
Sedari tadi Adnan harus menemani Vanessa yang masih belum sadarkan diri atas perintah Mamanya, sementara itu Bu Dian tadi pamit pulang kerumah terlebih dahulu karena merasa telah lelah menjaga Vanessa sejak pagi.
Adnan menatap wajah Vanessa lekat lekat, wajah cantik yang dahulu pernah menjadi candunya. Yah...itu dulu sebelum hati Vanessa terpikat oleh laki laki lain.
Flashback on~
Siang ini di Ibu kota suhu udara terasa sangat panas karena sekarang sudah memasuki musim kemarau, Adnan yang baru saja selesai kuliah hendak langsung pulang tanpa ada niatan untuk sekedar nongkrong nongkrong seperti biasanya.
Tring....suara notif dari ponsel Adnan, sontak Adnan pun menghentikan langkah kakinya untuk melihat siapa yang mengiriminya pesan tersebut.
"My Girl♥" gumam Adnan membaca nama yang tertera dilayar ponselnya. Seperti biasa Adnan akan langsung merasa bahagia ketika mendapat pesan atau panggilan dari kekasihnya tersebut, Adnan pun lekas membuka isi pesan yang dikirimkan Vanessa.
"Temui aku di Cafe Daun😈." itulah kira kira sebuah pesan yang dikirimkan Vanessa.
"Otewe😑." balas Adnan singkat dengan senyuman yang masih terus menghiasi bibirnya. Tanpa menunggu lama lagi Adnan pun mengurungkan niatnya begitu saja untuk langsung pulang, karena baginya saat ini Vanessa lah yang lebih penting.
Adnan pun bergegas berjalan menuju mobilnya dan langsung melesatkan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga tak perlu membutuhkan waktu yang lama bagi Adnan untuk sampai di Cafe Daun yang dijanjikan Vanessa. Usai memarkirkan mobilnya Adnan bergegas masuk kedalam Cafe tersebut, ia mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok wanita yang telah mengisi hatinya selama ini.
Hingga akhirnya terlihatlah sosok Vanessa yang tengah asyik bermain dengan ponselnya, Adnan pun bergegas menghampiri Vanessa dan langsung duduk dikursi kosong depan Vanessa.
"Panas banget yah hari ini." kata Adnan sembari mengipaskan tangannya kearah wajahnya.
"Ini udah aku pesenin." ucap Vanessa sembari menyodorkan segelas Jus Mangga yang sengaja ia pesan untuk Adnan sebelumnya, tak lupa juga ia menghiasi bibir tipisnya dengan senyuman yang membuatnya tampak cantik berkali kali lipat.
"Makasih sayang," balas Adnan sembari meraih gelas yang disodorkan Vanessa tersebut dan langsung meneguknya begitu saja tanpa mempergunakan sedotan yang sudah berada digelas tersebut, Vanessa hanya menatap Adnan masih dengan senyuman dibibirnya merasa lucu dengan apa yang dilakukan Adnan.
"Udah lama yah?" tanya Adnan sembari meletakkan kembali gelas yang kini hanya tersisa seperempat jus mangga tersebut.
"Lumayan." jawab Vanessa mengangguk anggukkan kepalanya.
"Ada apa? kok tumben banget kamu ngajakin ketemuan siang siang gini, nggak takut kepanasan kamu?" tanya Adnan disertai dengan sebuah sindiran.
__ADS_1
"Iya yah," kata Vanessa heran.
"Nanti kalau kulitku tambah gelap gimana?" tanya Vanessa mengerutkan keningnya sembari melihat lihat tangannya apakah sudah ada perubahan dengan warna kulitnya tersebut.
"Tenang aja, Babang Adnan akan selalu menerima Neng Vanessa kok." sahut Adnan dengan menaik turunkan kedua alisnya.
"Bang Adnan kan udah terlanjur cinta banget sama Vanessa, ngomong ngomong ada apa nih kok ngajakin ketemuan?" tanya Adnan yang tak menyadari perubahan mimik wajah dari Vanessa.
"Eh...Mmm, kita pesan makan dulu yah." ucap Vanessa yang tampak kikuk membuat Adnan mengernyit heran dengan reaksi Vanessa.
"Mbak," panggil Vanessa pada salah satu pelayan Cafe yang kebetulan hendak melintas disampingnya, sontak pelayan Cafe tersebut pun langsung berbelok ke arah meja Vanessa.
"Iya Mbak, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan Cafe tersebut dengan ramah.
