Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 112


__ADS_3

Ceklekk


Rini yang tak lain adalah mantan istri Tyo pun langsung masuk kedalam mobil Tyo.


"Makasih yo kamu mau nolongin aku, makasih karena kamu masih perduli sama aku." ucap Rini yang baru saja masuk kedalam mobil Pak Tyo.


"Oke." jawab Pak Tyo sekenanya.


Tanpa berbasa basi lagi Pak Tyo pun langsung menginjak pedal Gassnya, membelah jalanan Ibu Kota. Hening, tak ada satu pun diantara mereka berdua yang membuka suara.


"Gi gimana kabar Retha yo?" tiba tiba saja Rini membuka suaranya menanyakan kabar Putrinya.


Kening Pak Tyo langsung berkerut seketika karena refleksnya mendengar pertanyaan wanita yang dulu pernah sangat ia cintai tersebut. Tumben, kesambet apa nih orang? biasanya juga nggak perduli sama anaknya. Pikir Pak Tyo.


"Baik, Retha baik baik aja kok." jawab Pak Tyo kemudian yang membuat Rini tampak langsung mengubah raut wajahnya menjadi kecewa.


"Retha nggak pernah nanyain aku yo?" tanya Rini lagi.


Nanya? hampir setiap hari dulu Retha selalu menanyakan kapan Mamanya akan pulang, bahkan hingga menunggunya sampai tertidur di sofa dengan harapan Mamanya akan pulang dan membangunkannya untuk pindah kekamar. Karena merasa tak tega melihat anaknya yang tampak merindukan Mamanya, Tyo pun berkali kali meminta pada mantan Istrinya tersebut agar pulang sekedar untuk menemui Retha. Tapi berkali kali pula Pak Tyo mendapatkan penolakan, yah...Rini selalu menolaknya karena terlalu sibuk bersama dengan selingkuhannya. Mungkin karena sudah kecewa itulah yang membuat Retha semakin hari semakin sadar dan kuat hingga akhirnya berhasil melupakan Mamanya.


"Nggak." jawab Pak Tyo singkat.


"Kamu ngelarang Retha buat ketemu sama aku yo?" tanya Rini.


Nada suaranya terdengar biasa saja tapi menurut indera pendengaran Pak Tyo, kata kata yang diucapkan Rini menyinggungnya.


"Kapan aku pernah ngelarang Retha ketemu sama kamu?" disis Pak Tyo.


"Retha nggak pernah nanyain kamu karena mungkin dia udah capek berharap bisa ketemu sama kamu, tapi kamunya yang selalu sibuk sama urusan kamu sendiri." timpal Pak Tyo lagi, berharap dengan kata kata yang baru saja terlontar dari mulutnya ini akan menyadarkan mantan Istrinya tersebut.


Mendengar kata kata savage dari Tyo membuat Rini langsung menundukkan pandangannya.


"Kemana saya harus nganter kamu?" tanya Pak Tyo kemudian membuat Rini langsung mendongakkan wajahnya kembali.


Aneh? itulah yang ada difikiran Rini, kenapa dia malah bertanya kemana harus mengantarkannya? tentu saja pulang bersama dia.


"Kerumah kamu." jawab Rini kemudian.


"Apa?" terkejut Pak Tyo yang langsung menoleh kearah mantan Istrinya tersebut dengan mulut yang menganga, untuk beberapa saat akhirnya Pak Tyo kembali tersadar dan lansgung fokus kembali pada jalanan didepannya.


"Nggak bisa!" tolak Pak Tyo langsung.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Rini penuh selidik.


"Ya nggak bisa! kita sudah bukan suami istri lagi." kata Pak Tyo dengan suara tegasnya.


"Tapi aku mau ketemu Retha, aku mau ketemu anak aku yo." bantah Rini.


Huhhhh....terdengar helaan nafas berat dari Pak Tyo.


Tanpa berbicara lagi Pak Tyo pun kembali fokus mengemudikan mobilnya. Suasana dimobil pun kembali hening, entah sudah berapa lama Rini tertidur.


Tak sengaja Pak Tyo menoleh dan mendapati Rini yang sudah tertidur pulas, ada rasa iba melihat mantan Istrinya tersebut. Entah karena apa yang mendasari rasa iba tersebut, pasalnya Pak Tyo hanya bis melihat ada rona kesedihan dari raut wajah mantan istrinya tersebut.


Tuttt....tttuuuttt.....tttuuuttt....


