Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 73


__ADS_3

Ditengah derasnya hujan yang mengguyur kawasan puncak, sebuah mobil nekat menerobos derasnya hujan seakan akan hujan bukanlah suatu penghalang baginya.


Sementara itu, disisi lain Hanum yang masih belum bisa memejamkan matanya kini lebih memilih untuk duduk didepan jendela, menatap kearah luar sekdar untuk menghilangkan rasa bosan yang melandanya.


Krukkk.....tiba tiba saja Hanum merasakan perutnya lapar. Hanum pun lekas menuju dapur, mencari cari sesuatu yang bisa dimakannya sekedar untuk mengganjal perutnya. Tak ada sesuatu yang bisa dimakannya seperti nasi atau lauk pauk, Hanum hanya bisa menemukan 2 bungkus mie instan rasa ayam bawang.


"Lumayan lah." gumam Hanum sembari meraih dua bungkus mie instan tersebut.


Makan mie dikala turun hujan adalah pemilihan terbaik bagi banyak orang, tak terkecuali oleh Hanum. Ia pun bergegas memasaknya dua sekaligus dengan tambahan beberapa potong cabai dan juga telur yang dimasak bersama dengan mie sekaligus. Beberapa menit kemudian mie buatannya pun sudah siap untuk disantap.


"Wihhh kelihatannya enak banget nih." kata Hanum sembari mencium dalam dalam aroma mie buatannya tersebut, ia pun lekas menyajikannya dimangkuk.


Slurpppp....Hmmmmm....


Tap...tap...tap, karena saking asyik memakan mie membuat Hanum sama sekali tak menyadari kehadiran orang lain dibelakangnya.


"Hmmm" Anton berdehem untuk memberikan kode pada Hanum jika ada orang lain diruangan ini selain dirinya, namun sepertinya Hanum sama sekali tak mendengarnya karena tidak ada respon yang ditunjukkan Hanum yang nyatanya masih asik menyantap makanan yang tersaji dimangkuknya.


Aaaaaaaa...aaaaaa....kaget Hanum saat merasakan ada tangan besar yang menyentuh pundaknya, karena saking kagetnya dengan refleks Hanum melepaskan sendok yang ada digenggamannya tadi.


"Ehh, Hanum ini aku." kata Anton dengan paniknya mendengar teriakan Hanum.


Aaa...aaa...mendengar ada suara Hanum pun menoleh kearah belakangnya dan ternyata..


"Mas Anton." terkejut Hanum dengan kehadiran laki laki yang diharapkan kedatangannya tadi sore tersebut.


"Mas Anton ngagetin aja!" kesal Hanum dengan tatapan mata mendelik tajam dengan nafas yang masih memburu.


"Kok ngagetin sih? tadi aku udah panggil panggil kamu cuma kamunya aja yang nggak denger." jawab Anton tak habis pikir.


"Masa sih?" tanya Hanum yang seolah olah tak percaya.


Tuk...


Aduhhh....keluh Hanum saat tiba tiba Anton menyentil jidatnya.


"Sakit tau." kesal Hanum menatap Anton dengan tatapan sinisnya, Anton yang sama sekali tak merasa bersalah malah berjalan dan duduk dikursi yang berada tepat dihadapan Hanum.


"Wahhh enak nih makan mie hujan hujan gini." kata Anton yang menatap nikmat mie yang berada didepan Hanum.


"Buatin buat aku juga dong." ucap Anton lagi dengan nada memerintahnya.

__ADS_1


"Mas mau mie juga?" tanya Hanum dengan dahi mengernyit.


"He eum, cepat." jawab Anton cepat sembari menganggukkan kepalanya.


"Emm anu Mas, tapi mie nya udah habis. Udah aku masak semua." jawab Hanum menggaruk garuk belakang kepalanya yang tak gatal karena merasa tak enak mengatakannya.


Anton mengernyit heran dan melihat kearah mangkuk Hanum dan menyadari jika porsinya cukup banyak.


"Oh, ya udah kalau gitu." kata Anton kemudian sembari tersenyum simpul.


"Eh, gimana kalau Mas makan punyaku aja. Ini baru aku makan 2 suapan kok." tolak Hanum cepat dan langsung menyodorkan mangkuk dihadapannya untuk Anton.


"Ini kan punya kamu, buat kamu aja." tolak Anton yang menyodorkan kembali mangkuk itu untuk Hanum.


