Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 19


__ADS_3

"Mas berangkat dulu ya" pamit Adnan pada Hanum


"Iya mas, nanti aku kesana ya buat anterin makan siang" ucap Hanum sembari menyodorkan tas kerja suaminya tersebut


"Kalau kamu cape nggak usah nggak papa num, Mas kan bisa makan dimana aja" jawab Adnan yang tak ingin merepotkan istrinya


"Nggak papa lah Mas, buat ngisi waktu luang aku juga. Kan gabut juga kalau dirumah terus, maaf ya Mas selama ini aku kurang perhatian sama kamu" ucap Hanum penuh sesal menyadari kesalahannya


"Kok kamu bahas itu lagi sih" kata Adnan dengan wajah tak sukanya


"Denger ya" ucap Adnan sembari menangkup kedua pipi Hanum dengan tangannya


"Mas nggak masalah akan hal itu, toh selama ini kamu juga yang ngurus Mas juga terus ngurus semua kebutuhan Mas kan?" ucap Adnan penuh pengertian


"Kita sama sama belajar memantaskan diri ya" ucap Adnan sembari memeluk tubuh mungil Hanum


"Semoga kita terus sama sama sampai nanti ya Mas" doa Hanum tulus dari hatinya


"Amiin" jawab Adnan mengaminkan doa istrinya


"Yaudah Mas harus berangkat nih, udah keburu siang" ucap Adnan sembari melepaskan diri dari pelukan sang Istri


"Hati hati ya Mas" ucap Hanum mengingatkan


.............


Disudut lain di Ibu kota, Adnan tengah disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk dan menguras tenaga juga pikirannya, maklum lah selama beberapa hari kemarin banyak pekerjaan yang terbengkalai karena ia harus menemani Vanessa bersama keluarganya


Tok...tokkk....tokkk terdengar suara ketukan pintu


"Masuk" jawab Adnan mempersilahkan sesorang yang mengetuk pintunya untuk masuk


Ceklekkk....pintu pun terbuka dengan menampakkan sosok Nisa selaku asistennya


"Selamat siang pak" salam Nisa dengan sopan


"Siang, Ada apa?" tanya Adnan tanpa mengalihkan pandangan matanya dari berkas berkas didepannya

__ADS_1


"Rapat dengan perusahaan A Company akan dilaksanakan 15 lagi pak" ucap Nisa memberi tahu


"Rapatnya akan diadakan disini bukan?" tanya Adnan menatap Nisa


"Benar pak, rapatnya akan diadakan diruang rapat" jawab Nisa


"Baiklah, 10 menit pagi saya akan datang" jawab Adnan kemudian


"Baik pak, kalau begitu saya pamit dulu" ucap Nisa sembari menundukkan kepalanya penuh hormat


...........


Dirumahnya Hanum tengah disibukkan dengan acara masak memasaknya, butuh sekitar 30 menit bagi dirinya untuk menyelesaikan semua ini


"Akhirnya selesai juga" ucap Hanum tersenyum lega melihat aneka menu yang telah tersaji dimeja makan


"Aku mandi dulu aja deh" ucap Hanum pada dirinya sendiri


Hanum pun melangkahkan kakinya kembali kekamarnya, butuh waktu sekitar 20 menitan baginya untuk mandi dan juga selesai make up. Kini tampaklah Hanum dengan make up naturalnya, Outfitnya kali ini adalah menggunakan jeans warna navi dengan kaos hitam dan kemeja hems warna maroon sebagai outernya


Perjalanan dari rumah menuju kantor suaminya membutuhkan waktu setidaknya 30 menit dalam kecepatan normal, teriknya matahari apalagi ditambah dengan banyaknya polusi di ibu kota membuat Hanum ingin mampir kewarung dipinggir jalan untuk membeli es dawet yang tampak menggiurkan matanya


"Oke mbak, silahkan duduk dulu ditunggu" ucap penjual tersebut mempersilahkan Hanum untuk duduk dikursi kayu yang telah disediakannya


"Makasih pak" jawab Hanum sembari mendudukkan bokongnya dikursi kayu panjang tersebut


Sembari menunggu es dawetnya siap, Hanum pun berselancar disosial medianya. Tak sengaja ia melihat postingan dari Maya, sahabatnya dulu yang saat ini hampir tak pernah bertemu dengannya karena kesibukan masing masing