Tiba tiba saja ponsel Pak Tyo pun berdering, ia pun lekas merogoh ponselnya dari dalam saku celananya dengan sedikit kesusahan. Akhinya Pak Tyo pun memutuskan untuk menepikan mobilnya sejenak.


"Princess Papa😋"


"Retha?" gumam Pak Tyo membaca nama kontak yang tertera dilayar ponselnya.


Tanpa menunggu lama lagi Pak Tyo pun langsung menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.


"Halo Princessnya Papa." sapa Pak Tyo pertama kali.


"Ada apa yah? tumben telepon Papa?" tanya Pak Tyo kemudian.


"Papahhh aku baru aja selesai bikin kue sama bibi." cerita Retha dari seberang sana, dari suaranya saja sudah terdengar dengan jelas jika dia tampak sangat bahagia.


"Wahhh enak dong pasti." jawab Pak Tyo dengan nada antusiasnya.


"Jangan lupa sisain buat Papa." ucap Pak Tyo lagi.


"Iya dong, aku udah siapin buat Papa juga kok." jawab Retha dari seberang sana.


"Wahhh, makasih Princessnya Papa." ucap Pak Tyo lagi.


"Sama sama Papa." balas Retha.


"Tapi Papa harus anter aku ketemu sama tante Hanum lagi, aku udah siapin kue khusus buat tante Hanum." ucap Retha dari seberang sana yang sontak saja membuat Pak Tyo lansgung menoleh kearah mantan istrinya yang tengah tertidur tersebut, apa jadinya jika ia mengatakan pada Retha kalau saat ini ia tengah bersama dengan Mamanya yang ingin bertemu dengannya?


Seketika saja Pak Tyo langsung bingung dibuatnya.

__ADS_1


"Halo Pah." terdengar suara putrinya lagi yang sontak saja langsung menyadarkan Pak Tyo.


"Eh Halo halo." jawab Pak Tyo.


"Papah kenapa diem aja? Papa nggak mau nganterin Retha ketemu tante Hanum yah?" tebak Retha dari seberang sana dengan suara yang terdengar sedih tidak seperti sebelumnya.


"Eh enggak kok, Papa mau kok anterin Retha ketemu sama tante Hanum." balas Pak Tyo.


"Kalau gitu sayang tunggu dirumah ya." kata Pak Tyo.


"Oke pah, aku tunggu yah." balas Retha dari seberang sana.


"Iya sayang dahhh." balas Pak Tyo yang kemudian mengakhiri panggilannya.


Huhhh....Sekilas Pak Tyo menoleh kearah Rini yang terlihat masih sangat nyaman didunia mimpinya tersebut.


Pak Tyo pun kembali melanjutkan perjalanannya.


.........


Vanessa yang sudah mendapatkan alamat kos kosan Hanum pun langsung mendatangi kos kosan Hanum dengan mengaku sebagai saudara Hanum dari kampung, untung saja pemilik kos percaya dengan ucapannya.


Dan saat ini Vanessa telah berhasil masuk dengan kunci cadangan yang diberikan oleh pemilik kos, berharap dengan melakukan hal ini maka ia dapat mendapatkan keterangan mengenai perihal yang menimpa Hanum saat ini. Pasalnya menurut logikanya ada hal yang berperan jauh lebih penting yang membuat Hanum jadi seperti ini selain kesalahan yang ia lakukan.


"Kenapa nggak bisa dibuka." gumam Vanessa yang kesulitan saat hendak membuka lemari pakaian Hanum, pasalnya lemari tersebut dalam keadaan terkunci.


"Pake apa yah?" gumam Vanessa sembari menoleh kesana kemari dengan harapan ia dapat menemukan sesuatu yang bisa membantunya.


......


"Rin bangun." panggil Pak Tyo sembari menggoyang goyangkan lengan Rini.


Euggghhhh


Terdengar lenguhan kecil yang membuat Rini langsung bagun.


"Udah sampai yah?" tanya Rini sembari merenggangkan otot ototnya yang terasa kaku karena tidur dalam posisi duduk sembari mencoba melebarkan pandangannya.


"Udah." jawab Pak Tyo singkat dan kemudian langsung turun dari mobilnya, tak berselang lama Rini pun juga turun dari mobilnua dan betapa terkejutnya Rini.


"Apa?" kaget Rini yang sontak saja langsung membuatnya membelalakkan matanya.

__ADS_1


~Kamu masih terlalu muda untuk membiarkan dunia menghancurkanmu~


^Kim Taehyung^


__ADS_2