Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 31


__ADS_3

"Sayang bangun" Adnan membangunkan Hanum sembari menepuk nepuk pelan pipinya


Eughhh....lenguh Hanum sembari merubah posisinya menjadi membelakangin Adnan


"Kok malah dipunggungin sih aku" kesal Adnan, dalam sekali sentakan Adnan pun membalikkan tubuh Hanum menjadi kearahnya. Tanpa menunggu lama Adnan pun langsung menciumi wajah Hanum secara membabi buta


"Ahahahaha...." tawa Hanum yang merasa kegelian dengan aksi suaminya ini


"Iya iya aku bangun, udah ih" akhirnya Hanum menyerah, memohon agar Adnan segera menghentikan aksinya ini


"Makanya bangun" kata Adnan mengacak acak gemas rambut Hanum saat Hanum tengah beranjak duduk dari posisi berbaringnya semula


"Laper" keluh Hanum


"Gimana kalau aku yang masak?" tawar Adnan


"Kayak yang bisa masak aja" cibir Hanum meremehkan


"Eh...nggak percaya?" tanya Adnan menunjuk wajah istrinya


"Nggak" jawab Hanum cepat


"Ih, padahal aku udah masak enak lho" kesal Adnan


"Kamu masak?" tanya Hanum yang tak percaya


"Masak apa?" tanya Hanum penuh selidik


"Ada deh" balas Adnan yang langsung beranjak berdiri


"Ih...ngambek, gitu aja ngambek kayak cewek" goda Hanum


"Udah ayo masak, keburu dingin mie nya" ajak Adnan cepat langsung menarik tangan Hanum


"Kamu masak mie?" tanya Hanum saat keduanya berjalan menuju dapur


"Iya, tapi mie nya spesial" jawab Adnan


"Apanya yang spesial?" tanya Hanum sembari menyingkirkan tangan Adnan yang melingkar menjepit lehernya, namun Adnan memperkuatnya hingga Hanum tak bisa melepaskannya


"Karena aku yang ngebuat khusus untuk kamu" jawab Adnan menyunggingkan senyumannya


"Khusus aku?" tanya Hanum, Adnan pun menganggukkan kepalanya menyetujui


"Berati kamu nggak makan dong?" tanya Hanum membuat Adnan langsung menatapnya


"Ya makanlah nanti sama kamu" jawab Adnan

__ADS_1


"Yehh...itu sih namanya bukan khusus buat aku dong" kesal Hanum langsung menghempaskan tangan suaminya dengan keras lalu berjalan meninggalkan Adnan yang masih berdiri dibelakangnya


"Ye....jangan marah dong, kan aku yang masak masak aku nggak makan sih? aku kan juga laper seharian tiduran sama kamu" ucap Adnan sembari menyusul istrinya


"Gimana? enak kan?" tanya Adnan saat Hanum masih berdiri dibelakang kursi menatap mie buatan suaminya


"Kan aku belum coba" jawab Hanum jujur


"Yaudah, sekarang kita makan berdua. Emang sengaja aku jadiin satu mangkok biar uwuww, semangkok berdua" kata Adnan yang menarikkan kursi untuk Hanum


"Airnya mana?" tanya Hanum menanyakan keberadaan air minum yang tidak ada dimeja membuat Adnan yang hendak duduk langsung mengurungkan niatnya dan berdiri lagi


"Oiya aku lupa tadi" jawab Adnan yang langsung berjalan menuju kulkas, kemudian membawa 1 botol air dan 2 gelas kemudian diletakkannya disampingnya


"Sekarang buruan kita makan, keburu nggak enak nanti" ucap Adnan


"Kalau nggak enak ya nggak enak aja, banyan alasan" cibir Hanum geleng geleng kepala kemudian ia mulai meyendokkan garpunya lalu memakan mie yang sudah ada digarpunya


"Heeemmm, enak kok" kata Hanum mangut mangut


"Tuh kan aku bilang juga apa" kesal Adnan


"Kenapa nggak sering sering bikinin aku kayak gini? menurut aku ini malah lebih enak lo dari buatan aku" ucap Hanum sembari terus memasukkan mie kedalam mulutnya


"Aku nggak mau, aku lebih suka makan masakan kamu" jawab Adnan yang kemudian ikut menyantap mie nya


"Aku lebih suka masakan kamu" jawab Adnan


Whleee.....Adnan menjulurkan lidahnya mengejek Hanum


"Huuu" sebal Hanum langsung mencubit perut Adnan


"Aaa..a..a..aduh aduh aduh" rintih Adnan yang merasakan sakitnya cubitan Hanum diperutnya


