Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 83


__ADS_3

Tak terasa seminggu berlalu begitu cepatnya, kemarin Hanum pulang kampung sendiri walaupun Anton menawarkan untuk mengantarnya Hanum menolak dengan alasan lebih baik istirahatlah karena besok kamu juga akan datang bersama dengan kedua orang tuamu.


Akhirnya mau tak mau Anton pun membiarkan sang kekasih pulang sendiri, karena marasa semua yang dikatakan Hanum memang benar adanya.


Kini dua belah pihak keluarga sudah berkumpul untuk mengutarakan niat masing masing, sementara Bapak dan Ibu Hanum sendiri tak tahu jika akan datang tamu dirumahnya. Karena Hanum memang sengaja tidak memberitahukan niatnya pulang, jika ditanya ia pasti hanya akan menjawab karena kangen dengan Bapak Ibunya.


"Jadi kedatangan kami kesini untuk mengutarakan niat anak kami yakni Anton yang ingin melamar putri anda." ucap Pak Cipto dengan penuh wibawa yang datang bersama anaknya dan mantan istrinya yaitu Bu Lidya.


Hah...tentu saja baik Pak Imam maupun Bu Lastri sama sama terkejut dibuatnya.


"Jadi kedatangan sama beserta keluarga saya kesini karena saya berniat untuk melamar Hanum Pak Buk." kini pada akhirnya Anton pun angkat bicara mengutarakan niatnya.


Baik Pak Imam maupun Bu Lastri kini sudah sama sama mengerti melihat Hanum yang tertunduk malu malu yang pastinya sudah tahu jika akan kedatangan tamu tapi tidak memberitahunya, memang kelakuan anak jaman sekarang ...pikir mereka.


"Saya selaku orang tua Hanum tidak bisa memberikan keputusan."


"Karena keputusan ada ditangan Hanum sendiri."


"Hanum lah yang akan menjalani rumah tangganya nanti, namun sebelum itu apakah Nak Anton sudah memikirkan matang matang mengingat status Hanum yang kini sudah bukan gadis lagi?" tanya Pak Imam yang mengingatkan akan status anaknya lagi.


Tampak kedua orang tua Anton yang cukup terkejut mendengar anaknya akan menikahi seorang janda, namun sejurus kemudian mereka dengan cepat mengubah raut wajahnya kembali kedalam keadaan normal. Keduanya tak bisa mengantur lagi keputusan Anton karena keduanya pun sadar jika hubungannya dengan Anton memburuk akibat pasca perceraian mereka, mereka sibuk dengan dunianya sendiri hingga melupakan Anton dan membuat hati Anton kini seakan akan membeku terhadap keduanya.


"Saya sudah memikirkan matang matang dan untuk status Hanum saat ini, saya sama sekali tidak mempermasalahkannya." jawab Anton dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati.


"Sekarang mari kita dengarkan keputusan dari Hanum, apakah ia menerima lamaran ini." ucap Pak Imam sebelum menoleh kearah anaknya yang kini tampak menunduk malu malu.


"Bagaimana num, apakah kamu menerima lamaran nak Anton atau menolaknya?" tanya Pak Imam pada putrinya.


"Saya menerima lamaran Mas Anton pak." jawab Hanum mendongakkan kepalanya tak lupa juga demgan senyum yang melengkung dibibirnya.


"Alhamdulillah." ucap semua orang hampir bersamaan.


"Sekarang kita tinggal menentukan tanggal pernihakannya." ucap Pak Cipto mewakili Anton yang dijawab i dengan anggukan kepala oleh semuanya.


Setelah berembug cukup lama akhirnya tanggal pernikahan pun telah ditetapkan, satu bulan dari sekarang.


...........

__ADS_1


Keesokan harinya Hanum kembali lagi ke ibu kota, sudah cukup ia istirahat dirumah selama dua hari. Menurut kalian apa reaksi dari Maya begitu tahu jika ia pulang untuk dilamar?


Marah, yah...Maya marah karena Hanum tak memberitahunya terlebih dahulu. Namun Hanum pun memberikan pengertian jika ia hanya ingin memberikan kejutan saja.


Karena Hanum sampai di Jakarta siang dan otomatis hari ini ia juga masih libur kerja, jadi ia memanfaatkan hari ini untuk pergi sekedar untuk jalan jalan.


"Mbak Hanum." panggil seseorang yang membuat Hanum langsung menoleh kebelakang.