"Ehhh nggak usah, buat Mas Anton aja. Mas Anton pasti kedinginan kan dateng jauh jauh kesini? makan dulu gih nanti keburu dingin loh." tolak Hanum kembali sembari menyodorkan kembali mengkuk dihadapannya.


"Gimana kalau kita makan berdua aja, biar adil." ucap Anton pada akhirnya karena itulah yang menurutnya akan adil.


Eeemmm....Hanum tampak ragu ragu.


"Ya udah deh." jawab Hanum pada akhirnya.


"Ini." Hanum menyodorkan sendok dan garpu yang baru saja diambilnya, Anton pun langsung meraihnya.


Eehhmmmm...Hanum berdehem untuk menghilangkan rasa canggungnya.


"Ayo dimakan." kata Anton yang melihat ada rasa tak nyaman yang dirasakan Hanum.


"Ehh iya." Hanum pun kemudian perlahan lahan mulai menyendokkan mie nya, begitupun dengan Anton.


"Gimana?" tanya Anton membuka suara kembali setelah keheningan yang terjadi cukup lama, mendengar pertanyaan Anton membuat Hanum langsung menatapnya dengan kening berkerut tak mengerti.


"Gimana? kamu suka nggak sama tempat ini?" tanya Anton kembali mengulangi pertanyaannya.


"Oh suka kok Mas, suka banget." jawab Hanum kemudian dengan senyum yang menghiasi ucapannya.


"Sebelumnya aku mau ngucapin banyak banyak terima kasih sama Mas Anton karena udah banyak banget bantuin aku." kata Hanum kemudian yang langsung teringat jika ia belum mengucapkan kata terima kasih untuk Anton.


"No problem," jawab Anton cepat.


"Kamu bisa tinggal disini dulu." kata Anton kemudian.

__ADS_1


"Ehhh nggak usah Mas, aku bisa pulang sama Ibu Bapak kok besok." tolak Hanum cepat membuat Anton langsung mendongak dan menatapnya dengan kening berkerut.


"Kok pulang?" tanya Anton.


"Hah?...." terkejut Hanum mendengar pertanyaan yang dilontarkan Hanum yang menurutnya oertanyaan itu sangat aneh.


"M...maksudnya Mas?" tanya Hanum yang juga tampak bingung.


"Loh bukannya kamu bilang kamu mau cerai yah? terus emangnya kamu nggak ngurus buat sidang perceraian kamu?" tanya Anton bingung.


"Emang nggak jadi cerai yah?" tanya Anton kemudian dengan wajah terkejutnya.


"Selamat yah karena kamu nggak jadi..." ucap Anton yang belum selesai.


"Ehhh, jadi kok Mas jadi cerai." potong Hanum cepat yang kemudian tau apa yang tengah dipikirkan Antkn tersebut.


"Jadi?" tanya Anton memastikan.


"Jadi, maaf tadi aku lupa." jawab Hanum tersenyum kaku meruntuki kebodohannya sendiri.


"Kalau gitu kamu bisa tinggal disini untuk sementara waktu." kata Anton.


"Sengaja aku bawa kamu kesini karena menurut aku tempat ini sejuk dan cocok untuk memulihkan pikiran." lanjut Anton yang hanya dijawabi dengan anggukkan kepala samar oleh Hanum.


"Selama kamu masih ada disini, aku balakan bantuin kamu." kata Anton dengan senyumannya.


"Makasih banyak ya Mas, aku nggak tau balakan kaya gimana jadinya kalau nggak ada Mas Anton." jawab Hanum dengan senyum kaku yang menghiasi bibirnya.


"Sama sama, semoga kamu nggak akan merasa terpuruk dengan apa yang sedang kamu alami saat ini." doa Anton penuh harap.


"Nggak!" tolak Hanum cepat.


"Aku nggak akan terpuruk cuma karena ini." lanjut Hanum menggeleng gelengkan kepalanya kuat.


"Aku seneng karena kamu jadi wanita kuat yang gak gampang jatuh." ucap Anton.


"Ya sudah, makan lagi mie nya nanti keburu dingin." ucap Anton yang kemudian kembali menyendokkan mie begitu pula dengan Hanum.


Mereka memakan mie dengan diselingi berbagai obrolan receh hingga mengenang kembali masa masa sekolahnya hingga tak sadar jika keduanya ternyata memakan mie yang ternyata saling menyambung diantara keduanya hingga bibir keduanya semakin dekat dan.....


~Tak apa, kesedihanmu hari ini akan berganti kebahagiaan berkali kali lipat esok hari~

__ADS_1


__ADS_2