Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 25


__ADS_3

Adnan mencari cari keberadaan Hanum didapur, namun ia tak menemukan keberadaan wanita itu sampai pada akhirnya Adnan menemukan Hanum yang tertidur disofa dengan ponsel yang terjatuh didadanya. Diambilnya ponsel tersebut, ternyata Hanum sedari tadi bermain main didunia maya. Melihat wajah Hanum, kembali lagi membuat Adnan mengingat akan kesalahan yang diperbuatnya


Adnan pun menggendong tubuh Hanum dan membawanya kembali kekamar, direbahkannya perlahan lahan tubuh berharganya itu kemudian dikecupnya kening Hanum. Usai membaringkan Hanum, Adnan pun keluar dari kamarnya sekedar untuk merokok, sebenarnya wanita itu telah melarangnya merokok sejak awap awal mereka menikah, namun Adnan lah yang diam diam merokok saat tidak ada Hanum dan itu juga sangat jarang sekali


Menyesapnya kuat kuat lalu dihembuskan perlahan lahan hingga kepulan asap rokok tersebut mengudara lalu terbawa angin, suasana sunyi malam ini seakan akan mendukung kegundahan hati Adnan. Entah sudah berapa batang rokok yang ia bakar sekedar untuk menenangkan dirinya


.............


"Mas, bangun ini udah pagi" terdengar Hanum yang berusaha membangunkan suaminya sembari mengguncang guncangkan tubuhnya


"Eughhh" lenguh Adnan mengubah posisi tidurnya, begadang sampai pagi membuat Adnan hanya tidur dalam durasi beberapa jam saja tadi pagi


"Mas bangun ih, nanti telat loh" ucap Hanum lagi yang tanpa menyerah membangunkan suaminya tersebut


Dengan gerakan cepat Adnan menarik tangan Hanum dengan cukup kuat hingga tubuh Hanum pun terjerembab didadanya


"Mas" kesal Hanum karena laki laki itu malah menariknya masuk kedalam pelukannya


"Semalem nggak mau, sekarang malah peluk peluk" ucap Hanum lagi


"Kamu marah ya?" tanya Adnan pada Hanum


"Nggak tuh, ngapain juga marah. Kayak anak kecil aja" cibir Hanum


"Eummm...masa? terus kenapa semalem tidur disofa?" selidik Adnan lagi


"Aku nggak niat biat tidur disofa, tapi aku ketiduran disofa" ucap Hanum membenarkan pemikiran keliru suaminya ini


"Ouhh" jawab Adnan mangut mangut mencibirkan bibirnya mengejek Hanum yang dipikirnya berbohong tersebut


"Ih...udah ah Mas, buruan bangun" ucap Hanum yang kemudian langsung bangkit


"Mas buruan mandi, aku mau siapin sarapan dulu" ucap Hanum yang kemudian berjalan menuju lemari untuk menyiapkan pakaian suaminya


"Masak nasi goreng aja deh" ucap Adnan sembari turun dari ranjangnya


"Semalem nggak masak nasi, jadi nggak bisa buat nasi goreng" jawab Hanum


"Eh...gimana kalau kita sarapan bubur ayam aja, nanti aku beli didepan situ" ucap Hanum lagi yang telah menemukan ide sebagai menu sarapannya kali ini


"Oke kalau gitu" jawab Adnan yang kemudian langsung berjalan menuju kamar mandi


............


"Gimana? enak nggak?" tanya Hanum pada suaminya yang tengah melahab bubur ayam yang baru dibelikannya tersebut


"Biasa aja, lebih enakan nasi goreng buatan kamu" jawab Adnan setelah merubah gayanya menjadi cool setelah mendengar pertanyaan yang dilontarkan istrinya


"Boong" cibir Hanum


Hahahahaha....keduanya sama sama tertawa lepas menertawakan apa yang sedang mereka bicarakan tersebut

__ADS_1


"Ehhh Mas, gimana kalau lain kali kita kumpul kumpul?" tanya Hanum pada suaminya


"Kumpul kumpul?" balik tanya Adnan mengernyit heran


"Iya, jadi gimana kalau kapan kapan kita ajak Mas Anton jalan bareng terus nanti aku juga bakalan ngajak Maya. Mas masih inget sama Maya kan?" tanya Hanum pada Adnan


"Oh iya...udah lama banget aku nggak pernah lihat dia" kata Adnan yang kemudian meminum air sebagai penutup dari acara sarapannya kali ini


"Iya...jadi kemarin tuh aku habis keluar sama Maya" ucap Hanum memberitahu


"Dia curhat sama aku katanya baru putus sama pacarnya, terus aku tuh kepikiran buat gitu....comblangin Maya sama Mas Anton" ucap Hanum mengutarakan isi pikirannya


"Gausah ikut campur urusan orang lain deh" jawab Adnan


"Ih...kok ikut campur sih?" bantah Hanum yang tak terima


"Kan aku cuma mau coba mempertemukan mereka aja, cocok nggak cocoknya ya...itu urusan mereka dan aku juga nggak bakalan ikut campur lagi. Cuma sebatas itu doang kok" ucap Hanum menjelaskan panjang lebar. Adnan menghela nafas panjang, istrinya itu lama kelamaan sangat pintar bersebat


"Terserah kamu aja deh nanti Mas balakan coba hubungin Anton" ucap Adnan yang kemudian beranjak berdiri


"Mas berangkat dulu" pamit Adnan pada Hanum


..........


