Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 35


__ADS_3

Jam telah menunjukkan pukul 11 malam, tiba tiba saja Adnan terbangun dari tidurnya. Melihat sang Istri yang masih tertidur lelap disampingnya membuat hati Adnan kembali berdesir, rasanya tak akan pernah puas melihat pemandangan ini


"Kok malah haus yah aku" gumam Adnan merasakan kerongkonganny terasa kering, Adnan pun mengecup kening Hanum cukup lama kemudian turun dari ranjangnya dengan pelan karena tidak ingin menimbulkan suara yang dapat membangunkan Hanum nantinya


Didapur Adnan dapat menghabiskan segelas air hanya dengan beberapa kali tegukan, saat ia hendak kembali kekamarnya tiba tiba ia melihat ada Vanessa yang keluar dari kamarnya


"Kamu mau kemana malam malam begini?" tanya Adnan memindai penampilan Vanessa dari atas hingga bawah


"Eh Mas Adnan" kaget Vanessa mendengar suara Adnan dari arah samping


"Oh aku mau beli sate Mas, tiba tiba aja aku kepengen banget makan sate" ucap Vanessa


"Malem malem gini?" tanya Adnan mengerutkan keningnya


"Iya Mas, kayaknya aku lagi ngidam deh" jawab Vanessa agak sungkan


"Kamu ngidam? pengennya bayi?" tanya Adnan yang masih belum mengerti seratus persen


"Ya iya lah Mas, dimana mana kalau ngidam itu ya pengennya bayi. Ada ada aja Mas Adnan ini" kata Vanessa geleng geleng kepala


"Yaudah kalau gitu kamu tunggu dirumah aja, biar aku yang beliin kamu sate" ucap Adnan karena merasa tak tega melihat Vanessa yang tengah hamil harus berkeliaran ditengah dinginnya malam


"Eh nggak usah Mas, nanti aku malah ngerepotin dong" tolak Vanessa


"Nggak papa, aku kasihan kalau lihat kamu harus keluar malem malem" ucap Adnan yang kemudian berjalan menuju tempatnya biasa menggantung kunci mobilnya


"Beneran nggak papa nih Mas?" tanya Vanessa menghentikan langkah kaki Adnan membuat Adnan pun langsung berbalik


"Nggak papa, kamu tunggu aja dirumah jangan keluar. Nggak bagus udara malam malam buat ibu hamil" jawab Adnan kemudian berbalik arah dan berjalan kembali


Ada perasaan menghangat dalam hati Vanessa, sebagai seorang wanita terlebih lagi yang tengah hamil seperti dirinya saat ini tentu saja perhatian seorang suami sangat sangat diperlukan


Adnan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang terbilang pelan sembari ia terus celingak celinguk mencari penjual sate yang masih buka. Melihat perut Vanessa yang sudah membuncit tadi membuat Adnan langsung membayangkan jika nanti Hanum hamil, pasti dia juga akan mengalami fase ngidam yang akan membuatnya harus terjaga dan siap siaga melayani permintaanya nanti. Hah...anggap saja saat ini ia sedang belajar menjadi suami siaga


"Eh, itu ada yang jualan sate" kaget Adnan saat baru saja ia melewati penjual sate, akhirnya Adnan pun memutar balikkan arah mobilnya


..............


"Kamu kok disini?" kaget Adnan saat tiba tiba saja ia melihat Vanessa yang duduk memainkan ponselnya di sofa ruang tamu


"Eh, kan aku nungguin Mas" jawab Vanessa yang juga ikut terkejut

__ADS_1


"Maksudnya kenapa nggak nunggu dikamar aja?" heran Adnan


"Em, bosen juga Mas seharian dikamar terus" jawab Vanessa


"Oh, yaudah ini satenya" kata Adnan sembari menyodorkan kantong keresek berisi sate yang diinginkan Vanessa


"Makasih Mas" jawab Vanessa sembari menerima sate yang disodorkan Adnan kemudian membukanya


"Loh, kok banyak banget Mas?" kaget Vanessa saat melihat ada dua bungkusan sate


"Aku pikir orang ngidam makannya banyak, makanya aku beliin kamu dua porsi" jawab Adnan mengerutkan keningnya


"Kamu salah Mas, orang ngidam itu makannya cuma buat ngilangin rasa pengennya doang" ucap Vanessa


"Terus ini kebanyakan dong, Mas mau?" tawar Vanessa


"Buat kamu aja" tolak Adnan


"Ya aku juga nggak bakalan abis dong Mas" ucap Vanessa


"Kan kalau aku buang sayang juga makanannya" lanjutnya lagi membuat Adnan langsung diam berfikir


