
Saat ditengah tengah perjalanan, tiba tiba saja Hanum menginginkan jajanan telur gulung yang dijajakan dipinggir jalan
"Biar Mas aja yang turun" kata Adnan yang hendak turun dari mobilnya
"Nggak usah Mas" kata Hanum menahan tangan Adnan membuat Adnan harus menghentikan gerakannya
"Kenapa?" tanya Adnan menoleh pada Hanum
"Kan nanti Mas bakalan nyetir sampe jauh, jadi biar aku aja yang turun" jawab Hanum sembari mengambil tasnya kemudian turun dari mobil, Adnan hanya memandang apa yang dilakukan Hanum
Adnan terus memperhatikan Hanum hingga saat Hanum sedang memesan pada si penjual yang membuat Adnan tiba tiba langsung teringat pada Vanessa yang sedang berada dirumah sendirian
Adnan pun langsung membuka ponselnya untuk mencari aplikasi pengantar makanan, ia memilih milih makanan yang banyak mengandung sayuran, daging dan juga kacang kacangan kemudian membayarnya dan mengirimkannya kealamat rumahnya
Tak berselang lama Hanum pun kembali dengan membawa sebuah kantung kresek berisi telur gulung kesukaannya dengan senyum yang terus menghiasi bibir berisinya
"Mas mau makan dulu? dihabisin dulu apa sambil jalan?" tanya Hanum saat baru memasuki mobilnya
"Sambil jalan aja kali yah? biar nggak kelamaan dijalannya" jawab Adnan
"Oke kalau gitu biar aku suapin kamu" balas Hanum sembari menyomot satu tusuk telur gulung untuk dimakannya
.................
"Aaaa" Adnan memberikan kode agar Hanum segera menyuapinya lagi, Hanum yang mengerti pun langsung menyuapi suaminya lagi
"Udah habis lo Mas" kata Hanum setelah menyuapkan telur gulung terakhirnya untuk suaminya
"Yah....udah abis?" terkejut Adnan langsung menoleh menghadap Hanum
"Iya, enak ya?" tanya Hanum tersenyum
"Biasa aja" jawab Adnan sok cool sembari terus memperhatikan jalanannya
"Apaan? biasa aja biasa aja" cibir Hanum
"Ya emang biasa aja kok" balas Adnan
"Terus kenapa tadi waktu habis mukanya ditekuk gitu?" tanya Hanum menyudutkan
"Yah karena kurang" jawab Adnan
"Tuh, berati emang enak kan" balas Hanum sewot
"Yang bikin enak tuh karena suapannya dari tangan kamu" gombal Adnan
"Huuuu gombal" balas Hanum yang tersipu malu
__ADS_1
"Ih, kenapa malah senyum senyum" ucap Adnan menggoda Hanum sembari menunjuk nunjuk Hanum
"Ihhh" kesal Hanum
"Hahahahaha.....malu malu nih ya" Adnan malah semakin gencar utuk menggoda Hanum
"Mas, udah ah. Fokus nyetir aja sekarang" balas Hanum yang ingin mengakhiri sesi goda menggoda suaminya ini
"Eh, air minumnya habis ternyata" kata Adnan yang mengingat air mineral untuk menemani perjalanan mereka kini telah habis
"Yaudah kalau gitu mampir deh kalau ada minimarket" jawab Hanum
"Oke" balas Adnan kemudian kembali fokus pada jalanan didepannya lagi
.............
Ting tong.........
