
"Mas berangkat dulunya" pamit Adnan yang kemudian langsung beranjak berdiri usah menghabiskan nasi goreng yang dibuat oleh istrinya tersebut
"Oh udah selesai?" kaget Hanum yang kemudian buru buru meminum air
"Ayo mas" kata Hanum yang kemudian berjalan beriringan dengan suaminya, memang seperti inilah rutinitas yang dilakukan Hanum setiap pagi yaitu mengantar suaminya sampai didepan pintu
"Kamu jaga diri baik baik ya" kata Adnan yang kemudian langsung mengecup kening Hanum
"Iya mas" jawab Hanum dengan senyum yang menghiasi bibir pink nya
"Eh tunggu mas tunggu" kata Hanum yang langsung meraih tangan suaminya agar berhenti
"Kenapa?" tanya Adnan
"Aku mau belanja buat keperluan dapur, kan kemarin belum jadi" jawab Hanum dengan cengingisan
Ya...kemarin sebenarnya Hanum berencana berbelanja di mall sekalian, namun karena kedatangan 2 wanita yang sama sekali tak ingin dilihatnya membuat mood nya hancur terlebih lagi dengan ucapan Bu Mala yang membuat Hanum dan Adnan sempat bersitegang kemarin
"Nanti? kalau nanti mas nggak bisa nemenin dong" kaget Adnan, biasanya memang mereka akan belanja berdua pada akhor pekan
"Lah kalau nggak belanja kita mau makan apa Mas emangnya?" kata Hanum geleng geleng kepala
"Lagian nggak papa kok aku belanja sendirian" lanjut Hanum
"Beneran nggak papa? mas beneran nggak bisa nemenin kamu hari ini" kata Adnan
"Nggak papa mas, yaudah mas buruan berangkat deh. Nanti keburu telat loh" ucap Hanum mengingatkan suaminya karena matahari pun semakin beranjak naik
"Yaudah Mas berangkat dulu yah, kamu hati hati" kata Adnan yang kemudian bergegas menuju mobilnya, pasalnya matahari pun mulai terik
"Iya, hati hati mas" teriak Hanum mengiringi kepergian mobil suaminya yang kini kian menjauh
"Sekarang apa nanti aja yah?" gumam Hanum menimang nimang kapan waktu berbelanja yang tepat menurut hitungannya
"Sekarang aja kali ya, mumpung belum kena virus males" ucap Hanum pada dirinya
Hanum pun bergegas masuk kedalam rumah untuk mengambil tas slempang yang biasa dipakainya, kemudian lekas masuk kedalam mobil
__ADS_1
Butuh waktu sekitar 15 menitan bagi Hanum untuk sampai ditoko swalayan tempatnya biasa berbelanja, Hanum pun langsung memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk kedalam
"aku kok kepengen bikin seblak mie ya? gara gara kemarin Mas Adnan belum jadi beliin lagi deh kayaknya" Hanum cengingisan dengan ucapannya sendiri
Dipilihnya bahan bahan yang menurutnya sangat diperlukan untuk mengisi kekosongan kulkas dan segala macam jenis bumbu daput yang kian menipis
Brakkkk....tiba tiba saja ada seseorang yang menabrak Hanum dari arah samping, sehingga membuatnya oleng namun untung saja ia dapat menyeimbangkan tubuhnya
"Maaf mbak maaf" terdengan ucapan dari seorang wanita disampingnya, dapat Hanum ketahui jika orang tersebutlah yang telah menabraknya
"Ha...hanum?" tiba tiba saja wanita itu memanggil namanya, sontak Hanum pun langsung menoleh
"Vanessa?" kaget Hanum yang mengetahui jika wanita yang baru saja menabraknya adalah Vanessa
"Maaf num aku nggak sengaja tadi" kata Vanessa penuh penyesalan
"Oh, nggak papa kok. Santai aja" jawab Hanum dengan wajah santainya karena tidak ingin memperpanjang masalah ini
"Kamu belanja bulanan num?" tanya Vanessa sembari meraih sebuah susu untuk ibu hamil yang ikut terjatuh tadi, Hanum memperhatikan gerak gerik Vanessa termasuk sekitak susu yang dibawanya