Hanum pun iseng iseng mengomentari postingan Maya tersebut, postingan yang menampakkan Maya tengah berlibur dipantai tersebut


"Hati hati, nanti kebawa ombak loh" begitulah isi dari komentar Hanum yang dikirimkan di postingan unggahan Maya


"Mbak, ini es nya" ucap penjual tersebut memberi tahu


"Oh iya pak, ini uangnya" ucap Hanum sembari menyodorkan uang pada penjual tersebut


"Makasih mbak" kata penjual tersebut

__ADS_1


"Sama sama pak, semoga dagangannya laris ya Pak" ucap Hanum memberikan doa


"Amiin" penjual tersebut pun mengaminkan doa Hanum


........


"Kalau Istri saya datang, suruh dia nunggu diruangan saya" perintah Adnan pada asistennya


"Baik Pak, saya akan sampaikan pada resepsionis" jawab Nisa sembari mengikuti langkah kaki Boss nya tersebut


Adnan dan Nisa pun berjalan menuju ruang rapat dimana sudah banyak orang yang menunggu kedatangannya tersebut


"Akhirnya sampai juga" ucap Hanum setelah memberhentikan mobilnya diparkiran, ia pun buru buru keluar dari mobil tak lupa juga untuk membawa apa yang telah dibawanya dari rumah tersebut


Saat sedang melangkah, Hanum sekelebat melihat sosok yang dikenalnya. Namun orang tersebut berjalan dengan tergesa gesa seakan akan tengah dikejar waktu


"Bukannya itu Mas Anton ya?" gumam Hanum sembari mempertajam penglihatannya, namun sayangnya sosok yang dikiranya Anton tersebut kini telah hilang tak terlihat ditelan jarak


"Ah palingan juga bukan, nggak jelas juga tadi" kata Hanum pada dirinya sendiri


Hanum pun melanjutkan perjalanannya memasuki kantor milik keluarga suaminya tersebut


"Selamat siang Mbak, suami saya ada?" tanya Hanum pada resepsionis yang sedang bertugas tersebut


"Selamat siang Mbak, maaf Pak Adnan nya sedang ada rapat. Tapi Pak Adnan sudah berpesan kalau Mbak udah dateng Mbak disuruh nuggu diruangannya" jawab pegawai tersebut yang tampak sudah akrab dengan istri dari boss nya tersebut


"Makasih" jawab Hanum disertai dengan senyumannya, ia pun langsung berjalan menuju ruangan suaminya tersebut


Ceklekkk....


Hanum pun langsung memasuki ruangan suaminya tersebut dan meletakkan makan siang yang dibawanya diatas meja


Hahhhh....hela nafas Hanum sembari merobohkan dirinya diatas sofa, diruangan sebesar ini kini hanya ada keheningan dan kesunyian


"Sepi banget" gumam Hanum, netranya berkeliling menelusuri seluruh sudut dalam ruangan ini


Ia bangkit dari posisi duduknya begitu melihat ada ponsel suaminya yang tergeletak begitu saja diatas meja kerjanya, rupanya suaminya tidak membawa ponsel tersebut dalam rapatnya

__ADS_1


Entah kenapa tiba tiba Hanum langsung penasaran dengan isi ponsel suaminya tersebut, sebenarnya ia tak pernah selancang ini untuk membongkar privasi suaminya tanpa izin terlebih dahulu. Namun kembali lagi ia mengingat jika kondisi rumah tangganya sudah tak sama lagi seperti dulu


Hanum menekan tombol on pada ponsel suaminya, rupanya ponsel suaminya masih sama seperti dahulu tanpa terkunci. Aplikasi yang pertama kali Hanum buka adalah WhatsApp, ia membaca dengan detail pesan yang masuk dari atas hingga bawah. Sampai matanya melihat ada nama Vanessa disana, namun rupanya chat itu sudah lama. Saat ia buka pun hanya ada beberapa baris chat yang sama seperti dulu saat ia buka. Melihat tak ada yang mencurigakan, Hanum pun keluar dari aplikasi tersebut dan beralih pada galery. Didalamnya full foto dirinya dan Adnan mulai dari awal awal pernikahan hingga saat ini. Tak ada yang mencurigakan sama sekali, Hanum pun meletakkan kembali ponsel suaminya tersebut ditempatnya semula


__ADS_2