"Yaudah" akhirnya Adnan pun menyetujuinya, lagi pula ia juga tidak ingin menimbulkan jejak karena bisa bisa Hanum akan salah paham nantinya


Adnan dan Vanessa mulai menyantap satenya dalam keadaan diam tanpa ada pembicaraan yang menemani mereka


"Aku sudah selesai" kata Adnan kemudian beranjak berdiri dari kursinya


"Oh iya, aku sama Hanum mau pulang kerumah orang tua Hanum. Tapi belum tau kapan, mungkin dalam waktu dekat ini jadi aku harap kamu nggak keberatan kalau ditinggal sendiri atau kamu bisa tinggal dulu sama Mama untuk sementara waktu" kata Adnan yang kebetulan langsung mengingat jika Mertuanya ingin ia dan Hanum segera pulang


"Oh, iya Mas nggak papa. Aku juga ngerti kok" jawab Vanessa yang berusaha untuk tetap tersenyum


"Oke kalau gitu" balas Adnan yang kemudian langsung berjalan menuju kamar meninggalkan Vanessa yang masih duduk disofa


Vanessa menghela nafas panjang sembari melihat punggung Adnan yang kian menjauh saja darinya


..............


Pagi pagi sekali Hanum harus membuatkan sarapan seperti biasanya karena hari ini sudah hari senin lagi, itu artinya Suaminya akan berangkat bekerja


"Loh, kamu ngapain van?" tanya Hanum saat melihat Vanessa tengah berdiri didepan kompor

__ADS_1


"Eh Hanum, aku lagi masak nasi goreng buat kita sarapan" jawab Vanessa yang pada awalnya sedikit terkejut


"Kenapa nggak nungguin aku aja? biar aku yang bikinin sarapan?" tanya Hanum


"Ya aku nggak enak dong num kalau akunya nggak ngapa ngapain" jawab Vanessa sembari mengaduk aduk nasi gorengnya


"Kan kamu lagi hamil?" kekeh Hanum


"Ya justru karena aku lagi hami aku nggak bisa males malesan dong" jawab Vanessa menyunggingkan senyumnya


Kini ketiganya tengah duduk dikursi dengan menikmati nasi goreng buatan Vanessa, tentu saja Adnan dapat mengenali rasa masakan buatan Istrinya yang terasa lain dengan nasi goreng yang dimakannya kali ini


Huek...huekk...tiba tiba saja Vanessa merasakan mual, perutnya terasa diaduk aduk


"Maaf maaf" sesal Vanessa yang langsung berdiri dari kursinya dan sedikit berlari menuju wastafle


"Vanessa kenapa?" panik Adnan yang juga langsung ikutan berdiri, tanpa menjawab Hanum pun langsung berlari kearah Vanessa


Huek....huekk...Vanessa terus memuntahkan cairan beningnya sementara Hanum dan Adnan tampak memijat mijat tengkuk Vanessa


"Maaf, aku jadi bikin nafsu makan kalian hilang yah" ucap Vanessa sembari membasuh mulutnya dengan air


"Kamu nggak papa? apa kita musti kerumah sakit?" tanya Adnan yang tampak panik, mendegar pertanyaan Adnan membuat Vanessa dan Hanum langsung menatapnya


"Vanessa mual karena hamil Mas, bukan karena sakit" ucap Hanum menjawab pertanyaan Suaminya


"Iya, ini normal kok untuk wanita hamil" sahut Vanessa yang ikut menimpali


"Oh, maaf maaf kan aku nggak tau" ucap Adnan nampak kikuk dan malu dengan kebodohannya


"Yaudah kalau gitu aku berangkat dulu" kata Adnan yang kemudian langsung berjalan menuju maja makan untuk mengambil tasnya, Hanum pun langsung mengikuti suaminya


"Hati hati dijalan yah" ucap Hanum memberikan semangat


"Iya" jawab Adnan tersenyum manis kemudian mengecup puncuk kepala Hanum cukup lama


Melihat pemandangan menyakitkan mata dan hatinya membuat Vanessa langsung memejamkan matanya tak kuasa terus menerus melihat hal menyakitkan tersebut


"Van, aku anterin Mas Adnan kedepan dulu yah" ucap Hanum tersenyum manis pada Vanessa seakan akan mengkodenya jika Adnan hanyalah miliknya seorang


"Iya" jawab Vanessa menyunggingkan senyum terpaksanya

__ADS_1


Hanum dan Adnan berjalan beriringan meninggalkan Vanessa sendirian, bahkan untuk sekedar berpamitan dengan Vanessa saja tidak Adnan lakukan demi menjaga hati Hanum


__ADS_2