"Zidan." terkejut Hanum saat melihat mantan iparnya yang memanggilnya, memang ia sudah lama juga tidak bertemu dengan Zidan. Entah kemana anak itu hingga jarang terlihat bersama dengan Anggia.


"Gimana kabar kamu dan?" tanya Hanum berbasa basi.


"Alhamdulillah baik mbak." jawab Zidan ramah seperti biasanya.


"Mama sama Papa gimana?" tanya Hanum lagi.


"Mereka juga baik kok kak, cuma Mas Adnan yang nggak baik baik saja sekarang." jawab Zidan membuat senyum dibibir Hanum perlahan menghilang mendengar nama mantan suaminya, bukan karena apa apa tapi karena ia terkejut Zidan tiba tiba memberitahunya saat ia lupa tidak menanyakan kabar mantan suaminya tersebut.


"Alhamdulillah." ucap Hanum dengan senyum yang kembali melengkung dibibirnya.


"Selamat buat?" tanya Hanum sembari menerima uluran tangan Zidan.


"Semoga semuanya berjalan lancar sampai hari bahagia Mbak." jawab Zidan membuat Hanum sedikit tersentak kaget, darimana Zidan tahu pikirnya sebelum ia berfikir jika Zidan pasti tahu dari Anggia.


"Kata Mbak Maya Mbak." sahut Zidan yang seperti tahu akan keterkejutan Hanum.


"Oh, sama sama. Makasih ya." jawab Hanum.


"Semoga kali ini bener bener pernikahan sampai akhir Mbak." ucap Zidan lagi walaupun sebenarnya ia tengah kecewa karena masih berharap jika Hanum akan kembali bersama dengan Kakaknya lagi.


"Jangan lupa undang aku juga Mbak." ucap Zidan lagi.


"Pasti." jawab Hanum.


"Kalau gitu aku duluan ya Mbak, udah ditungguin sama temen temen." kata Zidan.


"Oh, iya hati hati kalau gitu." jawab Hanum yang dijawabi dengan anggukan kepala samar dan senyuman tipis oleh Zidan sebelum pada akhirnya pergi meninggalkan Hanum yang masih mematung menatap kepergian Zidan.

__ADS_1


..........


"Maaf yah tante telat, udah lama ya nunggunya?." ucap Hanum yang baru datang.


"Nggak terlalu kok tante, iya kan pa." jawab Retha sembari meminta persetujuan Papanya.


"He eum." jawab Pak Tyo mengiyakan ucapan anaknya.


"Ini buat tante." ucap Retha sembari menyodorkan satu cup kecil es krim rasa Vanilla.


"Wahh...makasih." ucap Hanum sembari menerima sodoran es krim tersebut.


"Tante nggak lupa sama oleh olehnya kan?" tanya Retha tanpa basa basi lagi membuat Hanum dan Tyo hanya geleng geleng kepala.


"Ya nggak dong, masak tante lupa kan tante udah janji." jawab Hanum sembari mengeluarkan beberapa papper bag.


"Ini untuk Retha." ucap Hanum sembari menyodorkannya pada Retha.


"Waaahhh banyak banget, makasih tante cantik." balas Retha sembari menerima sodoran papper bag tersebut.


"Hihihi, sama sama." balas Hanum.


"Oh ya hampir lupa, ini buat anda pak sebagai hadiah ulang tahunnya kemarin. Maaf telat." ucap Hanum sembari menyodorkan sebuah kotak berukuran tak terlalu besar pada Tyo.


"Kok repot repot pakai ngasi hadiah segala sih." Pak Tyo yang merasa tak enak hati karena sudah merepotkan Hanum selain membawakan oleh oleh untuk anaknya kini ia juga mendapatkan hadiah.


"Nggak papa pak, sama sekali nggak repot kok." jawab Hanum.


"Buka dong pa, aku penasaran banget." sahut Retha yang ternyata menyimak pembicaraan mereka.


"Buka?" tanya Pak Tyo yang dijawabi dengan anggukkan kepala antusias oleh Retha.


Perlahan lahan Pak Tyo pun membuka kado pemberian Hanum dan ternyata.


"Waooowwww jam tangan." sorak Retha.


~Jangan pernah membiarkan masalah yang sedang kamu hadapi menjadi hambatan untuk meraih mimpimu~

__ADS_1


__ADS_2