"Emmm saya mau pesan makanan dong Mbak." jawab Vanessa.
"Oh silahkan dipilih pilih dulu Mbak," kata Pelayan tersebut yang langsung menyodorkan buku menu kepada Vanessa, Vanessa pun menerimanya dan langsung melihat lihat daftar menunya.
"Emmm saya pesan spaghetti aja deh mbak sama lemon tea." kata Vanessa menyebutkan makanan yang dipesannya. Sementara pelayan tersebut pun dengan sigap mencatat di sebuah buku catatan kecil pesanan yang disebutkan Vanessa.
"Samain aja." jawab Adnan singkat karena sudah sangat penasaran dengan alasan Vanessa mengajaknya kemari tersebut.
"Oh Oke, samain aja Mbak." ucap Vanessa sembari memberikan kembali buku menu tersebut kepada pelayan.
"Oke, silahkan ditunggu." balas pelayan Cafe tersebut dengan senyum ramah yang terus terukir pada bibirnya.
Tak ada percakapan yang terjadi setelah ini, Adnan yang terus menatap Vanessa dengan intens dan Vanessa yang sedang memantapkan hatinya agar tidak goyah sebelum mengatakan sesuatu hal yang sangat penting bagi Adnan.
Satu menit....dua menit telah berlalu, hingga tak sampai 5 menit kemudian pelayan tersebut kini telah kembali lagi dengan membawa sebuah nampan berisi menu menu yang telah dipesannya tadi. Pelayan tersebut pun menyajikan dengan rapi dihadapan Vanessa dan Adnan.
"Selamat menikmati." kata Pelayan tersebut sebelum pada akhirnya pamit undur diri.
__ADS_1
"Malanlah, kamu pasti sangat lapar karena velum sempat pulang." kata Vanessa mempersilahkan, tanpa menjawab apa apa lagi Adnan pun lekas memakan makanan yang dihadapannya dengan cepat.
"Kamu juga." kata Adnan kemudian saat melihat Vanessa belum menyentuh sama sekali makanannya karena terus asyik memperhatikan dirinya.
"Oh, heem." balas Vanessa yang sedikit kikuk karena kepergok telah mengamati Adnan yang tengah lahabnya makan.
Hingga pada akhirnya keduanya menghabiskan spaghetti yang dipesannya hingga tandas.
"Ada apa?" tanya Adnan yang sudah tak sabaran.
"A...aku." bingung Vanessa bagaimana cara mengutarakan semuanya karena jujur saja sebenarnya ia tak sampai hati harus tega mengatakan ini pada Adnan.
"Katakanlah." ucap Adnan lagi yang telah melihat perubahan pada raut wajah Vanessa, ia sudah bisa menebak jika ada sesuatu yang tak beres dengan ini.
Vanessa menarik nafas dalam dalam sembari memejamkan matanya untuk menyerap pasokan oksigen sebagai kekuatannya untuk mengatakan...
"Aku mau putus!!" ucap Vanessa dengan lantang pada akhirnya yang tentu saja langsyng membuat Adnan terkejut.
"Pu...putus? ke...kenapa?" tanya Adnan dengan bersusah payah.
"Aku mencintai orang lain, sesuai janji yang pernah kita ucapkan dulu. Kita harus saling berterus terang dan menerima dengan lapang dada jika salah satu diantara kita sudah tidak mencintai lagi." ucap Vanessa dengan fasihnya seakan akan meminta Adnan untuk mengingat itu semua.
"Kamu tidak lupa kan?" tanya Vanessa dengan tatapan datarnya.
"Aku ingat." jawab Adnan langsung membuang muka menatap kearah lain.
"Oke, karena kita sama sama saling mengingatnya maka aku anggap hubungan kita telah berakhir sampai disini." ucap Vanessa sembari beranjak berdiri dari tempat duduknya.
"Siap?" tanya Adnan tiba tiba membuat Vanessa menghentikan geraknya kemudian menatap Adnan kembali.
"Kamu tidak perlu tahu, besok aku akan melanjutkan kuliah diluar negeri. Jadi aku harap kamu cepat melupakan aku dan carilah kebahagiaanmu yang lainnya." jawab Vanessa kemudian berjalan meninggalkan mantan kekasih yang telah menemaninya selama 3 tahun ini.
__ADS_1
Adnan mengepalkan tangannya kuat kuat menahan setiap amarah yang sudah menjalar didalam tubuhnya.
Flashback Off~