"Cubitan kamu gede banget sih sampe pedih perut aku" kesal Adnan, rasanya bekas cubitannya juga panas


"Hahaha maap maap" ucap Hanum yang langsung mencium suaminya


"Num" panggil Adnan, entah kenapa Hanum merasakan panggilan Adnan seperti akan mengatakan hal yang serius


"Hem?" Hanum pun menoleh menatap Adnan


"Maafin aku ya, semuanya berawal dari keputusan sepihak aku" ucap Adnan dengan penuh sesal


"Asalkan kamu bisa mengakhirinya dengan baik, aku akan memaafkan kamu" jawab Adnan menatap suaminya lekat lekat, rasanya membahas hal ini saat keduanya diliputi rasa bahagia bukanlah waktu yang tepat


"Aku akan mengakhirinya dengan baik, kita akan hidup seperti semula" balas Adnan yang langsung memeluk Hanum

__ADS_1


"Adnan......."


Panggilan tersebut langsung membuat Adnan dan Hanum saling melepaskan pelukannya, keduanya langsung menoleh kearah sumber suara


"Mama?" kaget keduanya hampir bersamaan


"Maaf, Mama ganggu kalian yah" kata Bu Dian tersenyum canggung


Tap...tap...tap...


Perhatian Adnan dan Hanum kini langsung teralihkan pada sosok wanita yang baru masuk kearea ruang makannya, yah....tak salah lagi itu adalah sosok Vanessa yang datang dengan menyeret sebuah koper berwarna hitam ditangannya


"Vanessa? Mama?" ucap Hanum tak percaya memandang keduanya secara bergantian


"Maaf num Vanessa datengnya sama Mama, soalnya Adnan nggak mau waktu Mama suruh buat jemput Vanessa" ucap Bu Dian yang mengerti kebingungan Menantunya


"Kamu datang kerumah ini secepat ini?" tanya Adnan yang tak percaya, ia juga tak menyangka jika Vanessa akan datang hari ini


"Maaf" hanya itu yang dapat dikatakan oleh Vanessa sembari menundukkan kepalanya


"Ah...ini karena Mama yang minta. Mama kasihan kalau ngelihat Vanessa terlalu lama tinggal sendirian" sahut Bu Dian yang tak ingin pertanyaan Adnan akan berujung pada pertengkaran nantinya


"Terserah" jawab Hanum yang sudah mulai kesal


"Kamar kamu dibawah didekat ruang keluarga" ucap Adnan dingin


"Whatttt?" bukan Hanum atau pun Vanessa yang terkejut melainkan Bu Dian


"Kok dibawah? kenapa nggak diatas? jadi kan satu lantai sama kalian?" tanya Bu Dian beruntun


"Ini keputusan aku, aku udah nurutin kemauan Mama. Jadi tolong jaga batasan Mama" jawab Adnan dingin, sekuat tenaga ia menahan kekesalannya agar tidak meluap didepan Mamanya


"Vanessa lagi hamil ma, jadi kalau dibawah dia nggak perlu bolak balik naik keatas tangga" sahut Hanum untuk meminimalisir suasana yang sudah agak mulai menegang


"Vanessa, kamu gimana?" tanya Bu Dian pada Vanessa


"Aku nurut aja ma" jawab Vanessa yang tak punya pilihan lain, setidaknya ia sudah mendapat celah untuk permulaan tinggal melanjutkan langkah selanjutnya agar ia bisa masuk lebih dalam lagi


"Yaudah kalau kamu nggak papa" ucap Bu Dian dengan berat hati


"Mas, aku mau mandi dulu" ucap Hanum kemudian melangkahkan kakinya, telinganya sudah berasap rasanya terlalu lama disini


"Mas juga mau mandi" jawab Adnan menyusul Hanum


Bu Dian dan Vanessa hanya memandang kepergian Hanum dan Adnan yang saling bertautan tangan berjalan semakin meninggalkannya


"Mama harap kamu dapat memakluminya" ucap Bu Dian tanpa mengalihkan pandangan dari dua insan yang sedang berjalan, sebenarnya ia tak sampai hati melakukan ini pada Hanum. Namun kembali lagi ia juga tak tega membiarkan wanita yang tengah mengandung ini hidup sendirian, apalagi dia juga istri sah dari anaknya

__ADS_1


"Iya ma, Aku ngerti kok" jawab Vanessa menyunggingkan senyumannya seakan akan ia tak apa apa, padahal dalam hatinya berkata berlainan


__ADS_2