Selepas keberangkatan sang suami, Hanum pun kembali kekamar. Tugas pertama yang akan ia kerjakan adalah mencuci pakaian terlebih dahulu, Hanum pun memeriksa satu persatu pakaian yang akan dimasukkannya kedalam mesin cuci, takutnya ada barang barang yang masih tertinggal didalamnya. Sampai pada akhirnya Hanum menemukan kejanggalan pada kemeja yang dipakai suaminya kemarin, tampak beberapa helai rambut panjang berwarna cokelat blonde yang menempel di kemeja suaminya


Hal pertama yang pikirkan Hanum adalah siapa pemilik rambut tersebut? kenapa ada helaian rambut dikemeja suaminya? Sampi tiba tiba ingatan pertamanya yang langsung tertuju pada Nisa, asisten suaminya tersebut


Selepas mencuci pakaian, Hanum pun melanjutkan pekerjaan rumah tangga yang lainnya hingga tak menyadari jika hari sudah beranjak siang


Saat ini Hanum tengah dalam perjalanan menuju kantor suaminya untuk membawakan makan siang seperti hari hari sebelumnya


Tutt....tuttt.....tuuuttt....tiba tiba saja ponsel Hanum pun berdreing menandakan adanya sebuah panggilan masuk


"Mama?" gumam Hanum membaca nama yang tertera dilayar ponselnya, Hanum pun lekas menepikan mobilnya kemudian mengangkat telepon dari mertuanya tersebut


"Assalamualaikum Ma" sapa Hanum setelah menggeser tombol hijau


"Waalaikumsalam Num, kamu dimana?" jawab Bu Dian dari seberang sana


"Ini Hanum lagi dijalan mau kekantor Mas Adnan ma, mau nganterin makan siang" jawab Hanum


"Yah...masih lama dong?" tanya Bu Dian dari seberang sana


"Emangnya kenapa ma?" tanya Hanum lagi


"Ini num Mama lagi ada dirumah kamu, rencananya Mama mau ngajak kamu belanja" jawab Bu Dian dari seberang sana


"Eummm gini aja deh ma, Hanum kekantor Mas Adnan bentar abis itu Hanum langsung pulang kerumah jadi Mama tunggu sampe Hanum pulang yah" ucap Hanum memberikan solusi


"Oke oke Mama tunggu kamu, kamu jangan lama lama yah" jawab Bu Dian

__ADS_1


"Oke ma" jawab Hanum


............


Kini sampailah Hanum diperusahaan suaminya, buru buru ia menuju kemeja resepsionis terlebih dahulu untuk menanyakan keberadaan suaminya


"Mbak, suami saya ada diruangannya nggak ya?" tanya Hanum pada resepsionis yang sudah dikenalnya


"Yah...Pak Adnan lagi meeting buk" jawab resepsionis tersebut


"Emmm kalau Nisa nya ada nggak ya? apa ikut suami saya meeting juga?" tanya Hanum lagi


"Bu Nisa nya ada kok, eh...itu Bu Nisa" ucap resepsionis tersebut sembari menunjuk keberadaan sekretaris Pak Adnan yang dilihatnya tengah melintas tersebut, Hanum pun langsung mengarahkan pandangannya pada arah yang ditunjukkan resepsionis tersebut


"Eh makasih ya mbak" ucap Hanum pada sang resepsionis kemudian langsung berjalan setengah berlari menyusul sekretaris suaminya tersebut


"Mbak Nisa" panggil Hanum sembari mempercepat langkah kakinya


"Eh...Mbak Hanum" kaget Nisa yang langsung menghentikan langkah kakinya begitu mendengar ada seseorang yang memanggil namanya


Hah...hah...hah....nafas Hanum masih menggebu gebu


"Eh...maaf Mbak, tadi nggak denger" sesal Nisa


"Nggak papa Mbak, emm...suami saya lagi meeting yah?" tanya Hanum memastikan


"Iya Mbak, Mbak mau nunggu Pak Adnan? mari saya anter keruangannya" jawab Nisa menawarkan bantuan


"Eh nggak usah, saya mau nitip makan siang buat suami saya soalnya mertua saya lagi ada dirumah" tolak Hanum sembari menyodorkan tas berisi makan siang untuk suaminya


"Oh gitu, yaudah Mbak nanti saya taro diruangan Pak Adnan" jawab Nisa sembari menerima tas yang disodorkan Hanum


"Makasih Mbak" ucap Hanum


"Sama sama Mbak" jawab Nisa menyunggingkan senyumannya


"Eh ...Mbak saya mau tanya" ucap Hanum sebelum melangkah pergi


"Ada apa ya Mbak?" tanya Nisa


"Emmm kemarin Mbak Nisa ikut suami saya lembur nggak ya?" tanya Hanum pada Nisa


"Lembur?" Nisa mengernyit heran


"Bukannya kemarin Pak Adnan pulang cepet yah...gara gara ada yang batalin investasi" ucap Nisa yang juga nampak bingung


"Apa?" kaget Hanum mendengar penjelasan Nisa


"Jadi semalam suami saya nggak lembur?" tanya Hanum memperjelas lagi


"Nggak ada lembur Mbak" jawab Nisa jujur pada Hanum

__ADS_1


__ADS_2