Purnama Yang Terbelah

Purnama Yang Terbelah
Bab 34


__ADS_3

Tak terasa hari kini sudah sore membuat Hanum yang seharian ini benar benar berada dikamar terus tanpa selangkah kakipun keluar dari kemar benar benar berada diujung kebosanan


"Mas, ayo kita beli bakso yok" ajak Hanum pada Adnan yang saat ini tengah menonton acara televisi tersebut


"Bakso?" Adnan mengerutkan keningnya mendengar permintaan sang istri


"Kamu mau bakso?" tanya Adnan padahal sudah tahu jawabannya


"He eum" jawab Hanum sembari memeluk lengan suaminya


"Yaudah kita beli" jawab Adnan langsung tanpa pikir panjang


"Yeaaayyy....makasih sayang" ucap Hanum mengecup pipi kiri suaminya


"Kalau gitu aku bakalan mandi dulu" kata Hanum yang kemudian beranjak berdiri dan berjalan menuju kamar mandi, Adnan hanya geleng geleng kepala melihat tingkah istrinya


30 menit berlalu barulah pintu kamar mandi yang terbuka mengeluarkan sosok Hanum yang berjalan anggun dan langaung berjalan menuju lemarinya, tak berselang lama ia mengeluarkan satu set pakaian ganti untuk suaminya


"Mas buruan mandi gih, udah aku siapin bajunya yah" kata Hanum sembari meletakkan pakaian ganti untuk suaminya diatas ranjang


"Iya, aku mandi dulu yah" jawab Adnan yang pada akhirnya langsung beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi, sementata itu Hanum pun lekas mengganti pakaiannya dan dilanjutkan dengan kegiatan memoles wajahnya agar terlihat lebih menawan


.............


Tap...tap....tap...Hanum dan Adnan berjalan beriringan menuruni anak tangga, keduanya sama sama memakai pakaian berwarna navy hingga keduanya tampak seperti pasangan muda yang akan pergi berkencan


"Kalian mau kemana?" tanya Vanessa tiba tiba saat ia baru keluar dari kamar dan tak sengaja melihat dua orang yang seharian bertapa dikamarnya kini akhirnya turun gunung juga


"Hay van, aku sama Mas Adnan mau keluar sebentar" jawab Hanum disertai dengan senyuman lebarnya


"Keluar?" kata Vanessa mengerutkan keningnya memperjelas indra pendengarannya


"Iya, nanti kalau pulang aku bawain bakso buat kamu. Kamu suka bakso kan?" tanya Hanum pada Vanessa, sementara Adnan masih menunggu dengan sabar sesi kegiatan tanya jawab antara kedua istrinya tersebut


"Iya suka kok" jawab Vanessa tersenyum terpaksa, bukan oleh oleh yang diharapkannya melainkan ia juga berharap jika ia akan diajak juga. Tapi harapan hanyalah tinggal harapan yang tak sejalan dengan kenyataannya


"Yaudah kalau gitu kita pergi dulu yah, kamu jaga diri baik baik dirumah jangan capek capek" kata Hanum memberikan wanti wanti pada bumil tersebut


"Ayo Mas" ajak Hanum yang langsung menarik lengan Suaminya


Vanessa menatap kepergian Suami Istri tersebut dengan perasaan dongkol dihatinya, kesal yang tadi pagi mereka buat saja belum hilang dari hatinya. Lihat saja bahkan tidak ada kata kata maaf dari Hanum atau pun Adnan, seakan akan keduanya tidak merasa bersalah sama sekali

__ADS_1


..........


Adnan mengemudikan mobilnya dalam kecepatan sedang, seakan akan benar benar menikmati kebersamaan waktu berduanya


Tuttt.....tutttt.....tuuutttt tiba tiba saja ponsel milik Adnan bergetar


"Siapa Mas?" tanya Hanum menoleh kepada Adnan


"Nggak tau, coba kamu ambil disaku jaket Mas" kata Adnan yang masih tampak fokus menyetir, tanpa menjawab lagi Hanum pun langsung merohoh ponsel dari saku jaket suaminya kemudian membaca nama yang tertera dilayar


"Zidan Mas" ucap Hanum menunjukkan nama yang tertera pada suaminya


"Angkat aja" balas Adnan tanpa mengalihkan pandangannya, Hanum pun lekas menggeser tombol hijau