"Siapa yang dateng?" gumam Vanessa yang sedang menonton televisi tersebut
Ting....tong
"Iya" jawab Vanessa agak berteriak kemudian segera beranjak berdiri dari duduknya
Ceklekk....Vanessa membuka pintu dan dibuat terkejut dengan kedatangan kurir pengantar makanan, pasalnya ia sama sekali tidak merasa telah memesan makanan
"Maaf pak, tapi saya nggak mesen makanan" kata Vanessa pada kurir tersebut
"Oh dari suami saya ternyata, bener Pak disini alamatnya" kata Vanessa yang langsung tersenyum ria, seakan akan pori pori wajahnya memancarkan sinar kebahagiaan
"Kalau gitu ini buk" kata Kurir tersebut menyodorkan makanan yang dipesan
"Makasih Pak, ini udah dibayar belum yah?" tanya Vanessa sembari menerima makanan yang disodorkan kurir tersebut
"Oh, udah kok buk" jawab kurir tersebut
"Kalau gitu saya permisi dulu buk" ucap Kurir tersebut pamit undur diri
"Oh iya pak, makasih ya pak" balas Vanessa, sang kurir hanya menanggapi dengan senyuman serta menganggukkan kepalanya
"Wahhh....Mas Adnan beliin aku makanan?" tanya Vanessa pada dirinya sendiri, demi apapun ia sama sekali tak pernah mengira bahkan terlintas difikirannya pun tidak ada jika Adnan akan melakukan ini
"Wuahhh" kagum Vanessa setelah membuka makanannya, ternyata tak hanya satu menu tetapi ada banyak menu makanan yang dibeli Adnan
"Aku mau ngirim pesan buat Mas Adnan ah" ucap Vanessa pada dirinya sendiri, selama menulis pesan senyum tak pernah luntur dari bibir tipis Vanessa
"Kebetulan laper juga" kata Vanessa langsung duduk dan memakan makanan tersebut
__ADS_1
Tring....tiba tiba saja ponsel Adnan berdering, ia pun langsung mengambil ponselnya
"Vanessa?" gumam Adnan sembari melirik kearah luar dimana ia tengah memastikan jika Hanum belum keluar dari minimarket
"Mas, makasih ya buat makanannya:)"....begitulah kira kira pesan yang dikirimkan Vanessa
"Sama sama, jaga kesehatan" ...begitulah balasan yang dikirimkan Adnan kemudian ia langsung mematikan ponselnya untuk meminimalisir potensi kecurigaan Hanum jika nanti Vanessa membalas pesannya
Disisi lain Vanessa membaca balasan pesan dari Adnan dengan perasaan bahagia, namun Vanessa lebih memilih untuk meletakkan kembali ponselnya diatas meja tanpa membalas pesan Adnan lagi
"Lama ya Mas nungguinnya" kata Hanum sembari membuka pintu mobilnya
"Kalau lama mah udah aku tinggal dari tadi" jawab Adnan sembari meraih belanjaan Hanum kemudian diletakkannya dikursi belakang
"Huh....mana ada kamu mau ninggalin aku" sinis Hanum
"Nggak yah?" tanya Adnan menunjukkan deretan gigi putihnya
"Nggak bakalan lah" jawab Hanum percaya diri
"Ya emang nggak bakal lah" balas Hanum membalas godaan Hanum
"Udah ah ayo lanjut lagi, jangan mampir mampir terus" kata Hanum pada suaminya
"Emang siapa yang tadi beli telur gulung" cibir Adnan
"Orang kamu juga ikut makan juga" balas Hanum dengan santainya karena berhasil memenangkan perdebatan kali ini
Disisi lain Vanessa yang baru menyelesaikan aktivitas makannya pun berniatan ingin kembali kekamarnya, namun tiba tiba langkah kakinya terhenti karena tak sengaja ia melihat kearah tangga kemudian bergerak keatas kearah dimana ada kamar Adnan dan Hanum dilantai tersebut
Karena kesempatan ini terbilang sangat langka karena dua penghuni rumah sedang pergi membuat Vanessa ingin menuntaskan rasa penasarannya, perlahan namun pasti Vanessa menaiki tangga dan terus berjalan hingga pada akhirnya sampai di depan kamar Adanan dan Hanum
Tut....tut....tut.....tiba tiba saja ponsel milik Hanum berdering karena ada panggilan masuk, Hanum pun langsung melihat nama yang tertera dilayarnya
"Ibuk?" gumam Hanum, namun ia langsung menggeser tombol hijau pada ponselnya
"Halo, Assalamualaikum buk" sapa Hanum pertama kali setelah mengangkat panggilannya
"Waalaikumsalam num" balas Bu Lastri dari seberang sana
"Ada apa yah buk?" tanya Hanum pada Ibunya
"Kamu sampainya kira kira sekitar jam berapa ya num? biar Ibu masakin makanan kesukaan kamu sama Adnan" tanya Bu Lastri
"Kayaknya sekitar 3 jam an lagi deh Buk, ya nggak sih Mas?" tanya Hanum pada Adnan karena kurang yakin dengan jawabannya sendiri
"Iya sekitar 3 jam an lagi" jawab Adnan membenarkan
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu, Adnan kamu nyetirnya harus fokus terus hati hati juga" ucap Bu Lastri mengingatkan
"Iya buk" balas Adnan tersenyum dengan perhatian yang diberikan mertuanya