Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 64


__ADS_3

Aaaaaa.....Hanum berteriak sekencang kencangnya seakan akan meluapkan segala kekesalannya.


Sreeekkkk....tiba tiba saja ada yang menarik tangan Hanum dari belakang hingga membuatnya langsung menoleh dan terjerembap ke belakang.


"M...Mas Adnan?" terkejut Hanum hingga membelalakkan matanya. Hanum yang baru tersadar dari keterkejutannya pun langsung melepaskan tubuhnya dengan keras dan menepis tangannya dengan kasar.


"Bajingan, mau ngapain kamu kesini." sinis Hanum yang langsung membuang arah, tak kuasa rasanya berhadapan seperti ini dengan laki laki yang masih dicintainya.


"Aku mohon, maafin aku dan kembali padaku." ucap Adnan kembali memohon dengan tatapan penuh penyesalannya.


"Lupakanlah, itu tidak akan pernah terjadi." ucap Hanum dengan tegas, merasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan Hanum pun bergegas pergi dari hadapan laki laki yang telah menghancurkan hidupnya tersebut. Namun baru saja ia hendak melangkah dengan cepat Adnan menarik tangannya kembali hingga untuk kedua kalinya ia terjatuh dalam pelukan Adnan lagi.


"Lepaskan." ucap Hanum terdengar lirih namun tegas, Adnan dengan cepat langsung mencengkeram rahang Hanum.


"Aku sudah minta maaf secara baik baik, tapi kamu dengan seenaknya mengatakan ingin bercerai dariku." ucap Adnan dengan tatapan bengisnya, bahkan rahangnya kini telah mengeras. Biar bagaimanapun ia telah berusaha minta maaf secara baik baik oleh Hanum, namun yang didapatkannya hanyalah penolakan lagi lagi dan lagi. Akhirnya mau tak mau Adnan harus melakukan dengan cara yang sedikit lebih kasar.


"Kata maaf yang terucap dari bibirmu membuatku semakin mual mendengarnya." kata Hanum yang berbalik menatap tajam Adnan.


Perkataan Hanum barusan sukses membuat darah Adnan kembali mendidih, tak menunggu lama lagi Adnan pun langsung menggendong Hanum sperti karung beras.


"Lepaskan....lepaskan aku bajingan.." Hanum terus meronta ronta didalam gendongan Adnan dengan menendang nendangkan kakinya dengan asal.


"Aku tidak akan kembali padamu lagi bajingan." teriak Hanum.


"Aku tidak sudi lagi, Cuihhh." teriak Hanum tanpa henti.


Karena sudah sampai ditempat dimana mobilnya diparkirkan dipinggir jalan, Adnan pun langsung memasukkan tubuh Hanum dan menutupnya dengan keras ia pun bergegas masuk sebelum Hanum keluar dari mobilnya. Benturan yang dirasakan Hanum akibat Adnan yang membantingnya dengan kasar tadi cukup sukses membuat Hanum mengalihkan perhatiannya pada rasa sakitnya hingga Adnan masuk kedalam mobilnya dan langsung mengunci pintu mobilnya.


"Lepaskan." ucap Hanum dengan tegas yang hanya dianggap angin lalu oleh Adnan.


"Ternyata selama ini aku hidup dengan laki laki Brengsek sepertimu." sinis Hanum dengan menekankan kata Brengsek.

__ADS_1


Berusaha menahan emosinya Adnan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Hanum sampai takut dibuatnya.


"Aku tidak ingin mati." teriak Hanum.


"Jangan mengajakku, aku masih ingin hidup dan mencari laki laki yang jauh lebih baik darimuuu" teriak Hanum lagi melontarkan semua kata yang ingin diucapkannya membuat Adnan langsung membanting setir menepikan mobilnya, untung saja jalanan yang dilalui ini terbilang sepi dan tak ada mobil dibelakangnya.


Citttttt.....


Hah...hah...hah....nafas Hanum yang masih memburu namun ia bersyukur karena kata katanya tadi berhasil menyadarkan Adnan.


"Apa yang kamu bilang barusan?" tanya Adnan yang langsung menoleh kearah Hanum dan menutupnya tajam.


"A..apa?" tanya Hanum yang bingung dan mengerutkan dahinya belum mengerti.


"Kamu akan menikah dengan laki laki lain?" tanya Adnan yang tak sabar untuk memastikan Indera pendengarannya apakah yang ia dengar tadi benar benar dikatakan oleh Hanum atau tidak.