"Assalamualaikum, Hallo" salam Hanum


"Assalamualaikum Mbak" jawab Zidan dari seberang sana


"Ada apa ya zid?" tanya Hanum


"Nggak ada apa apa sih Mbak. Cuma tadi aku mau kerumah Mbak mau main, tapi waktu dijalan kok aku kayak ngelihat mobil Mas Adnan makanya aku telepon deh" jawab Zidan panjang lebar


"Oh iya, aku sama Mas Adnan emang mau keluar" kata Hanum memberitahu kemudian menloudspeaker agar Suaminya bisa ikut mendegarkan juga


"Nggak boleh, ngapain ikut ikut segala" sahut Adnan yang tidak ingin ada pengganggu untuknya berdua nantinya


"Alah Mas, aku udah ngikutin mobil Mas dari belakang tuh" balas Zidan dengan terkekeh karena berhasil mengganggu Kakaknya, Adnan pun langsung melirik kearah spion dan benar saja ternyata ada mobil adik tengilnya dibelakangnya


"Jangan coba coba kabur deh Mas, Mas nggak lupa kan kalau aku jagonya naik mobil" ucap Zidan mewanti wanti


"Hahahaha" tak tahan lagi, Hanum pun langsung tertawa mendengar obrolan Kakak beradik tersebut. Keduanya benar benar saling tak mau mengalah


"Udah lah Mas, biarin aja Zidan ikut" kata Hanum menengahi


"Tuh kan dengerin kata Mbak Hanum" balas Zidan yang merasa senang karena Kakak iparnya kini berpihak kepadanya


"Tapi nanti dia ganggu" kesal Adnan


"Kita juga nggak bisa lepas juga dari Adek kamu Mas" kata Hanum mengingatkan


"Yaudah" balas Adnan singkat

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu ikut aja, nyetirnya hati hati" kata Hanum mengingatkan


"Oke Mbak" balas Zidan kemudian mematikan sambungan teleponnya


...............


"Aku baru tahu lo kalau ditempat kayak gini ternyata baksonya enak juga" kata Zidan dengan mulut yang masih penuh dengan bakso tersebut


"Kunyah dulu yang bener, terus telen" sahut Adnan dengan raut wajah yang nampak tak suka


"Iya nanti keselek loh" timpal Hanum dengan senyum lebarnya, melihat Adik Kakak ini selalu berhasil membuat Hanum terhibur dengan tingkah tingkah konyol ataupun karena pertengkaran kecil mereka berdua. Zidan pun mengunyah makanan didalam mulutnya berlahan kemudian menelannya


"Mas Adnan kayaknya seneng banget deh aku ikut kesini" kata Zidan menggoda Kakaknya walaupun sebenarnya ia sangat tahu betul jika Kakaknya tersebut tampak tak suka jika dirinya ikut bergabung disini


Adnan hanya melengos kesal tanpa ada niatan untuk membalas ucapan Adiknya tersebut


"Kayaknya lain kali kita musti sering sering makan bertiga kayak gini deh Mbak, biar mengeratkan hubungan kita" ucap Zidan menatap Kakak Iparnya


"Makanya cari pacar, biar nggak sendirian terus" sahut Adnan memotong pembicaraan Adiknya


"Aku kan masih kuliah, jadi ya musti fokus dulu sama kuliah aku" jawab Zidan dengan entengnya


"Hallah, palingan juga nggak ada yang mau sama kamu" cibir Adnan


"Hanum?" tiba tiba ada seseorang yang memanggil Hanum. Sontak Hanum, Adnan dan juga Zidan pun langasung menoleh kearah sumber suara


"Maya?" kaget Hanum kemudian langsung berdiri dan memeluk sahabatnya tersebut


"Hanum, kok kebetulan banget kita ketemu disini" kata Maya sembari membalas pelukan Hanum


"Iya yah, itu siapa?" tanya Hanum sembari melepaskan pelukannya


"Ini sepupu aku namanya Anggia" jawab Maya memperkenalkan sepupunya tersebut


"Hallo Kak, aku Anggia" ucap Anggia memperkenalkan dirinya


"Oh Hallo, aku Hanum. Ini Suami saya" kata Hanum kemudian memperkenalkan Suaminya


"Adnan" ucap Adnan sembari mengulurkan tangannya


"Anggia" jawab Anggia sembari menerima uluran tangan Adnan

__ADS_1


"Kalau ini namanya Zidan, Adik ipar aku" kata Hanum kemudian memperkenalkan pada Zidan. Namun Anggia tampak diam saja mengerutkan keningnya membuat Hanum bingung dan langsung menoleh mengahadap Zidan


"Kedippp woy"


__ADS_2