadi karena berbahaya juga saat tengah mengemudi. Sementara Hanum pikirannya kalut mengingat kebohongan suaminya yang masih menyisakan teka teki dimana keberadaannya saat itu, kini harus ditambah lagi dengan ulah mertuanya yang sudah dapat ia simpulkan jika Mertuanya menginginkan Vanessa untuk tinggal bersamanya. Kini semuanya akan ia serahkan pada Adnan, ia akan melihat bagaimana reaksi penolakannya nanti agar Mertuanya membuang jauh jauh keinginannya tersebut


Setelah menpuh perjalanan yang terasa seperti berabad abad, kini sampailah ketiganya dirumah milik Adnan dan Hanum. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Mertuanya, Hanum langsung turun dari dalam mobil begitu saja. Bu Dian sama sekali tak mempermasalahkan yang terjadi barusan, karena ia berfikir jika Hanum pasti gelisah karena telah membuat suaminya menunggu kepulangannya


"Assalamualaikum, Mas Adnan?" panggil Hanum saat memasuki rumahnya


"Hanum sayang" jawab Adnan yang tengah bertelanjang dada dan hanya menggunakan handuk itu menghampiri Hanum lalu memeluknya, Hanum pun membalas pelukan suaminya tersebut

__ADS_1


"Kok cuma pakai handuk? kenapa nggak langsung ganti baju aja kalau udah mandi?" tanya Hanum yang masih dalam posisi memeluk suaminya tersebut


"Kan biasanya kamu yang pilihin aku baju" jawab Adnan sembari melepas pelukannya


Huh.....seharusnya Adnan bisa mengambilnya sendiri bukan? kenapa ia tidak melakukannya sendiri saja? memang karena rasa ketergantungannlah sepertinya yang membuat Adnan jadi seperti ini


"Adnan?" ucap Bu Dian yang sangat terkejut dengan apa yang melekat pada tubuh Adnan saat ini


"Mama" Adnan sendiri juga tak kalah kagetnya, apalagi saat melihat ada sosok Vanessa yang berdiri dibelakang Mamanya


"Hanum, ayo ambilin baju aku" kata Adnan yang langsung menarik tangan Hanum dan membawanya kekamarnya, Hanum juga mengikuti langkah kaki suaminya karena memang sudah menjadi kewajibannya untuk menyiapkan segala keperluan suaminya


"Anak itu" kata Bu Dian geleng geleng kepala melihat Adnan yang menyeret tangan Hanum, padahal dulu Adnan tidak selebay ini sebelum menikah dengan Hanum


"Kita duduk dulu Van" ucap Bu Dian pada Vanessa yang tadi masih termenung melihat pemandangan menyakitkan yang baru saja tersaji didepan matanya


"Eh iya ma" jawab Vanessa menampilkan senyum terpaksanya


"Eh nggak usah ma" tolak Vanessa sembari memegang pergelangan tangan Bu Dian


"Nggak papa, kamu kan lagi hamil. Musti banyak banyakin minum air putih loh" jawab Bu Dian yang tak ingin ada penolakan. Akhirnya Vanessa pun membiarkan Mertuanya untuk mengambilkan air


"Mama mana?" tak berselang lama setelah kepergian Bu Dian, ada suara menawan khas yang menyadarkan Vanessa dari lamunannya. Tak salah lagi, itu adalah suara milik Adnan dan ternyata lagi lagi ada Hanum yang berdiri disampingnya dan tengah memeluk tangan Adnan seakan akan ingin memamerkan kemesraan mereka didepannya


"Emm, Mama lagi ambil minum" jawab Vanessa mencoba menyunggingkan senyumannya


"Ehhh, kalian udah turun" tiba tiba Bu Dian datang dengan membawa 4 gelas minuman dengan satu air putih yang pastinya untuk Vanessa dinampannya


"Mama kenapa nggak nunggu Hanum aja?" tanya Hanum yang kemudian melangkahkan kakinya bersama Adnan menuju sofa


"Kamu kan masih ngurusin bayi besar kamu" sindir Bu Dian pada Putranya tersebut. Sementara Adnan hanya bersikap cuek seakan akan tidak merasa tersindir sama sekali dengan ucapan Mamanya

__ADS_1


"Ini untuk kamu" kata Bu Dian menyodorkan gelas yang berisi air putih kepada Vanessa. Adnan dan Hanum hanya melihat apa yang tengah dilakukan Bu Dian tersebut


"Makasih ma" ucap Vanessa sembari menerima gelas yang disodorkan Bu Dian tersebut


"Jadi untuk apa Mama kesini?" tanya Adnan tanpa basa basi lagi


"Anak kurang ajar, apa Mama harus punya alasan dulu biar bisa kesini?" kesal Bu Dian berapi api


"Mentang mentang sudah punya Hanum, Mama dilupain gitu aja" kata Bu Dian yang masih dengan kekesalannya


"Bukan gitu ma, maksud Adnan ngapain Mama kesini bawa dia?" tanya Adnan lagi sembari melirik Vanessa saat mengatakan "dia"


"Kamu nggak boleh gitu dong nan, biar bagaimanapun Vanessa juga istri kamu" ucap Bu Dian yang telah berubah menggunakan nada lembut


"Semua orang sudah tau" balas Adnan dingin, mengatakan hal itu sama hal nya mengingatkan dirinya atas kesalahan besar yang telah ia lakukan


"Jadi gini, Mama harap kamu mengizinkan Vanessa untuk ikut tinggal disini bersama kalian" ucap Bu Dian langsung pada intinya karena melihat perubahan Adnan yang tak bersahabat lagi


"Nggak" jawab Adnan cepat


"Nan, kamu nggak bisa gitu dong. Num, kamu mau kan kalau Vanessa juga tinggal disini?" tanya Bu Dian pada Hanum. Hanum yang terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Mertuanya hanya diam tak tau harus berkata apa walaupun dalam hatinya ia menolak keras


"Nggak, setuju atau nggak setujunya Hanum. Aku tetep nggak mau dan nggak mengizinkan wanita lain untuk tinggal dirumah kami" sahut Adnan karena Hanum hanya diam saja


"Vanessa hamil nan, kamu nggak kasihan apa?" kata Bu Dian yang kini menaikkan volume suaranya karena kesal dengan penolakan Adnan


"Hamil itu nggak mudah, apa lagi Vanessa sendirian" tutur Bu Dian lagi berharap kata katanya dapat mempengaruhi pikiran Adnan


"Aku nggak perduli, lagi pula itu juga bukan anak aku" tolak Adnan lagi tanpa pikir panjang


"Kalau nggak ada yang mau dibicarain lagi sebaiknya Mama pulang" kata Adnan yang kemudian menarik tangan Hanum lalu berdiri dan lekas berjalan meninggalkan ruangan ini

__ADS_1


"Istri kamu nggak bisa hamil nan, siapa tau ini bisa jadi pancingan buat kalian" teriak Bu Dian saat


__ADS_2