"Benar, aku akan segera melupakanmu dan mencari kebahagiaanku yang lainnya." ucap Hanum dengan tegas membuat Adnan langsung membuang arah tak percaya dengan kata kata yang terlontar dari mulut Hanum tersebut.


"Kamu tidak bisa melupakanku." ucap Adnan yang langsung menginjak pedal gassnya hingga mobil melaju dengan kecepatan kencang.


Sepanjang perjalanan Hanum terus berteriak mengeluarkan sumpah serapah yang sudah tidak dipedulikan lagi oleh Adnan.


Sebenarnya Hanum tampak tak asing dengan jalanan yang dilaluinya kini, namun otaknya tak kunjung menemukan jawabannya. Konsentrasinya harus terpecah belah untuk menyadarkan Adnan dan juga mencari jawaban dari apa yang dipikirkannya saat ini.


Siapa sangka? Adnan membawa Hanum kerumah Vanessa?


Tanpa ada yang tau sebenarnya tadi sore Adnan masuk ke kamar Vanessa untuk mendiskusikan beberapa bagian rumah Vanessa yang harus direnovasi, ia dan Vanessa berencana untuk menjadikan rumah Vanessa sebagai markas keduanya agar Hanum tidak menoreh curiga padanya.


Namun semuanya hancur, benar benar hancur saat Vanessa merayunya untuk mendatangi kamarnya dan pada akhirnya harus berakhir diranjang dan sialnya kekhilafannya harus terbongkar saat itu juga.


Salah siapakah ini?

__ADS_1


Adnan berhenti tepat didepan rumah Vanessa dan baru saat itulah Hanum ingat jika ini rumah madunya, rumah yang nampak sepi karena tidak berpenghuni.


"Brengsekkk" desis Hanum saat dengan terang terangan Adnan malah membawanya kerumah sialan ini. Tanpa perduli lagi dengan apa yang dikatakan oleh bibir Hanum, Adnan langsung turun dan menarik paksa Hanum agar turun dan Adnan langsung menyeretnya masuk kedalam rumah.


Braaakkkk.....Adnan menutup pintu dengan keras dan langsung menguncinya begitu saja.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Hanum mencoba bersikap sewajarnya padahal didalam hatinya ia sungguh sungguh takut jika Adnan akan melakukan sesuatu yang sama sekali tak pernah dipikirkannya.


Dengan kasar Adnan menarik tangan Hanum kearah ruang tengah dan menghempaskan dengan kasar tubuh Hanum hingga terjerembap diatas sofa.


Auuuhh...ringis Hanum yang merasakan sakit pada pergelangan tangannya, tiba tiba air matanya menetes begitu saja karena ia terkejut tak pernah menyangka jika Adnan akan memperlakukannya sekasar ini.


"Selagi aku masih berbaik hati renungkanlah semuanya." ucap Adnan dengan tegas.


"Renungkan? seharusnya kata kata itu lebih cocok untukmu." sinis Hanum.


"Bagaimana bisa kamu bersikap semurahan ini ha? bagaimana bisa?" teriak Adnan.


"Apa maksudmu?" tanya Hanum yang langsung berdiri menyeimbangi kemarahan Adnan.


"Bagaimana bisa kamu berfikir untuk menikah lagi padahal status kita masih sah sebagai suami istri? bagaimana bisa ha? apakah ini sifat aslimu?" kata Adnan menggebu gebu dan berjalan kearah Hanum


"Wanita murahan!" ucap Adnan tepat didepan wajah Hanum. Entah kenapa kata kata yang Hanum ucapkan untuk menikah tadi membuat Adnan marah dan tak terima, demi apapun ia sunggub tak ingin jika hal itu akan menjadi kenyataan.


Plakkk.....untuk kedua kalinya Hanum berani menampar Adnan.


Bukan salahnya ia melakukan itu, itulah sebagai balasannya atas kata kata kasar Adnan .


"Apakah kamu sedang membicarakan dirimu sendiri?" tanya Hanum dengan nada mengejeknya.


"Apa jangan jangan semua jtu hanya akal akalanmu saja?" tanya Hanum dengan tatapan intens.

__ADS_1


"Apa jangan jangan anak yang dikandung Vanessa adalah anakmu sendiri?" tanya Hanum lagi dengan tatapan menyelidiknya.


~Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tidak bahagia dengan hidupmu, perbaikilah apa yang salah dan terus melangkah~


__ADS_2