"Aku beli susu buat ibu hamil" ucap Vanessa tiba tiba saat mengetahui jika Hanum terus memperhatikannya
"Emang gue nanya apa?" batin Hanum
"Ini tuh penting juga buat ibu hamil num" kata Vanesaa
"Oh gitu ya?" jawab Hanum yang terkesan mengiyakan saja tanpa ada keinginan untuk bertanya lebih lanjut
"Nanti kalau kamu hamil, kamu juga harus minum ini num buat pendamping aja" ucap Vanessa yang tiba tiba membahas tentang kehamilan
"Eh. kamu belum hamil juga?" kaget Vanessa yang baru ingat jika Hanum belum pernah mengandung
"Belum" jawab Hanum cepat
"Kamu nggak bermasalah kan num?" tanya Vanessa penuh selidik
"Nggak tuh, aku sama Mas Adnan sehat sehat aja" jawab Hanum cepat
__ADS_1
"Karena kami dijodohkan kami ingin menikmati masa pacaran dulu" lanjut Hanum sinis seakan akan menyindir Vanessa karena telah meremehkannya
"Itu bagus sih num, tapi menurut aku sebaiknya kamu cepat hamil deh atau orang orang yang nggak tau bisa bisa nganggepnya kamu mandul" kata Vanessa dengan penuh keyakinannya membuat darah Hanum seketika mendidih mendengar ucapan Vanessa barusan
"Nggak perduli tuh sama omongan orang orang" jawab Hanum yang masih mencoba memperlihatkan wajah tenangnya seakan akan tidak terpengaruh ucapan Vanessa
"Inikan urusan rumah tanggaku sama Mas Adnan, toh...kami juga baik baik aja kok happy happy aja" lanjutnya lagi
"Lagi pula harus banget ya nunjukin keorang orang kalau kita wanita normal? ya....boleh boleh aja sih kalau mereka mau langsung hamil setelah menikah. Kan yang nggak boleh itu hamil sebelum menikah kan ya?" ucap Hanum penuh penekanan seakan akan membalik ucapan Vanessa sebelumnya
Sontak darah Vanessa lah yang kini mendidih ketika mendengar ucapan Hanum yang jelas jelas itu menyindirnya, tangannya mengepal kuat tak terima mendengar ucapan Hanum
"Maksud kamu apa ? ha?" Vanessa bertanya dengan wajah yang terlihat sangat marah, tentu saja ia tak terima
"Kenapa? aku kan cuma ngomong aja" kata Hanum
"Eh, maaf maaf. Aku nggak maksud nyamain itu sama hidup kamu" ucap Hanum penuh penyesalan seakan akan ia benar benar baru mengingat jika Vanessa hamil diluar nikah, padahal ia memang sengaja
"Sengaja ya" sinis Vanessa yang sama sekali tak percaya pada ucapan Hanum
"Nggak kok, kalau gitu aku pergi dulu ya" kata Hanum yang ingin mengakhiri pertengkaran itu disini, tak enak rasanya karena akan menarik perhatian banyak orang nantinya
"Brengsekkk" umpat Vanessa yang masih bisa didengar dengan jelas oleh Hanum
"Rasain lo" batin Hanum yang tertawa bahagia
Hanum pun bergegas untuk melakukan pembayaran, rasanya ia sudah gerah berbagi oksigen dengan wanita itu. Usai melakukan pembayaran Hanum pun bergegas kearah mobilnya diparkir
Brukkkk...Siapa lagi ini? sepagi ini ia sudah dua kali ditabrak oleh orang, awas saja jika ini ulah Vanessa
"Mbak maaf saya nggak sengaja mbak" ucap seseorang yang kemudian langsung berjongkok dan mengumpulkan barang barang belanjaan Hanum yang terjatuh, sontak Hanum pun langsung menoleh karena mendengar suara laki laki yang menabraknya
"Hanum?" kaget laki laki yang menabraknya tersebut ketika melihat orang yang ditabrak adalah Hanum
"Mas Anton?" Hanum pun tak kalah terkejutnya ketika melihat sosok laki laki itu
"Maaf num aku nggak sengaja tadi" ucap Anton yang kemudian langsung membantu Hanum untuk berdiri
__ADS_1
"Nggak papa mas, maaf ngerepotin" jawab Hanum dengan sedikit tak enak hati, pasalnya Anton lah yang mengambil semua barangnya yang jatuh berserakan tersebut